Hisab Ibadah Dilihat Diakhirnya


Setiap ibadah dilihat dari akhirnya, karena itu orang yang sebaik apapun, dan setaat apapun dalam menjalankan ibadah, ketika akhir hayatnya berpaling dari Allah maka tidak akan masuk ke dalam Surga. Sebaliknya sejahat apapun orangnya, perintah Allah tidak pernah dijalankan, larangan Allah justru yang dilaksanakan bila diakhir hayat berada dalam iman dan tauhid kepada Allah, maka dia dijamin masuk ke dalam Surganya Allah SWT.
Ibadah yang bertahun-tahun menjadi sia-sia, tentu ini tidak diharapkan oleh siapapun. Karena itu sebaik-baik hamba Allah adalah yang senantiasa teguh dalam menjalankan perintah Allah, beristiqomah dalam iman dan taqwa kepada Allah tak pernah pupus dalam menjalnkan perintah Allah.
Jangan berharap ahli ibadah mati dalam kondisi khusnul khatimah apalagi yang ahli maksiat. Namun berbeda ahli ibadah doa’nya menjadi mustajabah, agar diberikan hidup yang istiqomah dan mati dalam kondisi khusnul khatimah.
Kepada siapa ahli maksiat memohon ketika para thaghut telah berpaling. Harta, tahta, jabatan tiada berguna untuk menebus dosa-dosanya.
Kapan manusia akan mati?
Kematian pasti akan datang, kematian akan dirasakan semua makhluk Allah.
Kematian menghampiri hamba Allah, bisa ketika masih muda, atau sudah tua,
Masih jaya atau dalam kondisi bangkrut.
Masih gagah atau sudah lemah
Masih cantik atau sudah keriput, ompong peot. Semua adalah hak Allah untuk memanjangkan atau memperpendek umur setiap hambanya.
Manusia hanya berusaha agar bisa hidup sehat dan bermanfaat
Panjang umur bisa beramal shalih.
Namun kematian datangnya setiap saat karena itu waspadalah, gunakanlah setiap waktu yang diberikan Allah untuk menambah iman, taqwa dan amal shalih.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar