Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

4/28/2021

Taushiyah Majlis Ulama Indonesia Nomor 02/ DP-P.XIII/T/IV/2021 tentang Shalat Idul Fitri di masa Pandemi Covid-19

Covid-19 yang menjadi wabah dunia pada Idul Fitri 1442 H/ 2021 M dimungkinkan belum sepenuhnya menghilang dari muka bumi. Hal ini dibuktikan dengan melihat perkembangan Covid-19 di India yang menunjukkan perkembangan yang signifikan. Karena itu negara Indonesia tetap berkomitmen untuk menekan perkembangan Covid-19.

 

Indonesia sebagai negara religius dan masyarakatnya religius dengan penduduk mayoritas beragama Islam, karena itu peran dari tokoh agama sangat penting dalam upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kebijakan-kebijakan pemerintah dalam upaya untuk mewujudkan kesehatan dan keamanan masyarakat secara keseluruhan. 


Majelis Ulama Indonesia sebagai organisasi yang mewadahi para ulama tak henti-hentinya selalu memberikan himbauan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah mengeluarkan taushiah nomor 02/ DP-P.XIII/T/IV/2021 tentang penyelenggaraan salat Idul Fitri 1442 H/ 2021 M di masa pandemi: 
  1. Meningkatkan dan ketakwaan kepada Allah di bulan suci Ramadan 1442 H/2021 M dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (5 M: mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) dengan ketat. 
  2. Mematuhi kebijakan pemerintah RI tentang pelarangan mudik di hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M demi kesehatan dan kemaslahatan bersama. 
  3. Shalat Idul Fitri 1 syawal 1442 H dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di masjid, mushola atau tempat lain dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai kebijakan pemerintah dan tidak menyelenggarakan di lapangan terbuka dengan jumlah jamaah besar dan heterogen.
  4. Apabila penyelenggaraan shalat Idul Fitri di lapangan atau tempat terbuka hendaknya dalam jumlah terbatas khusus warga sekitar disiapkan protokol kesehatan ketat dan di bawah pengawasan pihak keamanan. 
  5. Meningkatkan ikhtiar lahir dan batin dalam rangka menjaga kesehatan dan mengakhiri pandemi covid 19 dengan memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT. 

Demikian bahwa untuk menekan dan memutus mata rantai Covid-19 adalah membutuhkan partisipasi dan kepedulian semua orang. Fakta di masyarakat nampak sekali masyarakat sudah mengalami kejenuhan di dalam menerapkan protokol kesehatan. 


Karena itu sering ditemukan bahwa di masyarakat perkumpulan sudah seperti biasa, tidak menggunakan masker. Merasa bahwa virus corona adalah makhluk Allah dan hanya Allah yang bisa mengendalikan makhluk-makhluk-Nya. Karena itu itu menjadi tugas kita bersama, memang benar bahwa virus corona adalah makhluk Allah, tetapi kita memohon kepada Allah dengan usaha dan ikhtiar agar segera hilang dari dari muka bumi dengan melakukan langkah-langkah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Mudah-mudahan dengan kedisiplinan, keteladanan dan komitmen bersama akan terwujud kesehatan dan keselamatan kita bersama.

1/23/2021

Do’a Untuk Sahabat-Sahabatku, Semoga Allah Mengampuni Dosa dan Kesalahan Mereka

Pada hari Jum’at 22 Januari 2021 kembali saya kehilangan sahabatku, Ustadz Misbachul Huda dia salah seorang Penyuluh Agama Islam Kabupaten Batang Jawa Tengah, dia juga seorang pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Kemiri Barat Subah Batang. Sebelum itu beberapa orang sahabatku, mungkin juga sahabat-Mu telah dipanggil oleh Allah. Dalam masa pandemic Covid-19, virus yang menyebar ke seluruh penjuru dunia hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda bosan menghuni jagat raya ini. Banyak orang termasuk sahabat-sahabatku terpapar oleh Covid-19 ada yang sembuh dan ada yang tidak tertolong. Ada beberapa sahabatku yang tidak tertolong seperti H. Wondo Wiseno, Hj. TitikHerni Toviptiati, Amin Witdarto dan yang lainnya yang telah dipanggil Allah SWT.

 

Ada beberapa sahabat yang jarang bertemu namun tetap mempunyai kesan yang mendalam, dari tempat tinggal yang berbeda dan jauh sehingga tidak memungkinkan untuk selalu dan sering bertemu, ada yang baru saja saling mengenal ada pula yang sering bertemu. Ternyata disanalah pernah bertemu dan tidak akan pernah ketemu lagi, kecuali dari akhlaq dan perilakunya yang sering mengingatkan pada mereka. Dari beberapa sahabatku itu ada yang masih muda ada yag sudah hampir tua, andai suruh memilih, dalam setiap persahabatan ada perpisahan dan ada pertemuan.

Dalam do’aku untuk sahabat-sahabatku yang sedang sakit, tetaplah optimis, bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Mungkin ini menjadi secercah harapan sahabatku untuk bangkit dan merasa mendapat dukungan moril. Sahabatku semoga segera sembuh, dapat sehat dan pulih seperti sedia kala. Semoga segera dapat beraktifitas kembali, harapan dan doaku untuk sahabat-sahabatku. Sehingga jika bisa menentukan sendiri tentu ingin sahabat-sahabatku segera sehat, namun dalam setiap keinginan, harapan dan doa yang dipanjatkan , hanya bisa memohon tidak mengetahui qadha dan qadar Allah. Bahwa manusia lahir telah ditentukan rizqi, jodoh dan pati, kapan manusia menemui ajalnya, manusia tidak kuasa untuk mengajukan atau menunda, semua sudah menjadi ketentuan Allah.

Jika kepergian sahabat-sahabatku itu, aku merasa kehilangan apalagi bagi keluarganya, anak, istri, suami dan keluarganya yang lebih sering dalam berinteraksi, mereka tinggal dalam satu rumah, suka-duka. Karena itu dalam perpisahan untuk selama-lamanya kami hanya mendoakan semoga mereka diampuni dosa dan kesalahannya dan ditempatkan dalam tempat yang terpuji.

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَعْفُ عَنْهُمْ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُمْ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُمْ، وَاغْسِلْهُمْ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِمْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُمْ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِمْ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِمْ، وَأَدْخِلْهُمْ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُمْ مِنْ عَذَا بِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Selamat jalan sahabat-sahabatku, Engkau adalah sahabat-sahabat yang baik, semoga kesaksianku bisa menambah bekal dalam menghadap Allah SWT, amin.

12/02/2020

Lomba Kebersihan, Keindahan dan Kemakmuran Masjid (K3M) Sebagai Model Pembinaan Manajeman Masjid

Dewan Haji Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan Ormas keagamaan yang terdiri dari IPHI, MUI, ICMI dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Kantor Kementerian Agama menyelenggarakan lomba Kebersihan Keindahan dan Kemakmuran Masjid (K3M) ke-11 tingkat Kabupaten Wonosobo.
Ketua Umum DMI Kabupaten H. Tarjo, S. Sos, M. Si sedang memberikan sambutanAdd caption

 

Kegiatan lomba K3M merupakan salah satu model pembinaan manajemen masjid, dimana masjid yang telah dibangun oleh umat Islam dengan mengerahkan segala sumber daya manusia ternyata setelah bangunan masjid terwujud belum disertai dengan upaya pengelolaannya. Karena itu agar masjid dapat berfungsi dengan maksimal maka perlunya pembinaan manajemen masjid yang meliputi bidang idaroh, imaroh dan riayah. 

 

Ketua tim lomba K3M Drs. H. Toharotun mengatakan bahwa kegiatan lomba pada saat terjadi pandemi Covid-19 adalah bagaimana mewujudkan peran masjid dalam penerapan adaptasi baru. Di mana Covid-19 sebagai wabah internasional yang belum ditemukan obatnya, maka sesungguhnya masjid memunyai peranan yang strategis untuk melakukan sosialisasi dan penerapan adaptasi baru untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan membiasakan untuk mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. 

 

Sementara ketua DMI Kabupaten Wonosobo H. Tarjo, S. Sos, M. Si mengatakan bahwa pada awalnya lomba K3M terjadi tarik ulur antara akan dilaksanakan dengan tidak dilaksanakan. Hal ini karena terjadinya perkumpulan massa yang cukup besar dikhawatirkan akan terjadi klaster masjid, namun dengan penerapan adaptasi baru lomba masih tetap dilaksanakan. 

 

Dewan Masjid Indonesia sebagai organisasi yang berkhidmat pada kepentingan masjid dengan kepengurusan mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat ranting. Untuk tingkat pusat dengan ketua H. Yusuf Kalla mantan Wakil Presiden, untuk tingkat provinsi bernama DMI Wilayah ketuanya adalah H. Ahmad mantan Wakil Gubernur. Untuk tingkat kabupaten, DMI Daerah semula ketuanya adalah H. Bedjo Taruna BA, karena beliau wafat lalu digantikan H. Tarjo. Untuk DMI Kecamatan bernama DMI Cabang dan untuk DMI Desa/ Kelurahan adalah DMI Ranting dan dibawahnya lagi adalah takmit masjid. 

 

Untuk selanjutnya masjid yang berada di tingkat pusat disebut dengan Masjid Istiqlal, masjid pada tingkat provinsi disebut dengan Masjid Raya, masjid tingkat kabupaten adalah Masjid Agung kemudian masjid tingkat kecamatan adalah masjid besar dan masjid di tingkat desa atau kelurahan adalah Masjid Jami. Lomba K3M ke-11 tingkat Kabupaten Wonosobo terdiri dari tiga bidang yaitu bidang idaroh yang dilaksanakan oleh Hj. Munjiatun, S. Ag dan Tarmin, bidang imaroh Dra. Hj. Amirah Zaitun dan H. Muslikun, SE, AK, M. Ag, bidang riayah Amin Witdarto, SKM dan Kodim dengan koordinator lomba adalah Untaji Affan. 

 

Adapun juara lomba K3M ke-11 tingkat Kabupaten Wonosobo akan diumumkan bersamaan dengan kegiatan penting di kabupaten. Putaran terakhir lomba K3M ke-11 bertempat di Masjid Al Mukhayyat Kalilawang Ds. Sitiharjo Kecamatan Garung dan ditutup oleh ketua umum DMI Kabupaten Wonosobo.

Acara penutupan lomba K3M ke-11 tahun 2020

11/10/2020

Bimtek Manajemen Pemberdayaan Fungsi Masjid Sebagai Media Sosialisasi Adaptasi New Normal Life

Pemerintah Kabupaten Wonosobo bekerjasamana dengan Kantor Kementerian Agama dan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Bimbingan Teknis pemberdayaan manajemen fungsi masjid. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari tanggal 9, 10, 12 November 2020 jam 08.30-11.30 dan 12.30-15.30 yang dilaksanakan oleh 3 tim. Tim pertama Drs. H. Toharotun dan Irna Firoyah, S. Ag, tim kedua Untaji Affan, S. Ag dan Hj. Munjiyatun, S. Ag, tim ketiga KH. Ahmad Zuhdi, M. Ag dan Dra. Amiroh Zaitun, dan masing-masing didampingi oleh personil Bagian Kesra Setda Wonosobo Pak Tarmin, Nasrudin dan Bu Erna. Kagiatan Bimtek dilaksanakan sebagai upaya sosialisasi penerapan adaptasi baru dan untuk memberikan pembekalan dan sekaligus motivasi pada segenap takmir masjid yang akan mengikuti lomba Kebersihan Keindahan dan Kemakmuran Masjid (K3M) ke-11 Tingkat Kabupaten Wonosobo. Kegiatan Bimtek pada setiap kecamatan diikuti 30 orang peserta yang terdiri dari unsur pemerintah dan takmir masjid.
Bimtek di Kecamatan Kertek dibuka oleh Camat Kertek Muhammad Said, S. Sos, MM, dalam sambutannya menyampaiakan agar takmir masjid lebih berinovasi dalam memajukan dan meningkatkan fungsi masjid, bahwa fungsi masjid bukan hanya untuk kegiatan shalat saja namun agar ditingkatkan pada fungsi yang lain, sebagaimana fungsi masjid pada masa Rasulullah sebagai tempat bermusyawarah, mengatur siasat perang, membagi harta rampasan, untuk pelayanan dan peningkatan ekonomi umat.
Hal senada juga disampaikan oleh Kabag. Kesra Setda Wonosobo H. Isnanto, S. Pd, MM yang juga sebagai tim gugus tugas penanggulan pandemic Covid-19 dalam melakukan monitoring kegiatan Bimtek manajemen pemberdayaan fungsi masjid pada setiap kecamatan. Diharapkan bahwa dengan manajeman masjid yang meliputi bidang idaroh, imaroh dan riayah, fungsi masjid akan lebih maksimal dan akan besar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena fungsi masjid yang sangat banyak, fungsi utama sebagi tempat sujud dan bisa dikembangkan untuk menjadi pusat kegiatan pendidikan, pelayanan, kesehatan, pembinan kader, peningkatan ekonomi dan lainnya. Karena itu perlu dikelola secara bersama-sama, melalui manajemen takmir masjid.

7/11/2020

Shalat Jum’at Dua Tahap dan Renggangkan Shaf, Fatwa MUI Nomor 31 Tahun 2020

Shalat merupakan rukun Islam yang kedua yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam dalam kondisi apapun, kapanpun dan di manapun shalat wajib di laksanakan. Bagi orang yang mukim atau bagi orang yang musafir tetap wajib melaksanakan shalat. Orang yang sehat dan orang yang sakit juga wajib menegakkan shalat,orang yang sedang sibuk atau sedang mempunyai keluangan waktu juga wajib untuk menegakkan shalat. Karena shalat adalah merupakan tiang agama, barangsiapa yang menegakkan shalat maka berarti orang tersebut telah menegakkan agama dan barangsiapa yang meninggalkan shalat maka berarti orang tersebut merobohkan agama.

Shalat mempunyai berbagai macam keutamaan, shalat dapat memberikan jalan yang terang kepada orang Islam, Shalat akan dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, shalat bisa menjadi solusi atas segala kesulitan hidup, shalat bisa membukakan Rizki dan shalat bisa menjadi jalan bagi hamba Allah untuk memasuki surganya.

Untuk mencapai kesempurnaan shalat, maka Islam menandaskan tegakkanlah shalat pada waktunya, melaksanakan shalat secara berjamaah, bila berjamaah juga rapatkanlah serta luruskanlah shafnya. Dalam kondisi pandemi virus corona, telah merubah kebiasaan baik umat Islam kepada hal-hal yang tidak semestinya dilakukan, seperti kebiasaan untuk menegakkan shalat berjamaah, meluruskan dan merapatkan shaf. Pada kondisi pandemi Covid- 19, sebelum penetapan new normal, maka shalat berjamaah untuk dilaksanakan di rumahnya masing-masing. Sebaliknya setelah pemerintah menetapkan new normal, maka shalat bisa dilaksanakan dengan berjamaah di masjid, mushola atau di langgar, dengan menerapkan protokol kesehatan, diantaranya adalah dengan menjaga jarak.

Menjaga jarak ketika melaksanakan shalat bagi sebagian umat Islam, mereka dapat menerima dengan keikhlasan, mereka menyadari dan memahami apa yang menjadi himbauan pemerintah. Namun ada juga sebagian dari umat Islam yang tidak mempercayai atau tidak mau melaksanakan sosial distancing atau menjaga jarak ketika sedang melaksanakan shalat. Karena itu dengan kondisi yang demikian ini, tentu saja di tengah-tengah masyarakat akan timbul dua perbedaan pemahaman. Demikian juga ketika melaksanakan shalat Jumat, dalam kondisi new normal pemerintah telah memberikan kelonggaran bagi umat Islam untuk menegakkan shalat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan, diantaranya adalah dengan menjaga jarak.

Demikian juga sebentar lagi umat Islam yang akan melaksanakan shalat Idul Adha, maka bagi yang melaksanakan shalat khususnya shalat Jumat di masjid di tengah pemukiman yang padat penduduknya, maka dimungkinkan masjid tidak bisa menampung jamaah. Masjid yang seharusnya bisa digunakan secara penuh, tetapi hanya bisa digunakan sepertiga dari jumlah jamaah masjid.

Shalat Idul Adha yang diksanakan di masjid maka sudah dipastikan tidak bisa menampung jumlah jamaah. Apalagi bila menerapkan sosial distancing. Bagaimanakah umat Islam yang sudah terbiasa melaksanakan shalat Jumat di masjid, bolehkah melaksanakan shalat Jumat di masjid dengan dua tahap? Setelah melaksanakan shalat Jumat pada tahap yang pertama kemudian dilanjutkan dengan tahap yang kedua.

Ada pendapat yang membolehkan melaksanakan shalat Jumat di langgar, mushola atau di gedung pertemuan yang lain. Karena itu untuk menyikapi hal yang demikian ini Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa Nomor 31 tahun 2020 berkaitan dengan penyelenggaraan shalat Jumat dan shalat jamaah untuk mencegah penularan wabah Covid 19.



6/23/2020

Wujudkan Kebersihan Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP), Model Pak Keling

Pada suatu pagi Ahad 21 Juni 2010 nampak ada seorang laki-laki yang sedang membersihkan masjid Yayasan Amal Bakti muslim Pancasila (YAMP) Nurul Falah Mendolo Wonosobo. Laki-laki itu bernama Pak Keling yang mengabdikan diri untuk merawat kebersihan masjid sejak tahun 2012. Dia membersihkan masjid meliputi menyapu, mengepel, membersihkan dinding, kaca dan semua yang berkaitan dengan masjid, termasuk kebersihan toilet, kamar mandi dan tempat wudhu. Pada pagi itu dia bekerja dengan tekun dan semangat, tak ada tanda-tanda merasa berat, semua dilaksanakan mengalir sesuai kebutuhan.
Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila Mendolo Wonosobo

Masjid yang berada di tepi jalan raya dan berada di antara perkantoran, sekolah, rumah sakit, dengan tempat parkir yang luas sehingga menjadi tempat persinggahan yang strategis bagi para musafir. Dengan kondisi ini maka membutuhkan kebersihan dan perawatan secara terus-menerus, bila masjidnya bersih maka akan mendatangkan rasa nyaman untuk beribadah. Pak Keling yang berangkat bekerja setelah shalat subuh dan pulang pada sore atau malam. Karena disamping merawat masjid dia juga merawat gedung haji dan menyapu jalan raya sebagai petugas kebersihan, pekerjaan ini dilakukan secara bergantian. Tetapi waktu yang lebih banyak untuk mengurusi kebersihan masjid.
Pak Keling yang mempunyai tips sendiri ketika mengingatkan pada jamaah untuk selalu menjaga kebersihan, berikut penuturan beliau yang disampaikan dengan bahasa Jawa:

“Menawi wonten tiyang bucal sampah kula tututi lajeng kula pundhut, biasane tiyang punika pirsa. Mila kula mikir, piyambake ugi mikir menawi piyambakipun lepat, amargi sampun bucal sampah sawiyah-wiyah. Sahingga ing sanes wekdal piyambakipun badhe bucal sampah wonten panggenan ingkang sampun dipun cawisaken”.

Bila ada orang yang membuang sampah terus saya ikuti dan saya ambil sampahnya, biasanya orang tersebut melihat saya memungut sampahnya. Saya berfikir kalau dia juga berpikir telah berbuat salah karena telah membuang sampah sembarangan, sehingga di lain waktu dia akan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.
Pak Keling sedang membersihkan kaca masjid

Inilah teguran Pak Keling yang mempunyai kiat tersendiri untuk menegur orang yang tekah membuang sampah secara sembarangan. Dan mengingatkan agar dibuang pada tempat yang telah disediakan. Sampah yang berantakan akan membuat suasana menjadi tidak nyaman, terlihat kumuh, bisa menjadi sarang nyamuk dan lalat sehingga bisa mendatangkan berbagai macam penyakit. Karena itu permasalahan sampah sebenarnya menjadi permasalahan bersama maka cara mengatasinya juga hendaknya secara bersama-sama. Jadi bila di suatu tempat umum terlihat bersih, berarti ada orang yang telah membiasakan untuk hidup bersih, bila ada orang yang bertugas untuk membersihkan tempat tersebut bukan berarti bahwa kita bisa membuang sampah secara sembarangan,tetapi tetaplah buang sampah pada tempatnya.

Banyak terjadi musibah dan bencana, tanah longsor, banjir disebabkan karena saluran tersumbat oleh sampah, hal ini karena dilakukan oleh manusia yang suka membuang sampah secara sembarangan. Dampaknya akan menjadi lebih luas, tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga merugikan orang lain, karena itu mulai sekarang hendaknya untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
Ruang untuk shalat

Pak Keling adalah salah satu contoh, dia orang biasa, dia menyadari kalau ada orang membuang sampah menegur dengan kata-kata kadangkala akan menimbulkan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi orang yang mendengarnya. Mungkin orang yang ditegur akan mengatakan, dia siapa, berani menegur saya. Karena yang menegur adalah orang yang biasa-biasa saja, karena itu, orang yang biasa-biasa saja cara menegurnya adalah dengan perbuatan. Karena itu malulah pada dirinya sendiri, ketika ada orang yang biasa memungut sampah yang telah dibuangnya. Karena sesungguhnya kemuliaan seseorang bukan dilihat dari segi fisiknya (gagah atau cantiknya), penampilannya, kekayaannya tetapi dilihat dari hati dan amal perbuatannya.

Semoga contoh yang telah diberikan oleh Pak Keling ini bisa menjadikan inspirasi bagi kita sekalian untuk senantiasa mewujudkan kebersihan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal yang sedikit/ kecil dan dimulai dari sekarang (tidak usah menunggu waktu yang akan datang).

12/24/2014

Donor Darah Membantu, Menyehatkan, Menyelamatkan Diri Dan Orang Lain



“Tiap tetes darah sangat berarti bagi yang membutuhkan” inilah salah sati semboyan di PMI. Sebagai satuan kerja yang membidangi kegiatan sosial dan kesehatan melalui donor darah. Ada yang setiap tahun secara rutin menjadi peserta donor darah, bagi mereka merasakan menjadi sehat secara pribadi dan yang lebih penting lagi ternyata bisa menyehatkan dan menyelamatkan nyawa orang lain. Betapa banyak orang yang mengalami pendaharahan karena kecelakaan atau karena melakukan operasi. Tertolonglah mereka karena kerelaan, keikhlasan dan kesadaran untuk menolong memalui donor darah.


Peserta Donor Darah diantar anak dan istri tercintanya.
 
Tidak semua orang yang mau menjalankan donor darah, karena ada yang merasa takut. Ada beberapa orang yang setelah mendonorkan darahnya tubuhnya menjadi lemah dan pucat, ini yang menjadi sebab orang mengaca pada dirinya. Pada rangkaian kegiatan jalan sehat kerukunan umat beragama dalam rangka perngatan Hari Amal Bakti ke-69 Kementerian Agama RI, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan donor darah. Semoga menjadi amal shalih yang diterima Allah SWT, terutama bagi peserta donor darah maupun kepada para petugas PMI.