BREAKING NEWS
Loading...

8/15/2022

Doa Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-77 Tahun 2022

Kemerdekaan adalah anugerah Allah, kemerdekaan diperoleh dengan perjuangan panjang. Perang melawan para penjajah dan kadang juga bermusuhan dengan bangsanya sendiri. Dominasi kepentingan pribadi dan golongan sehingga mengorbankan kepentingan nasional. Bahkan kadang agama hanya sebagai legalitas formal untuk mencapai tujuan. Agama belum menjadi media perekat bangsa, agama belum menjadi way of life. Karena itu kemerdekaan menjadi perjuangan yang Panjang. 

 

Kini Indonesia telah merdeka, maka kewajiban anak bangsa adalah untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan. Membangun bidang fisik dan mental spiritual, keduanya harus seimbang, tidak bisa hanya salah satu bidang saja sehingga melalaikan bidang yang lain. Ingat, bahwa manusia adalah makhluk ber-Tuhan, karena itu dalam setiap upaya tidak bisa lepas dari Tuhan. Manusia juga makhluk pribadi sehingga selalu berupaya untuk menjadi insan yang bermanfaat. Manusia juga makhluk sosial sehingga harus selalu menjaga kebersamaan, kerukunan, persaudaraan saling menolong, membantu dan saling menghormati.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ, اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. 

 

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. 

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu, atas limpahan nikmat dan karunia-Mu sehingga pada hari ini kami dapat mengikuti kegiatan upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, dalam suasana yang aman, damai dan sejahtera. Engkaulah pencipta dan pengatur alam semesta, karena itu sembah sujud kami panjatkan kehadirat-Mu. 

 

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Jadikanlah peringatan hari ulang tahun kemerdekaan negara Republik Indonesia ini menjadi media untuk mengenang semangat dan perjuangan para pahlawan Kusuma bangsa, mereka dengan ikhlas mengorbankan jiwa dan raga untuk meraih kemerdekaan. Bangkitkan semangat nasionalisme bangsa kami, agar negara kami tetap teguh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangkitkan semangat patriotisme agar bangsa kami bisa berbakti dan berkontribusi bagi negeri pertiwi. Jauhkan segala bentuk percekcokan, permusuhan yang dapat meluluhkan semangat persatuan dan kesatuan serta persaudaraan. 

 

Ya Allah, ya Aziz. 

Satukankanlah bangsa kami dalam perbedaan, kuatkanlah semangat Bhineka Tunggal Ika. Karena kami satu bangsa, satu bahasa, berbeda dalam keyakinan, adat dan budaya. Namun kami tetap Indonesia, kami cinta Indonesia dan kami bangga menjadi bagian dari rakyat Indonesia. 

 

Ya Allah, ya haady, bimbinglah kami, terangilah hati dan fikiran kami dengan nur hidayah-Mu agar kami dapat menjadi pribadi yang ikhlas beramal. Jadikanlah kami, sebagai aparatur negara yang bisa bekerja dengan jiwa integritas, professional, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Jadikanlah kami rakyat Indonesia yang selalu menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, suka membangun, selalu berkarya dan berinovasi untuk kemajuan bangsa dan negara kami. 

 

Ya Allah ya ghoffar, ampunilah dosa kami, orang tua kami, para pemimpin kami, kabulkanlah permohonan kami, amin.

 

 رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيناَ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الا خرة حسنة وقنا عذاب النار, والحمد لله رب العالمين.

8/09/2022

Meninggalkan Tugas dan Kewajiban, Hidup Akan Semakin Susah

Setiap setiap orang hidup pasti mempunyai permasalahan yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain. Besar kecilnya problema hidup antara satu orang dengan orang yang lain berbeda, demikian pula cara untuk menghadapi masalahnya antara satu orang dengan orang yang lain itu juga berbeda. Ternyata tingkat pengetahuan, kesadaran spiritual, pengamalan ajaran Islam, setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda. Karena itu berkaitan berkaitan dengan problema kehidupan, bagaimanakah sikap kita yang seharusnya?

Perlu disadari bahwa problema kehidupan adalah merupakan Sunnatullah. Selagi bumi masih berputar, manusia masih diberikan nafas, maka permasalahan hidup pasti akan selalu datang silih berganti. Permasalahan itu bersumber dari diri sendiri, permasalahan dengan orang lain, permasalahan dengan pasangan, permasalahan dengan keluarga. Problematika keuangan, sosial, ekonomi, politik budaya dan lain sebagainya. Semua ini merupakan permasalahan-permasalahan hidup manusia. Sesunguhnya kedewasaan seseorang bukan dilihat dari berapa banyak usianya, sejauh mana tingkat pendidikannya, keturunan siapa, tetapi kedewasaan seseorang adalah yang mampu menghadapi dan mampu menyelesaikan permasalahan. 

 

Masalah harus dihadapi, bukan ditinggalkan, karena itu ketika orang tertimpa suatu masalah, kemudian lari dari tugas, kewajiban dan tanggung jawab. Dapatkah menjadi solusi? Sejauh manakah dia akan mempunyai tujuan hidup akan bisa dicapai, tentunya hal ini akan semakin membuat runyam kehidupannya. 

 

Tugas tugas dan kewajiban. 

 

Manusia adalah merupakan makhluk yang mempunyai dua dimensi, sebagai makhluk Tuhan dan sebagai khalifatullah. Manusia sebagai makhluk Tuhan diberikan tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah. Maka ketika hamba Allah di dalam hidupnya selalu taat kepada perintah Allah dan menjauhi larangan Allah maka orang ini akan diberikan hati yang jernih, pikiran yang terang, sehingga perbuatan akan selaras dengan Sunnatullah. Karena itu, hendaknya ketika mendapatkan masalah, dia tetap berpegang teguh pada perintah Allah, maka dia akan diberikan kecerahan pemikiran, akan diberikan jalan keluar atas permasalahan hidup yang dihadapi. 

 

Idealnya, setiap orang yang sedang menghadapi masalah tetaplah berpikir secara integral. Namun biasanya orang akan kehilangan akal dan nuraninya, sehingga yang mendominasi pada dirinya adalah hawa nafsu. Dengan demikian maka rasa takut, malu, khawatir akan menjadi hilang. Sehingga akal dan Nurani berani meninggalkan kewajiban, tugas dan tanggung jawabnya sebagai makhluk pribadi, sosial dan makhluk Tuhan, maka di sinilah akan terjadi pemutusan wasilah ketika bermunajat kepada Allah. Permasalahan bukan akan semakin kelar tetapi justru permasalahan akan semakin rumit. 

 

Salah satu contoh keluarga yang telah membangun suatu rumah tangga, suatu saat dia sebagai keluarga muda hidup masih serba pas-pasan, hidup masih menggantungkan kepada kedua orang tuanya untuk mencukupi keperluan hidupnya. Bahkan ketika sudah mempunyai anak dia belum mempunyai suatu pekerjaan yang mapan dan penghasilan yang memadai untuk keperluan keluarganya. Namun pasangan ini tetap optimis, bahwa suatu saat dia akan mendapatkan suatu anugerah, akan memperoleh kemudahan untuk memperoleh anugerah Allah. Karena itu pasangan suami istri saling bahu-membahu untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Baik itu dengan cara mencari informasi kepada teman-temannya atau dia juga menjalin relasi dengan sahabat-sahabatnya dan juga tak lupa senantiasa bermunajat kepada Allah agar diberikan jalan yang terbaik untuk bisa memperoleh kesejahteraan hidup. 

 

Ternyata dari usaha pasangan muda ini Allah memberikan jalan, memberikan anugerah berupa suatu pekerjaan yang layak, pekerjaan yang dapat memberikan kebahagiaan bagi keluarganya. Pekerjaan yang layak dan mempunyai penghasilan yang cukup untuk kebutuhan keluarga. Akan tetapi dengan kondisi yang demikian ini apakah kemudian cobaan itu akan berhenti? Ternyata tidak, salah satu pasangan tersebut semakin lama terpisah dengan istrinya karena pekerjaan, ternyata kemudian terlena, terlalu nyaman hidup tanpa beban untuk mengurus kepada anak-anaknya. Pulang untuk menjenguk isrei dan anak-anaknya hanya sesekali dalam satu bulan. Padahal istri dan anak-anaknya masih sangat merindukannya. Mengapa dia tidak merasa betah di rumah, berkumpul dengan keluarganya. Ternyata di sanalah ada suatu hal yang memancing dirinya tidak kuat imannya sehingga dia bergaul dengan teman-teman yang tidak sewajarnya, hadir wanita sebagai tambatan hati. Karena itu setiap kesuksesan pasti akan diberikan ujian, baik ujian berupa pangkat, jabatan dan wanita. 

 

Ujian hidup manusia ketika sedang berjaya dalam bidang karir dan pekerjaannya tidak kuat untuk mendapatkan rezeki tersebut sehingga rezekinya diselewengkan untuk hal-hal yang jauh dari tuntunan syariat. Dengan demikian maka terjadilah suatu hal yang di luar dugaannya, suatu yang disembunyikan dengan rapi, tetapi lama-kelamaan ada anggota keluarga yang mengetahui, kecurigaan istri muncul, saudara-saudaranya akhirnya terbukalah aibnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa sepandai-pandai tupai meloncat suatu saat akan jatuh, ada lagi yang mengatakan, bahwa di manapun bangkai itu disimpan maka akan tercium pula baunya. Dua peribahasa tersebut terjadi pada pasangan tersebut, sehingga akhirnya kedua pasangan ini dalam kehidupan keluarganya terjadi disharmoni. 

 

Ketidakharmonisan antara suami dan istri, merambat kepada orang tuanya. Dalam pekerjaan dan karir orang tuan tentu akan menilai dari hasil yang dapat diperlihatkan, misalnya rumah, kendaraan, perhiasan dan lainnya. Tetapi yang terjadi pekerjaan dan karir yang ditekuninya juga belum bisa menampakan hasil yang memadai, sehingga dengan demikian dari pihak orang tua atau mertua akan timbul suatu kecurigaan. Ada apa dengan pekerjaan nya? 

 

Ketika terjadi ketidakharmonisan dalam keluarga, artinya permasalahan dalam keluarga muncul, satu masalah kemudian berturut-turut dengan masalah yang lain. Dengan demikian sang suami yang tadinya mempunyai perhatian kepada istri dan anaknya beralih dengan sikap seperti orang asing. Dia meninggalkan istri dan anak-anaknya, tidak pernah menengoknya apalagi sampai memberikan nafkah pada anak-anaknya. Hal yang demikian itu terjadi sampai beberapa saat, sehingga sampai terjadi anaknya tidak mengenal pada orang tuanya, ketika bertemu orang tuanya, ternyata anak-anaknya tidak menghiraukan, bahkan ketika mau diajak pada orang tuanya. Hal ini mnnjukkan semakin rapuhnya bangunan rumah tangga. 

 

Perbuatan suami meninggalkan istri dan anak-anaknya dan juga tidak memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarganya, hal ini berarti telah meninggalkan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya. Padahal untuk memenuhi kebutuhan keluarga adalah merupakan perintah Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Maka sangat ironis ketika orang menegakkan salat tetapi meninggalkan kewajibannya, padahal di dalam shalat sudah ada suatu teladan bagaimana orang itu merasa ketergantungan kepada Allah, bahwa ketika ada masalah maka selesaikanlah dengan shalat. Tetapi setelah melaksanakan shalat ternyata masalah hidupnya juga belum bisa diatasinya. Demikian pula bahwa shalat belum bisa membentuk perilaku belum bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban sehingga tidak mempunyai nilai-nilai spiritual yang bisa menjadi perantara, bagaimana seseorang itu untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah? 

 

Harus bangkit dan berani 

 

Ketika orang terpuruk dalam kesedihan, penderitaan dan masalah, maka hendaknya harus segera bangkit dan berani untuk mendobraknya. Bukankah setiap permasalahan ada jalan keluarnya, bahkan Allah tidak membebani suatu hambanya kecuali menurut kesanggupannya. Pada dasarnya setiap ujian cobaan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, sudah sesuai dengan takaran kemampuan hambanya, karena itu ketika Allah memberikan cobaan, maka Allah juga memberikan jalan keluar. Allah memberikan kesulitan, Allah juga memberikan jalannya untuk menyelesaikannya. Kunci utama untuk bangkit adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah. Sadarilah bahwa manusia melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah bukan hanya shalat semata. Tetapi ketika Allah memberikan sunnah kepada hamba-Nya maka dengan sunnah itulah maka Allah memberikan kewajiban. 

 

Nikah adalah merupakan Sunnatullah, dan ketika telah menjalin pernikahan maka disana akan muncul tugas, kewajiban dan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Bagaimanakah tugas, kewajiban dan tanggung jawab seorang istri pada suami? Bagaimana kewajiban, tugas kewajiban dan tanggung jawab suami kepada istri dan anak-anaknya? Semuanya sudah diatur di dalam ketentuan syariat agama. Salah satu kewajiban istri adalah untuk menjaga harta suaminya, mengasuh dan membimbing pada anak-anaknya. Adapun tugas dari suami adalah untuk mencukupi kebutuhan hidup bagi keluarganya, istri dan anak-anaknya, memberikan cinta kasih, melindungi dan menjaganya. 

 

Selami, hayati dan laksanakan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya, maka segala permasalahan akan segera bisa diatasi. Karena bagaimana kita akan meminta kepada Allah agar diberikan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi, ketika kita melalaikan atau membangkang kewajiban yang telah ditetapkan Allah. Yakinlah dan teguhkan hati bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa hambanya selagi hamba tersebut melaksanakan perintah-perintahnya dan menajuhi larangannya. Allah tidak tidur, dan Allah Maha Mendengar.

7/06/2022

Rakor PD DMI Wonosobo, Senergitas DMI dengan RPJMD Kabupaten

Dewan Masjid Indonesia adalah organisasi atau lembaga keagamaan yang terstruktur dengan kepengurusan dari pusat hingga sampai ke tingkat ranting yaitu desa/ kelurahan. Dewan Masjid salah satu organisasi atau lembaga keamanan yang berhidmah pada umat melalui kegiatan-kegiatan ke masjid. Diantara misi kegiatan DMI adalah untuk memakmurkan masjid, di mana agar masjid-masjid yang telah dibangun oleh masyarakat secara swadaya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kegiatan ibadah, pendidikan, pelayanan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Karena itu untuk melakukan kegiatan tersebut perlu adanya kegiatan pembinaan manajemen bagi takmir masjid.
Kepala Kantor Kemenag. Kab. Wonosobo Drs. H. Ahmad Farid, MSI sedang memberikan sambutan.

Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Wonosobo mempunyai satu program unggulan yaitu kegiatan lomba K3M (Kebersihan, Keindahan dan Kemakmuran Masjid). Lomba ini sesungguhnya merupakan kegiatan pembinaan manajemen masjid yang dikemas dengan kegiatan lomba. Keberadaan masjid merupakan kebutuhan bagi umat Islam maka upaya untuk pembinaan dan pemberdayaan fungsi masjid dilaksanakan secara terpadu yang melibatkan Camat, Polsek, Koramil, KUA, Puskesmas, PLKB, Dinas Pendidikan dan lembaga-lembaga keagamaan IPHI, MUI, ICMI, takmir masjid dan masyarakat. 

 

Untuk memadukan kesepahaman, maka PD DMI Kabupaten Wonosobo pada Selasa 5 Juli 2022 jam 09.00-1300 WIB di Pendopo Bupati menyelenggarakan rapat koordinasi PD DMI Kabupaten Wonosobo bersama pemerintah dan lembaga keagamaan terkait, Ketua MUI, IPHI, ICMI, Baznas Kabupaten, Camat, Kepala KUA, PAIF, PC DMI, PD IPHI.

Wakil Bupati Wonosobo Drs. H. Muhammad Albar, MM sedang memberikan sambutan.
Ketua PD DMI Wonosobo H. Tarjo, S. Sos, M. Si sedang menyampaikan materi Rakor

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Wonosobo H.Muhammad Albar yang membuka kegiatan. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemakmuran masjid hendaknya menjadi tugas bersama, agar bangunan yang telah didirikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat. Salah salah satu problem Pemerintah Kabupaten Wonosobo adalah untuk menghilangkan predikat kemiskinan yang hingga tahun 2022 termasuk dalam peringkat nomor dua dari 35 Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah. Demikian pula stunting juga menjadi permasalahan bersama. Karena itu dengan adanya Rakor DMI DMI semoga akan membuahkan hasil yang positif dan baik untuk kemajuan Dewan Masjid Indonesia pada masa yang akan datang. 

 

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama H.Ahmad Farid menyampaikan bahwa masyarakat religius yang menjadi impian dan dambaan, bukan suatu yang diperoleh dengan serta merta tanpa usaha, tetapi hal ini memerlukan ikhtiar dan usaha yang secara massif dan terstruktur. Oleh karena itu kehidupan masyarakat hendaknya bisa memadukan antara aspek duniawiyah dan ukhrawi. 

 

Masih dalam sambutannya bahwa harapan untuk menciptakan masyarakat yang religius ternyata dihadapkan dengan problematika kehidupan masyarakat yang digerogoti oleh semangat individualistik, materialistik, oportunis, sehingga agama sebagai aqidah, norma dan amaliyahnya dikesampingkan. Karena itu diharapkan para tokoh agama, dai, penyuluh agama untuk lebih dekat dengan masyarakat. Potret kebutuhan masyarakat, bukan hanya memberi tetapi tidak mengetahui apa yang mereka butuhkan atau hanya untuk menggugurkan kewajiban. Tingginya status sosial dan ekonomi bisa saja tidak meningkatkan kesalihan, tetapi justru kadang akan menilai semua aktifitas untuk mencari maisah.

Sekretaris PD DMI Wonosobo Untaji Affan, S. Ag sedang menyampaikan materi Rakor

Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan kegiatan rapat koordinasi dengan narasumber ketua H. Tarjo dan sekretaris PD DMI Kabupaten Wonosobo Untaji Affan. H Tarjo menyampaikan tentang sinergitas DMI dengan RPJMD Kabupaten Wonosobo. Sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati untuk “Mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju dan sejahtera”. Maka DMI mengambil peran melaksanakan misinya mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul religius/berkarakter, berbudaya, kreatif, inovatif, melalui penyelenggaraan pendidikan komprehensif yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat berbasis kearifan lokal dan perkembangan teknologi modern. Dari misi tersebut akan membuahkan lima program unggulan Wonosobo maer, sehat, pintar, aman, makmur. DMI akan mengambil peran dengan meningkatkan pembinaan manajemen masjid dengan melaksanakan lomba masjid dengan tema lomba kebersihan, kemakmuran dan kepedulian sosisal lingkungan masjid. 

 

Narasumber kedua Untaji Affan upaya untuk mewujudkan kecintaan terhadap masjid agar masjid dapat menyejahterakan masyarakat dan masyarakat dapat menyejahterakan masjid. Karena setiap umat Islam membutuhkan masjid, bila masjid sebagai bangunan monumental, simbol kebanggaan dan identitas. Maka umat Islam bisa berkontribusi dengan harta, tenaga, pikiran dan doa. Berbanggalah yang menjadi pengurus DMI, takmir masjid dan lembaga keagamaan yang berkolaborasi dengan DMI karena akan menjadi orang yang kelak akan diberikan syafaat di hari qiyamat. Dan diduniapun akan diberikan kemudahan oleh Allah karena itu takmir masjid hendaknya orang yang mempunyai figur pinter, bener, prigel, kober, sregep, ikhlas, sabar, istiqomah, tlaten, titen.

Peserta Rakor DMI Kabupaten Wonosobo, 5 Juli 2022 di Pendopo Bupati.

6/27/2022

Bimwin Mandiri KUA Kecamatan Wonosobo, Menuju Keluarga Sakinah

Pernikahan adalah merupakan janji suci ikatan suami istri yang akan membangun kehidupan rumah tangga yang baru menuju keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Untuk mewujudkan keluarga idaman bukanlah hal yang mudah, tetapi memerlukan ilmu dan keterampilan serta keahlian untuk mewujudkannya. Banyak pasangan suami istri yang mengakhiri kehidupan rumah tangga sebelum ajal menjemput. Karena itu guna memberikan perbekalan bagi calon pengantin yang akan melaksanakan pernikahan mereka hendaknya diberi pengetahuan tentang upaya untuk membangun dan melestarikan kehidupan rumah tangga menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.
Fasilator Bimwin Untaji Affan membelakangi kamera sedang menyampaikan materi.

Kementerian Agama berkomitmen untuk memberikaan bimbingan pada keluarga yang ideal, diantaranya dengan menyelenggarakan kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Akan tetapi karena alokasi anggaran dari pemerintah yang terbatas sehingga perlu diadakan kegiatan Bimwin secara mandiri. Kantor Urusan Agama Kecamatan Wonosobo pada Senin 27 Juni 2022 pukul 13.00 hingga pukul 15.00 menyelenggarakan kegiatan Bimwin mandiri. Kegiatan diikuti oleh 10 pasang calon pengantin. 

 

Kepala KUA Ahmad Fuadi dalam sambutannya menyampaikan tujuan mengadakan Bimwin adalah untuk memberikan pengetahuan pada Catin agar memiliki kesipan mental untuk memasuki kehidupan berumah tangga. Jadikan perkawinan sekali dalam hidup, memberikan inspirasi dan kesan yang tak berakhir. 

 

Fasilitator Bimwin mandiri Untaji Affan yang sekaligus sebagai Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa pernikahan merupakan ikatan suci calon suami istri untuk membangun kehidupan rumah tangga, karena itu setiap pribadi hendaknya dapat menjaga empat pilar perkawinan yaitu zawwaj, mitsaqan ghalidhan, mu’asyarah bil ma’ruf dan musyawarah. Dan empat pilar perkawinan harus diperkokoh dengan segi tiga cinta yaitu adanya komitmen, gairah dan kedekatan emosi.

Fasilitator Bimwin Irna Fitroyah sedang menyampaikan materi

Fasilitator kedua Irna Fitroyah menyampaikan tentang kebutuhan keluarga, bahwa setiap pasangan hendaknya dapat menginventarisir kebutuhan. Ada kebutuhan yang penting ada yang kurang penting, kebutuhan mendesak dan tidak mendesak. Karena itu dalam pemenuhan hendaknya lebih mengutamakan pada skala prioritas. Setiap pasangan hendaknya bisa mengenali kebutuhan dirinya sendiri yang selanjutnya dikomparasikan dengan kebutuhan pasangannya. 

 

Kegiatan Bimwin mandiri yang diselenggarakan pada siang hari menjelang sore adalah waktu-waktu yang sangat riskan, dengan kondisi tubuh yang sudah lelah sehingga perlu diberikan materi yang segar dan menyegarkan diantaranya adalah dengan menggunakan metode bernyanyi. Gerakan tangan sebagai ekspresi agar mereka dapat menerima materi dengan senang dan bisa dicerna dengan mudah. 

 

Bimwin mandiri KUA kecamatan Wonosobo bulan ini diselenggarakan pada tahap yang pertama, tetapi sebelumnya kegiatan ini sudah diselenggarakan secara pribadi, yaitu bersamaan dengan kegiatan tandan atau pemeriksaan administrasi sebelum berlangsungkan pernikahan. Calon pengantin diberikan materi tentang bimbingan perkawinan, baik itu tentang cara-cara mengelola kehidupan rumah tangga dan bagaimana cara-cara untuk mengatur keuangan keluarga. Hal ini dimaksudkan agar data-data yang diinput benar-benar valid dan agar kehidupan keluarga yang sudah dibangun bisa mencapai pada titik final yaitu sampai ajal. Dengan kata lain hanya ajal yang dapat memisahkan.

6/22/2022

Kesabaran dan Keikhlasan Fingerprint

Fingerprint merupakan alat untuk mengabsensi para pegawai dalam suatu kantor atau di perusahaan. Fingerprint yang merupakan benda ciptaan manusia yang disetting tentang tanggal dan waktu, Untuk menghindari adanya manipulasi data maka terdapat server yang memberi password pada alat tersebut. Sehingga data-data yang telah masuk pada fingerprint akan sesuai dengan kenyataannya.

 Fingerprint ini sebagai langkah perkembangan cipta dan rasa dan karsa manusia untuk mewujudkan kedisiplinan dan sekaligus untuk mengganti sistem absensi secara manual yang kadang bisa dirapel atau bisa dimanipulasi, absensi sidik jari lebih cepat, sederhana, dan lebih aman untuk mencegah kecurangan absensi karyawan (https://www.hashmicro.com/id/blog/absen-fingerprint) . Dengan fingerprint tersebut atasan akan mudah memantau terhadap bawahan dan demikian pula bawahan akan lebih berdisiplin di dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan kepadanya. 

 

Fingerprint dengan menggunakan salah satu jari tangan maka di sana pun juga sangat rentan adanya kerjasama untuk menutupi ketidakhadiran, absensi bisa diwakilkan melalui orang lain. Registrasi dengan jari tangan sendiri dan tangan orang lain, sehingga ketika melakukan absensi masuk dan bisa menggunakan tangan sendiri atau orang lain. Teknologi terus berkembang sehingga fingerprint ditingkatkan lagi yaitu dengan Face Record Nation atau scan retina mata. Sehingga kedatangan seorang pegawai atau kepulangan seorang pegawai memang benar-benar hadir pada saat tersebut dan di tempat tersebut, karena tidak mungkin wajah seseorang bisa diwakilkan kepada yang lainnya demikian pula yang lain juga bisa mewakilkan. 

 

Respon fingerprint. 

Setiap pegawai atau yang melakukan absensi melalui fingerprint akan ada dua suara pertama silahkan dicoba lagi, kedua terimakasih. Alat sensor fingerprint akan merekam sidik jari penggunannya. Seseorang perlu meletakan sidik jarinya beberapa kali. Jika terjadi kendala atau kesalahan atau kegagalan dalam proses perekaman, alat sensor fingerprint akan memberikan tanda atau pemberitahuan untuk mengulangi proses perekaman kembali (ttps://sugar.technology/merekam-dan-membaca-sidik-jari). Kata-kata silakan coba lagi adalah ketika alat sensor tidak bisa membaca dengan maksimal sehingga monitor juga akan mengatakan silakan untuk dicoba lagi, sehingga ketika sudah dicoba berulang kali, bila sudah sesuai dengan perintahnya maka akan mengucapkan terima kasih. Hal ini adalah merupakan suatu tanda bahwa tingkat kesabaran walaupun seseorang sudah mencoba berulang kali, kalau itu salah maka masih dipersilahkan untuk mencoba lagi. 

 

Fingerprint tidak mau menerima data yang tidak sebenarnya, tidak sesuai dengan faktanya. Karena itu membutuhkan data yang lengkap dan benar yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga ketika semuanya sudah sesuai maka akan mengucapkan terima kasih. Kata-kata terima kasih yang disetting oleh pabrikan untuk menunjukkan bahwa data yang masuk sesuai dengan perintah dari fingerprint, baik itu data dari jari tangan atau dengan tatapan mata. Sehingga bila data dari orang yang melakukan fingerprint sudah sesuai dengan data ketika melakukan pendaftaran maka fingerprint akan mengucapkan terima kasih. 

 

Kata terima kasih tidak terpancang kepada waktu, tetapi pada data yang masuk sesuai dengan data waktu pendaftaran. Ketika pegawai yang datang awal dari jam masuk saat melakukan absensi dengan fingerprint maka akan keluar suara terima kasih. Ketika melakukan fingerprint dengan waktu yang tepat dengan jam masuk atau pulang maka printer pun juga akan mengucapkan terima kasih. Bahkan ketika karyawan atau pegawai yang datang terlambat sehingga melakukan fingerprint di luar jam masuk, maka fingerprint akan mengatakan terima kasih. 

 

Maka di sinilah ada suatu guyonan yang terjadi pada suatu kantor atau suatu perusahaan, ketika ada pegawai daangnya telat ditengur oleh teman-mananya atau atasannya yang kadang dengan nada tinggi yang menandakan tidak simpatik. Maka orang tersebut mengatakan walaupaun saya datang terlambat dia (fingerprint) tetap mengatakan terimakasih.

6/10/2022

Ibadah Haji dan Qurban Media Meneguhkan Imtaq -khutbah Jum'at

Haji adalah ibadah tahunan bagi umat Islam yang diwajibkan sekali selama hidup. Namun banyak orang yang merasa ketagihan setelah pulang dari tanah suci dan ingin mengulang pengalaman spiritual berhaji. Semoga kita akan segera dipanggil oleh Allah untuk menyempurnakan ibadah yaitu dengan melaksanakan rukun Islam yang kelima.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بنِعْمَةَ اْلِإيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ وَاْلِاسْتِقْلَالِ أَوِاْلحُرِّيَّةِ، وَأَفْهَمَنَا مِنْ عُلُوْمِ الدِّيْنِ وَاْلعَقِيْدَةِ، وَبَيَّنَ لَنَا وَأَرْشَدَنَا اْلأَخْلَاقَ الْكَرِيْمَةَ وَاْلأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ,أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ أَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَافِعُ اْلأُمَّةِ وَخَيْرُ اْلبَرِيَّةِ, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ وَيَجْتَنِبُوْنَ اْلَمنْهِيَّاتِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙلِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ ۖثُمَّ لْيَقْضُوْا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوْا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ 

 

 Kaum muslimin jemaah shalat Jum’at Rahimakumullah 

 Pertama dan yang paling utama khatib senantiasa berwasiat khususnya pada diri sendiri dan umumnya jemaah sekalian, marilah bersama-sama kita berupaya untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah yaitu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kita sekalian termasuk golongan orang-orang yang senantiasa mendapat petunjuk dari Allah, sehingga akan menjadi orang yang beruntung sejak hidup di dunia sampai besok hidup di alam akhirat, amin. 

 

Kaum muslimin jemaah shalat Jum’at Rahimakumullah 

Pada tahun ini kita sekalian kaum muslimin, sebentar lagi akan masuk pada bulan Dzulhijjah, yaitu bulan di mana umat Islam diberikan kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji sebagai upaya untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW:

 

 بُنِيَ الإسْلامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهادَةِ أَنْ لا إله إلا اللَّه وأَنَّ مُحَمَّداً رسولُ اللَّهِ ، وإقَامِ الصَّلاةِ وإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وحَجِّ البيْتِ ، وصَوْمِ رَمَضَانَ " متفقٌ عليهِ . 

 

"Islam didirikan atas lima perkara, yaitu menyaksikan bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah dan berpuasa dalam bulan Ramadhan." (Muttafaq ‘alaih) 

 

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang lima, haji merupakan perintah Allah SWT, sebagimana sabda rasul:

 

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ إنَّ اللَّه قَدْ فَرضَ عَلَيْكُمُ الحَجَّ فحُجُّوا 

 

"Hai sekalian manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan atasmu semua akan beribadah haji, maka kerjakanlah ibadah haji itu." (HR. Muslim) 

 

Ibadah haji adalah perintah Allah hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah memenuhi syarat yaitu istitha'ah. Karena itu kabar yang sangat menggembirakan bahwa pada tahun 2022 kaum muslimin yang sudah mempunyai kemampuan atau istitha'ah dan telah mendaftar untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun ini bisa melaksanakan ibadah haji. Hal ini merupakan kabar yang menggembirakan, karena selama dua tahun umat Islam Indonesia tidak ada kesempatan untuk bisa melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu melaksanakan ibadah haji. Hal ini karena kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk di tanah suci Mekkah, sehingga pelaksanaan ibadah haji selama dua tahun ditiadakan kecuali bagi kaum muslimin yang sudah bermukim di tanah suci. 

 

Karena itu kabar yang menggembirakan, bahwa pada tahun 2022 ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dan pemerintah Indonesia juga diberikan kesempatan untuk mengirimkan calon Jemaah haji. Dari perasaan gembira tentu ada kekecewaan: 

  • Pertama kaum muslimin yang sudah mendaftar, akan tetapi ada regulasi baru yang ditetapkan oleh pemerintah, diantaranya pertama jamaah haji hanya diperuntukkan bagi jamaah yang berusia kurang dari 65 tahun. Hal ini artinya bahwa jamaah haji yang berumur lebih dari 65 tahun tertunda, padahal pada tahun sebelumnya justru jamaah haji yang usianya lebih tua itu didahulukan, tetapi pada tahun ini, usia jemaah haji ternyata dibatasi. 
  • Kedua bahwa pada tahun 2022 ini kuota jemaah haji Indonesia dikurangi, termasuk jemaah haji dari Kabupaten Wonosobo berjumlah 353 orang, hanya separuh dari jamaah haji pada tahun sebelumnya. Hal ini tentu saja juga menimbulkan kekecewaan bagi jamaah haji yang sudah mendaftar dan koatannya nyaris akan bisa ikut berangkat pada tahun ini. 
  • Ketiga bahwa pada tahun 2022 ini calon jamaah haji tidak bisa digabungkan dan tidak ada mutasi. Artinya bahwa ketika suami atau istri yang sudah masuk dalam kuota pada tahun 2022 ini tidak bisa menyertakan pada muhrimnya sehingga tetap berangkat secara pribadi, hal ini tentu saja menimbulkan suatu kekecewaan.  
Dengan kondisi demikian hendaknnya kita menyadari bahwa haji adalah merupakan panggilan Allah, haji adalah merupakan anugerah Allah, karena itu dengan kondisi apapun dalam hal ibadah haji hendaknya bisa berlapang dada. Manusia hanya bisa berusaha dan meminta namun Allah yang menentukan. Karena itu jagalah diri sendiri agar memperoleh predikat haji mabrur. Karena itu seluruh proses dan rangkaian ibadah haji agar selalu disandarkan pada Allah, berhaji untuk memenuhi panggilan Allah, kapan waktunya sesungguhnya Allah telah menentukan kita tinggal menjalankan. Dan ingatlah bahwa tujuan melaksanakan haji adalah semata-mata untuk beribadah. Allah SWT telah berfirman:
 

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ


“(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi), siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat”. (QS. Al Baqarah: 197). 
 
Dalam ayat tersebut ada tiga hal yang harus dihindari ketika melaksanakan ibadah haji: 
 
1. Rafats yaitu mengucapkan kata-kata yang mendatangkan birahi, perbiatan tidak senonoh atau berhubungan seks. 
 
وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ ࣖ 
 
“ Berlakulah wajar dalam berjalan600) dan lembutkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Luqman: 19) 
 
 2. Fasiq yaitu melakukan perbuatan yang melanggar norma.
 

3. Bertengkar.

 لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ 

 

“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” (HR. Buchari Muslim) 

 

Kapan perbuatan tersebut harus dihindari? Apakah ketika sebelum berangkat haji? Apakah ketika sedang melaksanakan melaksanakan ibadah haji? Atau apakah sesudah melaksanakan ibadah haji? Tiga hal ini berkaitan dengan kondisi manusia. Sesungguhnya Allah sudah menentukan jalan, bahwa Rasulullah Muhammad itu diutus oleh Allah adalah untuk menyempurnakan akhlak bagi sekalian alam. Karena itu setiap hamba Allah yang mengikuti petunjuk Allah maka akan diberi pahala dan kelak di hari qiamat akan dimasukkan ke dalam surge. Sebaliknya hamba Allah yang tidak mengikuti petunjuk Allah bahkan melawan perintah Allah maka akan mendapatkan dosa dan kelak di hari qiamat akan dimasukkan ke dalam neraka. 

 

Karena itu semua perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Karena itu sebelum melaksanakan ibadah haji atau ketika sedang melaksanakan ibadah haji bahkan sesudah melaksanakan ibadah haji hendaknya selalu membudayakan perbuatan yang baik dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangannya. Sehingga ketika sebelum berhaji sudah terbiasa berakhlaqul karimah maka kelak di tanah suci akan diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji. Baik itu rukun, wajib dan sunnah-sunnahnya. Sehingga dengan wajah bersinar kembali pulang ke tanah air dengan membawa predikat haji mabrur. 

 

Kaum muslimin jemaah shalat Jum’at Rahimakumullah 

Pada bulan Dzulhijjah, disamping ibadah haji, Allah juga memerintahkan ibadah untuk memotong hewan qurban. Antara haji dan qurban adalah syari’at nabi Ibrahim yang tetap dilestarikan pada syari’at nabi Muhammad. Kedua-duanya sangat kental dengan nuansa untuk menguji iman dan taqwa serta meningkatkan amal shalih. Allah SWT berfirman:

 

 اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ 

 

“Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (QS. Al Kautsat: 1-3)

 

 لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ 

 

“ Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. (QS. Al Hajj: 37) 

 

 Semoga Allah senantiasa membimbing dan mengarahkan kita pada jalan yang diridhai-Nya, amin.

 

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

5/05/2022

Lebaran yang Luar Biasa, Untuk Tetap Waspada

Peringatan hari raya Idul Fitri 1443 H/ 2022 M sungguh merupakan peristiwa yang luar biasa, karena selama dua tahun umat Islam sepi dengan kegiatan Idul Fitri termasuk dengan nuansa mudik dan silaturahmi. Hal ini tidak lepas karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia sehingga berefek pada kehidupan umat beragama.
Kepadatan Lalu lintas mejelang dan saat lebaran.

Idul Fitri tahun 1443/2022 H seakan menjadi akumulasi peringatan Idul Fitri tiga tahun yang dikumpulkan menjadi setahun atau tiga kali kegiatan menjadi satu kegiatan. Hal ini ditandai dengan keramaian, khususnya kepadatan lalu lintas jalan raya, jalan perkampungan yang selalu ramai dengan hilir mudik kendaraan bermotor. Di beberapa wilayah perkampungan banyak berseliweran kendaraan bermotor dengan plat B. Hal ini menandakan bahwa para perantau yang berada di luar Jawa atau berada di Jakarta pulang ke Jawa untuk bertemu dengan orang tua, sanak saudara , handai tolan dan teman serta kerabat. Keramaian juga terjadi pada tempat wisata. 

 

Kerinduan yang mereka pendam selama dua tahun terobati pada tahun ini, karena itu ada beberapa hal yang perlu kita sikapi pada Idul Fitri tahun ini: 

 

  1. Kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena Allah telah menguji hamba-Nya Allah juga yang memberikan jalan keluar atas kesulitan hamba-Nya. Hal ini ditandai dengan adanya kebijakan pemerintah yang melakukan kegiatan vaksinasi secara nasional sehingga pandemi Covid-19 semakin melandai. 
  2. Walaupun pandemi Covid- 19 nampak mulai melemah, namun kita harus tetap waspada dengan kemungkinan munculnya varian baru, demikian pula dengan berbagai macam musibah dan bencana yang dimungkinkan juga akan datang. Karena itu janganlah rasa aman akan terlena dengan kenyamanan, karena itu “Sedia payung sebelum hujan” adalah suatu peribahasa yang perlu tetap diperhatikan. 
  3. Perlu kehati-hatian, dengan melakukan langkah-langkah preventif, minimal untuk selalu memakai masker dan membiasakan untuk mencuci tangan. 
  4. Rasa syukur kepada Allah diungkapkan dengan ucapan billisan yaitu dengan mengucapkan hamdalah, kemudian dengan perbuatan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan meningkatkan amal ibadah yang sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing. 
  5. Setiap pemeluk agama untuk mendalami agama masing-masing dan menerapkan ajaran agamanya tersebut. 
  6. Dengan melaksanakan perintahnya Allah dan menjauhi larangannya adalah menjadi media untuk menaruh harapan kepada Allah, kita berharap agar pandemi tidak kembali lagi, kita berharap agar kehidupan kembali normal, kita berharap agar roda ekonomi juga bisa berkembang dengan baik, kita berharap bahwa kesejahteraan umat juga semakin baik, kita berharap agar proses pendidikan dan pengajaran berjalan secara normal. 
  7. Menjalin shilaturahmi, karena selama dua tahun nyaris persaudaraan menjadi renggang, orang yang sakit hendaknya didatangi untuk dihibur namun Prokes mengatakan orang yang sakit harus diasingkan. Idul Fitri menjadi media bershilaturahmi, mudik menjadi media untuk mengeratkan kembali tali silaturahmi. 

 

Karena itu di tengah-tengah kita kebahagiaan Idul Fitri ini kita pun juga harus tetap berhati-hati dan waspada agar kita tetap merasa aman dan bahagia. Berdasarkan taushiyah Majelis Ulama Indonesia di bulan Syawwal hendaknya umat Islam semakin menggalakkan tuntunan puasa sunnah enam hari Syawwal agar tetap terjaga dan tetap meningkatnya spirit khusyuk Ramadhan dan Syawwal.

Candi Borobudur di padati wisatawan.

5/01/2022

Syukrun, Roja’ dan Meningkatkan Ibadah-Khutbah Idul Fitri 1443 H

Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1443 H menjadi peristiwa yang membahagiakan, karena selama dua tahun pelaksanaan shalat Id diselenggarakan secara terbatas. Bahkan para perantau tidak diperbolehkan untuk mudik. Hal ini karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Dan Prokes harus diterapkan yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Bahkan juga menghindari jabat tangan.

اَللهُ أَكْبَرُ ×٩ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا . لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَ حْزَابَ وَحْدَهُ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. أَلْحَمْدُ لِلَّهِ جَعَلَ أَيَّامَ الْأَعْيَادِ ضِيَافَةً لِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةً وَسُرُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ َأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. َأمَا بَعدُ: فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. ثُمَّ قَالَ اَيْضًا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ 

 

Kaum muslimin Jemaah shalat Ied Rahimakumullah. 

 

Pertama dan yang paling utama khatib senantiasa berwasiat khususnya pada diri sendiri dan umumnya pada jemaah sekalian. Marilah bersama-sama kita berupaya untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah yaitu dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Pada momen penting Idul Fitri 1443 Hijriyah ini khatib menyampaikan ja'alanallahu minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan kesalahan. Permohonan maaf dan saling memafkan ini, semoga dapat mengantarkan kita menjadi hamba yang kembali ke fitrah. Sehingga kita akan memasuki bulan Syawal dengan semangat untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, amin. 

 

Kaum muslimin jemaah shalat Ied Rahimakumullah 

 

Disaat kita berbahagia karena telah menuntaskan ibadah puasa selama sebulan kemudian ditutup dengan melakukan pembayaran zakat fitrah. Mudah-mudahan amal ibadah kita pada bulan Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala, dan setiap amal yang baik yang kita lakukan senantiasa bisa menjadi wasilah kita bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

 

Idul Fitri sebagai momen hari kemenangan bagi kita sekalian, Idul Fitri berarti kembali ke fitrah/ kesucian. Idul Fitri juga sebagai hari peningkatan amal ibadah, Idul Fitri juga sering disebut hari lebaran yang berarti kita sudah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Kita telah terbiasa mengungkapkan dengan beberapa macam peristilahan. Langkah apa, selanjutnya yang perlu kita lakukan untuk pada masa sekarang dan yang akan datang. 

 

Allah memberikan masa kepada kita sekalian, masa sekarang adalah masa yang sedang dijalankan, masa lalu adalah masa yang tidak akan bisa kembali, dan masa yang akan datang adalah masa yang masih dalam misteri tidak ada yang mengetahui. Oleh karena itu sebaik-baik kita agar menjadikan masa yang telah lalu sebagai bahan pelajaran dan renungan. Masa sekarang adalah masa sedang yang terjadi dan masa yang akan datang adalah masa yang masih dalam misteri. Bisa jadi masa yang akan datang akan menjadi kondisi yang menyenangkan atau menyedihkan, semua itu tergantung pada setiap diri untuk menyiapkan masa yang akan datang. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquran surah Al Hasyr ayat 18:

 

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ 

 

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Dari ayat tersebut hendaknya kita dapat mengambil pelajaran: 

 

1. Agar senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Rasa syukur kita sampaikan karena pada tahun ini umat Islam dapat melaksanakan ibadah shalat tarawih shalat, tadarus, shalat Idul Fitri secara bersama-sama. Keluarga berbondong-bondong ke tempat ibadah, tempat untuk melaksanakan shalat Ied. Baik yang berada di lapangan atau berada di masjid. Kita mengingat pada dua tahun yang lalu yaitu tahun 2020 dan 2021 pada masa pendemi Covid-19 sehingga umat Islam diberikan keterbatasan dalam melaksanakan shalat secara berjamaah, yaitu hanya pada keluarga kecil di rumah masing-masing. 

 

2. Kita mengharap kepada Allah bahwa sebagai hamba Allah, agar pandemi Covid-19 dengan segala variannya yang sudah melandai agar terus melandai dan hilang dari kehidupan manusia, agar manusia dapat menjalani hidup dengan wajar namun tentu saja agar tetap wasapada. Kita senantiasa memohon kepada Allah agar kita dijauhkan dari bala musibah dan bencana. Berharap kepada Allah disampaikan dalam wujud permohonan doa.

 

 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ 

 

“ Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” QS. Mu’min: 60)

 

 اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ 

 

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al A’rof: 55)

 

 وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ 

 

“ Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah: 186) 

 

Dari beberapa surat dan ayat diatas menunjukkan bahwa doa adalah salah satu media untuk mencapai pada tujuan. Maka teruslah berdoa kepada Allah. 

 

3. Meningkatkan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Bulan puasa telah mengajarkan kepada umat Islam untuk keluar dari kebiasaan dan perilaku yang tidak baik dan masuk pada kebiasaan baru yang sebenarnya sebagai pengulangan ibadah pada tahun-tahun yang lalu. Pada umumnya selain di bulan Ramadhan kita tidak melaksanakan shalat malam secara terus menerus, tadarus Alquran, mengikuti kajian Islam. Pada bulan Ramadhan umat Islam masuk dalam kegiatan rutin pada bulan suci Ramadhan yang keluar dari kebiasaan yang biasanya. Kebiasaan pada siang hari perut penuh dengan makanan dan minuman, namun pada bulan Ramadhan sejak waktu imsyak sampai terbenam matahari perut manusia kosong tidak diisi dengan makanan dan minuman. 

 

Keluarnya manusia dari kebiasaan pada bulan Ramadhan ini adalah untuk menjalankan perintah Allah agar manusia dapat meningkat derajatnya sehingga menjadi pribadi yang muttaqin. Disamping itu bulan suci Ramadhan adalah menjadi bulan pelatihan sehingga manusia diberikan pelatihan dengan berbagai macam kegiatan yang diharapkan setelah selesai bulan suci Ramadan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah dilakukan itu bisa diteruskan. Seperti salat malam, tadarus Alquran, kajian Islam, memberikan santunan dan tidak kalah pentingnya adalah upaya pengendalian hawa nafsu adalah dengan melaksanakan puasa.

 

 مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ اَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ 

 

“Barangsiapa yang melaksanakan puasa Ramadhan kemudian diikuti 6 hari pada bulan Syawal seperti orang yang berpauasa sepanjang masa”. (HR. Muslim) 

 

Kaum muslimin Jemaah shalat Ied Rahimakumullah. 

 

Setiap musibah tentu ada hikmah dibaliknya, seperti pandemi Covid-19 terdapat beberapa hikmah yaitu: 

 

1. Untuk membiasakan hidup bersih. Berdasarkan protokol kesehatan agar kita membiasakan untuk mencuci tangan, hal ini dimaksudkan agar kuman-kuman tidak menjalar ke tubuh. Dengan demikian menjaga kebersihan sesungguhnya sudah menjadikan sudah menjadi perintah agama. Karena itu marilah perintah agama itu kita biasakan. Disamping mencuci tangan juga agar membiasakan untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

 

2. Menjaga kebersihan rohani yaitu dengan meningkatkan ibadah, baik hablun minallah dan hablun minannas. 

 

3. Dengan menjaga kebersihan jasmani tubuh akan terhindar dari virus dan bakteri yang mengancam kehidupan manuis. Dan dengan menjaga kebersihan rohani manusia akan akan menyadari dirinya sebagai makhluk yang lemah dan memerlukan pelindung karena pentingnya untuk tunduk dan patuh terhadapat perintah Allah dan manjuhi larangannya. 

 

Setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan dan kita masuki pada bulan Syawal ini, marilah kita bersama-sama untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah, kita eratkan tali silaturahmi di antara kita sekalian karena kita adalah umat yang satu. Marilah kita bertolong menolong dalam melakukan perbuatan baik dan Jangan ber tolong-menolong dalam melakukan perbuatan yang tidak baik. Marilah kita berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik, tak lupa untuk senantiasa mengajak untuk melakukan perbuatan baik dan mencegah kemungkaran. Bila mampu dengan kekuasaan dan kekuatannya, bila tidak mampu dengan perkataan dan ajakan yang baik namun bila tetap tidak mampu maka doakan mereka agar kembali ke jalan Allah. 

 

Kebiasaan pada bulan Ramadhan seperti tadarusa Alquran, marilah kita lestarikan. Makmurkan masjid dengan berbagai macam kegiatan, jadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pelayanan, perlindungan, penyantunan, penyaluran dana umat. Semoga dengan kegigihan umat Islam dalam menegakkan syariat Islam. Umat akan semakin shalih, cerdas, bijak, toleran sehingga tidak ada halangan untuk meraih keberkahan dari langit.

 

 وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ 

 

“ Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan”. (QS. Al A’rof: 96) 

 

جَعَلْنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَاَدْ خِلْنَا وَاِيَّاكُمْ مِنْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصّٰلِحِيْنَ . وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْن

 

 الخطبة الثنية

 

 اَللهُ اَكْبَرُ ×٧ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ. اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْدًالِلْمُؤْمِنِيْنَ وَخَتَمَ بِهِ شَهْرَ الصِّيَامِ لِلْمُخْلِصِيْنَ . اَشْهَدُ اَنْ لَا ِالٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَشْهُوْرُ بِفَطَانَتِهِ وَاَمَانَتِهِ وَصِدْقِهِ وَتَبْلِيْغِهِ وَصَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى اللهُ عَنْهُ وَحَذَرَ. فَقَاَلَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَآأَيُّهاَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلاَةِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَانْصُرِ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللّٰهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ . رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ