Mabuk Cinta


Dalam kamus umum bahasa Indonesia mabuk berarti pening atau hilang ingatan (karena minum-minuman keras, makan gadung dan sebagainya).
Dalam kenyataannya mabuk juga terjadi ketika naik kendaraan, pesawat, kapal laut atau kapal api, ketika naik turun lift.

Ketika sedang mabuk yang demikian maka amat menyakitkan dan membuat malu. Namun akan segera sembuh ketika sudah sampai tujuan.
Disamping itu ada juga yang mabuk cinta sehingga mau berkorban dan mengorbankan apa saja demi pemenuhan hasrat cintanya.

Pemenuhan ini tidak akan pernah berakhir kecuali melaui jalur yang benar, misalnya pemuda yang sudah waktunya untuk menikah, ketika masa taaruf dengan pujaan hati, maka akan mengorbankan apa yang menjadi kehendak pujaan hati, walaupun dirinya tidak senang tetapi harus dipenuhi karena takut kehilangan cintanya.

Sehingga kadang demi meraih cinta, apapun dilakukan bahkan kadang tak jarang nyawapun menjadi taruhan. Coba kita ingat ketika ada seorang pemuda yang tega membunuh pujaan hati, karena merasa cintanya diduakan. Ada juga yang membunuh laki-laki yang mencintai kekasihnya, karena memang cinta itu buta, cinta adalah fantasi. Semakin dimabuk cinta maka semakin gelap mata, hati dan pikiran.

Perasaan cinta yang sedang bergelora, akan mendatangkan keberkahan bila segera melangsungkan pernikahan, karena kehendaknya diselaraskan dengan kehendaknya dan kehendak diapun akan dikompromikan. Karena itu cinta dalam pernikahan akan lebih harmonis dan realistis, namun cinta dalam masa taaruf adalah fantasi yang tidak realistis.

Cinta dalam pernikahan akan dipenuhi dengan keberkahan, karena apapun yang dilakukan dengan keikhlasan menjadi ibadah. Sesuatu yang dikhayalkan dalam masa taaruf bila dilakukan akan mendatangkan bencana, namun bila dilakukan setelah ada ikatan pernikahan akan mendatangkan pahala dan keberkahan.
Wujudkan mencintai dan cinta karena Allah.
Bila cinta dan mencintai suatu yang nampak niscaya tidak akan abadi.
Karena pada awalnya cinta yang menggebu-gebu menjadi sirna,
karena sesuatu yang nampak mudah diamati, banyak kekurangannya.
Kebaikan yang telah dipuja tertutup dengan cacat walau hanya sedikit.
Menghilangkan kebaikan yang telah dibina bertahun-tahun.
Cinta karena Allah tidak akan pernah bosan,
Cinta karena Allah akan selalu dinamis,
Cinta karena Allah akan selalu optimis,
Cinta karena Allah akan membuat hidup semakin bermakna.

Ingatlah pesan Allah SWT:

Maka jadikanlah cinta karena Allah menjadi pangkal segala perbuatan. Cinta karena Allah akan membuahkan seribu bahkan berjuta-juta kebaikan hingga tidak dapat dihitung.

Karena seseorang tidak dianggap cinta kepada Allah, kecuali meletakkan cinta kepada Allah diatas cinta kepada harta, suami/ istri, anak dan sebagainya.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar