Kewajiban dan Hikmah Memakai Jilbab



Wanita adalah makhluk Allah yang indah, apa yang ada pada wanita merupakan keindahan dan dapat membangkitkan inspirasi, sehingga dibalik kesuksesan seorang laki-laki disana ada peran wanita. Begitu indahnya wanita sehingga sering memunculkan imajinasi dan fantasi bagi kaum laki-laki. Karena itu untuk menjaga harkat dan martabat wanita, Islam telah mengatur upaya melindungi wanita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Islam menentukan batas aurat yang harus ditutup, agar tidak dipertontonkan pada khalayak ramai yang akhirnya akan membuat pertengkaran dan permusuhan.

Aurat merupakan batas minimal dari tubuh yang wajib ditutup karena perintah Allah. Semua yang ada pada wanita adalah aurat, kecuali hal-hal tertentu, dilihat dari sisi mana wanita itu sedang berhadapan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
1. Aurat wanita ketika sedang shalat, seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.
2. Aurat wanita berhadapan dengan mahramnya. Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat:
a. Menurut madzab Syafi’i aurat wanita ketika berhadapan dengan mahramnya adalah antara pusat dan lutut.
b. Menurut madzab Maliki dan Hanafi aurat wanita ketika berhadapan dengan mahramnya yang laki-laki adalah seluruh badannya, kecuali muka, kepala, leher, kedua tangan dan kedua kakinya. Adapun yang termasuk mahram adalah suami, ayah, ayah suami, putranya yang laki-laki, putra suami, saudara, keponakan laki-laki dari saudara, keponakan laki-laki dari saudari, wanita, budak, laki-laki yang meyertai yang tidak mempunyai kebutuhan lagi terhadap wanita, paman dari ayah, paman dari ibu.
3. Aurat wanita berhadapan dengan orang yang bukan mahramnya. Ulama sepakat bahwa selain wajah, kedua telapak tangan, kedua telapak kaki seluruh dari tubuh waita adalah aurat, tidak halal di buka bila berhadapan dengan laki-laki asing.

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59)

Memakai jilbab adalah merupakan kewajiban yang diperintahkan kepada wanita muslim. Setelah mengetahui bahwa memakai jilbab adalah kewajiban, maka dikalangan para artis banyak yang konsisten dalam mengamalkan ajaran Islam yaitu dengan keputusan untuk mengenakan jilbab. Hal yang demikian ini berdampak positif bagi masyarakat secara umum untuk berbusana sebagaimana para artis yang kelihatan lebih cantik, bersih, sopan dan terjaga dari perilaku dan tindakan yang tidak baik yang akan merugikan dirinya sendiri. Dari itu para desainer menciptakan karya-karya baru, sehingga tercipta aneka macam jenis busana muslim. Sehingga dari waktu-kewaktu model dan corak busana muslim semakin menunjukkan peningkatan.

Setiap aturan pasti ada hikmahnya, demikian pula menutup aurat atau mengenakan busana muslimah mengandung hikmah sebagai berikut:
1. Wanita yang menutup aurat akan diberikan pahala oleh Allah, karena memakai jilbab adalah perintah sehingga melaksanakan perintah adalah berpahala. Bahkan pahalanya berlipat ganda, karena telah menyelamatkan orang lain dari berzina mata.
2. Telah menunjukkan identitas diri sebagai muslimah, tanda sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah langsung terpancar, sehingga kadang membuat orang lain menaruh hormat, kagum, segan dan mengambil jarak antara pria dengan wanita sehingga godaan akan tercegah semaksimal mungkin.
3. Pakaian merupakan cermin kepribadian seseorang, kepribadian orang akan terbaca dari cara berpakaian, misalnya orang yang bersikap sederhana, ekstrim dan lainnya akan terbaca dari cara berpakaian.
4. Busana muslimah ada kaitannya dengan ilmu kesehatan/ kimia, karena seorang dokter ahli menganalisa rambut secara kimia berkesimpulan bahwa meskipun rambut memerlukan sedikit oksigen (O2), namun pada rambut itu ada fosfor, kalsium, magnesium, pigmen dan kolesteryl dengan palmnite yang membentuk kolesteryl palmitate (C27, H45, O, CO, C15, H13) yang sangat labil akibat penyinaran atau radiasi, sehingga memerlukan pelindung yang dapat memberikan rasa aman bagi rambut dan kulit kepala. Maka kerudung atau jilbab cukup memenuhi syarat untuk melindunginya.
5. Memakai busana muslim lebih ekonomis dapat menghemat anggaran dan waktu. Wanita yang mengenakan busana muslimah bila dibandingkan dengan wanita-wanita yang suka berdandan akan lebih heman, karena tidak mudah tergiur dengan beraneka macam model. Karena baju yang seksi dan mini dengan kain yang sedkit kadang lebih mahal dari pada busana musliman.
6. Memakai busana muslimah akan menghemat waktu, berapa banyak waktu yang digunakan oleh orang-orang yang suka berdandan dan tabarruj didepan cermin, berapa lamanya untuk memoles muka, leher, menyisir rambut dan merapikan. Kalau demikian dalam sehari berapakah waktunya dihabiskan untuk berdandan. Lain bila berbusana muslimah, relatif sedikit waktu untuk mempercantik diri. Rambut cukup disisir seperlunya saja, karena rambutnya tertutup. (Tafsir Alquran Tematik Kedudukan dan Peran Perempuan, Kementerian Agama Tahun 2012).

Setelah mengetahui perintah dan manfaatnya, keputusan ada pada pribadi masing-masing, karena setiap tindakan pasti ada dampaknya. Berbuat baik akan memperoleh pahala dan meninggalkan perintah Allah berarti akan menaggung dosa. Dosa dan pahala akan dikembalikan, sebesar atau seberat apapun pasti akan mendapatkan imbalan.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar