Pentingnya Memaknai Waktu



Pentingnya Memaknai Waktu

Manusia hidup selalu beriiringan dengan waktu, dengan waktu maka akan berganti detik menjadi menit, menit menjadi jam, jam menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan bulan menjadi tahun. Dan dari tahun itu usia manusia semakin bertambah namun umurnya semakin berkurang.

Manusia hidup tidak bisa dilepaskan dari waktu,1) Waktu kemarin adalah waktu yang tidak akan bisa kembali lagi, 2)Waktu sekarang adalah waktu yang yang sedang kita lakukan 3) Waktu yang akan datang adalah waktu yang yang masih dalam perencanaan, tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada waktu yang akan datang. Waktu sangat penting bagi manusia, karena itu jangan sia-siakan waktu. Waktu bisa membuat orang menjadi bahagia, waktu bisa membuat orang menjadi sengsara, waktu bisa membuat orang menjadi lebih optimis, karena itu pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya.

Banyak oang yang menyikapi waktu dengan hati-hati, artinya bahwa tiada waktu berlalu tanpa suatu aktivitas, tanpa suatu kegiatan. Betapa bermaknanya waktu:
• Waktu setahun pada siswa yang gagal menempuh ujian.
• Waktu sebulan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
• Waktu seminggu pada editor majalah mingguan.
• Waktu sehari pada pekerja harian.
• Waktu 1 jam pada seorang yang sedang menunggu.
• Waktu 1 menit pada orang yang tertinggal pesawat/ kereta api.
• Waktu 1 detik pada orang yang selamat dari kecelakaan.
• Waktu 1 mili detik pada pelari yang memproleh medali perak pada olyimpiade

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengingatkan:


“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al Ashr: 1-3)

Dari ayat Alquran ini disebutkan, secara umum manusia hidup dalam kondisi merugi, namun Allah mentahsis, memberikan kekhususan kepada orang-orang yang beriman, beramal shalih dan senantiada berwasiat dalam amal yang haq dan sabar.

Karena itu iman tidak akan sempurna kecuali dengan amal shalih, dan setiap amal shalih tentu memperjuangkan dan melaksanakan yang haq yang benar dari Allah. Dan setiap menjalankan perintah Allah, menjalankan yang haq dan benar tentu diiringi dengan sikap sabar. Dengan sabar maka amal shalih akan dapat dilaksanakan dengan sempurna.

Karena sesungguhnya sabar berada pada kondisi ketika menghadapi musibah dan bencana, sabar ketika menjalankan perintah Allah dan sabar ketika meninggalkan larangan Allah. Ketika menghadapi musibah putus asdan bencana senantiasa sabar maka akan menjadi orang yang beruntung, namun ketika menghadapi musibah dan bencana menjadi putus asa, tidak ada semangat dan motivasi maka jadilah ia orang yang rugi.

Demikian pula ketika menjalankan perintah Allah bersabar maka akan menjadi orang yang beruntung karena keberkahan Allah akan dilimpahkan kepada-Nya. Dengan berkah maka akan menjadi hamba Allah yang bahagia, bahkan akan diberikan kesejahteraan yang melimpah.
Ketika meninggakan larangan Allah bersabar maka Allah juga akan menjadikan pribadi yang beruntung, karena larangan Allah memang harus ditinggalkan. Meninggalkan larangan Allah memerlukan kesabaran. Larangan Allah adalah suatu yang dibenci Allah, maka meninggalkan larangan Allah artinya meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah maka akan menjadi pribadi yang dicintai Allah.

Allah memberikan waktu 24 jam dalam waktu sehari, waktu 24 jam ini ternyata ada yang bisa memanfaatkan sehingga bisa menghasilkan nilai yang luar biasa, bisa berwujud uang dan harta benda dan kekayaan. Semua bisa diraih ketika kita bisa memanfaatkan waktu, tetapi ada lagi orang yang sama sekali tidak memperdulikan waktu, hari-hari selalu di jalani apa adanya, tidak pernah ada perencanaan, tidak pernah ada usaha, maka orang yang demikian ini juga akan merasakan akibatnya karena tidak bisa memanfaatkan waktu. Dilihat dari sisi kehidupan dunia sangat susah untuk bisa meningkatkan derajat kehidupan bagi dirinya.

Pengelolaan waktu sangat penting, sangat rugi kalau kita itu tidak bisa memanfaatkan waktu, waktu yang sudah berlalu tidak akan bisa kembali lagi. Bila waktu yang sudah berlalu berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan maka akan menjadi penyesalan. Kalau waktu yang sudah lalu itu adalah sesuatu yang menggembirakan maka itu akan menjadi suatu kenangan yang bisa membuat dirinya itu bahagia atau bisa membahagiakan orang lain.

Tambahan:
1. Semua yang disampaikan merupakan refleksi diri sebagai bahan evaluasi menata hati untuk meraih ridha Ilahi Robby
2. Jangan lupa bagikan informasi ini ke rekan anda melalui WhatsApp dan Facebook, ingat "Semakin banyak anda berbagi maka semakin banyak anda akan menerima"

Artkel Lain:


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel