Masalah Datang Silih Berganti



Selagi bumi masih berputar maka masalah akan selalu datang silih berganti, manusia secara pribadi adalah makhluk yang selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah. Semakin banyak masalah yang dihadapi dan dapat menyelesaikan masalah maka semakin dewasalah orang tersebut. demikian pula manusia sebagai makhluk sosial, budaya dan politik maka permasalahan yang dihadapi semakin kompleks.

Jum’at, 23 Januari jam 08.00 WIB publik diramaikan lagi dengan permasalahan yang dihadapi oleh para pemimpin di negeri ini, wakil ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap oleh Bareskrim Polri. Publik banyak yang bingung, bertanya-tanya dua institusi pemerintah penegak hukum di negeri ini. Yang sama-sama mempunyai kewenangan untuk menahan ternyata salah satu institusi ini menangkap yang lain. Ada apakah ini?

Banyak fihak yang mengaitkan dengan kasus-kasus sebelumnya seperti penundaan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri yang ditetapkan oleh KPK sebagai pihak tersangka kepemilikan rekening gemuk. Padahal dia adalah salah seorang calon tunggal yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo.
Ketika Presiden menetapkan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri publik berkomentar, ketika Budi Gunawan di tunda untuk dilantik publik komentar dan ketika Bambang Widjojanto ditangkap publik lebih keras lagi komentarnya.

Setelah mendengar berita-berita hangat tersebut banyak fihak yang berupaya untuk mencari informasi dengan lengkap melalui media cetak atau elektronik. Dengan harapan akan memperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun dibanding dengan orang yang seperti ini ternyata lebih banyak yang hanya mendengar informasi sepihak kemudian menyimpulkan dan berkomentar. Maka tentu saja komentarnya berbeda-beda, dan amat disayangkan bahwa kemudian muncul komentator-komentator amatir yang menghabiskan waktunya untuk memikirkan hal-hal yang berada diluar kemampuannya.
Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda:

 إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

 "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." (HR. Buchari)

Karena itu lakukanlah sesuatu yang menjadi bidangnya, biarlah yang berwajib menangani dan menyelesaikan masalah tersebut. Kita do’akan agar semuanya dapat berfikir yang jernih, utamakan kepentingan bangsa dan negara, satukanlah semua anak bangsa ini untuk saling bersatu, membangun bangsa dan negara berupaya untuk menegakkan kadilan dan kejujuran. Sesungguhnya ketika bangsa ini tercabik-cabik dalam kepentingan pribadi dan golongan maka negara ini akan menjadi rapuh, dan akan semakin tertinggal dari negara-negara berkembang lainnya.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar