Jumat, 28 Oktober 2016

Aktualisasi Iman, Terkadang Dengan Ujian dan Cobaan



Iman bukan suatu yang bersifat statis, yang tersembunyi didalam hati, atau cukup diungkap dan diucapkan dengan lisan saja. Iman memerlukan pembuktian dan akutualisasi dengan amal perbuatan, bahkan keimanan juga mengalami beraneka macam ujian dan cobaan.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al Ankabuut: 2-3)

Sebagai sebuah keyakinan agama, keimanan diantara bercirikan sebagai berikut:

  1. Memiliki kedalaman atau intensitas yang membedakannya dari bentuk-bentuk keyakinan manusia yang lain. Iman merupakan kepercayaan manusia paling kuat, paling mengesan dan paling mendalam yang dimilki manausia. Misalnya keyakinan terhadap Allah mengalahkan dari segala bentuk keyakinan.
  2. Iman melibatkan pribadi manusia seutuhnya dan keseluruhan aspek kehidupannya. Perasaan, kehendak, pikiran dan perbuatan-perbuatan manusia sama-sama terlibat.
  3. Iman bersifat imperative karena merupakan sumber motivasi perbuatan manusia yang sangat kuat, seorang yang beriman akan selalu merasa bersalah, jika ia tidak berbuat sesuai dengan tuntutan imannya.
  4. Iman bersifat energik, bersemangat, eksploratif dan menggetarkan jiwa, karena iman bukan merupkan suatu yang hampa dan tanpa daya.
  5. Iman bersifat komunikatif, mendorong pemiliknya untuk berbagi kata dan rasa dengan pihak lain untuk memberikan gambaran tentang hal-hal yang dirasakannya.
  6. Iman bersifat propagandastik, mengajak pihak lain untuk sama-sama ambil bagian dalam proses dan kegiatan aktualisasi iman dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Iman bersifat transformatif, memotivasi orang-orang yang beriman untuk melakukan perubahan, hal-hal yang tidak sejalan dan bertentangan dengan nilai-nilai keimanan menjadi seperti yang diinginkan. (Musa Asy’ari dkk, Prof. Dr, Dimensi Ajaran Islam menuju masyarakat anti korupsi, Dirjen Bimas Islam Depag RI dan Departemen Kominfo, Jakarta, 2007: 14)

Jumat, 21 Oktober 2016

Fungsi dan Pengaruh Pakaian



Bila melihat suku primitive mereka tidak mengenakan pakaian, kemanapun dan dimanapun tidak mengenakan pakaian, sehingga tidak ada hal-hal yang dirahasiakan. Mulai dari rambut sampai kaki semuanya terbuka dan bebas dipertontonkan, tidak ada rasa malu karena pada masa itu dan menurut mereka tidak ada aurat. Pada umumnya masyarakat primitive belum memikirkan tentang pakaian, sehingga kadangkala mereka hanya menutup alat kelaminnya saja. Dalam perkembangannya mereka menggunakan kulit binatang sebagai pakaian.

Seandainya kita hidup di lingkungan dan waktu tersebut, kitapun akan seperti mereka. Karena itu kita amat beruntung dan bersyukur karena hidup dalam lingkungan masyarakat berbudaya dan berperadaban. Bahwa segala peri kehidupan manusia sudah ada aturan dan tuntunannya, baik dan buruk, benar dan salah. Bagaimanakah agama khususnya Islam memberikan aturan berpakaian yang baik dan benar.
Fungsi pakaian:

  1. Untuk melindungi tubuh dari segala hal yang membahayakan, karena dengan berpakaian akan melindungi tubuh dari angin, panas, dingin, debu, sengatan serangga dan binatang melata. Misalkan kita pergi ke sawah atau hutan dengan tidak berpakaian, niscaya akan menjadi sasaran nyamuk, lalat, semut, ulat. Demikian pula ranting, dahan dan dedaunan, duri akan mengenai kulit sehingga akan menimbulkan luka yang akan menimbulkan kulit terluka dan mengurangi keindahannya. Dengan berpakaian niscaya akan terjaga dari gangguan.
  2. Untuk perhiasan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata pakaian bukan hanya untuk melindungi tubuh tetapi meningkat lagi pada fungsi estetika yaitu untuk menimbulkan keindahan, karena perkembangan dunia mode menjadi bentuk yang bermacaam-macam, dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan. Berbagai macam jenis tekstil, dari kain polos, mori, wool, lurik, kotak-kotak hingga batik, menjadi beraneka macam jenis pakaian. Sehingga dengan berpakaian tertentu akan meimbulkan keindahan, nyaman dipakai dan enak dipandang.
  3. Untuk identitas, misalnya ada pakaian adat, pakaian sekolah, pakaian olah raga, pakaian kerja, pakaian untuk shalat, pakaian renang, pakaian untuk pesta, pakaian pengantin, pakaian ihram dan sebagainya.
  4. Untuk menutup aurat. Umat Islam mengenal aurat karena adanya petunjuk Alquran dan hadits. Sehingga pakaian yang kenakan oleh umat Islam disamping untuk perlindungan, keindahan, identitas juga harus bisa menutup aurat. Karena dengan menutup aurat akan dapat menghindarkan dari perbuatan hawa nafsu.
  5. Sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya. Manakah ada hewan yang berpakaian, pakaian mereka hanya kulit, bulu dan rambutnya saja.

Selain hal-hal yang telah kami sebutkan diatas tentu masih terdapat fungsi pakaian yang lain, terutama bila dilihat dimanakah, kapan, mengapa berpakaian maka disana akan ditemukan secara lebih mendetail tentang fungsi pakaian.

Karena fungsi pakaian yang demikian besar, orang memakai pakai karena faktor alam atau karena fitrah insaniyah ada yang berpakaian karena mengikuti perintah Allah. Namun sebaiknya bahwa berpakaian disamping karena kebutuhan hidup manusia juga hendaknya mengikuti tuntunan perintah Allah SWT. Pada dasarnya bahwa ketika berpakaian tingkah laku dan perbuatan manusia akan mengikuti sifat dasar pakaian tersebut. Misalnya orang yang berpakaian batik lengan panjang, celana panjang dan bersepatu tentu akan membawa pada perilaku yang lebih kalem, apalagi bila bagi seorang muslim ditambah dengan accessoris lain seperti peci, surban tentu dalam kata-kata, sikap dan perbuatannya akan lebih berhati-hati.

Begitu pula bagi seorang muslim ketika menegakkan shalat dengan mengenakan sarung, baju koko, pecis atau jubbah, surban dan peci, atau celana panjang, jas, peci bandingkan dengan ketika menegakkan shalat menggunakan celana jean, kaos oblong, atau baju olah raga tentu berbeda dan pengaruh dalam berupaya untuk menegakkan shalat yang berkualitas. Memang pakaian itu sangat berpengaruh dalam sikap dan perilaku. Bahkan kadang akan muncul sikap ujub dan riya’ . Apalagi bila memakai pakaian atau accessoris tertentu. Memakai kaca mata hitam, memakai baju adat, baju resmi atau pakaian yang nampak seksi maka di dalam moment apapun berupaya untuk diabadikan dan dipertontonkan kepada khalayak dengan cara di posting di media sosial.

Perilaku kabilah Bani Tamim yang pernah berkunjung kepada Rasululah Muhammad, lalu mereka mengolok-olok beberapa sahabat yang miskin karena pakaiannya yang sangat sederhana, seperti Ammar, Suhaib, Bilal, Khabbab, Salman Al Farisi dan lainnya. Begitulah bahwa pakaian yang jelek akan menimbulkan penghinaan dan pakaian yang mewah akan menuai pujian sehingga tidak menutup kemungkinan bagi pemakainya akan bangga sehingga menjadi lupa diri.

Karena itu berhati-hatilah dengan pakaian yang dikenakan, sudah sesuaikah dengan petunjuk Allah, karena disamping aman, indah, etis, menutup aurat dan juga dapat menjaga diri dari pemakainya dari sifat ujub, riya’ dan sombong. Berhati-hati pula dengan accecoris yang dikenakan. Suatu yang menurut diri sendiri baik dan sederhana menurut orang lain norak dan glamor. Karena itu pakaian hendaknya dapat menciptakan ketenangan dan keamanan bagi pemakainya dan lingkungannya.

Rabu, 19 Oktober 2016

Do'a Pekan Olah Raga Kabupaten - PORKAB



Olah raga adalah salah satu media untuk meraih dan merasakan menjadi pribadi yang sehat. Diharapkan didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Namun hendaknya jangan sampai melupakan unsur rohani atau jiwa. Ketenangan jiwa juga akan menentukan kesehatan jasmani. Karena itu jiwa dan raga hendaknya dipandang sebagai satu kesatuan. Jiwa yang sehat akan dapat berfikir yang sehat berbuat yang normal. Karena itu agar terjadi keseimbangan dua unsur tersebut pada kegiatan pembukaan Porkab kita memohon petunjuk dan bimbingan kepada Allah. Agar bisa befrjalan dengan baik dan lancar. Sehingga dengan Porkab ini dapat memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat yang pada akhirnya dapat mewujudkan pribadi yang berintegritas, sportif dan disiplin.

الحمد لله رب العالمين حمدايوافى نعمه ويكافى مزيده ياربنا لك الحمد ولك شكر كما ينبغى لجلال وجهك وعظيم سلطانك اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين.


Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu, atas limpahan nikmat dan karunia-Mu pada pagi hari ini, kami dapat berkumpul di tempat ini, dalam rangka pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten  tahun 2016. Semoga kegiatan ini tercatat sebagai amal ibadah kepada-Mu.

Ya Allah kami yakin dengan sepenuh hati, bahwa kekuasan-Mu meliputi segala yang berada di langit dan bumi. Yang nampak dan yang sembunyi. Engkau berkuasa menciptakan dan Engkau berkuasa mengatur, melindungi dan mencukupi seluruh keperluan segala makhluk ciptaan-Mu.

Engkau Maha besar maka hanya Engkau yang patut dibesar-besarkan, disanjung dan dipuji. Karena itu ya Allah atas kekuasaan dan kebesaran-Mu maka hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami serahkan segala daya upaya kami.

Ya Allah, ya Qadir, jadikanlah kegiatan ini sebagai tonggak perjuangan hidup manusia untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga guna meraih derajat kesehatan, menuju insan yang kuat, tangkas, berintegritas, sportif dan disiplin.

Ya Allah, ya Haadi, bimbinglah setiap langkah dan perjuangan kami dengan petunjuk-Mu, jauhkanlah segala sikap dan perbuatan yang menghalangi untuk taat kepada-Mu. Karena itu ya Allah berikanlah keberkahan dengan kegiatan PORKAB ini, wujudkanlah semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan, agar pembangunan di negeri ini senantiasa dalam ridha dan ampunan-Mu.

Ya, Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami berserah diri.

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الا خرة حسنة وقنا عذاب النار, والحمد لله رب العالمين