Fadhilah Ibadah Menambah Pahala



Beribadah kepada Allah hendaknya melihat kepada para ulama’ dan para ‘abid. Jadilah pribadi yang selalu haus dengan amal shalih, selalu loba pada ahli ibadah. Dan jadilah pribadi yang selalu kukuh untuk meneladani pribadi Rasulullah. Berupayalah untuk meraih keutamaan ibadah, jauhkan sifat hanya sekedar mendengar, berbicara tanpa amal. Wujudkan setiap tarikan nafas dan detak jantung sebagai ibadah.


اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بنِعْمَةَ اْلِإيْمَانِ وَاْلإِسْلَامِ وَاْلِاسْتِقْلَالِ أَوِاْلحُرِّيَّةِ، وَأَفْهَمَنَا مِنْ عُلُوْمِ الدِّيْنِ وَاْلعَقِيْدَةِ، وَبَيَّنَ لَنَا وَأَرْشَدَنَا اْلأَخْلَاقَ الْكَرِيْمَةَ وَاْلأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ,أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ أَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَافِعُ اْلأُمَّةِ وَخَيْرُ اْلبَرِيَّةِ, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ وَيَجْتَنِبُوْنَ اْلَمنْهِيَّاتِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah
Marilah kita berupaya meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah yaitu dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bentuk ketaatan orang-orang yang beriman sesungguhnya merupakan ungkapan rasa syukur atas segala kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah. Pernahkah kita membayangkan sungguh besar dan banyaknya karunia Allah. Pernahkah kita memikirkan dan menyadari bahwa kita diberikan panjang umur, kesehatan dan kesempatan adalah merupakan kenikmatan? Ataukah segala pemberian Allah dipandang sebagai suatu yang dibiarkan berlalu tanpa makna?

Karena itu dalam kesempatan khutbah ini sejenak marilah kita renungkan firman Allah:


….dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim: 34)

Allah sebagai Al Khaliq, telah menciptakan makhluk termasuk manusia dengan diberikan segala kebutuhan yang diperlukan. Bahkan ketika kita disuruh untuk menghitung nikmat Allah niscaya kita tidak akan dapat menghitungnya. Karena itu dengan banyaknya nikmat Allah kita berupaya untuk menjadi orang-orang yang pandai bersyukur, karena sesungguhnya dengan bersyukur niscaya Allah akan menambahkan nikmatnya kepada kita. Kenikmatan yang akan diberikan Allah baik di alam dunia maupun di akherat kelak.

Sebagai contoh ibadah shalat, yang menjadi salah satu kewajiban utama bagi umat Islam. Bagaimanakah Allah memerintahkan, dan Rasulullah menegaskan bahwa shalat menjadi tiang agama, bahkan shalat menjadi barometer setiap amal perbuatan orang-orang yang beriman. Shalat yang berkualitas akan dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Di akherat kelak akan menjadi ibadah yang pertama kali akan ditanyakan. Bila shalatnya baik maka ibadah yang lain akan menjadi baik.

Ketika Allah memerintahkan untuk menegakkan shalat, Allah akan melipatgandakan pahala shalat dengan beberapa macam cara:
1. Bila dilaksanakan dengan berjamaah maka Allah akan melipatgandakan menjadi 27 derajat:

"صَلاةُ الجَمَاعَةِ أَفضَلُ مِنْ صَلاةِ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ درَجَةً " متفقٌ عليه
"Shalat jamaah adalah lebih utama dari shalat fadz yakni sendirian dengan kelebihan dua puluh tujuh derajat." (HR. Buchari Muslim).

2. Bila setiap saat berjamaah di masjid (pagi dan petang) maka Allah akan memberikan hidangan layaknya ahli jannah.
" مَنْ غَدا إِلى المسْجِدِ أَوْ رَاحَ ، أَعَدَّ اللَّه لهُ في الجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ " متفق عليه .
"Barangsiapa pergi ke masjid pada waktu pagi atau sore hari, maka Allah menyediakan makanan yang lezat di surga, setiap ia pergi pada waktu pagi atau sore hari." (HR. Buchari Muslim)

3. Bila rajin shalat jama’ah di masjid maka dosanya akan berkurang dan akan dinaikkan derajadnya oleh Allah.
" مَنْ تَطَهَّرَ في بَيْتِهِ ، ثُمَّ مَضى إِلى بيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ ، لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرائِضِ اللَّهِ كانَتْ خُطُواتُهُ إِحْدَاها تَحُطُّ خَطِيئَةً ، والأُخْرى تَرْفَعُ دَرَجَةً " رواه مسلم .
" Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian ia pergi ke salah satu dari beberapa rumah Allah yakni masjid untuk menyelesaikan salah satu shalat wajib dari beberapa shalat yang diwajibkan oleh Allah, maka langkah-langkahnya itu yang selangkah dapat menghapuskan satu kesalahan sedang langkah yang lainnya dapat menaikkan satu derajat." (HR. Muslim) 

4. Menegakkan shalat-shalat tertentu di masjid maka akan diberikan keutamaan tertentu pula.
يَتَعَاقَبُونَ فِيكم مَلائِكَةٌ بِاللَّيْلِ، وملائِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيجْتَمِعُونَ في صَلاةِ الصُّبْحِ وصلاةِ العصْرِ، ثُمَّ يعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكم، فيسْأَلُهُمُ اللَّه وهُو أَعْلمُ بهِمْ: كَيفَ تَرَكتمْ عِبادِي؟ فَيقُولُونَ : تَركنَاهُمْ وهُمْ يُصَلُّونَ، وأَتيناهُمْ وهُمْ يُصلُّون " . متفقٌ عليه .

"Berganti-gantilah untuk menyertai engkau semua beberapa malaikat di waktu malam dan beberapa malaikat di waktu siang. Mereka berkumpul dalam shalat Subuh dan shalat Asar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam denganmu semua itu, lalu Allah bertanya kepada mereka, padahal sebenarnya Allah adalah lebih Maha Mengetahui tentang hal ihwal hamba-hamba-Nya, Allah bertanya: "Bagaimanakah engkau semua meninggalkan hamba-hamba-Ku?" lalu para malaikat itu menjawab: "Kita meninggalkan mereka dan mereka sedang melakukan shalat dan sewaktu kita mendatangi mereka itu, juga di waktu mereka melakukan shalat." (HR. Buchari Muslim) 

"مَنْ صَلَّى العِشَاءَ في جَمَاعَةٍ ، فَكَأَنَّما قامَ نِصْف اللَّيْل وَمَنْ صَلَّى الصبْح في جَمَاعَةٍ ، فَكَأَنَّما صَلَّى اللَّيْل كُلَّهُ " رواه مسلم .

"Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya' dengan jamaah, maka seolah-olah ia mendirikan shalat separuh malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat Subuh dengan jamaah, maka seolah-olah ia mendirikan shalat semalam suntuk." (HR. Muslim)

Begitu besarnya karunia Allah yang kelak akan kepada orang-orang yang beriman. Maka Rasullah mengandai-andai.

" وَلَوْ يعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ والصُّبْحِ لأَتَوْهُما وَلَو حبْوًا " متفقٌ عليه . وقد سبق بطوِلهِ .
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besar pahalanya mengerjakan shalat Isya' dan Subuh dengan berjamaah, niscayalah mereka akan mendatangi kedua shalat itu, sekalipun dengan berjalan merangkak." (HR. Buchari Muslim)

Begitulah cara Allah melipatgandakan pahala kepada orang-orang yang beriman, walaupun umat nabi Muhammad usianya pendek-pendek berkisar maksimal antara 60-70 tahun sangat jauh berbeda dengan umat yang lain yang lebih lama. Namun sekalipun pendek bila dapat memaksimalkan perintah Allah beserta usaha untuk meraih keutamaan ibadah niscaya bobot pahalanya akan menjadi lebih banyak. Sekalipun usia pendek mudah-mudahan selalu istiqomah dalam menjalankan ketaatan sehingga akan meraih keutamaan yang lebih banyak, amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar