Tampilkan postingan dengan label Kisah hayati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah hayati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2020

Pesona Alun-alun Wonosobo, Kota ASRI

Alun-alun Wonosobo yang berada di pusat kota, menjadi tujuan bagi setiap orang. Mereka datang dengan tujuan yang berbeda-beda, namun sungguh pesona alun-alun Wonosobo yang mempunyai daya pikat bagi warga, baik bagi kalangan orang tua, dewasa remaja, anak-anak, laki-laki dan perempuan.
Pohon beringin di tengah-tengah alun-alun, kiri kanan rumput hijau
Alum-alun Wonosobo tempat yang tepat untuk berolah raga, senam, jalan kaki, lari-lari, bersepeda, sepak bola, bola voli, sepak takraw dan lainnya. Jalan melingkar dengan tatanan batu alam yang indah mengelilingi alun-alun, di dalam alun-alun yang tumbuh rumput hijau padang rumput yang menambah kesejukan. Demikian pula pohon beringin yang rindang mengelilingi alun-alun, menambah kesejukan dan suasana nyaman.
Batu alam berwarna-warni menghiasi dan melingkari alun-alun
Namun walaupun sudah berkeliling ke lapangan hingga beberapa kali, bisa saja tidak mengeluarkan keringat, karena udara dingin kota ASRI Wonosobo. Alun-alun Wonosobo juga menjadi tempat rekreasi keluarga, tempat yang nyaman untuk bersantai karena tempat tersebut bebas dari pedagang asongan. Bahkan karena menjadi tempat yang favorit untuk olahraga jalan kaki, maka di Wonosobo ada komunitas Jakilun yaitu jalan kaki alun-alun.

Ditengah alun-alun juga tumbuh pohon beringin yang semakin menambah rindang dan kesejukan. Angin bertiup berhembus sepoi-sepoi, menambah kesejukan dan ingin berlama-lama di dalam alun-alun Wonosobo. Di alun-alun Wonosobo juga menjadi tempat yang bagus untuk berselfie dengan background alam. Diambil dari posisi mana pun, akan nampak indah dan elok.

Untuk menambah keindahan dan keelokan alun-alun maka disebelah utara terdapat dua Gasibu dan di sebelah barat terdapat perlengkapan olahraga dengan berbagai macam gaya dan gerakan, di sebelah selatan terdapat air mancur yang semakin menambah kelengkapan kenyamanan keelokan alun-alun.

Hidup manusia harus ada keseimbangan, dalam setiap aktivitas, bekerja kadang mengalami kejenuhan dan ketegagan maka perlu direfresh kembali agar menjadi segar kembali. Refreshing, olahraga, rekreasi adalah suatu cara untuk mewujudkan keseimbangan setiap organ tubuh. Setiap organ tubuh mempunyai keperluan masing-masing. Karena itu lebih baik menjaga dari pada mengobati, lebih baik sehat daripada sakit karena iyu sehat harus diusahakan.

Alun-alun Wonosobo telah menyediakan perlengkapan dan warga bisa mewujudkan keinginannya, baik sebagai arena untuk berolahraga, berekreasi, refreshing dan kegiatan-kegiatan lainnya, Selamat menikmati pesona alun-alun Wonosobo

Rumput hijau, arena berolah raga

Arena bermain bola voli

Air mancur yang menambah keindahan

Jumat, 24 Juli 2020

Pemenuhan Kebutuhan Keluarga, Bimwin Calon Pengantin

Pernikahan bukan hanya aktifitas yang dilaksanakan demi pemenuhan kebutuhan manusia sebagai mahluk sosial belaka, tapi juga merupakan bagian dari aktifitas ibadah kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Dengan demikian, pernikahan adalah aktifitas yang memiliki dimensi ganda: dimensi duniawi yang berkaitan dengan manusia sebagai mahluk sosial, dan dimensi ukhrawi yang berkaitan dengan Sang Pencipta dengan menjadikannya sebagai bagian dari ibadah
Kegiatan Bimwin bagi calon pengantin

Rabu, 15 Juli 2020

Balasan Setiap Amal Perbuatan, Sikap Peduli dan Empati, Khutbah Jum’at

Setiap perbuatan akan dikembalikan kepadanya, cepat atau lambat, dunia atau akhirat, diberikan kepada dirinya atau dilimpahkan pada keluarganya, pasti manusia akan merasakan balasannya. Allah Maha Adil, tak ada manusia yang akan dirugikan karena telah berbuat baik, dan tidak akan dapat berlari dari siksa akibat perbuatan yang telah dilakukan.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ اَمَرَنَا بِقِيَامِ الْاُخُوَّةِ,أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَامُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ ! اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ . فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَأَصْلِحُواْبَيْنَ أَخَوَيْكُمْ, وَاتَّقُوااللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ


Kaum muslimin Jemaah Jum’ah Rahimakumullah
Pada kesempatan khutbah Jum’at ini, saya mengingatkan, marilah bersama-sama kita meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT yaitu dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah SWT akan memberikan balasan setiap perintah dan larangan.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Annahl: 97)

Dalam ayat tersebut menerangkan bahwa balasan Allah jauh lebih baik dan lebih banyak dari yang dilakukan hamba-Nya. Hal ini karena sifat Rahman dan Rahim Allah. Demikian pula jika balasan perbuatan baik tidak dilipatgandakan oleh Allah, manusia akan menjadi makhluk yang hina, hal ini karena hawa nafsu manusia yang selalu membisikkan pada perbuatan yang tidak baik. Dalam Aluqran surat Fushshilat ayat 46 Allah berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shalih maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya”.
Itulah bahwa setiap perbuatan akan dikembalikan kepadanya, cepat atau lambat, dunia atau akhirat, diberikan kepada dirinya atau dilimpahkan pada keluarganya, pasti manusia akan merasakan balasannya. Allah Maha Adil, tak ada manusia yang akan dirugikan karena telah berbuat baik, dan tidak akan dapat berlari dari siksa akibat perbuatan yang telah dilakukan.

Kaum muslimin Jemaah Jum’ah Rahimakumullah
Dalam kondisi pandemi Covid-19, sungguh telah merubah tatanan kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan beragama. Segala sumber daya manusia dan ekonomi sosial dikerahkan untuk menanggulangi virus corona, disi lain masih ada sekelompok orang yang tidak mempercayai, karena itu dalam bidang ekonomi terjadi terjadi penurunan, di bidang sosial kadang terjadi gesekan-gesekan yang menimbulkan rapuhnya ukhuwah. Karena itu dalam kesempatan khutbah ini marilah kita bersama-sama selalu merajut ukhuwah, agar kehidupan masyarakat tetap harmonis. Sehingga wabah yang melanda dapat diatasi secara bersama-sama.

Dalam kondisi wabah pandemi Covid-19 disamping di dalam beraktifitas untuk selalu mamatuhi protokol kesehatan. Ada bebarapa hal yang dapat dilakukan, sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan imam Muslim dalam hadits nomor 4867.

  1.  Menolong orang lain dari kesulitan

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat”.
2.Memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan.

وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat.

3. Menutup aib dan kekurangan orang lain

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَ“

Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat”.

4. Menolong saudaranya yang muslim.

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim”.

5. Suka menuntut ilmu.

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya”.

6. Mengkaji Alquran di masjid.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

“Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Alqur'an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barang siapa yang lamban dalam berbuat kebaikan, maka nasabnya tidak cepat mengangkat derajatnya”.

Dalam hadits tersebut Rasulullah Muhammad SAW menerangkan bahwa setiap amal kebaikan pasti akan mendatangkan akibat. Akibat tersebut berupa balasan yang akan diberikan Allah. Karena itu ketika seorang hamba bermunajat, dengan penuh keyakinan dan tawakal maka Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.


Senin, 06 Juli 2020

Tobat, Hapus Dosa dan Kesalahan Untuk Wujudkan Kebeningan Hati

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam sebaik-baik bentuk. Karena sangat mustahil, bila Allah menciptakan manusia dengan tidak sempurna lalu diberi mandat untuk menjadi khalifatul ard (wakil Allah di muka bumi). Dengan kesempurnaan penciptaan tidaklah cukup, karena manusia harus diuji dalam beberapa tingkatan. Lalu Allah memberikan kelengkapan sebagai penunjang bagi kesempurnaan manusia.

Kelengkapan dan kesempurnaan panca indra dan fungsinya, lalu diberi akal, hati dan agama. Bila hilang salah satu fungsi tersebut, maka kesempurnaan manusia akan menjadi berkurang. Bahkan kekurangan itu sampai pada level yang lebih rendah daripada binatang ternak.
“Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai’. (QS. Al A’rof: 179

Apakah yang menjadikan kekurangan dari kesempurnaan itu? Hal ini karena disamping hati yang akan selalu merenung, mengakui kebesaran Allah. Namun Allah menciptakan hawa nafsu. Hawa nafsu harus dikendalikan, sehingga ketika hawa nafsu tidak terkendali akan menimbulkan perbuatan tercela sehingga berbuat salah dan menimbulkan dosa baik dosa kecil maupun dosa besar.

Upaya menghapus dosa
Kategori dosa ada dua yaitu dosa kecil dan dosa besar. Bentuk dosa kecil tidak terhitung jumlahnya, berbeda dengan dosa besar sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

"Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan." Para sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apa saja tujuh dosa besar yang membinasakan itu? ' Nabi menjawab; "menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukmin baik-baik melakukan perzinahan." (HR. Buchari Muslim)

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْكَبَائِرِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang kaba'ir (dosa-dosa besar). Maka Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua, membunuh orang dan bersumpah palsu". (HR. Buchari Muslim)

Dosa besar menjadi penghalang untuk meraih rahmat dan ampunan Allah. Bila dosa kecil sangatlah mudah untuk dihapuskan, misalnya dengan berjabat tangan, mengucapkan istighfar, berwudu. Namun karena dosa kecil jumlahnya sangat banyak maka potensi manusia untuk berbuat dosa juga semakin banyak, sehingga jangan sepelekan ketika sudah melakukan dosa kecil.

Sebagai ilustrasi, ada sebuah kaca jendela yang baru saja dipasang dan masih nampak bersih, sehingga dengan kaca itu bisa menerangi ruangan terutama pada siang hari tanpa menggunakan lampu atau penerangan. Namun karena kaca tersebut sering terkena debu, dari sedikit demi sedikit, debu tersebut menempel pada kaca. Karena tidak pernah dibersihkan maka dari debu tersebut akan terus menempel sehingga menjadi hitam dan menutupi kaca tersebut. Sehingga walaupun pada siang hari ruangan tetap gelap dan harus mendapatkan penerangan atau lampu karena itu sekalipun dalam ruangan itu ada jendela, namun karena kaca tersebut penuh dengan kotoran. Pada awalnya adalah merupakan debu yang ringan dan disepelekan, namun lama-kelamaan menjadi kotoran yang berat sehingga menutupi sinar yang akan masuk ke dalam ruangan itu. Karena itu dosa kecil bila dibiarkan secara terus menerus akan semakin berkumpul dan akumulasi dosa kecil seakan menjadi dosa besar.

Karena itu sekalipun dosa kecil hendaknya selalu dibersihkan agar hati tetap bening sehingga mudah menerima petunjuk Allah, dengan memperbanyak istighfar menyempurnakan wudhu . Adapun untuk yang dosa besar hanya bisa dilakukan dengan melakukan tobat, permohonan ampun kepada Allah.


“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. Attahrim: 8)

Dalam Tafsir Alquran terbitan Departemen Agama, bahwa orang yang percaya kepada Allah dan rasulnya diperintahkan untuk bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. Adapun ciri-ciri taubatan nasuha adalah 1) berhenti dari perbuatan maksiat yang telah dilakukan, 2) menyesali perbuatan buruk yang telah dilakukan atau perbuatan tercela yang telah dilakukan, 3) tidak akan mengulangi perbuatan maksiat yang telah dilakukan.

Bila dosa yang berkaitan dengan haqqul Adam, misalnya mencuri atau merampok maka hasil jurian, rampokan dan jarahan agar dikembalikan kepada pemiliknya. Kemudian bila menuduh orang berbuat zina dan tuduhan itu adalah tuduhan palsu, maka agar menyerahkan diri dan dilanjutkan dengan permohonan maaf kepada orang yang telah dituduh. Bila melakukan perbuatan menggunjing yang mengarah pada perbuatan fitnah maka agar meminta maaf kepada orang yang telah digunjingkan atau difitnah. Karena sesungguhnya pergunjingan adalah perbuatan tercela, bila nyata maka itu adalah termasuk ghibah dan apabila tidak nyata maka itu termasuk kategori fitnah.


“Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan,” (QS. Al Baqarah; 191)

“Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh”. (QS. Al Baqarah: 217)

Bila telah melakukan kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan haq Adam, maka agar diselesaikan terlebih dahulu, baru meminta maaf kepada Allah dan selanjutnya bertobat mudah-mudahan dengan bertobat itu akan bisa menghapuskan dosa-dosa yang sudah dilakukan. Nabi Muhammad sekalipun pribadi yang maksum, sudah dijaga oleh Allah dari perbuatan dosa, namun beliau selalu melakukan istighfar bertaubat kepada Allah dalam sehari tidak kurang dari 100 kali. Bagaimanakah dengan umatnya?

Rabu, 24 Juni 2020

Shaf Shalat Di Masjid Abu Dardiri Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Saat Pandemi Covid-19

Sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada bulan Februari 2020 tatanan beribadah di masjid, langgar, mushola berubah shafnya. Shalat berjamaah yang diutamakan untuk rapat kemudian menjadi renggang, Nasihat para alim ulama’ rapatkanlah barisan karena ketidak tidak rapat akan diisi oleh setan. Tetapi dalam kondisi pandemi Covid- 19 protokol kesehatan menyatakan untuk melakukan sosial distancing, sehingga shalat pun harus menjaga jarak demi untuk mewujudkan kemaslahatan bersama.
Masjid Abu Dardiri Kantor kementerian Agama Kabupaten Wonosobo

Masjid Abu Dardiri Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo yang berada di lingkungan perkantoran dan berada di tepi jalan raya, sehingga menjadi tempat yang strategis bagi para musafir untuk melaksanakan shalat di Masjid Abu. Bahkan kadang menjadi tempat persinggahan untuk melepaska penat. Bangunan masjid yang megah dan antik, ornamen klasik dan menarik dengan lantai kayu jati semakin menambah keindahannya.

Nampaknya masjid ini sejak awal di desain untuk tidak menggunakan tikar, namun karena kebutuhan zaman walaupun lantai terbuat dari kayu jati tetapi masih tetap memakai kemudian memakai tikar agar jemaah tidak dingin dan perutnya kembung. Dalam kondisi pandemi Covid-19 takmir juga mengikuti himbauan pemerintah untuk melakukan protokol kesehatan yaitu menggulung tikar yang sudah ada, bahkan di sela-sela barisan atau shaf para jemaah di beri tanda silang sebagai tanda bahwa jemaah untuk selalu menjaga jarak.
Shaf shalat berjamaah

Masjid Abu Dardiri menyediakan beraneka macam kebutuhan para jamaah seperti air minum, makanan pada hari Jum’at setelah sahalat Jum’at, hidangan berbuka puasa pada bulan puasa. Kemudian pada kondisi ini pandemic Covid-19 pengurus berinovasi untuk menyediakan hand sanitizer, sabun cuci, cek suhu tubuh dengan thermogun, masker bagi para jemaah yang tidak membawa. Hal ini diilakukan sebagai upaya takmir masjid untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada para jemaah untuk melakukan salat di masjid tersebut. Karena takmir selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para Jemaah.

Masjid yang berada di lingkungan pemerintah tentu saja menjadi tolok ukur bagi masjid-masjid yang lain. Dalam kondisi pandemi covid-19 pernah tidak menyelenggarakan shalat Jum’at dan shalat berjama’ah, shalat tarowih berjeamaah, tadsrus Alquran bersama-sama. Hal ini sebagai upaya dari takmir untuk merealisasikan himbauan dari pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga ibadah yang sudah menjadi rutinitas untuk tidak dilaksanakan. Setelah pemerintah menetapkan new normal maka masjid ini pun kemudian dibuka kembali, untuk melaksanakan shalat berjamaah dan shalat Jum’at tentu saja dengan mengikuti protokol pemerintah senantiasa untuk mewujudkan sosial distancing, Jemaah memakai masker, cuci tangan dan dicek suhu tubuhnya dengan thermogun.
Jamaah shalat Jum'at dicek suhu tubuhnya

Selasa, 23 Juni 2020

Wujudkan Kebersihan Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP), Model Pak Keling

Pada suatu pagi Ahad 21 Juni 2010 nampak ada seorang laki-laki yang sedang membersihkan masjid Yayasan Amal Bakti muslim Pancasila (YAMP) Nurul Falah Mendolo Wonosobo. Laki-laki itu bernama Pak Keling yang mengabdikan diri untuk merawat kebersihan masjid sejak tahun 2012. Dia membersihkan masjid meliputi menyapu, mengepel, membersihkan dinding, kaca dan semua yang berkaitan dengan masjid, termasuk kebersihan toilet, kamar mandi dan tempat wudhu. Pada pagi itu dia bekerja dengan tekun dan semangat, tak ada tanda-tanda merasa berat, semua dilaksanakan mengalir sesuai kebutuhan.
Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila Mendolo Wonosobo

Masjid yang berada di tepi jalan raya dan berada di antara perkantoran, sekolah, rumah sakit, dengan tempat parkir yang luas sehingga menjadi tempat persinggahan yang strategis bagi para musafir. Dengan kondisi ini maka membutuhkan kebersihan dan perawatan secara terus-menerus, bila masjidnya bersih maka akan mendatangkan rasa nyaman untuk beribadah. Pak Keling yang berangkat bekerja setelah shalat subuh dan pulang pada sore atau malam. Karena disamping merawat masjid dia juga merawat gedung haji dan menyapu jalan raya sebagai petugas kebersihan, pekerjaan ini dilakukan secara bergantian. Tetapi waktu yang lebih banyak untuk mengurusi kebersihan masjid.
Pak Keling yang mempunyai tips sendiri ketika mengingatkan pada jamaah untuk selalu menjaga kebersihan, berikut penuturan beliau yang disampaikan dengan bahasa Jawa:

“Menawi wonten tiyang bucal sampah kula tututi lajeng kula pundhut, biasane tiyang punika pirsa. Mila kula mikir, piyambake ugi mikir menawi piyambakipun lepat, amargi sampun bucal sampah sawiyah-wiyah. Sahingga ing sanes wekdal piyambakipun badhe bucal sampah wonten panggenan ingkang sampun dipun cawisaken”.

Bila ada orang yang membuang sampah terus saya ikuti dan saya ambil sampahnya, biasanya orang tersebut melihat saya memungut sampahnya. Saya berfikir kalau dia juga berpikir telah berbuat salah karena telah membuang sampah sembarangan, sehingga di lain waktu dia akan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.
Pak Keling sedang membersihkan kaca masjid

Inilah teguran Pak Keling yang mempunyai kiat tersendiri untuk menegur orang yang tekah membuang sampah secara sembarangan. Dan mengingatkan agar dibuang pada tempat yang telah disediakan. Sampah yang berantakan akan membuat suasana menjadi tidak nyaman, terlihat kumuh, bisa menjadi sarang nyamuk dan lalat sehingga bisa mendatangkan berbagai macam penyakit. Karena itu permasalahan sampah sebenarnya menjadi permasalahan bersama maka cara mengatasinya juga hendaknya secara bersama-sama. Jadi bila di suatu tempat umum terlihat bersih, berarti ada orang yang telah membiasakan untuk hidup bersih, bila ada orang yang bertugas untuk membersihkan tempat tersebut bukan berarti bahwa kita bisa membuang sampah secara sembarangan,tetapi tetaplah buang sampah pada tempatnya.

Banyak terjadi musibah dan bencana, tanah longsor, banjir disebabkan karena saluran tersumbat oleh sampah, hal ini karena dilakukan oleh manusia yang suka membuang sampah secara sembarangan. Dampaknya akan menjadi lebih luas, tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga merugikan orang lain, karena itu mulai sekarang hendaknya untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
Ruang untuk shalat

Pak Keling adalah salah satu contoh, dia orang biasa, dia menyadari kalau ada orang membuang sampah menegur dengan kata-kata kadangkala akan menimbulkan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi orang yang mendengarnya. Mungkin orang yang ditegur akan mengatakan, dia siapa, berani menegur saya. Karena yang menegur adalah orang yang biasa-biasa saja, karena itu, orang yang biasa-biasa saja cara menegurnya adalah dengan perbuatan. Karena itu malulah pada dirinya sendiri, ketika ada orang yang biasa memungut sampah yang telah dibuangnya. Karena sesungguhnya kemuliaan seseorang bukan dilihat dari segi fisiknya (gagah atau cantiknya), penampilannya, kekayaannya tetapi dilihat dari hati dan amal perbuatannya.

Semoga contoh yang telah diberikan oleh Pak Keling ini bisa menjadikan inspirasi bagi kita sekalian untuk senantiasa mewujudkan kebersihan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal yang sedikit/ kecil dan dimulai dari sekarang (tidak usah menunggu waktu yang akan datang).

Sabtu, 20 Juni 2020

Pasangan Suami Istri Calon Penghuni Surga

Pernikahan adalah Sunnatullah, barang siapa yang melaksanakan Sunatullah maka dia mendapatkan tiket untuk menjadi calon penghuni surga, tetapi tidak semua pasangan atau suami istri menjadi penghuni surga. Dari sejarah kisah para rasul, seperti keluarga nabi Ayub, keluarga nabi Nuh adalah contoh keluarga rasul tetapi tidak dijamin masuk ke dalam surga. Mengapa demikian, karena di dalam keluarga kadang laki-laki yang taat kepada Allah, istrinya sebaliknya, ingkar kepada Allah. Ada yang istrinya taat beribadah, suaminya ingkar kepada Allah, ada yang yang suami istri taat kepada Allah, anak-anaknya ingkar kepada Allah. Ini adalah kenyataan yang sering dijumpai, bukan hanya pada manusia zaman sekarang, tetapi ternyata sudah dicontohkan oleh Allah, rasul sebelum nabi Muhammad.

Paman nabi yaitu Abu Thalib menjadi pelindung tetapi beliau tidak taat terhadap perintah Allah, maka dia tidak dijamin masuk ke dalam surga. Karena itu harapan kita sekalian, dengan adanya pembinaan keluarga sakinah diharapkan menjadi keluarga yang damai, keluarga yang saling mencintai, menyayangi, membina, mengasihi, memberi dan menerima. Termasuk saling berwasiat dalam keimanan dalam ketakwaan, maka diharapkan keluarga yang sakinah adalah keluarga yang bisa mencapai kebahagiaan hidup di dunia sampai besok di yaumil qiyamah.

Untuk membentuk keluarga yang sakinah, bukan hal yang mudah, karena untuk menciptakan keluarga yang sakinah, tentu saja dimulai dari pemilihan pasangan hidup yang mempunyai kesamaan pemahaman dalam hal penataan rumah tangga dan juga dalam hal keagamaan. Taat kepada Allah, sehingga di dalam memilih pasangan hidup banyak sekali yang tidak mendapat atau kurang mendapatkan kecocokan, karena hal ini melalui proses yang panjang sehingga pilih- memilih antara seorang dengan yang lainnya untuk menjadi pasangan hidupnya. Ditimbang, dipilih kemudian bermunajat kepada Allah dengan shalat istikharah, senantiasa mohon petunjuk untuk memperoleh pasangan hidup yang cocok bisa membawa dirinya bahagia hidup didunia dan diakhirat.

Karena itu banyak standar orang dalam menentukan pilihan mengacu pada hadits Rasulullah Muhammad SAW, bahwa orang menikah itu karena empat hal karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, karena agama, tetapi yang diutamakan adalah karena agama. Karena dengan agama yang kuat agama akan bisa menuntun keluarga ke jalan yang diridhai Allah, orang yang memilih karena kecantikan maka suatu saat akan hilang, orang yang memilih karena hartanya suatu saat akan hilang, orang yang memilih karena keturunannya tidak menjamin bahwa dia akan menjadi orang yang terhormat sebagaimana keluarganya. Tetapi orang yang memilih karena agamanya insya- Allah akan menjadi orang yang dimuliakan oleh Allah. sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu”. (QS. Al Hujurat: 13)

Penentuan pilihan dari penampilan dari wajah sangat mendominasi di dalam kehidupan rumah tangga, maka dalam perjalanan sejarah kadang kita menyaksikan acara walimatul nikah. Dari satu resepsi ke resepsi yang lain selalu kita temukan pasangannya nampak serasi seimbang. Jika laki-lakinya gagah juga wanitanya cantik, bila laki-lakinya biasa-biasa saja, wanitanya juga biasa-biasa saja, ini nampak sudah berjodoh.

Namun dalam suatu saat ada ada seorang wanita yang punya paras yang cantik, sehingga dengan kecantikannya ini banyak laki-laki yang tergiur untuk bisa mempersuntingnya. Tetapi yang terjadi bahwa wanita ini ternyata sudah bersuami seorang laki-laki yang bertubuh kecil, pendek dan tidak tampan, bisa dikatakan bermuka buruk. Melihat hal ini tentu kita akan menjadi heran dan menyatakan bahwa wanita itu tidak cocok menikah dengan laki-laki itu.

Suatu saat laki-laki itu masuk ke dalam rumah dan menemui istrinya, waktu itu istrinya sedang merias diri. Dia memandangnya dan semakin lama ia memandang semakin takjub terhadap kecantikan dan keelokan dari istrinya dan akhirnya dia tidak tahan lagi menatap istrinya. Lalu istrinya bertanya, wahai suamiku apa yang terjadi dengan dirimu? Suaminya mengatakan, Alhamdulillah, sungguh kamu benar-benar cantik sekali, istrinya lalu menjawab, bergembiralah bahwa saya dan kamu sama-sama akan masuk ke dalam surga. Suaminya bertanya pada istrinya, dari mana kamu tahu hal itu? Istrinya menjawab, kamu telah diberi orang seperti diriku lalu kamu mensyukurinya dan saya telah diberi cobaan orang seperti kamu dan saya sabar menerimanya. Bukankah orang yang bersyukur dan orang yang mau bersabar itu sama-sama akan masuk ke dalam surga?

Karena itu apapun yang terjadi dengan pasangannya terimalah dengan ikhlas, dan selalu berjuang untuk meraih keutamaan. Rasul pernah bersabda bahwa Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda, tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kalian”. (HR. Muslim).