Trik Praktis Sembuhkan Sariawan



Sariawan adalah penyakit yang amat menyedihkan, ketika sedang terserang sariawan seakan tidak ada penyakit yang lebih menyedihkan kecuali sariawan. Mengapa demikian, hal ini tidak lain karena tubuh terasa panas dingin, lungrah, tidak bersemnagat, terasa lesu, mengantuk, makan tidak enak, senyumpun menjadi hilang. Banyak orang yang mencoba dengan mengkonsumsi vitamin c, namaun ternyata tidak sedikit yang asam lambungnya menjadi naik, sehingga perut terasa kembung. Begitulah bahwa ketka sedang sakit seakan tidak ada sakit lain yang menandingi. Sama saja orang yang sedang sakit gigi juga mengatakan sakit gigi adalah rajanya sakit. Memang orang akan merasakan kesakitan ketika sakit sedang menyerangnya.

Umumnya, sariawan timbul sebagai sinyal bahwa tubuh kita tengah kekurangan gizi. Namun, ternyata pemicunya bukan hanya itu. Ada beberapa faktor lain yang tak berkaitan dengan asupan gizi, akan tetapi dapat memunculkan masalah di mulut. Beberapa anjuran dari praktisi-praktisi kesehatan dapat kita praktikkan untuk membebaskan mulut dari sariawan.

Dari dokter gigi Drg. Linus Boekitwetan, M. Kes (Ort), menjelaskan bahwa sariawan yang disebut juga stomatitis aphtousa rekuren (SAR), yakni lesi (luka) mukosa rongga mulut yang paling sering terjadi. Penyebab utamanya tak diketahui, tetapi ada faktor lain yang memicunya, misalnya iritasi gigi tajam, gangguan imunologi, hormon, dan sebagainya.

Drg. Linus menganjurkan untuk berkumur dengan obat kumur yang mengandung chlorhexidine gluconate atau topikal kortikosteroid, untuk mempersingkat waktu penyembuhan luka. Obat jenis topikal anestesi (salep) bisa diberikan untuk meredakan rasa sakit.

Dari ahli herbal. Ahli obat tradisional China, Mochtar Wijayakusuma, mengatakan bahwa sariawan dapat timbul di lidah, langit-langit mulut, gusi, pipi bagian dalam, atau bibir. Penyebabnya bisa karena kekurangan zat besi, vitamin B12, infeksi virus dan bakteri. Dapat juga terjadi akibat lidah tergigit, atau mulut sensitif terhadap pasta gigi atau obat kumur.

Baik dokter maupun ahli herbal telah mencoba untuk menganalisis, mengadakaan observasi mencari obat atau ramuan untuk mengatasi sariyawan. Resep-resep yang mereka kemukakan kadang cocok namun kadang ada yang berputus asa dengan segala daya upaya ternyata penyakit itu tidak seger sembuh. Karena itu pengalaman para penderita kadang lebih mujarab. Oleh karena itu dari temuan itu dapat ditemukan:
  1. Carilah penyebab sariyawan:
    • Bila penyebabnya karena beban kerja yang berat seakan tidak ada selesainya maka stop dulu dalam bekerja, karena output dalam bekerja adalah hasil. Kerja dengan terlalu memforsir biasanya hasilnya tidak baik.
    • Bila penyebabnya karena banyaknya pikiran. Maka beralihnya dari berfikir dengan otak beralih dengan berfikir dengan hati. Karena berfikir dengan otak biasanya akan ditemukan hukum positif negatif, baik buruk. Suatu yang baik menurut diri sendiri tidak mesti baik menurut orang lain. Tapi berfikir dengan hati berpikir yang dipenuhi dengan petunjuk dari Allah SWT.
    • Bila penyebabnya karena panas dalam, masuk angin maka sembuhkanlah dahulu masuk anginnya. 
  2. Minumlah obat turun panas (paracetamol). Bila minum gunakanlah air putih, jangan minum susu, teh, kopi selama minum obat kecuali dengan jarak 1 jam sebelum atau sesudahnya.
  3. Kumurlah dengan air daun sirih yang sudah direndam dengan air panas atau kumurlah dengan obat kumur sehari 2/ 3 kali.
Selamat mencoba, bila terserang sariyawan. Namun berdoalah semoga tidak terkena sariyawan. Karena sungguh menderita makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, untuk senyumpun terasa sakit.























Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar