Tantangan dan Kreatifitas Guru Raudhotul Athfal dan Tarbiyatul Athfal



Guru adalah sosok pemimpin dan idola bagi anak asuhnya, apalagi bagi guru RA (Raudhotul Athfal) dan TA (Tarbiyatul Athfal). Wali murid terkadang merasa heran, mengapa putra-putrinya mengalami perkembangan yang signifikan dalam bidang ilmu pengetahun dan karakternya. Orang tua yang tidak bisa membaca Alquran atau orang tua yang sangat sibuk sehingga tidak bisa memperhatikan pendidikan putra-putrinya, ternyata diluar dugaan bahwa putra-putrinya ketika mau makan dan minum membaca do’a, ketika datang waktu shalat segera bergegas mengajak orang tuanya untuk pergi ke masjid. Putra-putrinyapun juga bisa membaca huruf-huruf Alquran walaupun masih tertatih-tatih. Bahkan ada anak yang begitu semangatnya meminta pada orang tuanya untuk mengajari membaca huruf Alquran.
Orang tuanya menunjukkan tapi caranya berbeda. Apa yang terjadi, putra-putrinya kemudian ngambek, menangis sejadi-jadinya. Orang tua menjadi serba -salah, tidak mengetahui apa yang dikehandaki putra-putrinya. Ketika pagi harinya dia bergegas mengantarkan putra-putrinya ke sekolah, ternyata setelah sampai disekolah putra-putrinya segera lari menghampiri gurunya dengan bersalaman mencium tangan gurunya. Setelah itu kepada teman-temanya, bermain berlarian, bercerita sambil bermain-main alat peraga, yang semua ini tidak disediakan dirumahnya.


Inilah gambaran guru RA, TA ketika mendidik para murid-muridnya selalu ditanamkan rasa cinta -kasih, kreatifitas agar pendidikan dan pengajaran dapat diterima para murid dengan senang hati sehingga dalam rangka memperingati HAB ke-69 pada hari Sabtu, 13 Desember 2014 diselenggarakan lomba keratifitas guru RA TA yang meliputi lomba bercerita berpasangan, lomba penulisan karya ilmiah penemuan saint dan lomba tari kreasi daerah.
Untuk mencapai kesuksesan proses pendidikan, dimana pendidikan adalah suatu proses menciptakan generasi yang akan datang menjadi generasi yang handal, kuat dalam iman, cakap dalam kepribadian, tulus ikhlas dalam beramal, berakhlaq mulia. Untuk mewujudkan hal ini perlu diwujudkan system pendidikan dan pengajaran segitiga sama sisi. Sudut pertama guru, sudut kedua siswa, sudut ketiga orang tua wali. Ketiaga sudut ini harus saling keterkaitan. Karena itu perlu pemahaman visi dan misi proses pendidikan. Untuk mewujudkan hal ini pada hari Ahad 14 Desember 2014 dilakukan kegiatan Family day bagi guru, pengurus, wali murid dan siswa. Dimulai dengan kegiatan jalan sehat, outbond , bernyanyi, manari dan bagi-bagi hadiah bagi juara lomba keratifitas guru RA TA.
Kegiatan ini menjadi kegiatan koordinasi dan konsultasi yang di kemas dengan kegiatan shilaturahim.memang indah persaudaran itu, seindah manfaatnya untuk kemaslahatan hidup manusia.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar