12/03/2013

Berpakaian Rok Mini, Tantangan dan Bahayanya


Pakai rok mini untuk sebagian wanita menjadi kepuasan, kebutuhan atau mengikuti trend. Kalau itu kepuasan, mengapa hanya mengejar kepuasan diri sendiri saja, atau untuk menyenangkan orang lain (teman, pacar, orang tua, saudara, bos atau lainnya). Kalau itu merupakan kebutuhan tentunya koleksi pakaianya mayoritas rok mini. Kalau mengikuti trend tentu akan berganti-ganti seiring dengan trend pada waktu itu.

Pada acara talk show, ketika bintang tamunya adalah wanita dengan rok mini, nampak jelas sekali bahwa posisi duduknya ternyata dalam keadaaan yang terasa tidak nyaman, bila duduk dengan posisi miring tentu pinggul yang sebelah akan nampak, bila salah satu kaki ditindihkan maka pinggul bagian bawah pinggul akan nampak, bila duduk dengan posisi kaki merapat ke depan, maka bila hendak berdiri akan susah, belum lagi bila membuka sedikit saja maka kain segitiga penutup barang di antara dua paha akan nampak. Dalam musik dangdut “buka sitik jos” sengaja mencari sensasi, para penontonnya tidak segan-segan untuk memelototi goyangannya, semakin ngesot semakin jos membuat histeria para penonton.

Pada suatu saat ada seorang wanita separuh baya, dia masih tampak tanda-tanda bekas kecantikannya ketika muda, kulit yang nampak putih bersih, walaupun sudah ada bintik- bintik hitam dan kemerahan pada kulit yang menandakan bahwa dia sebenarnya sudah tidak remaja lagi. Wanita tersebut ternyata sedang mengantar dan menunggui keluarganya yang sedang antri untuk menunggu periksa dokter. Dengan posisi yang saling berhadapan di antara para penunggu. Ternyata pas di depan wanita cantik itu ada beberapa orang laki-laki yang mau periksa dokter. Nampak salah tingkah, risih dan serba salah, walaupun laki-laki tersebut tergolong sudah tua namun ternyata sesekali masih menyarangkan pandangan tertuju pada paha mulus wanita yang ada dihadapannya. Demikian pula para penunggu yang lain, baik itu laki-laki yang lain atau wanita yang lain, tentu suatu saat akan mengarahkan pandangan pada suatu obyek yang pas ada di depannya. Walaupun sudah berupaya untuk tidak melihat, namun karena posisinya ada di depannya dan saling berhadapan, dengan pas dan terpaksa mengarah pada obyek tersebut.

Apakah ada larangannya bila memandang, mungkin bagi wanita tersebut bukan bermaksud untuk dilihat orang atau bisa juga mencari sensasi, ingin menunjukkan bahwa dirinya masih cantik, menarik dan layak dipandang bahkan diidolakan banyak laki-laki. Bagaimanakah bila itu menjadi obyek pandangan, seluruh orang tertuju padanya, bila pandangan itu hanya sesaat tentu wanita tersebut akan merasa berbangga diri, namun bagaimanakah bila banyak orang yang memelototi dalam tempo yang lama. Hal ini bisa juga mengagumi atau sebaliknya mereka mengolok-olok. Dua hal berlawanan yang sulit untuk dipisahkan. Demikian pula wanita tersebut didalam hati akan merasa risih, puas, bangga atau perasaan-perasan yang lain. Tidak bisa digeneralisasikan bahwa mereka suka atau benci atau biasa-biasa saja. Rasulullah SAW pernah memberikan pesan kepada Ali, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya:

يَا عَلِيُّ, لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَاِنَّ لَكَ الْاُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْاَخِرَةُ


“ Hai Ali, janganlah ikuti pandangan pertama dengan pamandangan kedua, karena pandangan pertama untukmu (dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu (tidak dimaafkan)”.

Kita sadari bahwa penglihatan akan mengarah pada fokus tertentu yang untuk selanjutnya akan menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam. Disamping bagi orang lain, wanita tersebut juga duduk dalam posisi yang tidak nyaman, bahkan nampak seperti salah tingkah. Sesekali bahkan berulang kali wanita tersebut berupaya untuk mengalihkan perhatian dengan berpura-pura menelephon, kirim sms atau face bookan. Satu tindakan, namun manimbulkan ketidaksenangan, apakah akan dibiarkan dan dibiasakan, kebiasaan-kebiasaan semacam ini. Ingat bahwa Indonesia adalah negara religious, yang menjunjung tinggi budaya dan norma-norma keagamaan. Area publik tidak bisa disamakan dengan didalam pesta atau didalam diskotik.
Maka jelas bila budaya Barat dengan terang-terangan diadopsi apa adanya, berjalan-jalan di pusat keramaian dan area publik, rumah sakit, pasar, mol tentu akan mengundang perhatian. Memang keelokan tubuh wanita tidak akan berkurang bila dipandang ribuan bahkan jutaan orang, namun sesungguhnya di balik keelokan tubuh wanita tersebut menyimpan aura yang tidak bisa dilihat dengan mata kepala. Sehingga banyak sekali wanita yang secara fisik, seorang atau beberapa wanita tidak lebih menarik dari wanita yang lain. Tapi pesona wanita tersebut menarik perhatian publik, aura dan inner beauty sungguh mengagumkan dan membuat simpatik orang banyak.

Sesungguhnya pada diri wanita itu telah tersimpan keindahan dan keanggunan, setiap orang akan mengaguminya, ibarat pakaian yang mahal akan terimpan didalam etalase atau lemari kaca. Tidak sembarang orang dapat memegangnya, kecuali orang-orang yang serius ingin memilikinya. Namun bila pakaian itu adalah pakaian yang murah atau pakaian yang mahal namun sudah didiscon maka akan digantung, diecerkan dan di dasarkan disembarang tempat, semua orang dapat memegangnya, bahkan dapat coba- mencobanya, mereka hanya akan sekedar melihat-lihat, atau meilih-milih dan memegang-megang saja. Sehingga lama-kelamaan pakain tersebut akan menjadi kusut, lusut, kotor dan nyaris menjadi barang yang tidak berharga sama sekali.

Islam memberikan hadir memberikan solusi atas semua permasalahan umat manusia, Islam memberikan kebebasan kepada umatnya, bahwa setiap aturan syari’at pasti akan mendatangkan kemaslahatan. Setiap wanita diwajibkan untuk menutup aurat, sesunggunya semua yang ada pada wanita adalah aurat, tidak boleh dipertontonan kepada orang lain yang bukan muhrimnya. Kecuali untuk muka dan telapak tangannya. Dengan menggunkan pakaian ini wanita akan bebas untuk bergerak, duduk dengan posisi apapun tidak akan membuat risih orang-orang yang ada disekitarnya. Allah SWT telah memberikan petunjuk:

“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (QS. Annur: 31)

Berdasarkan Riwayat dari Aisyah, bahwasannya Asma’ binti Abu Bakar datang menemui Rasulullah SAW dengan mengenakan pakaian tipis, Rasulullah memalingkan muka darinya dan berkata:

يَا أَسْمَاءُ اِنَّ الْمَرْأَةَ اِذَابَلَغَتِ الْمَحِيْضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا اِلَّا هَذَاوَهَذَا

“Hai Asma’, sesungguhnya apabila seorang wanita telah haidh (mencapai usia baligh), maka tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan kepada wajah dan telapak tangannya)”.

Pada tahun 1988- an ketika busana muslim belum begitu populer, karena pada tahun-tahun tersebut belum begitu banyak muslim Indonesia yang mengenakan busana muslim (yang menutup aurat). Namun ada seorang guru pada sekolah SMA swasta yang mengenakan busana muslim, menutup aurat dan longgar, sehingga benar-benar auratnya tertutup demikian pula lekukan-lekukan pada tubuhnya tidak nampak sama sekali. Suatu saat secara tidak sengaja long dresnya menyangkut pada bangku belajar sehingga betisnya disaksikan oleh salah seorang siswa laki-laki. Bagaimanakah ekpresi siswa laki-laki tersebut, ternyata luar biasa, dia amat takjub. Beda denga teman-teman dikelasnya dan wanita-wanita lain yang selalu terlihat betisnya, bahkan dari lutut kebawah kelihatan saja, di lihatnya sebagai hal yang biasa. Namun ternyata melihat wanita berjilbab justru akan menimbulkan penasaran, kagum,hormat dan segan. Mengapa demikian? Jawabannya itulah rahasia wanita, tanpa diperlihatkanpun ternyata sudah amat menarik,namun bila diperlihatkan secara vulgar kadang bisa mengurangi rasa simpati orang lain.