Tadzkirah di Tahun Baru 2017-Khutbah Jum'at Terbaru



Setiap pergantian tahun, banyak orang yang bersuka cita, bergembira dengan berbagai macam cara. Pada tahun baru 2017 sebagimana pada tahun-tahun sebelumnya disambut dan dimeriahkan dengan berbagai macam cara. Ada yang berpesta, menonton pertunjukankatkan, menyalahan kembang api, meinium terompet, travelling dan lainnya.

Pernahkan terbersit dalam sanubari, bahwa setiap pergantian tahun berarti usia manusia menjadi berkurang dan semakin mendekati pada ajal atau kematian. Keyakinan yang dalam semua agama bahwa setelah kematiaan akan ada kebangkitan kembali. Di waktu kebangkitan setiap manusia akan menikmati setiap amal yang pernah dilakukan. Alam akhirat adalah abadi, sudahkah menyiapkan diri untuk memcari bekal menghadapi hari akhir?


اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بنِعْمَةَ اْلِإيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ وَاْلِاسْتِقْلَالِ أَوِاْلحُرِّيَّةِ، وَأَفْهَمَنَا مِنْ عُلُوْمِ الدِّيْنِ وَاْلعَقِيْدَةِ، وَبَيَّنَ لَنَا وَأَرْشَدَنَا اْلأَخْلَاقَ الْكَرِيْمَةَ وَاْلأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ,أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ أَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَافِعُ اْلأُمَّةِ وَخَيْرُ اْلبَرِيَّةِ, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ وَيَجْتَنِبُوْنَ اْلَمنْهِيَّاتِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah
Marilah kita berupaya meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah yaitu dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dalam Kondisi apapun dan dimanapun kita senanatiasa berupaya untuk menegakkan perintah Allah, tak lupa senantiasa berhati-hati agar segala tindakan bisa selaras dengan perintah Allah, jangan memandang banyak orang yang melaksanakan adalah suatu kebaikan, kemudian tergiur dan mengikuti mereka. Karena Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ عَمِلَ عمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُو ردٌّ

"Barangsiapa yang mengamalkan sesuatu amalan yang atasnya itu tidak ada perintah kami - maksudnya perintah agama, maka amalan itu wajib ditolak." (HR. Muslim)

Baru saja kita menyaksikan pergantian tahun baru masehi sungguh berbeda dengan tahun baru Hijriyah, dimana pada tahun baru masehi orang-orang lebih cenderung pada perilaku hura-hura, bersuka-cita, terbukti bahwa pada malam tersebut sering diselenggarakan pentas hiburan, membunyikan terompet dan petasan, kembang api, tempat hiburan, wisata, hotel dan home stay selalu penuh. Karena kebanyakan orang ingin menghabiskan dalam kondisi yang demikian sekalipun mereka muslim. Lain sekali dengan tahun baru Muharram, kaum muslimin lebih terfokus pada tempat ibadah, yang diawali dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun, kemudian pada malam hari diselenggarakan renungan, pengajian dan pemberian santuan.
Karena itu Allah SWT mengingatkan:



“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. (QS. Ali Imran: 190)

Sesungguhnya dengan perputarannya malam dan siang sehingga menjadikan hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya. Dalam kehidupan manusia tidak akan bisa lepas dari waktu, karena dengan waktu itu manusia akan menjadi manusia yang beruntung atau merugi, bahagia atau sengsara karena itu sekalipun Allah telah memberikan waktu yang sama kepada semua hambanya, namun dengana waktu itu manusia tidak sama, saling berbeda tergantung dari tingkat produktifitas dan kinerjanya.
Karena itu Allah telah bersumpah dengan waktu sebagaimana firmannya:



“ Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al Ashrs: 1-3).

Sesungguhnya Allah memberikan waktu kepada manusia ada tiga:

  1. Waktu yang telah berlalu, adalah waktu yang sudah tidak akan bisa kembali. Karena itu orang yang sudah tua tidak akan bisa menjadi muda lagi, orang yang sudah berusia 40 tahun tidak akan bisa kembali menjadi 20 tahun. Setiap orang mempunyai masa lalu. Orang yang bijak akan mengambil hikmah dari semua peristiwa yang terjadi pada masa lalu, yang baik dilanjutkan atau ditingkatkan dan yang tidak baik ditinggalkan untuk beralih pada kebaikan.
  2. Masa sekarang, adalah masa yang sedang dijalankan, seandainya masa sekarang kondisinya lebih baik maka termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Baik buruknya manusia dihadapan Allah adalah masa sekarang, karena itu Allah menentukan orang yang mati dalam kondisi khusnul khatimah adalah yang di akhir hayat sedang mengingat Allah. Rasulullah pernah bersabda “man kana akhiru kalamihi la ilaha illallah dakholal jannah”. Barang siapa yang di akhir hayat mengucapkan la ilaha illahha maka masuk surga. Akhir hayat lidah kaku, mulut dikunci, mata dibutakan, telinga ditutup. Maka kalau tidak membiasakan diri dalam setiap saat beribadah dan beramal shalih akan sulit mengucapkan kalaimat thayyibah.
  3. Masa yang akan datang, adalah masa yang penuh dengan harapan dan cita-cita. Para pelajar dan mahasiswa rajin menuntut ilmu dengan harapan di hari esok akan meraih kesejahteraan dan kebahagiaan. Setiap orang bekerja untuk keperluan hari esok. Hal ini selaras dengan firman Allah:



Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr: 18)

Setiap orang menginginkan hari esok dalam kehidupan dunia menjadi lebih baik, demikian pula kehidupan di alam akhirat kelak. Karena itu kebahagian hidup di dua alam itu akan dapat diraih manakala kita mempunyai bekal, adapun bekal yang harus di bawa adalah:


  1. Attuqa: taqwa, landasan mental spiritual setiap muslim, bahwa dalam setiap saat dirinya selalu dalam pengawasan Allah. Setiap amal perbuatan akan dikembalikan kepada dirinya. Karena itu setiap muslim selalu menyadari bahwa dalam kondisi apapun dan dimanapun senantiasa ingat kepada Allah. Dirinya merasa dalam pengawasan Allah, Allah mengetahui apa yang nyata dan yang ghaib, yang lahir dan yang ada di dalam hati.
  2. Al ilm: ilmu, Rasulullah maengatakan bahwa al ilm annur, ilmu adalah cahaya, ilmu yang akan menerangi. Dengan ilmu sesuatu akan menjadi mudah, dengan ilmu sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karena itu Rasulullah memerintahkan pada umatnya untuk mencari dan mengkaji ilmu. Semakin banyak ilmu yang diperoleh maka akan merasa semakin bodoh. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan merasakan semakin banyak ilmu uyang belum didapat, bahakan akan timbul kesadaraan bahwa ilmunya Allah maha luas, seluas langit dan bumi.
  3. Adabin/ akhlaq, berkorelasi dengan al ilmu, karena semakin banyak mengenyam ilmu, bagi orang-orang yang bertaqwa akan menunjukkan perilaku yang terpuji, akan lebih bijaksana, mudah untuk menghargai pendapat orang, karena dirinya menyadari bahwa penghargaan terhadap orang lain akan menjadikan dirinya lebih berharga. Sebagaimana fakta dan falsafah buah padi, ketika sudah berisi akan menunduk.
  4. Zuhdun/ zuhud. Dengan kelimuan yang telah diraih, seakan semua bisa diraihnya, namun bagi muslim yang mempunyai landasan taqwa tidak akan mudah tergiur dengan kemegahan dan kemewahan dunia. Karena sesungguhnya dunia bersifat fana.


“ dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS Al An’am: 32)


“ Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak”. (QS. Al Hadid:20)

Akhirnya dengan memasuki tahun baru ini, semangat, kinerja dan amal ibadah menjadi lebih baik dan meningkat. Agar kita menjadi golongan orang-oarang yang beruntung, amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Selengkapnya...

Fadhilah Ibadah Menambah Pahala



Beribadah kepada Allah hendaknya melihat kepada para ulama’ dan para ‘abid. Jadilah pribadi yang selalu haus dengan amal shalih, selalu loba pada ahli ibadah. Dan jadilah pribadi yang selalu kukuh untuk meneladani pribadi Rasulullah. Berupayalah untuk meraih keutamaan ibadah, jauhkan sifat hanya sekedar mendengar, berbicara tanpa amal. Wujudkan setiap tarikan nafas dan detak jantung sebagai ibadah.


اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بنِعْمَةَ اْلِإيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ وَاْلِاسْتِقْلَالِ أَوِاْلحُرِّيَّةِ، وَأَفْهَمَنَا مِنْ عُلُوْمِ الدِّيْنِ وَاْلعَقِيْدَةِ، وَبَيَّنَ لَنَا وَأَرْشَدَنَا اْلأَخْلَاقَ الْكَرِيْمَةَ وَاْلأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ,أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ أَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَافِعُ اْلأُمَّةِ وَخَيْرُ اْلبَرِيَّةِ, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ وَيَجْتَنِبُوْنَ اْلَمنْهِيَّاتِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah
Marilah kita berupaya meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah yaitu dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bentuk ketaatan orang-orang yang beriman sesungguhnya merupakan ungkapan rasa syukur atas segala kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah. Pernahkah kita membayangkan sungguh besar dan banyaknya karunia Allah. Pernahkah kita memikirkan dan menyadari bahwa kita diberikan panjang umur, kesehatan dan kesempatan adalah merupakan kenikmatan? Ataukah segala pemberian Allah dipandang sebagai suatu yang dibiarkan berlalu tanpa makna?

Karena itu dalam kesempatan khutbah ini sejenak marilah kita renungkan firman Allah:


….dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim: 34)

Allah sebagai Al Khaliq, telah menciptakan makhluk termasuk manusia dengan diberikan segala kebutuhan yang diperlukan. Bahkan ketika kita disuruh untuk menghitung nikmat Allah niscaya kita tidak akan dapat menghitungnya. Karena itu dengan banyaknya nikmat Allah kita berupaya untuk menjadi orang-orang yang pandai bersyukur, karena sesungguhnya dengan bersyukur niscaya Allah akan menambahkan nikmatnya kepada kita. Kenikmatan yang akan diberikan Allah baik di alam dunia maupun di akherat kelak.

Sebagai contoh ibadah shalat, yang menjadi salah satu kewajiban utama bagi umat Islam. Bagaimanakah Allah memerintahkan, dan Rasulullah menegaskan bahwa shalat menjadi tiang agama, bahkan shalat menjadi barometer setiap amal perbuatan orang-orang yang beriman. Shalat yang berkualitas akan dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Di akherat kelak akan menjadi ibadah yang pertama kali akan ditanyakan. Bila shalatnya baik maka ibadah yang lain akan menjadi baik.

Ketika Allah memerintahkan untuk menegakkan shalat, Allah akan melipatgandakan pahala shalat dengan beberapa macam cara:
1. Bila dilaksanakan dengan berjamaah maka Allah akan melipatgandakan menjadi 27 derajat:

"صَلاةُ الجَمَاعَةِ أَفضَلُ مِنْ صَلاةِ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ درَجَةً " متفقٌ عليه
"Shalat jamaah adalah lebih utama dari shalat fadz yakni sendirian dengan kelebihan dua puluh tujuh derajat." (HR. Buchari Muslim).

2. Bila setiap saat berjamaah di masjid (pagi dan petang) maka Allah akan memberikan hidangan layaknya ahli jannah.
" مَنْ غَدا إِلى المسْجِدِ أَوْ رَاحَ ، أَعَدَّ اللَّه لهُ في الجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ " متفق عليه .
"Barangsiapa pergi ke masjid pada waktu pagi atau sore hari, maka Allah menyediakan makanan yang lezat di surga, setiap ia pergi pada waktu pagi atau sore hari." (HR. Buchari Muslim)

3. Bila rajin shalat jama’ah di masjid maka dosanya akan berkurang dan akan dinaikkan derajadnya oleh Allah.
" مَنْ تَطَهَّرَ في بَيْتِهِ ، ثُمَّ مَضى إِلى بيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ ، لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرائِضِ اللَّهِ كانَتْ خُطُواتُهُ إِحْدَاها تَحُطُّ خَطِيئَةً ، والأُخْرى تَرْفَعُ دَرَجَةً " رواه مسلم .
" Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian ia pergi ke salah satu dari beberapa rumah Allah yakni masjid untuk menyelesaikan salah satu shalat wajib dari beberapa shalat yang diwajibkan oleh Allah, maka langkah-langkahnya itu yang selangkah dapat menghapuskan satu kesalahan sedang langkah yang lainnya dapat menaikkan satu derajat." (HR. Muslim) 

4. Menegakkan shalat-shalat tertentu di masjid maka akan diberikan keutamaan tertentu pula.
يَتَعَاقَبُونَ فِيكم مَلائِكَةٌ بِاللَّيْلِ، وملائِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيجْتَمِعُونَ في صَلاةِ الصُّبْحِ وصلاةِ العصْرِ، ثُمَّ يعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكم، فيسْأَلُهُمُ اللَّه وهُو أَعْلمُ بهِمْ: كَيفَ تَرَكتمْ عِبادِي؟ فَيقُولُونَ : تَركنَاهُمْ وهُمْ يُصَلُّونَ، وأَتيناهُمْ وهُمْ يُصلُّون " . متفقٌ عليه .

"Berganti-gantilah untuk menyertai engkau semua beberapa malaikat di waktu malam dan beberapa malaikat di waktu siang. Mereka berkumpul dalam shalat Subuh dan shalat Asar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam denganmu semua itu, lalu Allah bertanya kepada mereka, padahal sebenarnya Allah adalah lebih Maha Mengetahui tentang hal ihwal hamba-hamba-Nya, Allah bertanya: "Bagaimanakah engkau semua meninggalkan hamba-hamba-Ku?" lalu para malaikat itu menjawab: "Kita meninggalkan mereka dan mereka sedang melakukan shalat dan sewaktu kita mendatangi mereka itu, juga di waktu mereka melakukan shalat." (HR. Buchari Muslim) 

"مَنْ صَلَّى العِشَاءَ في جَمَاعَةٍ ، فَكَأَنَّما قامَ نِصْف اللَّيْل وَمَنْ صَلَّى الصبْح في جَمَاعَةٍ ، فَكَأَنَّما صَلَّى اللَّيْل كُلَّهُ " رواه مسلم .

"Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya' dengan jamaah, maka seolah-olah ia mendirikan shalat separuh malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat Subuh dengan jamaah, maka seolah-olah ia mendirikan shalat semalam suntuk." (HR. Muslim)

Begitu besarnya karunia Allah yang kelak akan kepada orang-orang yang beriman. Maka Rasullah mengandai-andai.

" وَلَوْ يعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ والصُّبْحِ لأَتَوْهُما وَلَو حبْوًا " متفقٌ عليه . وقد سبق بطوِلهِ .
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besar pahalanya mengerjakan shalat Isya' dan Subuh dengan berjamaah, niscayalah mereka akan mendatangi kedua shalat itu, sekalipun dengan berjalan merangkak." (HR. Buchari Muslim)

Begitulah cara Allah melipatgandakan pahala kepada orang-orang yang beriman, walaupun umat nabi Muhammad usianya pendek-pendek berkisar maksimal antara 60-70 tahun sangat jauh berbeda dengan umat yang lain yang lebih lama. Namun sekalipun pendek bila dapat memaksimalkan perintah Allah beserta usaha untuk meraih keutamaan ibadah niscaya bobot pahalanya akan menjadi lebih banyak. Sekalipun usia pendek mudah-mudahan selalu istiqomah dalam menjalankan ketaatan sehingga akan meraih keutamaan yang lebih banyak, amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Selengkapnya...

Aktualisasi Iman, Terkadang Dengan Ujian dan Cobaan



Iman bukan suatu yang bersifat statis, yang tersembunyi didalam hati, atau cukup diungkap dan diucapkan dengan lisan saja. Iman memerlukan pembuktian dan akutualisasi dengan amal perbuatan, bahkan keimanan juga mengalami beraneka macam ujian dan cobaan.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al Ankabuut: 2-3)

Sebagai sebuah keyakinan agama, keimanan diantara bercirikan sebagai berikut:

  1. Memiliki kedalaman atau intensitas yang membedakannya dari bentuk-bentuk keyakinan manusia yang lain. Iman merupakan kepercayaan manusia paling kuat, paling mengesan dan paling mendalam yang dimilki manausia. Misalnya keyakinan terhadap Allah mengalahkan dari segala bentuk keyakinan.
  2. Iman melibatkan pribadi manusia seutuhnya dan keseluruhan aspek kehidupannya. Perasaan, kehendak, pikiran dan perbuatan-perbuatan manusia sama-sama terlibat.
  3. Iman bersifat imperative karena merupakan sumber motivasi perbuatan manusia yang sangat kuat, seorang yang beriman akan selalu merasa bersalah, jika ia tidak berbuat sesuai dengan tuntutan imannya.
  4. Iman bersifat energik, bersemangat, eksploratif dan menggetarkan jiwa, karena iman bukan merupkan suatu yang hampa dan tanpa daya.
  5. Iman bersifat komunikatif, mendorong pemiliknya untuk berbagi kata dan rasa dengan pihak lain untuk memberikan gambaran tentang hal-hal yang dirasakannya.
  6. Iman bersifat propagandastik, mengajak pihak lain untuk sama-sama ambil bagian dalam proses dan kegiatan aktualisasi iman dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Iman bersifat transformatif, memotivasi orang-orang yang beriman untuk melakukan perubahan, hal-hal yang tidak sejalan dan bertentangan dengan nilai-nilai keimanan menjadi seperti yang diinginkan. (Musa Asy’ari dkk, Prof. Dr, Dimensi Ajaran Islam menuju masyarakat anti korupsi, Dirjen Bimas Islam Depag RI dan Departemen Kominfo, Jakarta, 2007: 14)
Selengkapnya...

Fungsi dan Pengaruh Pakaian



Bila melihat suku primitive mereka tidak mengenakan pakaian, kemanapun dan dimanapun tidak mengenakan pakaian, sehingga tidak ada hal-hal yang dirahasiakan. Mulai dari rambut sampai kaki semuanya terbuka dan bebas dipertontonkan, tidak ada rasa malu karena pada masa itu dan menurut mereka tidak ada aurat. Pada umumnya masyarakat primitive belum memikirkan tentang pakaian, sehingga kadangkala mereka hanya menutup alat kelaminnya saja. Dalam perkembangannya mereka menggunakan kulit binatang sebagai pakaian.

Seandainya kita hidup di lingkungan dan waktu tersebut, kitapun akan seperti mereka. Karena itu kita amat beruntung dan bersyukur karena hidup dalam lingkungan masyarakat berbudaya dan berperadaban. Bahwa segala peri kehidupan manusia sudah ada aturan dan tuntunannya, baik dan buruk, benar dan salah. Bagaimanakah agama khususnya Islam memberikan aturan berpakaian yang baik dan benar.
Fungsi pakaian:

  1. Untuk melindungi tubuh dari segala hal yang membahayakan, karena dengan berpakaian akan melindungi tubuh dari angin, panas, dingin, debu, sengatan serangga dan binatang melata. Misalkan kita pergi ke sawah atau hutan dengan tidak berpakaian, niscaya akan menjadi sasaran nyamuk, lalat, semut, ulat. Demikian pula ranting, dahan dan dedaunan, duri akan mengenai kulit sehingga akan menimbulkan luka yang akan menimbulkan kulit terluka dan mengurangi keindahannya. Dengan berpakaian niscaya akan terjaga dari gangguan.
  2. Untuk perhiasan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata pakaian bukan hanya untuk melindungi tubuh tetapi meningkat lagi pada fungsi estetika yaitu untuk menimbulkan keindahan, karena perkembangan dunia mode menjadi bentuk yang bermacaam-macam, dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan. Berbagai macam jenis tekstil, dari kain polos, mori, wool, lurik, kotak-kotak hingga batik, menjadi beraneka macam jenis pakaian. Sehingga dengan berpakaian tertentu akan meimbulkan keindahan, nyaman dipakai dan enak dipandang.
  3. Untuk identitas, misalnya ada pakaian adat, pakaian sekolah, pakaian olah raga, pakaian kerja, pakaian untuk shalat, pakaian renang, pakaian untuk pesta, pakaian pengantin, pakaian ihram dan sebagainya.
  4. Untuk menutup aurat. Umat Islam mengenal aurat karena adanya petunjuk Alquran dan hadits. Sehingga pakaian yang kenakan oleh umat Islam disamping untuk perlindungan, keindahan, identitas juga harus bisa menutup aurat. Karena dengan menutup aurat akan dapat menghindarkan dari perbuatan hawa nafsu.
  5. Sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya. Manakah ada hewan yang berpakaian, pakaian mereka hanya kulit, bulu dan rambutnya saja.

Selain hal-hal yang telah kami sebutkan diatas tentu masih terdapat fungsi pakaian yang lain, terutama bila dilihat dimanakah, kapan, mengapa berpakaian maka disana akan ditemukan secara lebih mendetail tentang fungsi pakaian.

Karena fungsi pakaian yang demikian besar, orang memakai pakai karena faktor alam atau karena fitrah insaniyah ada yang berpakaian karena mengikuti perintah Allah. Namun sebaiknya bahwa berpakaian disamping karena kebutuhan hidup manusia juga hendaknya mengikuti tuntunan perintah Allah SWT. Pada dasarnya bahwa ketika berpakaian tingkah laku dan perbuatan manusia akan mengikuti sifat dasar pakaian tersebut. Misalnya orang yang berpakaian batik lengan panjang, celana panjang dan bersepatu tentu akan membawa pada perilaku yang lebih kalem, apalagi bila bagi seorang muslim ditambah dengan accessoris lain seperti peci, surban tentu dalam kata-kata, sikap dan perbuatannya akan lebih berhati-hati.

Begitu pula bagi seorang muslim ketika menegakkan shalat dengan mengenakan sarung, baju koko, pecis atau jubbah, surban dan peci, atau celana panjang, jas, peci bandingkan dengan ketika menegakkan shalat menggunakan celana jean, kaos oblong, atau baju olah raga tentu berbeda dan pengaruh dalam berupaya untuk menegakkan shalat yang berkualitas. Memang pakaian itu sangat berpengaruh dalam sikap dan perilaku. Bahkan kadang akan muncul sikap ujub dan riya’ . Apalagi bila memakai pakaian atau accessoris tertentu. Memakai kaca mata hitam, memakai baju adat, baju resmi atau pakaian yang nampak seksi maka di dalam moment apapun berupaya untuk diabadikan dan dipertontonkan kepada khalayak dengan cara di posting di media sosial.

Perilaku kabilah Bani Tamim yang pernah berkunjung kepada Rasululah Muhammad, lalu mereka mengolok-olok beberapa sahabat yang miskin karena pakaiannya yang sangat sederhana, seperti Ammar, Suhaib, Bilal, Khabbab, Salman Al Farisi dan lainnya. Begitulah bahwa pakaian yang jelek akan menimbulkan penghinaan dan pakaian yang mewah akan menuai pujian sehingga tidak menutup kemungkinan bagi pemakainya akan bangga sehingga menjadi lupa diri.

Karena itu berhati-hatilah dengan pakaian yang dikenakan, sudah sesuaikah dengan petunjuk Allah, karena disamping aman, indah, etis, menutup aurat dan juga dapat menjaga diri dari pemakainya dari sifat ujub, riya’ dan sombong. Berhati-hati pula dengan accecoris yang dikenakan. Suatu yang menurut diri sendiri baik dan sederhana menurut orang lain norak dan glamor. Karena itu pakaian hendaknya dapat menciptakan ketenangan dan keamanan bagi pemakainya dan lingkungannya.
Selengkapnya...

Do'a Pekan Olah Raga Kabupaten - PORKAB



Olah raga adalah salah satu media untuk meraih dan merasakan menjadi pribadi yang sehat. Diharapkan didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Namun hendaknya jangan sampai melupakan unsur rohani atau jiwa. Ketenangan jiwa juga akan menentukan kesehatan jasmani. Karena itu jiwa dan raga hendaknya dipandang sebagai satu kesatuan. Jiwa yang sehat akan dapat berfikir yang sehat berbuat yang normal. Karena itu agar terjadi keseimbangan dua unsur tersebut pada kegiatan pembukaan Porkab kita memohon petunjuk dan bimbingan kepada Allah. Agar bisa befrjalan dengan baik dan lancar. Sehingga dengan Porkab ini dapat memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat yang pada akhirnya dapat mewujudkan pribadi yang berintegritas, sportif dan disiplin.

الحمد لله رب العالمين حمدايوافى نعمه ويكافى مزيده ياربنا لك الحمد ولك شكر كما ينبغى لجلال وجهك وعظيم سلطانك اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين.


Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu, atas limpahan nikmat dan karunia-Mu pada pagi hari ini, kami dapat berkumpul di tempat ini, dalam rangka pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten  tahun 2016. Semoga kegiatan ini tercatat sebagai amal ibadah kepada-Mu.

Ya Allah kami yakin dengan sepenuh hati, bahwa kekuasan-Mu meliputi segala yang berada di langit dan bumi. Yang nampak dan yang sembunyi. Engkau berkuasa menciptakan dan Engkau berkuasa mengatur, melindungi dan mencukupi seluruh keperluan segala makhluk ciptaan-Mu.

Engkau Maha besar maka hanya Engkau yang patut dibesar-besarkan, disanjung dan dipuji. Karena itu ya Allah atas kekuasaan dan kebesaran-Mu maka hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami serahkan segala daya upaya kami.

Ya Allah, ya Qadir, jadikanlah kegiatan ini sebagai tonggak perjuangan hidup manusia untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga guna meraih derajat kesehatan, menuju insan yang kuat, tangkas, berintegritas, sportif dan disiplin.

Ya Allah, ya Haadi, bimbinglah setiap langkah dan perjuangan kami dengan petunjuk-Mu, jauhkanlah segala sikap dan perbuatan yang menghalangi untuk taat kepada-Mu. Karena itu ya Allah berikanlah keberkahan dengan kegiatan PORKAB ini, wujudkanlah semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan, agar pembangunan di negeri ini senantiasa dalam ridha dan ampunan-Mu.

Ya, Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami berserah diri.

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الا خرة حسنة وقنا عذاب النار, والحمد لله رب العالمين

Selengkapnya...

Kotak Komentar