Puasa Membentuk Pribadi Yang Sehat


Siapakah yang tidak ingin memiliki pribadi yang sehat jasmani dan rohani, tentu kita semua menginginkannya, salah satu cara untuk memperolehnya adalah dengan melaksanakan ibadah puasa, dalam hal ini Rasulullah bersabda “shumuu tasihhuu”, berpuasalah kamu sekalian maka akan sehat. Perlu kita ketahui bersama bahwa sumbernya penyakit adalah dari perut, karena itu terlalu banyak makan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya akan menyebabkan kelebihan berat badan, sehingga tubuh akan menjadi semakin gemuk, karena gemuk maka biasanya susah untuk beraktifitas dan bergerak. Dengan kondisi demikian maka penyakit akan mudah menghinggapinya, baik itu asam urat, jantung, diabetes dan penyakit-penyakit berat lainnya.

Makan dan minum yang berlebihan dari segi kuantitasnya, adalah makan minum yang melebihi ukuran, sehingga perut semakin buncit, tidak ada ruang bagi oksigen, sehingga setelah makan inginnya tidur dan bersantai-santai. Sedangkan makan dan minum yang berlebihan dari segi kualitasnya adalah mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung kolesterol tinggi, kalori tinggi, lemah jenuh yang tinggi. Inipun didalam tubuh akan terjadi ketidakseimbangan. Kelebihan kolesterol LDL akan menyebabkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, karena akan terjadi penyumbatan pembuluh darah, kekurangan gerak akan menyebabkan kadar gula naik. Demikian pula gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok.

Banyak perokok yang mengatakan lebih baik tidak makan seharian daripada tidak merokok, tetapi nyatanya pada bulan puasa bisa tahan selama sehari tidak merokok. Adalagi yang bilang bila tidak merokok kasihan petani tembakau, pabrik rokok, dan para pegawainya yang kehilangan pekerjaan. Hal ini perlu disadari bahwa Allah menciptakan kita sekalian, Allah telah memberikan semua yang dibutuhkan manusia dan Allah akan mencukupi segala keperluan kita. Demikian pula bila sakit kemudian dirawat di rumah sakit, siapakah yang akan membantu pengobatan, patani tembakaukah atau pabrik rokok atau diri sendiri. Sakit sambil memikirkan dari mana biaya untuk membayar pengobatan, optimalkan berfikir ketika sakit, atau justru dengan banyak berfikir ketika sakit akan menambah sakit yang diderita. Ketika sakit semakin parah karena terjadi komplikasi, diri sendiri dan keluargalah yang paling dekat, penghibur ketika susah, teman ketika terasingkan, doa dan harapan, pemberi subsisi yang tidak pernah henti.

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah dilakukan dengan penuh kesadaran itu akan mendatangkan penyakit dan dapat diatasi dengan melaksanakan ibadah puasa. Badan yang gemuk, dengan puasa maka suhu tubuh akan meningkat menjadi panas sehingga lemak yang mengendap didalam tubuh akan mencair sehingga akan membentuk tubuh yang ideal. Demikian pula kebiasaan merokok, dengan dalil apapun pemerintah telah mengeluarkan peringatan: merokok dapat mengganggu kesehatan, dapat menyebabkan serangan jantung, kangker dan impotensi”.

Ketika puasa bisa tidak merokok dalam sehari, dari itu marilah dirasakan apakah manfaatnya merokok, apa untungnya merokok dan apa ruginya untuk tidak merokok. Pada bulan yang penuh keberkahan dan ampunan Allah, hendaknya segala bentuk emosi, egoisme dan kehendak hawa nafsu, bersihkan hati dari sifat-sifaty tersebut, keluarkan bisikan dari lubuk hati yang terdalam. Hati kecil tidak bisa berbohong dan tidak bisa dibohongi. Apakah kata hati kecil itu, memerintahkan ataukah melarang, ataukah merasa masa bodoh. Niscaya hati kecil dari semua orang mempunyai persamaan, tidak perlu berfikir karena itu adalah salah satu wujud dari pancaran Nur Ilahi. Sehingga hasil yang dikeluarkan adalah bersifat universal yang berorientasi pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, social ekonomi. Hari ini adalah kesempatan yang paling baik untuk memunculkan kata hati jauhkan dari segala macam sifat dusta, karena dusta dapat merusak nilai ibadah puasa.

Hati adalah wujud dari segala macam keadaan pada diri manusia, bila hatinya baik maka baiklah seluruh tubuh.

الا وان فى الجسد مضغة اذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدت فسدالجسد كله الا وهى القلب             رواه البخارى

" Ketahuilah bahwa didalam tubuh terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh dan apabila segumpal daging itu rusak, maka rusak pula seluruh tubuh, itulah yang dinamakan hati". (HR. Buchari)

Bagaimanakah seorang akan merasa iri terhadap orang lain yang diberikan rizki berlimpah, pangkat dan jabatan yang diinginkan. Sedangkan Allah telah menyediakan segala yang diperlukan oleh manusia, namun kebanyakan manusia mengingkarinya. Kini di bulan Ramadhan segala penyakit hati yang disebabkan oleh rasa iri, dengki, baru menyadari bahwa ketika berpuasa orang yang kaya juga merasakan lapar dan dahaga sama halnya orang-orang miskin. Allah telah memberikan waktu yang sama namun kenapa hasil dari penggunaan waktu itu berbeda.

Demikian pula para aghniya’ yang setiap hari selalu bergelimpang dengan harta kekayaan, kemewahan, dalam hari-harinya tidak pernah merasakan kekurangan. Karena segala keperluannya telah terpenuhi. Pernahkan mereka merasakan penderiaan para fuqara’ dan masakin, anak-anak yatim dan orang-orang terlantar, lapar dan dahaga senantiasa menjadi hidangannya. Dengan pelaksaan ibadah puasa sifat rakus, tamak, serakah dan sifat individualistic dapat dihilangkan mengapa demikian. Karena ketika puasa, segala macam makanan dan minuman yangs serba enak tidak akan pernah disentuh, pantang baginya pada siang hari makan dan minum, karena kesadaran diri sedang melaksanakan puasa, dan bila sedang berpuasa makan dan minum dengan sengaja maka batal puasanya. Sehingga merekapun juga merasa lapar dan dahaga sebagaimana keadaan yang dirasakan para fuqara’ dan masakin dalam setiap harinya.

Akan diamkah terhadap penderitaan orang lain ketika sedang diuji dengan harta, pangkat dan jabatan, bila memang diam maka penyakit hati masih menghinggapinya. Namun ketika puasa akan terjadi keharmonisan hubungan social, bangkitnya empati social. Sebagai wujudnya adalah keinginan untuk mengeluarkan zakatnya 2,5%, dan bila 2,5% merasa masih kurang bisa ditambah dengan gerakan infaq dan shadaqah. Harta ini secara materi berkurang namun secara hakiki akan bertambah kerena akan menjadi dana deposito disisi Allah SWT.

Keyakinan bahwa setiap kebaikan harus dilaksanakan dan kejelekan harus ditinggalkan dilaksanakan dengan tulus ikhlas maka akan mewujudkan jamani dan rohani yang sehat, puasa menuntunnya untuk mewujudkan menjadi akhsani taqwim. Puasa merupakan ibadah sirri, karena ketika melaksanakan puasa sesungguhnya tidak ada yang mengetahui kecuali hanya dirinya sendiri. Bagaimanakah dirumah ikut makan sahur namun diluar rumah makan dengan lahab. Dan sampai dirumah ketika datang waktu berbuka puasa ikut-ikutan sibuk seperti halnya orang yang berpuasa. Karena itu puasa juga melatih kejujuran. Jujur adalah perbuatan yang terpuji dengan jujur maka kebaikan, kemaslahatan akan diraihnya.

Disamping puasa lahir juga dituntut puasa batin, menahan segala bentuk perbuatan yang akan mengurangi kualitas ibadah puasa. Karena itu bila kebanyakan orang dapat menahan diri untuk tidak makan, minum dan hubungan suami istri setelah waktu imsak sampai terbenam matahari. Namun hanya beberapa orang yang dapat menahan pandangan, pendengaran, pemikiran yang negatif. Karena perlu diketahui bahwa segala obyek yang telah ditangkap oleh alat indra akan menjadi buah pikiran. Maka dari pemikiran ini akan didominasi dengan kemauan hawa nafsu. Kekuatan hawa nafsu ini akan berdampak pada kualitas kesehatan manusia. Bisa jadi jasmaninya sehat namun rohaninya kurang sehat. Maka dengan puasa akan membimbing setiap muslim untuk membiasakan hidup sehat baik secara lahir maupun batin.

Karena itu rasul memberikan peringatan bahwa banyak orang yang berpuasa namun yang diperoleh hanya lapar dan dahaga saja. Hal ini karena puasa lahir tidak diikuti dengan puasa batin. Karena itu ketika melaksanakan ibadah puasa prinsip-prinsip keyakinan harus selalu dipegang teguh. Dimanapun dan kapanpun manusia berada selalu dalam pengawasan Allah, akan dicatat seluruh amal perbuatannya, walaupun amal itu hanya seberat biji sawi. Dan seluruh amal itu pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawabannya disisi Allah. Amal baik dan ikhlas akan dibalas dengan surga, amal baik tetapi tidak ikhlas akan sia-sia, amal buruk tetapi ikhlas akan diazab.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar