Kewajiban Melaksanakan Puasa Ramadhan



Puasa Ramadhan merupakan unsur penting dalam syariat agama Islam, puasa Ramadhan meupakan salah satu rukun Islam, hal ini disebutkan dalam hadits nabi Muhammad SAW:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

"Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadlan". (HR. Buchari: 7, Muslim: 21)

Setiap muslim diwajibkan untuk melaksanakan lima dari rukun Islam tersebut, bila diruntut bahwa pengakuan diri atau setiap hamba agar dibuktikan dengan perbuatan dan amal nyata. Seorang hamba yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, maka dari kesaksian tersebut perwujudannyya adalah 1) Menegakkan shalat lima waktu, kewajiban ini tidak boleh ditinggalkan, kecuali ada hal-hal tertentu yang menghalangi untuk menegakkan shalat. Bahkan untuk mewujudkan kesempurnaan shalat, Allah juga memberikan tuntunan ibadah shalat Sunnah. 2) Membayar zakat bagi orang-orang yang mempunyai klebihan harta, yaitu telah mencapai nishab dan haul. Zakat ini guna membersihkan harta, sehingga harta yang diperoleh akan menjadi harta yang penuh dengan berkah. 3) Melaksanakan haji, hal ini hanya diperintahkan bagi orang-orang yang sudah mencapai pada taraf istitho’ah. 5) Melaksanakan puasa Ramadhan, kewajiban ini harus dilaksanakan bagi setiap muslim kecuali ada hal-hal yang mengahalngi untuk tidak berpuasa.

Perintah untuk melaksanakan puasa disebutkan dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 183.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqarah: 183)


Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan nabi dan orang-orang yang beriman agar melaksanakan puasa Ramadhan seperti ibadah puasa yang telah diperintahkan kepada orang-orang sebelum Nabi Muhammad. Puasa itu adalah ibadah yang dikhususkan bagi orang-orang yang beriman maka bagi orang yang tidak beriman atau orang yang tidak mengaku beriman tidak dikenai taklif atau kewajiban untuk melaksanakan puasa. Tetapi jangan terlalu puas dan bangga ketika dibebaskan dari kewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadhan, karena setiap Allah memerintahkan sesuatu mesti akan mempunyai akibat.

Allah memerintahkan orang yang beriman untuk melaksanakan puasa, maka Allah akan memberikan pahala bagi orang yang melaksanakan puasa, sebaliknya Allah memerintahkan puasa Ramadhan tetapi tidak melaksanakan puasa tanpa adanya halangan/ masaqot untuk melaksanakan puasa, maka dia berdosa dan kelak di hari Qiamat dia akan disiksa oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Lalu jika muncul suatu pertanyaan, bagaimana saya akan disiksa karena saya tidak diperintahkan oleh Allah, balik ditanya orang tersebut. Mengapa kamu tidak melaksanakan, dia menjawab karena saya tidak beriman maka tidak dikenai kewajiban.

Dengan berdasarkan pada ayat Alquran tersebut, maka selanjutnya kita bisa mengatakan, bahwa manusia diberikan pilihan oleh Allah untuk menjadi orang yang beriman atau orang kafir, orang yang taat atau orang yang fasik. Setiap predikat seseorang, akan mempunyai akibat. Allah memerintahkan agar beriman kepada Allah dan rasulnya. Kewajiban untuk melaksanakan rukun Islam, karena itu kalau dia itu bukan orang yang beriman, itu sudah menyalahi kodrat atau dengan kata lain dia tidak mendapat Hidayah dari Allah. Karena itu bersyukurlah bagi kita sekalian orang-orang yang sudah mendapat hidayah iman dan Islam. Mudah-mudahan dengan hidayah itu kita akan senantiasa dibimbing dan diarahkan oleh Allah untuk bisa melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah.
Termasuk pada bulan ini, kita dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang diwajibkan bagi orang-orang yang beriman. Ternyata Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan kewajiban kepada ada umat sebelum nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jadi kalau kita belajar pada tarih Islam, bahwa umat sebelumnabi Muhammad itu juga sudah dikenai taklim untuk melaksanakan puasa, akan tetapi tidak seperti puasanya orang Islam selama satu bulan. Puasa nabi Daud itu adalah 1 hari puasa dan 1 hari tidak puasa. Disamping itu ternyata puasa itu juga dilaksanakan oleh makhluk Allah yang lain. Dari golongan hewan, misalnya itik, ayam, menthok, burung ketika mengerami telurnya maka di sana dia itu juga berpuasa, kalau mengerami telurnya kemudian dia sering meninggalkan sarangnya, tidak berpuasa maka telur gagal menetas. Karena itu diperlukan keprihatinan atau puasa dari unggas tersebut sehingga mungkin dalam 1 hari atau 2 hari itu tidak meninggalkan sarang tidak makan dan juga tidak minum. Dengan kondisi yang demikian tubuhnya hewan itu akan menjadi panas, sehingga akan lebih mempercepat penetasan telurnya.

Puasa juga dilaksanakan dari golongan serangga. Proses metamorfosis kupu-kupu, dari manakah si kupu-kupu itu? dari ulat, kemudian ulat itu setelah besar itu berubah menjadi kepompong. Tidak bisa berjalan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya bergerak-gerak yang di bagian kepalanya saja dan proses yang demikian itu juga dilakukan cukup lama mungkin bisa 1 hari 2 hari 3 hari 4 hari mungkin sampai satu minggu dari bentuk kepompong akan berubah bentuk, bisa menjadi kupu-kupu atau bisa menjadi kumbang bisa menjadi capung dan lain sebagainya. Ini semua dilakukan dengan puasa, kalau tidak puasa maka tidak akan jadi. Maka orang yang berpuasa itu akan naik derajatnya disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Puasa itu selain diwajibkan kepada umatnya nabi Muhammad, golongan hewan dan serangga juga pada tumbuhan- umbuhan yang berbiji belah. Seperti ada albasiah ada pohon sengon ada pohon manga, pohon suren, mahoni dan lainnya juga melakukan puasa. ketika daunnya berguguran sehingga tinggal batang dan rantingnya. Kenapa kok berkurang, gugur semua tidak mati? Dia sedang berpuasa, karena fungsi daun adalah untuk membuat makanan. Ketika daun gugur maka tidak ada yang membuat makanan bagi tumbuhan tersebut, akar tetap mencari makan sehingga selama beberapa hari, sehingga setelah cukup akan mulai tumbuh daun yang putih lalu menghijau, terlihat subur lalu batangnya pun segera membesar.


Tambahan:
1. Semua yang disampaikan merupakan refleksi diri sebagai bahan evaluasi menata hati untuk meraih ridha Ilahi Robby
2. Jangan lupa bagikan informasi ini ke rekan anda melalui WhatsApp dan Facebook, ingat "Semakin banyak anda berbagi maka semakin banyak anda akan menerima"

Artkel Lain:


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel