Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

7/06/2022

Rakor PD DMI Wonosobo, Senergitas DMI dengan RPJMD Kabupaten

Dewan Masjid Indonesia adalah organisasi atau lembaga keagamaan yang terstruktur dengan kepengurusan dari pusat hingga sampai ke tingkat ranting yaitu desa/ kelurahan. Dewan Masjid salah satu organisasi atau lembaga keamanan yang berhidmah pada umat melalui kegiatan-kegiatan ke masjid. Diantara misi kegiatan DMI adalah untuk memakmurkan masjid, di mana agar masjid-masjid yang telah dibangun oleh masyarakat secara swadaya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kegiatan ibadah, pendidikan, pelayanan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Karena itu untuk melakukan kegiatan tersebut perlu adanya kegiatan pembinaan manajemen bagi takmir masjid.
Kepala Kantor Kemenag. Kab. Wonosobo Drs. H. Ahmad Farid, MSI sedang memberikan sambutan.

Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Wonosobo mempunyai satu program unggulan yaitu kegiatan lomba K3M (Kebersihan, Keindahan dan Kemakmuran Masjid). Lomba ini sesungguhnya merupakan kegiatan pembinaan manajemen masjid yang dikemas dengan kegiatan lomba. Keberadaan masjid merupakan kebutuhan bagi umat Islam maka upaya untuk pembinaan dan pemberdayaan fungsi masjid dilaksanakan secara terpadu yang melibatkan Camat, Polsek, Koramil, KUA, Puskesmas, PLKB, Dinas Pendidikan dan lembaga-lembaga keagamaan IPHI, MUI, ICMI, takmir masjid dan masyarakat. 

 

Untuk memadukan kesepahaman, maka PD DMI Kabupaten Wonosobo pada Selasa 5 Juli 2022 jam 09.00-1300 WIB di Pendopo Bupati menyelenggarakan rapat koordinasi PD DMI Kabupaten Wonosobo bersama pemerintah dan lembaga keagamaan terkait, Ketua MUI, IPHI, ICMI, Baznas Kabupaten, Camat, Kepala KUA, PAIF, PC DMI, PD IPHI.

Wakil Bupati Wonosobo Drs. H. Muhammad Albar, MM sedang memberikan sambutan.
Ketua PD DMI Wonosobo H. Tarjo, S. Sos, M. Si sedang menyampaikan materi Rakor

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Wonosobo H.Muhammad Albar yang membuka kegiatan. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemakmuran masjid hendaknya menjadi tugas bersama, agar bangunan yang telah didirikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat. Salah salah satu problem Pemerintah Kabupaten Wonosobo adalah untuk menghilangkan predikat kemiskinan yang hingga tahun 2022 termasuk dalam peringkat nomor dua dari 35 Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah. Demikian pula stunting juga menjadi permasalahan bersama. Karena itu dengan adanya Rakor DMI DMI semoga akan membuahkan hasil yang positif dan baik untuk kemajuan Dewan Masjid Indonesia pada masa yang akan datang. 

 

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama H.Ahmad Farid menyampaikan bahwa masyarakat religius yang menjadi impian dan dambaan, bukan suatu yang diperoleh dengan serta merta tanpa usaha, tetapi hal ini memerlukan ikhtiar dan usaha yang secara massif dan terstruktur. Oleh karena itu kehidupan masyarakat hendaknya bisa memadukan antara aspek duniawiyah dan ukhrawi. 

 

Masih dalam sambutannya bahwa harapan untuk menciptakan masyarakat yang religius ternyata dihadapkan dengan problematika kehidupan masyarakat yang digerogoti oleh semangat individualistik, materialistik, oportunis, sehingga agama sebagai aqidah, norma dan amaliyahnya dikesampingkan. Karena itu diharapkan para tokoh agama, dai, penyuluh agama untuk lebih dekat dengan masyarakat. Potret kebutuhan masyarakat, bukan hanya memberi tetapi tidak mengetahui apa yang mereka butuhkan atau hanya untuk menggugurkan kewajiban. Tingginya status sosial dan ekonomi bisa saja tidak meningkatkan kesalihan, tetapi justru kadang akan menilai semua aktifitas untuk mencari maisah.

Sekretaris PD DMI Wonosobo Untaji Affan, S. Ag sedang menyampaikan materi Rakor

Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan kegiatan rapat koordinasi dengan narasumber ketua H. Tarjo dan sekretaris PD DMI Kabupaten Wonosobo Untaji Affan. H Tarjo menyampaikan tentang sinergitas DMI dengan RPJMD Kabupaten Wonosobo. Sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati untuk “Mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju dan sejahtera”. Maka DMI mengambil peran melaksanakan misinya mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul religius/berkarakter, berbudaya, kreatif, inovatif, melalui penyelenggaraan pendidikan komprehensif yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat berbasis kearifan lokal dan perkembangan teknologi modern. Dari misi tersebut akan membuahkan lima program unggulan Wonosobo maer, sehat, pintar, aman, makmur. DMI akan mengambil peran dengan meningkatkan pembinaan manajemen masjid dengan melaksanakan lomba masjid dengan tema lomba kebersihan, kemakmuran dan kepedulian sosisal lingkungan masjid. 

 

Narasumber kedua Untaji Affan upaya untuk mewujudkan kecintaan terhadap masjid agar masjid dapat menyejahterakan masyarakat dan masyarakat dapat menyejahterakan masjid. Karena setiap umat Islam membutuhkan masjid, bila masjid sebagai bangunan monumental, simbol kebanggaan dan identitas. Maka umat Islam bisa berkontribusi dengan harta, tenaga, pikiran dan doa. Berbanggalah yang menjadi pengurus DMI, takmir masjid dan lembaga keagamaan yang berkolaborasi dengan DMI karena akan menjadi orang yang kelak akan diberikan syafaat di hari qiyamat. Dan diduniapun akan diberikan kemudahan oleh Allah karena itu takmir masjid hendaknya orang yang mempunyai figur pinter, bener, prigel, kober, sregep, ikhlas, sabar, istiqomah, tlaten, titen.

Peserta Rakor DMI Kabupaten Wonosobo, 5 Juli 2022 di Pendopo Bupati.

6/27/2022

Bimwin Mandiri KUA Kecamatan Wonosobo, Menuju Keluarga Sakinah

Pernikahan adalah merupakan janji suci ikatan suami istri yang akan membangun kehidupan rumah tangga yang baru menuju keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Untuk mewujudkan keluarga idaman bukanlah hal yang mudah, tetapi memerlukan ilmu dan keterampilan serta keahlian untuk mewujudkannya. Banyak pasangan suami istri yang mengakhiri kehidupan rumah tangga sebelum ajal menjemput. Karena itu guna memberikan perbekalan bagi calon pengantin yang akan melaksanakan pernikahan mereka hendaknya diberi pengetahuan tentang upaya untuk membangun dan melestarikan kehidupan rumah tangga menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.
Fasilator Bimwin Untaji Affan membelakangi kamera sedang menyampaikan materi.

Kementerian Agama berkomitmen untuk memberikaan bimbingan pada keluarga yang ideal, diantaranya dengan menyelenggarakan kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Akan tetapi karena alokasi anggaran dari pemerintah yang terbatas sehingga perlu diadakan kegiatan Bimwin secara mandiri. Kantor Urusan Agama Kecamatan Wonosobo pada Senin 27 Juni 2022 pukul 13.00 hingga pukul 15.00 menyelenggarakan kegiatan Bimwin mandiri. Kegiatan diikuti oleh 10 pasang calon pengantin. 

 

Kepala KUA Ahmad Fuadi dalam sambutannya menyampaikan tujuan mengadakan Bimwin adalah untuk memberikan pengetahuan pada Catin agar memiliki kesipan mental untuk memasuki kehidupan berumah tangga. Jadikan perkawinan sekali dalam hidup, memberikan inspirasi dan kesan yang tak berakhir. 

 

Fasilitator Bimwin mandiri Untaji Affan yang sekaligus sebagai Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa pernikahan merupakan ikatan suci calon suami istri untuk membangun kehidupan rumah tangga, karena itu setiap pribadi hendaknya dapat menjaga empat pilar perkawinan yaitu zawwaj, mitsaqan ghalidhan, mu’asyarah bil ma’ruf dan musyawarah. Dan empat pilar perkawinan harus diperkokoh dengan segi tiga cinta yaitu adanya komitmen, gairah dan kedekatan emosi.

Fasilitator Bimwin Irna Fitroyah sedang menyampaikan materi

Fasilitator kedua Irna Fitroyah menyampaikan tentang kebutuhan keluarga, bahwa setiap pasangan hendaknya dapat menginventarisir kebutuhan. Ada kebutuhan yang penting ada yang kurang penting, kebutuhan mendesak dan tidak mendesak. Karena itu dalam pemenuhan hendaknya lebih mengutamakan pada skala prioritas. Setiap pasangan hendaknya bisa mengenali kebutuhan dirinya sendiri yang selanjutnya dikomparasikan dengan kebutuhan pasangannya. 

 

Kegiatan Bimwin mandiri yang diselenggarakan pada siang hari menjelang sore adalah waktu-waktu yang sangat riskan, dengan kondisi tubuh yang sudah lelah sehingga perlu diberikan materi yang segar dan menyegarkan diantaranya adalah dengan menggunakan metode bernyanyi. Gerakan tangan sebagai ekspresi agar mereka dapat menerima materi dengan senang dan bisa dicerna dengan mudah. 

 

Bimwin mandiri KUA kecamatan Wonosobo bulan ini diselenggarakan pada tahap yang pertama, tetapi sebelumnya kegiatan ini sudah diselenggarakan secara pribadi, yaitu bersamaan dengan kegiatan tandan atau pemeriksaan administrasi sebelum berlangsungkan pernikahan. Calon pengantin diberikan materi tentang bimbingan perkawinan, baik itu tentang cara-cara mengelola kehidupan rumah tangga dan bagaimana cara-cara untuk mengatur keuangan keluarga. Hal ini dimaksudkan agar data-data yang diinput benar-benar valid dan agar kehidupan keluarga yang sudah dibangun bisa mencapai pada titik final yaitu sampai ajal. Dengan kata lain hanya ajal yang dapat memisahkan.

5/05/2022

Lebaran yang Luar Biasa, Untuk Tetap Waspada

Peringatan hari raya Idul Fitri 1443 H/ 2022 M sungguh merupakan peristiwa yang luar biasa, karena selama dua tahun umat Islam sepi dengan kegiatan Idul Fitri termasuk dengan nuansa mudik dan silaturahmi. Hal ini tidak lepas karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia sehingga berefek pada kehidupan umat beragama.
Kepadatan Lalu lintas mejelang dan saat lebaran.

Idul Fitri tahun 1443/2022 H seakan menjadi akumulasi peringatan Idul Fitri tiga tahun yang dikumpulkan menjadi setahun atau tiga kali kegiatan menjadi satu kegiatan. Hal ini ditandai dengan keramaian, khususnya kepadatan lalu lintas jalan raya, jalan perkampungan yang selalu ramai dengan hilir mudik kendaraan bermotor. Di beberapa wilayah perkampungan banyak berseliweran kendaraan bermotor dengan plat B. Hal ini menandakan bahwa para perantau yang berada di luar Jawa atau berada di Jakarta pulang ke Jawa untuk bertemu dengan orang tua, sanak saudara , handai tolan dan teman serta kerabat. Keramaian juga terjadi pada tempat wisata. 

 

Kerinduan yang mereka pendam selama dua tahun terobati pada tahun ini, karena itu ada beberapa hal yang perlu kita sikapi pada Idul Fitri tahun ini: 

 

  1. Kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena Allah telah menguji hamba-Nya Allah juga yang memberikan jalan keluar atas kesulitan hamba-Nya. Hal ini ditandai dengan adanya kebijakan pemerintah yang melakukan kegiatan vaksinasi secara nasional sehingga pandemi Covid-19 semakin melandai. 
  2. Walaupun pandemi Covid- 19 nampak mulai melemah, namun kita harus tetap waspada dengan kemungkinan munculnya varian baru, demikian pula dengan berbagai macam musibah dan bencana yang dimungkinkan juga akan datang. Karena itu janganlah rasa aman akan terlena dengan kenyamanan, karena itu “Sedia payung sebelum hujan” adalah suatu peribahasa yang perlu tetap diperhatikan. 
  3. Perlu kehati-hatian, dengan melakukan langkah-langkah preventif, minimal untuk selalu memakai masker dan membiasakan untuk mencuci tangan. 
  4. Rasa syukur kepada Allah diungkapkan dengan ucapan billisan yaitu dengan mengucapkan hamdalah, kemudian dengan perbuatan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan meningkatkan amal ibadah yang sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing. 
  5. Setiap pemeluk agama untuk mendalami agama masing-masing dan menerapkan ajaran agamanya tersebut. 
  6. Dengan melaksanakan perintahnya Allah dan menjauhi larangannya adalah menjadi media untuk menaruh harapan kepada Allah, kita berharap agar pandemi tidak kembali lagi, kita berharap agar kehidupan kembali normal, kita berharap agar roda ekonomi juga bisa berkembang dengan baik, kita berharap bahwa kesejahteraan umat juga semakin baik, kita berharap agar proses pendidikan dan pengajaran berjalan secara normal. 
  7. Menjalin shilaturahmi, karena selama dua tahun nyaris persaudaraan menjadi renggang, orang yang sakit hendaknya didatangi untuk dihibur namun Prokes mengatakan orang yang sakit harus diasingkan. Idul Fitri menjadi media bershilaturahmi, mudik menjadi media untuk mengeratkan kembali tali silaturahmi. 

 

Karena itu di tengah-tengah kita kebahagiaan Idul Fitri ini kita pun juga harus tetap berhati-hati dan waspada agar kita tetap merasa aman dan bahagia. Berdasarkan taushiyah Majelis Ulama Indonesia di bulan Syawwal hendaknya umat Islam semakin menggalakkan tuntunan puasa sunnah enam hari Syawwal agar tetap terjaga dan tetap meningkatnya spirit khusyuk Ramadhan dan Syawwal.

Candi Borobudur di padati wisatawan.

4/02/2022

Rakor Peningkatan Kemampuan Takmir Masjid

Masjid adalah rumah Allah, tempat bersujud umat Islam dan melakukan ibadah. Bicara tentang masjid adalah suatu pekerjaan yang tidak akan ada habisnya. Pada awal mula masjid didirikan oleh Rasulullah ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah maka bangunan yang pertama kali didirikan adalah masjid. Rasulullah telah memetakan tentang fungsi masjid, disamping sebagai tempat untuk bersujud, melaksanakan shalat, masjid juga sebagai media untuk melaksanakan pendidikan, untuk menyatukan umat, tempat pelayanan, tempat untuk bermusyawarah. Bahkan pada masa Rasulullah, masjid digunakan untuk menyusun siasat perang. Karena itu masjid yang dibangun oleh masyarakat Indonesia dalam paradigma yang lama, masjid hanya difungsikan sebagai tempat untuk menegakkan shalat. Sehingga ketika shalat sudah dilaksanakan masjid kemudian ditutup dan tidak ada kegiatan yang lain.
Ketua DMI Kabupaten Wonosobo H. Tarjo, S. Sos, M. Si sedang memberikan sambutan.

Masjid yang didirikan dengan bermegah-megahan, tetapi belum diikuti perawatan dan upaya untuk melakukan pemberdayaan fungsi masjid. Karena itu Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Wonosobo berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama dan takmir masjid pada Kamis 31 Maret 2022 bertempat di masjid Agung Jami Wonosobo menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi dan silaturahmi takmir masjid se- Kecamatan Wonosobo tahap ke-4. 

 

Hadir pada kesempatan tersebut ketua DMI Kabupaten Wonosobo H. Tarjo, dalam sambutannya menyampaikan hasil Rakerwil DMI Provinsi Jawa Tengah yang telah memilih Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA sebagai ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Jawa Tengah. Masih dalam sambutannya bahwa masjid memiliki tingkatan, untuk di tingkat pusat adalah Masjid Istiqlal, tingkat provinsi masjid Raya, tingkat kabupaten/ kota adalah masjid Agung, masjid tingkat kecamatan masjid Besar dan masjid yang berada di tingkat desa/ kelurahan adalah masjid Jami. Demikian juga DMI, untuk tingkat pusat adalah Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, tingkat provinsi Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia, tingkat kabupaten Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia, tingkat kecamatan Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia dan tingkat kelurahan/ desa adalah Pimpinan Ranting Dewan Masjid Indonesia. 

 

Sementara itu Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia kecamatan Wonosobo Kyai Imdadin menyampaikan bahwa mengemban amanah sebagai takmir masjid adalah merupakan tugas mulia. Walaupun di dalam melaksanakan amanat tidak seluruhnya akan mendapatkan penghargaan yang setimpal. Takmir, para aktifis dan praktisi masjid bila melakukan suatu kebenaran dan kebaikan dipandang sebagai suatu yang wajar dan lumrah, tetapi ketika melakukan kesalahan walaupun hanya sekali saja dipandang sebagai suatu kesalahan besar dan sepertinya menutup seluruh kebaikan yang telah dilakukan. 

 

Adapun Kepala KUA kecamatan Wonosobo HA. Fuadi menyampaikan tentang Peraturan Menteri Agama tentang penggunaan pengeras suara. Diharapkan para takmir masjid bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peraturan penggunaan pengeras suara, pemerintah tidak melarang untuk menggunakan pengeras suara, tapi bagaimana agar pengeras suara diatur dalam penggunaannya, baik volume maupun waktunya. Karena itu kearifan lokal di suatu wilayah sangat diperlukan. Pada bulan Ramadhan biasanya diselenggarakan tadarus Alquran, karena itu agar diadakan pembatasan tergantung kepada kearifan lokal, sehingga di wilayah kecamatan Wonosobo ada yang memutuskan hingga sampai pukul 21.00 atau pukul 22.00. dan selebihnya menggunakan pengeras suara di dalam. 

 

Kegiatan Rakor dan shilaturahmi dengan memberikan pengetahuan takmir masjid tentang manajemen masjid dan upaya untuk memberdayakan fungsi masjid. Hj. Amiroh Zaitun menyampaikan materi tentang Masjidku Sehat Masjidku Makmur dan Untaji Affan menyampaikan materi tentang Manajemen Masjid menuju Masjid Paripurna. Dua materi dari dua narasumber mendapatkan sambutan yang positif dari jamaah, sehingga kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan rapat koordinasi dan shilaturahmi takmir masjid untuk menggali informasi tentang masalah kemasjidan dan upaya untuk memberdayakan sekaligus untuk menumbuhkan rasa kecintaan umat Islam kepada masjid. Dengan demikian kecintaan tersebut akan membuahkan hasil bagi jamaah, ketenangan, kedamaian, hati yang terpikat pada masjid sehingga akan membukakan pintu ikhlas untuk berkontribusi pada kepentingan masjid.

1/19/2022

Rapat Koordinasi dan Shilaturahmi menjadi Inspirasi untuk Mengembangkan Fungsi Masjid

Masjid adalah merupakan salah satu aset kekayaan Khazanah Islam, dimana setiap umat Islam membutuhkan masjid sebagai tempat untuk bersujud kepada Allah. Disamping itu masjid juga bisa digunakan sebagai media untuk Pendidikan, memberikan pelayanan, untuk menyampaikan informasi dan pemberdayaan ekonomi umat. Karena itu dengan aset yang begitu besar tersebut mendorong pada Jajaran Pegawai Kantor Kementerian Agama lewat KUA Kecamatan bekerjasama dengan takmir masjid mewujudkan impian untuk melaksanakan koordinasi kepada para pengelola masjid atau takmir masjid.
Untaji Affan menjadi Narsum Rakor dan Shilaturahmi Takmir Masjid
Pada Selasa 18 Januari 2022 bertempat di Masjid Al Huda Sudagaran diselenggarakan rapat koordinasi dan silaturahmi takmir masjid se-Kecamatan Wonosobo. Hadir pada kesempatan tersebut kepala KUA Kecamatan Wonosobo HA. Fuadi, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar masjid bisa dimaksimalkan dalam fungsinya, bukan hanya sebagai tempat untuk shalat saja tapi bisa digunakan sebagai media untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat, dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan masjid yang paripurna. Masih dalam sambutannya penguatan lembaga dan organisasi ketakmiran akan mewujudkan manajemen pengembangan fungsi masjid.
Irna Fitroyah menjadi Narsum pada Rakor dan Shilaturahmi Takmir Masjid.

Jajaran takmir masjid Al Huda Sudagaran yang diwakili oleh ketua takmir masjid H. Slamet Syaifudin merasa bersyukur bahwa masjid kedatangan para tamu, para alim, takmir masjid yang mempunyai satu tujuan yaitu untuk berhidmat pada umat melalui kegiatan kemasjidan. Beliau berharap atas kedatangannya akan memberikan inspirasi tentang tata kelola dan manajemen masjid. Pengelolaan masjid akan bisa menuju pada perubahan yang positif bila secara terbuka mau melihat kelebihan dari masjid masjid yang lain sebagaimana masjid Al Huda sebelum mengikuti kegiatan pembinaan manajemen masjid melalui kegiatan lomba K3M telah mengadakan studi banding ke masjid Jogokariyan Yogyakarta, Masjid Al Falah Sragen, masjid Namira Lamongan Jawa Timur. 

 

Rapat koordinasi dan silaturahmi dilanjutkan dengan sosialisasi tentang manajemen pengelolaan masjid yang disampaikan oleh Irna Fitroyah dan Untaji Affan selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Wonosobo. Materi pertama tentang manajemen masjid secara umum yang meliputi bidang idaroh imaroh dan riayah dilanjutkan dengan materi yang kedua teknik untuk mewujudkan masjid yang sehat dan makmur. Keduanya menyampaikan informasi bahwa banyak hal yang perlu disampaikan kepada para takmir masjid, seperti standar pembinaan manajemen masjid, pengurusan tanah wakaf, izin mendirikan rumah ibadah, penggunaan pengeras suara, pembinaan keluarga sakinah, penentuan arah kiblat, pemulasaran jenazah, pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah, produk halal dan regulasi pemerintah yang lain. Karena itu materi-materi tersebut perlu media penyampaian informasi dan takmir masjid adalah sasaran yang paling tepat. 

 

Rapat koordinasi yang menjadi langkah awal dari pertemuan para takmir masjid diharapkan akan terjalin komunikasi sesama takmir masjid, yang pada akhirnya akan bisa menguatkan organisasi takmir masjid untuk lebih memberdayakan fungsi masjid menjadi masjid yang paripurna. Pemberdayaan fungsi masjid memerlukan waktu yang cukup lama, karena banyak hal yang terjadi di masyarakat dan perlu dicarikan solusinya dan masjid sebagai media untuk memberikan advokasi, pendidikan, penerangan dan juga pembinaan. Karena itu rapat koordinasi akan menjadi kegiatan rutin dari takmir masjid.

Rapat tim Formatur pengurus Forum Komunikasi Takmir Masjid
Secara aklamasi peserta rapat koordinasi dan silaturahmi menyepakati untuk menindaklajuti rapat koordinasi dan shilaturahmi. Sehingga kemudian membentuk “Forum Komunikasi Takmir masjid” dengan susunan pengurus Ketua H. Slamet Syaefudin, Wakil H. Supriyadi, Sekretaris Zulfan Setyanto, Wakil Ikrom, Bendahara Erwin Suwondo, Wakil Zaenal Mustaqim.

12/16/2021

Penyerahan Penghargaan Peserta Lomba K3M, Bersama dengan MUSDA MUI dan Rakor DMI

Semua umat Islam membutuhkan tempat ibadah, sehingga dimana ada masyarakat muslim disitu akan dibangun tempat ibadah. Namun keberadaan tempat ibadah masih banyak yang belum mendapat perhatian dalam pengelolaannya. Karena itu ada suatu model pembinaan dan pelaksanaan manajemen takmir masjid secara langsung dilaksanakan, hal ini dalam kegiatan lomba K3M (Kebersihan, Keindahan dan Kemakmuran Masjid). Kabupaten Wonosobo mempunyai trik dalam upaya untuk memberi pembekalan kepada takmir masjid untuk mengelola dan memberdayakan fungsi masjid, pelaksanaan lomba K3M di didukung oleh Pemkab. Wonosobo, Kantor Kementerian Agama, DMI, MUI IPHI dan ICMI adalah menjadi model baru dalam upaya pemberdayaan fungsi masjid.
Wakil Bupati Wonosobo H Muhammad Albar mennyerahkan hadiah pada juara I lomba K3M

 

Pelaksanaan lomba yang pada tanggal 22 sampai 30 November 2021 yang diikuti oleh 14 masjid dari 15 kecamatan se wilayah kabupaten. 

 

  1. Masjid Al Huda Sudagaran Kelurahan Wonosobo Timur Kecamatan Wonosobo 
  2. Masjid Al Fatah Dusun Kurahan, Desa Sudungdewo Kecamatan Kertek 
  3. Masjid Al Mannan Desa Kebrengan Kecamatan Mojotengah 
  4. Masjid Al Huda Desa Simbang Kecamatan Kalikajar 
  5. Masjid Baiturrohman Desa Menjer Kecamatan Garung 
  6. Masjid Al Karomah Dusun Jujugan, Desa Karangsambung Kecamatan Kalibawang 
  7. Masjid Baiturrohman Dusun Semampir, Desa Plodongan Kecamatan Sukoharjo 
  8. Masjid Al Miftah Dusun Goberan, Desa Kaliwuluh Kecamatan Kepil 
  9. Masjid Al Hidayah Dusun Tracap Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro 
  10. Masjid Baitul Majid Dusun Semawung Desa Kaligowong Kecamatan Wadaslintang 
  11. Masjid Al Muttaqin Dusun Gataksari, Desa Serang Kecamatan Kejajar 
  12.  Masjid Hidayatullah Dusun Welahan, Desa Wonoroto Kecamatan Watumalang 
  13. Masjid Al Muttaqin Dusun Gendol, Desa Pacarmulya Kecamatan Leksono 
  14. Masjid Attaqwa Desa Kalierang Kecamatan Selomerto 
Dari empat belas masjid telah diperoleh peserta dengan skor nilai tertinggi yang selanjutnya diambil peringkat satu sampai enam. Juara I Masjid Al Huda Sudagaran Wonosobo Timur Kecamatan Wonosobo, juara II Masjid Al Fatah Kurahan Sudungdewo Kertek, juara III Masjid Al Mannan Kebrengan Kecamatan Mojotengah, juara harapan I Masjid Al Huda Simbang Kecamatan Kalikajar, juara harapan II Masjid Baiturrohman Menjer Kecamatan Garung, juara harapan III Masjid Al Karomah Jujugan Kecamatan Kalibawang.
Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji menyampaikan hadiah pada juara II lomba K3M

 

Wakil Bupati Wonosobo H. Muhammad Albar menyerahkan piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para juara, disusul Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, Sekretaris PW DMI Jateng H. Multazam Ahmad dan para pejabat Pemkab Wonosobo Ketua Kajari, Kapolres, Ketua PA. Pengumuman dan Penyerahan hadiah lomba dilaksanakan pada Rabu 15 Desember 2021 di Pendopo Kabupaten.

Sekretaris PW DMI Provinsi Jateng H Multazam Ahmad menyampaikan hadiah pada juara III lomba K3M

 

Setelah kegiatan penyerahan pengumuman kejuaraan dan penyerahan hadiah masing-masing lembaga keagamaan menyelenggarakan kegiatan yang berbeda. MUI kabupaten menyelenggarakan MUSDA dan DMI menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi dan konsolidasi pengurus PD DMI Kabupaten, PC DMI Kecamatan dan takmir masjid peserta lomba. Kegiatan dihadiri sekretaris PW DMI Provinsi Jawa Tengah H Multazam Ahmad di Pendopo Wakil Bupati. Dalam pembinaannya menyampaikan bahwa setiap masjid agar mempunyai status yang legal, tentang sertifikat tanah wakaf, hal ini karena sering terjadi kasus ahli waris yang menuntut kepemilikan tanah wakaf sebagai milik pribadi selaku ahli waris. Beliau mengingatkan tentang pernyataan bupati Kholiq Arif pada saat itu akan memfasilitasi sertifikas tanah wakaf tempat ibadah. Masih dalam materi pembinaannya beliau mengapresiasi kegiatan lomba sebagai kegiatan positif agar terus dilanjutkan sehingga para takmir masjid akan lebih berinovasi dalam upaya melakukan pengembangan fungsi masjid. Demikian pula takmir hendaknya memperhatikan tenaga teknis, seperti imam, muadzin, petugas kebersihan agar diberikani intensif yang memadai. Sebelumnya ketua PD DMI Kabupaten H Tarjo  menyampaikan bahwa pada tahun depan model lomba berbeda. Mulai bulan April mengajukan masjid yang akan dibina. Pada pertengahan tahun akan ditinjaun ulang, dan pada akhir tahun dilaksanakan evaluasi (lomba).

Kiri H Multazam Ahmad Sekretaris PW DMI Jateng bersama H Tarjo Ketua PD DMI Kabupaten.

11/30/2021

Perjalanan Panjang Pembinaan Manajemen Masjid Tingkat Kabupaten Wonosobo

Puncak kegiatan pembinaan manajemen masjid tingkat Kabupaten Wonosobo dalam bentuk kegiatan lomba Kebersihan Keindahan dan Kemakmuran Masjid (K3M) ke-12 tahun 2021 yang telah dilaksanakan pada tanggal 22 sampai tanggal 30 November 2021. Kegiatan lomba yang diikuti oleh 14 masjid dari 15 kecamatan se- Kabupaten Wonosobo.
Sekcam. Kepil Misro, S. Sos, MM sedang memberikan sambutan pada acara pembukaan.
Kegiatan lomba K3M ke-12 merupakan puncak kegiatan pembinaan manajemen masjid, dimana sebelumnya telah diselenggarakan kegiatan Bimtek manajemen takmir masjid yang diikuti 450 takmir masjid se- Kabupaten Wonosobo. Untuk kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan di tingkat kecamatan. Dari pembinaan terpilihlah satu masjid yang merupakan masjid binaan tingkat kecamatan untuk mengikuti kegiatan lomba K3M tingkat Kabupaten.
Ketua Rombongan Tim Penilai lomba K3M H. Isnanto, S.Pd. MM

Kegiatan lomba K3M merupakan kegiatan terpadu yang diselenggarakan oleh kecamatan, KUA, Lembaga Keagamaan yang meliputi DMI, MUI, IPHI, ICMI kecamatan, dan juga melibatkan Koramil dan Polsek, UPTD terkait di wilayah kecamatan. Sehingga proses kegiatan lomba benar-benar dapat mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan umat beragama dalam rangka untuk mewujudkan masjid yang ideal yaitu masjid yang tertata dalam bidang administrasi dan leadhership, terawat dari segi fisik bangunannya dan sarana penunjangnya, masjid yang makmur dengan berbagai macam kegiatan. 

 

Jadi Masjid yang telah dibangun bukan hanya digunakan sebagai tempat untuk bersujud saja, tetapi masjid digunakan dengan berbagai macam kegiatan seperti, pelayanan, konsultasi, menghimpun dana dan menyalurkan dana umat, sebagai tempat bermusyawarah dan sebagai tempat untuk pengkaderan generasi muslim. Karena itu fungsi masjid yang begitu besar ini hendaknya dikelola secara bersama-sama oleh takmir masjid dan merekalah sebagai pelayan dari kebutuhan umat beragama.

Bukti partisipasi kegiatan lomba K3M dari berbagai golongan dan profesi
Dari peserta lomba K3M mengharapkan memperoleh kejuaraan untuk menjadi standar pembinaan masjid di wilayah kecamatan. Hal ini ini tidak lepas dari daya upaya dan kegiatan yang dilaksanakan secara terus-menerus dalam rangka menyambut pelaksanaan penilaian lomba. Sehingga dengan pengorbanan dan perjuangan yang telah mereka lakukan memperoleh predikat sebagai juara. Disamping itu ada juga takmir masjid yang tidak terlalu berharap dengan kejuaraan, mereka lebih mengutamakan pada pembinaan untuk memperoleh kemajuan pada masa yang akan datang. Sehingga bila masjid yang telah diikutkan dalam kegiatan lomba itu mendapatkan kejuaraan, hal ini semata-mata karena efek dari usaha dan ikhtiar yang telah mereka lakukan.
Prosesi penilaian oleh tim juri
Kejuaraan bukanlah menjadi prioritas dan tujuan, tetapi yang lebih penting adalah setelah kegiatan lomba, masjid mengalami peningkatan dalam segala hal. Sehingga masjid benar-benar menjadi bangunan yang dicintai oleh jamaah dan jamaah benar-benar merasakan manfaat daripada kehadiran tempat ibadah. Masyarakat tidak segan-segan untuk memberikan kontribusi bagi kegiatan masjid. Semoga dengan lomba K3M masjid akan terjaga kebersihan, keindahan dan terwujud inovasi dan kreasi takmir untuk memakmurkan masjid.

11/26/2021

Efektifitas Pemberdayaan Fungsi Masjid dengan kegiatan Lomba K3M

Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten, Kantor Kementerian Agama dan Lembaga Keagamaan yaitu IPHI, MUI, ICMI secara terpadu menyelenggarakan kegiatan pembinaan manajemen masjid yang dikemas dengan kegiatan lomba Kebersihan Keindahan dan Kemakmuran Masjid (K3M) ke-12 tahun 2021.
Kegiatan lomba dilaksanakan pada tanggal 22 sampai 30 November 2021 yang diikuti oleh masjid di 15 kecamatan se-kabupaten Wonosobo. Namun karena terjadi kendala teknis maka hanya diikuti 14 masjid.

Kegiatan lomba merupakan media yang efektif untuk melaksanakan kegiatan pembinaan manajemen takmir masjid. Ada beberapa alasan yang menjadikan kegiatan ini efektif : 

 

  1. Takmir masjid akan mempelajari dan mempraktekkan kegiatan pembinaan masjid secara langsung yang meliputi bidang idaroh, imaroh dan riayah. 
  2. Kegiatan lomba dilaksanakan secara terpadu oleh pemerintah kecamatan, KUA, desa/ kelurahan, takmir masjid dan lembaga keagamaan yang terkait seperti DMI, MUI, ICMI, IPHI. 
  3. Dengan pembelajaran langsung kepada masyarakat atau jamaah masjid, maka masyarakat akan semakin paham tentang fungsi masjid, di mana masjid yang sudah dibangun dengan mengerahkan daya upaya sehingga menjadi bangunan yang megah dan indah. Ternyata membutuhkan perawatan dan juga upaya untuk mengisi kegiatan sebagai upaya untuk memakmurkan masjid dengan berbagai macam kegiatan. 

 

Masjid  merupakan salah satu bangunan tempat ibadah bagi umat Islam, sehingga umat Islam sangat berkepentingan terhadap keberadaan masjid. Karena itu dengan keberadaan masjid, jamaah akan merasa bangga tenang dan aman dalam melaksanakan ibadah di masjid. Dengan pelayanan dari takmir masjid kepada jamaah akan menjadikan jamaah semakin senang untuk memakmurkan masjid. Dengan rasa senang itulah, akhirnya masyarakat pun tidak segan-segan untuk memberikan kontribusi guna memakmurkan masjid. 

 

Dalam perjalanan kegiatan lomba K3M terdapat berbagai macam evaluasi yang telah dilakukan oleh para anggota tim juri di antaranya: 

 

Bidang idaroh: 

 

  1. Pada umumnya kegiatan dokumentasi tidak dilaksanakan, sehingga kegiatan yang sudah terlaksana tidak dapat didokumentasikan sehingga tidak dapat memberikan pembelajaran kepada generasi selanjutnya. 
  2. Masjid yang sudah dibangun dengan pengerahan daya upaya ternyata tidak ada ada perencanaan untuk kegiatan masjid baik itu jangka pendek, sedang, menengah dan jangka Panjang. 
  3.  Kegiatan masjid hanya mengikuti naluri dari beberapa pengurus, sehingga keberadaan masjid tidak terdokumentasi, tidak ada arsip, catatan kegiatan yang sudah dilaksanakan. 
  4. Status bangunan yang belum bersertifikat, kadang menggunakan tanah bengkok, tidak ada IMB. 
  5. Fungsi masjid yang sangat banyak, sehingga tidak mungkin dikelola oleh satu atau dua orang saja, karena bila pengelolaan terfokus pada satu atau beberapa orang, maka fungsi masjid akan menjadi sempit bahkan hanya digunakan sebagai tempat shalat. 

 

Bidang riayah yaitu perawatan masjid. 

 

Masjid akan tertap indah, gagah, megah bila selalu diadakan perawatan, meliputi ruang utama masjid dan sarana penunjang lainnya. Perawatan meliputi kebersihan, kerapian, keindahan. Bila terjadi kebocoran maka agar segera diperbaiki, bila catnya sudah kusam agar segera di adakan pengecatan, bila pada beberapa tempat rusak dan tidak sesuai dengan kebutuhan jamaah, maka kemudian diadakan perbaikan. Seperti tempat wudhu yang tidak ada ada pembatas antara laki-laki dan perempuan agar diberi pembatas. Bila tempat berwudhu bagi wanita dan toilet yang tidak ada pintunya agar diberi pintu. Kemudian aspek untuk menjaga kebersihan seperti penyediaan tempat sampah, sekaligus diadakan pemilahan antara sampah yang organik dan yang non organic dan pembuangan limbah, kotoran tidak dibuang ke sungai tetapi di masukkan ke dalam sapiteng. 

 

Bidang imaroh 

 

Bagaimana masjid yang sudah dibangun dengan megah itu diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Kegiatan yang paling utama adalah kegiatan shalat berjamaah, sebagaimana bahwa masjid sebagai tempat untuk bersujud. Ketika masjid dibangun untuk tempat bersujud, maka bagaimana agar diselenggarakan gerakan salat berjamaah sehingga dengan kegiatan shalat berjamaah menambah kesemarakan dan kemakmuran masjid. Gerakan shalat berjamaah, khususnya pada shalat subuh dilanjutkan dengan kegiatan kuliah subuh dan setelah kegiatan kuliah subuh diikuti dengan kegiatan pelayanan, misalnya mengadakan cek kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan silaturahmi yaitu dengan kegiatan makan minum Bersama. 

 

Itulah mengapa bawa kegiatan lomba K3M menjadi media yang efektif untuk melaksanakan kegiatan pembinaan manajemen masjid. 

 


 

10/28/2021

Dengan Bimbingan Perkawinan Fahamkan Fondasi Keluarga Sakinah

Untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada para calon pengantin guna memasuki kehidupan yang baru, yaitu membentuk rumah tangga menuju pada keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah. Kementerian Agama melalui Subdit Bina Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI telah menerbitkan buku panduan bagi calon pengantin yaitu Fondasi Keluarga Sakinah, bacaan mandiri calon pengantin. Buku tersebut merupakan buku yang monumental karena berisi panduan untuk membentuk suatu keluarga idaman. Buku tersebut sangat padat, dan memerlukan metode untuk memahaminya.
Fasilitator memperkenalkan diri, kontrak belajar dan materi.

Pada umumnya untuk memahami harus dibaca secara berulang-ulang, namun tentu saja tidak cukup karena SDM yang berbeda-beda. Demikian pula minat untuk membaca yang rendah dan juga adanya kesibukan yang nyaris tidak ada kesempatan untuk membaca dan memahaminya. Untuk mengatasi hal tersebut maka diadakan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. 

 

Para fasilitator yang telah mempunyai sertifikat Bimtek, akan menggunakan metode yang mudah dipahami dan menyenangkan. Fasilitator bisa mencairkan suasana, diantara peserta bisa saling mengenal, terjadi interaksi, komunikasi yang sinergis dan harmonis. Suasana senang dan komunikatif sehingga bisa membangkitkan semangat bagi calon pengantin untuk berimprovisasi, menyampaikan gagasan dan pikiran secara terbuka. Banyak peserta yang pada awalnya malu-malu berubah menjadi berani, tidak takut salah. Ada juga yang merasa rendah diri berubah menjadi percaya diri. Terjalin keakraban terhadap sesama peserta dan terhadap fasilitator.

Fasilitator membuka dialog untuk saling mengenal.
Karena itu kegiatan bimbingan perkawinan dilaksanakan dengan berbagai macam metode, misalnya role playing, game, visualisasi, simulasi, diskusi kelompok, pemaparan hasil diskusi oleh calon pengantin. Dalam kegiatan ini peserta diajak untuk bersikap aktif dan komunikatif dan fasilitator mengurangi kegiatan ceramah. Keaktifan peserta untuk menyampaikan gagasan, pendapat dan berani tampil didepan umum sebagai bekal calon pengantin akan memasuki kehidupan yang baru.
Peserta Bimwin mamaparkan hasil diskusi kelompok.
Kegiatan Bimwin tidaklah diikuti oleh semua calon pengantin hal ini karena keterbatasan anggaran yang disediakan pemerintah. Dengan kondisi ini maka pada masing-masing Kantor Urusan Agama menyelenggarakan Bimwin secara mandiri. Salah satu yang dilaksanakan dalam wujud tandan. Kegiatan ini pada asalnya adalah pemeriksaan administrasi persayaratan pendaftaran nikah, namun pada sela-sela pemeriksaan juga diberikan bekal ilmu dan ketrampilan guna mamasuki kehidupan baru yaitu rumah tangga. Karena itu setiap pengantin yang telah memasuki kehidupan rumah tangga agar selalu menerapkan empat pilar perkawinan yaitu zawwaj, mistaqon ghalidhan, muasarah bil makruf dan musyawarah.

10/23/2021

Berlomba Berbenah untuk Memajukan dan Mengembangkan Fungsi Masjid, Menuju Masjid yang Paripurna

Kegiatan pembinaan manajemen takmir masjid yang dikemas dengan lomba kegiatan K3M (Kebersihan, Keindahan dan Kemakmuran Masjid) akan diselenggarakan pada tanggal 22-30 November 2021. Kegiatan ini menjadi agenda rutin Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo dalam melaksanakan pembangunan  melalui kegiatan kemasjidan. Kegiatan ini didukung oleh Kantor Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Wonosobo, MUI, IPHI, ICMI Orda Wonosobo. Geliat dan semangat dari peserta lomba mulai berbenah, untuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perlengkapan atau sarana lomba yang meliputi bidang idaroh, riayah dan imaroh.
Takmir Masjid Al Huda Sudagaran Wonosobo sedang rapat koordinasi
Kegiatan lomba K3M ke-12 tingkat kabupaten adalah merupakan media pendidikan dan pelatihan bagi takmir masjid untuk mengelola masjid secara profesional. Selama ini pengelolaan masjid hanya berjalan apa adanya, mengalir nyaris tidak ada program kerja dan progress setiap takmir. Pelaksanaan shalat lima waktu sudah terlaksana namun belum ada gerakan shalat berjamaah, hal ini berakibat masjid-masjid yang berdiri masih sepi dengan kegiatan terutama kegiatan shalat lima waktu secara berjamaah, sehingga masjid-masjid hanya dominan ramai ketika masuk moment puasa Ramadhan dan itu pun banyak masjid yang ramai pada hari-hari yang pertama.
Takmir Masjid Al Huda Simbang Kalikajar sedang rapat koordinasi.
Demikian pula dengan kegiatan pendidikan atau majelis taklim juga masih banyak yang hanya mengandalkan Majelis Taklim selapanan. Dari kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan pada umumnya masjid tidak mempunyai dokumentasi sehingga kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan berlalu begitu saja, sehingga tidak bisa memberikan pelajaran bagi generasi selanjutnya. Karena itu dengan kegiatan lomba K3M adalah menjadi media pembelajaran, pelatihan dan pendidikan bagi takmir masjid tentang arti pentingnya dokumentasi kegiatan.
Camat Kalikajar Drs. H. Suratman, M. Si memberikan bantuan alat kebersihan
Kemudian banyak pula jamaah masjid yang kurang memperhatikan terhadap perawatan masjid, sehingga bangunan yang sudah dibangun, pada awalnya merupakan bangunan yang megah, namun kemudian menjadi bangunan yang kusam karena kurang terawat. Dengan lomba K3M ini menjadi media pemahaman kepada jamaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap masjid dalam perawatannya. Karena perawatan bangunan ada yang bersifat tahunan sepertti pengecatan, ada yang bulanan seperti perlengkapan pengajian selapanan, ada yang mingguan seperti pengajian mingguan, shalat Jum’at dan yang paling berat adalah harian yang berkaitan dengan menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.
Takmir Masjid Baiturohman Menjer Garung sedang kerja bakti.
Lomba K3M meningkatkan kepedulian takmir masjid dan jamaah untuk berperan serta dalam memajukan dan mengembangkan fungsi masjid. Berangkat dari diri sendiri dan keluarga untuk berkontribusi untuk kepentingan masjid, sehingga masjid yang dibanggakan akan menjadi tempat yang dicintai oleh jamaah. Sehingga dari masjid masyarakat akan merasa mendapatkan ketenangan, kedamaian, merasa mempunyai banyak saudara. Dari itu banyak masjid yang telah memberikan pelayanan pada jamaah dari keutuhannya, seperti tersedianya tempat ibadah yang nyaman, tempat wudhu dan MCK yang memadai, tersedia tempat parkir yang aman. Dan Jum’at berkah dengan wujud pemberian makan minum pada jamaah shalat Jum’at.
Anggota TNI Kecamatan Wonosobo sedang bersih-besih masjid
Aneka macam tanaman untuk kesejukan masjid.
Takmir masjid  Al Muttaqin Gataksari Serang Kejajar sedang rapat koordinasi