4/28/2023

Melestarikan Ibadah Puasa Ramadhan 1444 H- Khutbah Jum'at

Puasa Ramadhan adalah yang mempunyai nilai ibadah plus, karena setiap amal ibadah pahalanya dilipatgandakan oleh Allah. Karena itu setiap muslim selalu berlomba untuk meraih keutamaan ibadah. Bulan Syawal menjadi bulan untuk melenjutkan dan merealisasikan amal ibadah di bulan Ramadhan. Semoga bertemu bulan Ramadhan tahun depan dan dapat menjaga kualitas iman, taqwa dan amaliyahnya.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بنِعْمَةَ اْلِإيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ، وَأَفْهَمَنَا مِنْ عُلُوْمِ الدِّيْنِ وَاْلعَقِيْدَةِ، وَبَيَّنَ لَنَا وَأَرْشَدَنَا اْلأَخْلَاقَ الْكَرِيْمَةَ وَاْلأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ,أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ أَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَافِعُ اْلأُمَّةِ وَخَيْرُ اْلبَرِيَّةِ, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ وَيَجْتَنِبُوْنَ اْلَمنْهِيَّاتِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ 

 

Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah 

 

Pertama dan yang paling utama khatib senantiasa berwasiat khususnya pada diri sendiri dan umumnya pada jamaah sekalian, marilah kita bersama-sama berupaya untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, yaitu dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan sekaligus kita berupaya untuk menjauhi, menghindari apa yang dilarang oleh Allah SWT. 

 

Ramadhan mubarak telah meninggalkan kita, bulan yang didalamnya Allah melimpahkan rahmat dan maghfirahnya, sehingga dengan demikian Allah memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada umat Islam untuk meraihnya. Bila dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah tersebut, setiap muslim akan dapat dapat memasuki pintu surga dan dijauhkan dari siksa api neraka. 

 

Sekarang kita sudah masuk di bulan Syawal, bulan yang menjadi titik pangkal untuk melaksanakan ibadah dan amaliyah di bulan Ramadhan. Dengan berlalunya bulan Ramadhan banyak orang yang merasa lega. Apalagi jika dalam melaksanakan ibadah puasa merasa dipaksakan dan terkekang, begini tidak boleh, begitu tidak boleh. Maka dengan masuknya bulan syawal, waktunya untuk berbuka, kondisi kembali pada status quo, makan, minum tidur bebas dengan leluasa. Maka bila tidak dikendalikan lagi akan terjadi perbudakan hawa nafsu kembali. 

 

Karena itu untuk mewujudkan peningkatan kualitas iman dan taqwa kepada Allah, dan sekaligus menjadi endingnya orang yang berpuasa yaitu menjadi orang yang bertaqwa. Karena itu penting untuk melestarikan kebiasaan baik pada bulan Ramadhan: 

 

1. Melaksanakan puasa sunnah enam hari pada bulan Syawal.

 

 من صام رمضان ثم اتبع ستا من شوال كان كصيام الدهر (رواه مسلم) 

 

" Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari pada bulan Syawal maka seperti orang yang berpuasa sepanjang masa (HR. Muslim) 

 

Ibadah ditengah-tengah banyaknya godaan adalah mempunyai pahala yang lebih besar, karena pada hari tersebut pada umumnya masih tersedia banyak makanan dan minuman yang kadang membuat manusia akan terlena, sehingga mendorong untuk mengumbar kemauan hawa nafsu. Ingatlah dengan sabda Rasul bahwa ketika masuk bulan Syawal maka Iblis dengan anak turunnya akan menjerumuskan manusia ke jurang kesesatan.

 

 ان ابليس عليه اللعنة يصيح فى كل يوم عيد فيجتمع اهله عنده فيقولون: يا سيدنا من اغضبك انانكسره فيقول لا شىء ولكن الله تعالى قد غفر لهذه الامة فى هذااليوم فعليكم ان تشغلوهم باللذات والثهوات وشرب الخمر حتى يبغضهم الله 

 

" Sungguh, iblis yang terlaknat berteriak-teriak saat Idul Fitri tiba. Lalu berkumpullah anak buahnya dan bertanya, wahai tuanku, siapa gerangan yang membuat paduka marah-marah akan kami pecahkan kepalanya. Iblis menjawab, tidak ada apa-apa. Hanya saja Tuhan telah memberi ampun kepada umat manusia hari ini. Maka kalian harus menjadikan mereka sibuk dengan kesenangan, nafsu syahwat dan mabuk-mabukan, agar Tuhan murka". 

 

2. Melestarikan ibadah shalat lail dan shalat-shalat sunnah lainnya secara istiqomah. Shalat menurut bahasa berarti do'a, maka ingatlah bahwa Allah akan mengabulkan do'a kita sekalian apabila mau berdoa:

 

 وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ 

 

" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al Baqarah: 186) 

 

3. Senantiasa melestarikan kegemaran untuk tadarus Alquran, diikuti dengan kegiatan mempelajari isi kandungannya, dan setelah mengetahuinya berusaha untuk mengamalkan ajarannya. 4. Melestarikan kebiasaan berderma, memperbanyak shadaqah, menyantuni fakir miskin. Bershadaqah memberi makan untuk berbuka bagi orang yang melaksanakan puasa, maka pahalanya sama dengan orang yang melaksanakan puasa, hal ini bisa menjadi motivasi untuk memupuk amal kebaikan. Allah akan melipatgandakan pahala orang yang bershadaqah:

 

 مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ 

 

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqarah: 261) 

 

5. Membiasakan diri untuk berperilaku yang shaleh, bila pada bulan puasa tidak boleh berkata kotor, berbuat fasik, berkelahi dan perilaku jelek lainnya. Bagaimanakah bila perbuatan ini diterapkan pada bulan-bulan yang lain, niscaya ditengah-tengah masyarakat akan tercipta keharmonisan dan kedamaian. Semua orang dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah Allah dan hamba Allah. 

 

6. Ketika bulan Ramadhan banyak kegiatan majelis ta'lim, yasinan, TPQ, Madin dan kegiatan taklim dihentikan. Maka ketika masuk pada bulan Syawal hendaknya segera dilanjutkan, ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya, karena aktualisasi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin tergantung pada umat Islam untuk merealisasikan isi kandungan Alquran dan sunnah rasul. 

 

7. Kita kembangkan budaya shilaturahmi dan saling memaafkan. Jadilah pribadi yang menyadari kesalahannya jika memang bersalah.

 

 خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

 

"Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh. Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al A’rof: 199-200). 

 

Demikian untuk mewujudkan amaliyah pada bulan Ramadhan bukanlah hal yang mudah, akan tetapi membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, kesungguhan, kemauan yang kuat untuk memerangi hawa nafsu, mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan taufiq, hidayah serta inayahnya kepada kita sekalian, amin.

 

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ