Hidupkan Hati Dengan Dzikir-Khutbah Bahasa Indonesia



Dengan dzikir hati akan menjadi tenang, diantara ketenangan hati akan diperoleh dengan melakukan dzikir yang banyak. Dzikir dengan lisan bila bibirnya senantiasa bergetar dengan mengucapkan asma Allah. Dzikir bil qalb bila didalam hati telah tertancam keyakinan akan adanya Allah, zat yang Maha Agung yang menguasai seluruh alam, menjadi tempat bergantung dan berlindung segala makhluknya. Dzikir bil hal adalah mengimplementasikan keyakinan dan ucapan lisannya. Dzikir bil mal adalah menyadari bahwa setiap harta yang dimiliki ada sebagian kecil yang menjadi hak orang lain. Harta bisa menciptakan hidup bahagia namun bukan bukan segala-galanya bahwa dengan harta hidup menjadi bahagia.


اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا. وَاَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ وَجَعَلَهُ لِلنَّا سِ سَبِيْلًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ اِتّقُوا اللهَ تَعَالَى فِي السِّرِّ وَ اْلعَلَنِ ، يَا أَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُّو اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَ لَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.


Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah
Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita senantiasa berupaya meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT yaitu dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah.

Manusia merupakan makhluk istimewa yang diciptakan oleh Allah dengan derajat kemuliaan. Laqad khalaqnal insaana fi ahsani taqwim. Sesungguhnya kami (Allah) telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Kesempurnaan yang telah diberikan Allah baik dari segi wujudnya maupun dalam kelengkapan pribadi dan saranya penunjangnya. Coba bila kita renungkan, manusia tidak mempunyai cakar dan kuku yang tajam seperti harimau namun ternyata manusia dapat mengalahkan harimau, manusia tidak mempunyai sayap untuk terbang seperti burung tapi dapat menciptakan pesawat yang kecepatannya melebihi kecepatan burung. Manusia tidak mempunyai tanduk dan kulit yang tebal seperti badak namun manusia bisa lebih kebal dari pada badak. Jadi walaupun manusia diciptakan sebagai makhluk yang berjalan tegak dengan dua kaki dan tangan sebagai alat untuk berkreasi namun manusia dapat mengalahkan makhluk yang berkaki empat atau lebih. Hal ini karena manusia mempunyai kekuatan rohani baik dari unsur akal maupun hatinya.

Tubuh manusia bisa sehat dan hidup bila terpenuhi nutrisi yang diambil dari sari-sari makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuhnya. Namun lain halnya dengan hati manusia yang dapat hidup dan sehat bila senantiasa dihiasai dengan perilaku dzikrullah, dzikir kepada Allah Karena itu tubuh yang sehat tidak menjamin rohaninya hidup dan sehat. Maka agar rohani manusia khususnya orang-orang yang beriman dapat hidup dan sehat, Allah memerintahkan agar memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:


“ Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. Al Ahzab: 41-42)

Ayat ini adalah merupakan salah satu ayat dari surat Madaniyah, yaitu surat yang di wahyukan setelah Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah, diantara tandanya diawali dengan “ya ayyuhallazina amanu” hai orang-orang yang beriman. Karena dzikir ini hanya diperintahkan kepada orang-orang yang beriman.

Setiap muslim diberikan ujian dan cobaan oleh Allah SWT, namun sekali-kali Allah tidak memberikan ujian dan cobaan kecuali berdasarkan kemampuan hamba-Nya. Bila ujian dan cobaan datang silih berganti, seakan-akan tidak ada ujung pangkalnya. Namun bagi orang-orang yang beriman senantiasa berupaya menyandarkan diri kepada Allah SWT. Orang beriman senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, karena sesungguhnya dengan berzikir maka hati orang-orang yang beriman akan menjadi tenang. Sebagaimana firman Allah SWT:


….(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Arro’du: 28)

Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah.
Setelah Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk berzikir, bagaimanakah cara melaksanakan dzikir, Allah memerintahkan “dzikran katsiran” yaitu dengan dzikir yang banyak. Adapun para mufassir berbeda pendapat tentang pengertian dzikran katsiran ini:
• Mujaahid mengartikan tidak melupakan Allah untuk selama-lamanya, jadi dimanapun tempatnya dan dimanapun berada, bagaimanapun keadananya hendaknya selalu mengingat Allah. Dalam keadaan sendiri maupun ketika bersama-sama dengan orang lain, sedang gembira atau susah dalam keadaan damai atau perang, hendaknya selalu mengingat Allah SWT.
• Ibnu Assaib mengartikan shalat 5 waktu, panggilan shalat adalah panggilan untuk mengingat Allah, setiap bacaan shalat adalah merupakan dzikir.
• Muqatil bin Hayyan mengartikan membaca tasybih, tahmid, takbir dan tahlil.

Oleh karena itu pada ayat ini pada dasarnya Allah menganjurkan kepada sekalian orang-orang yang beriman yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya supaya banyak zikir mengingat Allah dengan menyebut nama-Nya sebanyak-banyaknya dengan hati dan lidahnya pada setiap keadaan dan setiap waktu. Karena Allah-lah yang melimpahkan segala nikmat kepada mereka yang tidak terhingga banyaknya, maka diperintahkan bertasbih kepada-Nya dengan pengertian membersihkan dan menyucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak pantas baginya.

Kemudian setelah melaksanakan dzikir yang banyak Allah memerintahkan


“Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang”. (QS. Al Ahzab: 41-42)

Berzikir dan bertasbih ini dilakukan di pagi hari ketika baru bangun dari tidur, sebab bangun dari tidur ini seakan-akan seseorang hidup lagi setelah ia mati, untuk menghadapi masa hidup yang baru. Dan diperintahkan bertasbih pada sore hari karena pada saat itu seseorang telah selesai mengerjakan bermacam-macam pekerjaan sepanjang hari, dan zikir pada waktu itu merupakan tanda bersyukur kepada Allah atas limpahan taufik dun hidayah Nya sehingga dapat melaksanakan amal perbuatannya dengan baik, dan dapat memperoleh rezeki Nya untuk keperluan hidupnya dan nafkah bagi keluarganya. Dengan banyak zikir itu ia dapat menghambakan diri kepada Allah dan untuk menghadapi alam akhirat. Di samping itu ia dapat pula meneliti amal perbuatannya yang sudah dilaksanakan sehingga dapat mengusahakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan bagi hari-hari yang akan datang.

Dzikir akan membentuk pribadi yang ikhlas, sabar, sehat, tawakal, qana’ah, ridha bila dapat mengaplikasikan dzikir secara integral, yaitu dengan dzikir billisan, dzikir bil qalb, dzikir bil hal dan dzikir bil mal. Kita berharap semoga Allah senantiasa membimbing dan mengarahkan kita ke jalan yang diridhai-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَّا كُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِى فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ, وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar