Kamis, 28 November 2013

Do'a Sosialisasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat, TPKJM


Gangguan jiwa adalah gangguan dalam cara berfikir, kemauan, emosi dan tindakan, gangguan jiwa selalu diikuti dengan adanya kelainan diotak. Gangguan jiwa bisa menimpa siapa saja. Tanpa melihat jenis dan tingkat ekonomi, pendidikan dan pekerjaan.
Gangguan jiwa ada yang ringan ada yang berat, gangguan jiwa yang ringan masih dapat mejalankan perannya di masyarakat, sedangkan gangguan yang berat sudah muncul gangguan dalam menilai realitas. Mereka sudah tidak mampu berfiungsi secara wajar dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Rehabilitasi para penderita sangat diperlukan, agar mereka dapat berperan kembali aktif ditengah-tengah masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut maka pembinaan bahkan pemulihan pada penderita gangguan jiwa. Kegiatan ini tidak dapat dilakukan secara personal namun hendaknya memalui kerjasama dalam teamwork. Untuk memeberikan pemahaman bagi seluruh kelompok perlu diadakan sosialisasi. Dan kegiatan ini diakhiri dengan pemabcaan do’a, dengan teks sebagimana tersebut.

ﺍﻠﺤﻤﺪ ﷲ ﺮﺐﺍﻠﻌﺎ ﻠﻤﻴﻦ ﺤﻤﺪﺍ ﻴﻮﺍ ﻓﻰ ﻧﻌﻤﻪ ﻮﻴﻜﺎ ﻓﺊ ﻤﺰﻴﺪ ﻩ لا تحصى ثناء عليك انت كما اثنيت على نفسك, ﺍﻠﻟﻬﻢ ﺼل ﻮﺴﻟﻢ ﻋﻠﻰ رسولك ونبيك سيدنا محمد الطاهرالزكى وعلى اله الطيبين واصحابه المتقين


Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ditangan-Mu segala puji, maka hanya kepada-Mu kami mengucapkan pujian dan menumpahkan rasa syukur. Disebagian kecil dari kenikmatan yang Engkau berikan, sehingga kami dapat mengikuti kegiatan Sosialisasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa tahun 2013, semoga kegiatan ini tercatat sebagai bagian dari amal ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, jadikanlah kegiatan ini sebagai pertemuan yang mendatangkan keberkahan, jadikanlah kami hambamu yang sehat lahir dan batin, agar segala perintah-Mu dapat kami laksanakan dengan baik dan larangan-Mu dapat kami hindarkan. Sinarilah hati dan fikiran hamba-Mu dengan nur hidayah karena sesungguhnya Engkaulah zat sebaik-baik pemberi petunjuk. Dan hanya kepada-Mu kami meminta dan memohon pertolongan.

Ya Allah, ringankanlah beban yang diamanatkan kepada kami, mudahkanlah segala urusan kami, tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar dan lurus sebagaimana jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat, dan janganlah Engkau sesatkan kami setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami. Karena Engkaulah sebaik-baik pemberi petunjuk.


ربنا لا تزغقلوبنا بعد اذ هديتنا وهبلنا من لدنك رحمة انك انت الوهاب
ﺮﺑﻧﺎﺁ ﺗﻧﺎ ﻓﻰ ﺍﻠﺪ ﻧﻴﺎ ﺣﺴﻧﺔ ﻮفى الاﺧﺮﺓ ﺣﺴﻧﺔ ﻮﻗﻧﺎ ﻋﺫ ﺑﺎ ﺍﻠﻧﺎ ﺮ ﻮﺍﻠﺣﻤﺪ ﷲ رب العلمين

Selasa, 26 November 2013

Do’a memasuki kota atau kampung dan menempati suatu tempat


Dunia ini tersusun atas benua, dan didalam benua ada negara, didalam negara tersusun atas provinsi, didalam provinsi terdiri dari kabupaten/ kota, dalam kabupaten/ kota terdiri dari kecamatan dan didalam kecamatan terdiri dari kelurahan, desa/ kampung. Demikian luasnya dunia ini, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa manusia sering bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah yang lainnya. Walaupun terkadang perpindahan ini hanya sekedar untuk travelling atau berwisata.

Sesungguhnya tempat yang akan didatangi itu adalah wilayah yang berbeda dengan tempat tinggalnya, demikian pula budaya dan tradisi masyarakat. Dari perbedaan tersebut maka terjadi daya tarik untuk berkunjung dari daerah ke daerah lainya. Belum pasti kedatangan itu disambut dengan baik, karena itu berbekal pada pengetahuan untuk memahami sikap saling menghormati dan menghargai terhadap sesama hidup mutlak diperlukan. Disamping itu tentu saja kita senantiasa memohon keselamatan agar ditempat tersebut dapat diterima dengan baik, tidak dimusuhi, tidak disakiti dan tidak dianiaya.
Rasulullah SAW pada suatu saat pernah berpesan kepada Ali bin Abi Thalib bila akan masuk ke suatu kota atau kampung agar membaca do’a:

أَللّٰهُمَّ اِنِّى أَسْئَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ الْمَدِيْنَةِ وَخَيْرَ مَااكْتَسَبْتُ فِيْهَا. وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ هَا وَشَرِّ مَااكْتَسَبْتُ فِيْهَا. أَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى خَيْرَهَا وَأَعِذْنِى مِنْ شَرِّهَا وَحَبِّبْنَا اِلَى أَهْلِهَا وَحَبِّبْ صَالِحَ أَهْلِهَا اِلَيْنَا

“Ya Allah aku mohon kepada-Mu akan kebaikan yang ada di kota ini, dan kebaikan apa yang aku lakukan padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang aku lakukan padanya. Ya Allah berilah aku rizki atas kebaikannya dan lindungilah aku dari kejahatannya, dan jadikanlah kami cinta kepada penduduknya dan jadikan pulalah penduduknya yang shalih cinta kepada kami”.
Selanjutnya Rasulullah SAW melanjutkan pesannya kepada sahabat Ali, bila menempati suatu tempat maka bacalah:

 أَللّٰهُمَّ أَنْزِلْنَا مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُالْمُنْزِلِيْنَ تَرْزُقُ خَيْرَهُ وَتَدْفَعُ عَنْكَ شَرَّهُ


“Ya Allah tempatkanlah kami di tempat yang berkah dan Engkaulah yang sebaik-baik yang memberikan tempat, Engkau berikan kebaikannya dan Engkau tolak kejahatannya”. (Dikutib dari Buku Detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah karya KH. Firdaus AN)

Dengan berbekal pada pesan Rasulullah SAW kita tidak diperkenankan untuk berbuat seenaknya disuatu daerah. Karena adat istiadat dan tata krama suatu daerah tentu berbeda dengan kebiasaan yang sering dilakukan. Sadarilah bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan bisa jadi menyakiti atau merugikan orang lain. Baik disadari atau tanpa kesadaran, karena itu sebaik- baik manusia yang selalu mohon perlindungan kepada Allah SWT. Dengan harapan kedatangan kita membawa kemaslahatan bagi diri sendiri dan orang-orang yang bertempat tinggal ditempat tersebut.

Senin, 25 November 2013

Do’a Hari Ulang Tahun KORPRI ke-42 Tahun 2013


HUT ke-42 KORPRI jatuh pada tanggal 29 November 2013. Ulang tahun kali ini mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya menata diri dan menjaga kesehatan jasmani dan rohani setiap anggota melalui pembinaan olahraga dan rohani.
KORPRI berupaya terus menerus mengokohkan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan meneguhkan semangat netralitas guna mendukung mendukung keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi dalam rangka menjaga stabilitas politik. Oleh karena beberapa kegiatan dilakukan yang meliputi bhakti sosial, olahraga, perlombaan dan pertemuan ilmiah. Puncak acara tersebut adalah upacara bendera yang dakhiri dengan pembacaan do’a.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ


Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu, atas segala kenikmatan yang Engkau berikan, sehingga pada pagi hari ini kami dapat mengikuti Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-42 Korp Pegawai Negeri tahun 2013 dalam keadaan tenteram, damai dan sejahtara, semoga kegiatan ini Engkau catat sebagai amal ibadah kepada-Mu

Ya Allah, ya Maliku ya quddus, jadikanlah Upacara Bendera ini sebagai upaya memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Wujudkanlah soliditas dan solidaritas serta kesetiakawanan seluruh anggota KORPRI, dalam mengawal kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ya Allah wujudkanlah seluruh anggota KORPRI untuk meneguhkan semangat netralitas, dan menjaga integritas serta meningkatkan profesionalisme, guna mendukung terwujudnya pemerintahan yang baik dan terlaksananya reformasi birokrasi.

Karena itu Ya Allah, berilah petunjuk kepada seluruh anggota KORPRI untuk mengexplorasi diri menjadi aparatur negara yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional.

Ya Allah, kuatkanlah idiologi, mental dan spiritual untuk menjadi dasar pijakan kami. Agar setiap amal perbuatan, dapat kami pertanggungjawabkan, kepada pemimpin kami, kepada rakyat kami, dan kelak kepada Ilahi Rabbi, zat penguasa alam semesta yang Maha Adil dan Bijaksana, yang tak pernah menghilangkan amal baik dan buruk hamba-Nya.

Karena itu ya Allah, tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar, sebagaimana jalannya orang-orang yang Engkau berikan kenikmatan dan bukan jalannya orang-orang yang Engkau hinakan. Karena itu hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya kepada-Mu kami berserah diri.

Ya Allah, ya haadi, janganlah Engkau palingkan hati kami dari ketaatan setelah Engkau berikan petunjuk, teguhkanlah semangat juang kami dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu kami.
Ya Allah ya Ghaffar, ampunilah dosa kami, orang tua kami, para pemimpin kami, kabulkanlah permohonan kami, amin.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Minggu, 24 November 2013

Kisah Teman Lamaku, Tidak Semena-mena Terhadap Sesama Hidup


Pada suatu malam, hp saya berdering, dan ketika saya lihat ternyata nomor tersebut tidak terdaftar dalam hp-ku. Saya panasaran, saya angkat lalu bicara dengan memulai saya mengucapkan salam “assalamu’alaikum” dan dijawab”wa’alaikum salam”. Ternyata yang ngebel adalah teman lama saya yang sudah 25 tahun tidak berjumpa. Dia menyatakan bahwa kelak dalam minggu ini mau kerumah saya, karena dia dulu pernah kerumahku. Dan tertarik dengan udara di kampung yang asri, udara sejuk, angin sepoi-poi, suara gemericik air dan suara burung berkicau saling sahut-sahutan.

Temanku yang sudah 25 tahun tidak bertemu telah memperoleh sukses hidup di kota besar, kehidupan yang bising, panas dan karakter masyarakat yang jauh berbeda dengan masyarakat pedesaan. Dimana di desa bila ada orang asing datang akan menyapa dengan senyuman dan mengajak untuk mampir kerumahnya. Sungguh situasi yang jarang ditemukan di masyarakat perkotaan. Bayang-bayang yang demikian sehingga mengundang minat temanku untuk berlibur ke desa.

25 tahun adalah waktu yang cukup lama , karena ketika dahulu bertemu masih berumur 18 tahun maka sekarang masing-masing telah berusia 43 tahun. Usia kematangan dan kemapanan, matang dalam arti cara berfikir dan kontrol emosinya, mapan dalam arti hidupnya telah mapan, masing-masing telah mempunyai tempat tinggal dan penghasilan. Dan tentu saja masing-masing telah mempunyai anak. Benar juga ketika temanku datang pada malam hari, suasana malam tidak seperti dahulu yang masih gelap-gulita, penerangan dengan menggunakan senthir atau lampu teplok, dengan suara jangkrik saling bersahutan, dan terdengar suara burung hantu yang menakutkan, terasa seram dan seakan ada unsur-unsur mistik. Ternyata sekarang suara-suara telah berganti dengan suara tv dengan chanel yang bermacam-macam.

Temanku masih mempunyai kebiasaan seperti dahulu, pada pagi hari setelah shalat subuh langsung jalan-jalan pagi, sambil menghirup udara segar. Temanku bertanya kenapa tidak terdengar suara burung lagi seperti dahulu. Aku jawab, burung-burung yang dahulu berkicau saling bersahutan sekarang sudah bermigrasi ke pasar. Temaku bertanya “lo kenapa ke pasar”. Ya, burung-burung sekarang ditangkap lalu dikarantina pada sangkar burung. Di pasar burung sangat ramai dengan kicauan beraneka macam burung, bahkan burung-burung tersebut, sekarang sudah banyak yang tinggal di gedung-gedung bahkan di pertokoan. Burung-burung itu sekarang sudah diperjualbelikan, ada yang ingin mengkoleksi berenaka macam jenis burung, ada yang sekedar ingin melestarikan suara-suara burung untuk memperoleh suasana alami ketika berada di rumah.

Begitulah, bahwa sekarang habitat alami sudah tidak bisa hidup di alam bebas, mereka hidup dalam kunglungan sangkar. Walaupun mereka dipenuhi makanannya yang menurut penelitian ahli nutrisi, ternyata pakan buatan lebih bagus karena mengandung nutrisi yang lengkap. Benarkah demikian, kita tidak tahu apa sebenarnya kehendak burung. Mereka senang atau susah, karena manusia tidak mengetahui bahasa burung. Ketika para burung berkicau dengan merdunya, manusia tidak mengetahui sebenarnya mereka sedang bahagia atau susah, sedang menangis atau sedang tertawa. Sedangkan manusia yang bisa bicarapun kadang mereka menangis, tetapi memangisnya karena bahagia, manusia tertawa, namun tertawanya karena stres atau sekedar menghilangkan kepenatan.

Pada suatu saat ketika, aku bersama dengan temanku yang baru pulang dari Semarang, didalam bus ada kenalan dalam bus yang bercerita tentang burung. Nampaknya orang ini senang memelihara burung. Bukan sekedar untuk hiburan, namun burung sudah dijadikan sebagai kebanggaan, bahkan investasi. Karena burung-burung itu yang berharga cukup tinggi, katakanlah cucakrowo, perkutut, murai dan banyak jenis-jenis burung kicau lainnya. Dia begitu antusias dan sangat bersemangat bila bercerita tentang burungnya. Dia bercerita walaupun memelihara burung dengan menyedikan makanan buatan untuk burung, namun masih menyediakan makanan alami burung tersebut. Maksudnya adalah makanan asli burung pada habitat alamnya. Karena dialam bebas mereka tidak mengenal yang namanya pakan pelet. Yang ada hanyalah jenis serangga, buah-buahan dan jens sayur-sayuran. Dia bilang amat berdosa bila tidak menyediakan makanan alami bagi burung-burung piaraannya. Saya dengan temanku belum berkomentar dia memperkuat argumennya lagi.

Sesungguhnya burung-burung itu pada dasarnya juga sangat merindukan pakan alaminya.
Tetapi dibalik kehebatan dan kepeduliannya, ternyata dia memelihara burung satu sangkar hanya seekor saja dan kebanyakan yang dipelihara burung yang jantan. Itupun satu sangkar yang pas-pasan, burung tidak bisa terbang dengan leluasa, punya sayap namun tidak dapat digunakan untuk terbang bebas. Saya sekedar bertanya mengapa burung-burung itu mau berkicau, bersedih, gembira atau? Laki-laki itu berkata sesunggunya burung-burung itu sedang birahi, dia berkicau karena sedang menarik perhatian sang betina. Kalau begitu amat berdosanya, tahu bahwa dia sedang birahi namun dikekang terus nafsunya. Bagaimanakah bila terjadi pada anda selaku manusia. Karena ada laki-laki yang tidak cukup dengan satu istri sehingga melakukan poligami.

Begitulah kehidupan di dunia yang telah diciptkan oleh Allah dalam bentuk berpasang-pasangan. Karena dengan berpasang-pasangan ini akan terjadi keseimbangan hidup. Bagi tumbuhan, bagaimanakah bila ada putik tapi tidak ada serbuk sari. Padi, jagung, gandum sebagai sember makanan pokok bila tidak penyerbukan maka tidak akan menghasilkan biji-bijian. Apalagi hewan hanya satu jenis saja, jantan saja atau betina saja maka tidak akan ada perkembangbiakan. Maka habitat alam akan musnah. Bila tidak ada keseimbangan alam, maka akan terjadi malapetaka. Contohnya bagaimanakah segerombolan monyet atau harimau yang masuk ke perkampungan penduduk untuk mencari mangsa. Karena di habitat alam telah kehabisan makanan. Sehingga mereka masuk ke kampung dan memakan apapun yang diperolehnya. Salah siapakah bila manusia diserang binatang buas.

Marilah bermuhasabah, karena sebaik-baik nanusia yang mau meneliti kekurangan dirinya, mengakui kesalahannya dan berusaha tidak mengulang kesalahan yang sama dalam waktu berbeda serta mau memperbaiki kesalahan dan kekurangannya. Seandainya Sulaiman-Sulaiman (Nabi Sulaiman) yang dapat mengetahui bahasa binatang hidup pada masa sekarang niscaya tidak akan terjadi kesewenang-wenangan terhadap sesama makhluk.

Pengandaian ini tidak akan terjadi, namun implementasinya akan terlaksanakan manakala manusia mau berempati, bukan hanya terhadap sesama manusia namun hendaknya dengan sesama hidup. Tapi yang jadi masalah lagi, terkadang terhadap manusia saja sering terjadi kesewenang-wenangan, memperkosa hak hidup orang lain. Dengan hal ini hendaknya kita dapat berfikir bahwa setiap kejadian akan kembali pada dirinya sendiri. Bila tidak secara langsung maka akan memakan waktu yang cukup lama, atau bisa juga penderitaan dan kesengsaraan akan diterimakan pada anak dan keturunannya. Karena sesungguhnya tidak ada satupun amal perbuatan manusia yang lepas dari pengawasan Allah, dicatat dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
“ Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Al Zalzalah: 7-8)

Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk pada hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa pada jalan yang diridhai-Nya, amin.

Selasa, 19 November 2013

Do’a melepaskan penderitaan dan hutang yang menumpuk



Penderitaan atau kesedihan lawannya adalah kebahagiaan, selama hidup di dunia dan kelak di hari Qiamat semua umat manusia menginginkan kebahagiaan. Sehingga dengan segala daya upaya, orang-orang yang beriman dan bertaqawa kepada Allah akan berupaya sekuat tenaga untuk selalu berpegang teguh pada Sunnatullah, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Namun sebaliknya bagi orang-orang kafir, musyrik, fasiq mereka berupaya meraih kebahagiaan sementara yaitu kebagaiaan hidup di dunia saja, sehingga kadang tidak memperhatikan perintah dan larangan Allah. Bagi mereka tidak ada beda antara perintah dan larangan, asalkan hajatnya dapat terpenuhi maka apapun ditempuhnya, sebaliknya bila sesuatu itu merugikan dirinya, maka dengan serta- merta akan ditinggalkan.

Manusia hanya sebatas berusaha dan ikhtiar, hasil akhir Allah yang menentukan, sehingga kadang walaupun sudah berupaya semaksimal mungkin untuk meraih kebahagian namun yang diperoleh penderitaan. Mengapa ini terjadi. Itulah Sunnatullah demikian pula hukum alam menentukan yang demikian. Karena sungguh sempitnya dunia bila kebahagian yang di idam-idamkan dan melakukan upaya untuk meraih kebahagiaan semuanya dapat berjalan sesuai dengan harapan, niscaya di dunia tidak ada orang yang susah, semua akan merasakan bahagia. Sehingga bila tidak ada perbandingan kebahagiaan akan terasa hampa.

Bagaimana orang akan merasakan bahagia bila tidak ada orang yang sedih, bagaimana akan merasa senang bila tidak ada orang yang susah. Kesedihan sesuatu yang tidak diharapkan namun suatu saat pasti akan terjadi, bahkan disanalah kesedihan itu merupakan cobaan dan ujian dari Allah.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah: 155)

Ketika cobaan itu datang silih berganti, seakan-akan tidak ada habis-habisnya, satu masalah terselesaikan muncul masalah lagi begitu seterusnya. Bagaimana jika suatu daerah yang aman tentram, damai dan sejahtera, kehidupan masyarakat serba berkecukupan, tiba-tiba Allah memberikan cobaan berupa bencana alam, tanah longsong, banjir, badai dan tsunami. Kehidupan masyarakat yang sudah tertata dengan baik, akan berrbalik 180 % , semua akan merasa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan buah-buahan. Sehingga segala kemewahan dan hiduap yang serba berkecukupan, secara pelan-pelan hartanya akan berkurang bahkan akan habis, sehingga untuk menutup keperluan hidupnya harus hutang sana-sini hingga tidah terasa hutang menjadi menumpuk. Tiap hari didatangi orang yang mau menagih hutangnya, setiap hari harus sembunyi dari para debitur atau mereka berupaya untuk mencari seribu alasan.

Inilah bahwa kesedihan dan hutang yang banyak itu niscaya sesuatu yang tidak diharapkan oleh semua orang. Karena itu pernah suatu saat salah seorang sahabat Anshar yang bernama Abu Umamah duduk duduk didalam masjid, padahal bukan waktunya untuk menegakkan shalat. Rasullah bertanya wahai Abu Umamah, mengapa kamu tetap tinggal didalam masjid padahal sekarang bukan waktunya untuk menegakkan shalat. Dijawab oleh Abu Umamah, wahai rasul, saat ini saya sedang dirundung kesedihan, hutangku sangat banyak. Mendengar jawaban itu Rasul menjawab, wahai Abu Umamah maukah kamu, aku ajarkan satu kalimat yang dapat membuatmu bahagia dan terlunasi hutang-hutangmu, lalu rasul mengajarkan untuk membaca do’a:

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِوَالْكَسَلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ (اخرجه ابوداوود)

(Allahumma inni a’uzu bika minal hammi wal hazani wa a’uzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa a’uzu bika minal jubni wal bukhli wa a’uzu bika min ghalabatiddaini wa qahrirrijal)

Ya Allah sesunggunya aku berlindung kepada-Mu dari kedukaan dan kesusahan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan akau berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran dan aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan oleh hutang dan dan penindasan orang. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud)

Demikian bahwa kesedihan tidah akan selesai bila hanya diratapi dan disesali, begitu pula banyaknya hutang tidak akan terlunasi bila senantiasa lemah, malas, takut, kikir dan sifat sifat buruk lainya yang selalu apatis dan tidak mempunyai semangat hidup. Karena itu harus kerja keras, senantiasa bersemangat dan tak lupa senantiasa berusaha, ikhitar dan tawakal kepada Allah SWT. Dan ingatlah bahwa “do’a adalah senjata orang-orang mukmin serta tiang agama dan cahaya yang memancar dari langit dan bumi”. (HR. Tirmizi).
Karena itu agar terhindar dari kondisi sebagaimana diatas, jadikanlah bacaan do’a itu menjadi amalan harian. Selalu diucapkan dengan ikhlas dan semata-mata hanya mengharap ridha dan ampunan dari Allah SWT. Semoga Allah senantiasa meridhai setiap usaha dan ikhtiar kita, amin.

Kamis, 07 November 2013

Kiat Mengatasi Marah Sebagai Tanda Orang Yang Perkasa


Marah merupakan salah satu sifat manusia, marah biasanya mengarah pada hal-hal yang negatif, karena marah merupakan akhlaqul mazmumah. Didalam agama diajarkan bagaimana upaya untuk melawan marah, yaitu dengan berupaya untuk bersabar. Karena itu sabar merupakan akhlakul karimah, akhlaq terpuji. Didalam kehidupan sehari-hari orang yang sabar akan memperoleh banyak keuntungan. Mengapa? Kok bisa? Karena Allah mencintai orang-orang yang sabar. Dalam kehidupan bermasyarakat bagaimanakah bila ada orang yang suka marah-marah, tentu mereka akan dijauhi orang lain, baik dari kalangan anak-anak, remaja atau orang tua. Bahkan orang-orang akan cenderung untuk mengucilkannya. Sebagai atasan bila suka marah-marah, maka karyawan akan menjauh,guru yang suka marah-marah tidak disukai para peserta didik. Remaja yang suka marah-marah nyaris tidak akan mempunyai teman. Sudah tahu diantara dampak marah demikian sangat merugikan.
Mengapa orang cenderung marah, karena sifat manusia menginginkan segala terjadi sesuai dengan kemauannya. Bahkan sejak zaman dahulu kita mengenal otoriter, orang yang mempunyai sifat ini cenderung ingin memaksakan kehendak kepada orang lain. Bila kehendaknya tidak dituruti maka akan marah-marah. Memang satu sisi kadang dengan marah maka akan meningkatkan kinerja, seorang atasan yang bisanya selalu sabar. Ketika menyaksikan karyawan kinerjanya menurun,suka ngobrol, menunda-nunda pekerjaan,menyia-nyiakan waktu.Suatu saat kesabaran pimpinan tersebut meledak karena dampak perilaku para karyawan menurunkan, produktifitas menurun akhirnya perusahaan mengalami kerugian. Dengan kondisi ini, tentu saja yang paling terpukul adalah pimpinan, karena dampak dari menurunnya produksi maka nyaris penghasilan hanya untuk menggaji karyawannya saja.
Tidak seperti biasanya atasan menyelenggarakan meeting dengan muka yang masam, tidak familier, setiap ucapannya mengandung kekecewaan atas kinerja karyawannya, satu atau dua kalimat disampaikan dengan rasa marah, para karyawan sudah ketakutan dan berjanji tidak akan mengulang perilaku buruk yang merugikan perusahaan. Tanpa ditanyakan seluruh karyawan telah berjanji akan meningkatkan kinerja. Maka setelah meeting selesai para karyawan berkerja pada posnya masing-masing dengan semangat perubahan dan mengilangkan kebiasaan buruk. Inilah bahwa marah kadang membawa dampak positif. Tapi yang perlu diingat bahwa bila marah seperlunya saja. Karena biasanya ketika sedang marah, kata-kata asing yang tidak biasa diucapkan maka akan keluar, gelas piring yang biasanya untuk makan dan minum, kemudian tidak dapat digunakan lagi, karena telah terlanjur dilempar sehingga menjadi pecah.
Rasullah Muhammad SAW pernah berkata “ Bukanlah keperkasaan itu yang dapat mengalahkan musuh-musuhnya tetapi yang dimaksud perkasa adalah orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika sedang marah”. Bila marah tidak dapat dikendalikan maka akan menimbulakan penyesalan yang tidak ada gunanya. Bila marah baik dengan pasangan hidupnya, teman atau saudaranya, telah mengluarkan kata-kata yang tidak enak. Maka kata maaf tidak cukup untuk menghapuskan kemarahannya,sehingga yang ada adalah diam, bahkan saling mendiamkan, tidak ada yang mau mengawali untuk menyapa.
Karena marah, maka akan terjadi permusuhan sehingga menimbulkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Terjadinya perkelaian, pembunuhan. Karena itu demikian dampak negatifnya karena marah itu maka, diperlukan upaya untuk menahan diri ketika sedang marah.
Menurut Imam Al Ghozali, marah adalah nyala api yang bersumber dari api Allah, menyala berkobar-kobar sampai ke ulu hati dan akhirnya muncul dalam gejala-gejala fisik perubahan warna nuka, mata, telinga, sangat gugup, anggota badannya gemetar, giginya gemeretak, jalan mondar-mandir, lubang hidungnya membesar dan mengecil, mulut mengeluarkan kata-kata yang tak terkendali. Bila gejala semacam ini muncul pada pribadi muslim, maka agar mambaca istighfa “Astaghfirullahal azim”, minta ampun kepada Allah dan membaca ta’awudz “A’uzubillahiminasy-syaithanirrajim” saya berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Apabila sedang dalam posisi berdiri agar segera duduk, jika sedang duduk hendaknya segera berbaring, dan jika betul-betul sadar, hendaknya ia segera mangambil air wudhu. Kemarahan berasal dari bara api maka agar didinginkan dengan menggunakan air.
Demikian cara meredakan amarah dari segi perbuatan, adapun dalam segi keilmuan adalah hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Berfikir secara mendalam dan menyadari betapa tinggi nilainya apabila kita mampu menahan amarah, menahan diri, mamapu memberi maaf dan akan memperoleh pahala dari Allah SWT.
2. Betapa akan memperoleh murka Allah, jika nafsu amarahnya diperturutkan secara meluap-luap tanpa berusaha menghentikannya.
3. Berfikir jauh kedepan, betapa akan muncul permusuhan, rasa dendam dari orang yang ia marahi, dan akan terjadi perbuatan disharmoni.
4. Coba ingat-ingat dan bayangkan betapa jeleknya rupa wajahnya ketika sedang marah, dan hentikan segera.
5. Harga diri akan naik dan dikagumi oleh orang, jika mampu menahan marah dan memberi maaf kepada si pelaku sesuai dengan agama Islam.
6. Harus diingat, meneruskan nafsu amarah, berarti kita mengikuti bujukan dan rayuan syetan yang berusaha menjerumuskan manusia ke jalan yang tidak diridhai Allah.
Begitulah, bahwa keluhuran budi setiap muslim ditentukan dari sikap pengendalian diri dan menahan diri dari kemarahan. Bila akan marah lalu bersabar dan ketika sedang marah kemudian tersadar kemudian beristighfar, itulah keluhuran, kemudlian bahkan merupakanwujud keperkasaan pribadi muslim.

Senin, 04 November 2013

Persiapan Menghadapi Hari Esok, Muhasabah 1 Muharram 1435 H


Satu Muharram adalah merupakan tonggak baru, bagaimanakah setiap insan dapat mempersiapkan segala keperluan untuk hari esok. Oleh karena sebelum kami membahas hal ini terlebih dahulu kami menyampaikan, “Selamat tahun Baru Hijriyah 1435 H, semoga hari esok selalu kita hadapi dengan sikap dan rasa optimis, kita berharap dalam meniti kehidupan, menghabiskan sisa umur yang telah ditentukan oleh Allah SWT, kita selalu berjalan pada jalan yang diridhai oleh Allah SWT”.
Bila kita sadari dan kita hayati, sampai kapankah kita akan diberi kesempatan untuk menghirup udara di alam dunia ini. Semua orang tidak ada yang tahu, bahkan Rasulullahpun juga tidak mengetahui, karena ketika rasul ditanyakan perihal maut, maka rasul hanya menjawab bahwa hal itu merupakan urusan Allah SWT. Manusia hanya diberi kesempatan dan kebebasan untuk memanfaatkan setiap tarikan nafas, untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Sehingga kehidupan manusia akan mempunyai kemanfaatan bagi semua orang. Karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Oleh karena itu karena hari esok tidak ada yang mengetahui, siapakah yang menjamin bahwa hari esok kita masih hidup, siapa yang menjamin bahwa hari esok masih sehat wal afiat, siapa yang menjamin bahwa pangkat dan jabatan yang disandangnya besok akan tetap melekat pada dirinya, siapa yang menjamin bahwa harta dan kekuasaan hari esok masih dalam kepemilikannya. Tidak ada satupun makhluk yang dapat menjamin, karena sesungguhnya sekuat dan sekuasa apapun manusia, dia adalah makhluk yang mempunyai sifat fana. Suatu saat akan musnah. Sesungguhnya yang dapat menjamin semua ini hanyalah Allah Yang Maha Kuasa. Tiada daya kekuatan kecuali kekuatannya, bila Allah menghendaki sesuatu (baik atau buruk) maka tak ada satupun makhluk yang dapat menghalang-halangi.
Kekuasaan Allah adalah mutlaq. Dan manusia adalah makhluk yang lemah, yang amat bergantung pada kekuasaan Allah. Karena itu sebaik-baik makhluk yang selalu menyadari bahwa manusia diberikan amanat ganda yaitu sebagai khalifatullah dan sebagai abdullah. Dua sisi berbeda namun tidak dapat dipisah-pisahkan. Kesempuraan manusia ketika dapat mengemban dua tugas ganda ini.
Karena dalam setiap hitungan masa manusia hendaknya selalu memperhatikan setiap perbuatan yang telah dilakukan untuk hari esok:
" Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS.Al Hasyr: 18)

Pada bulan ini kita sekalian masuk pada Muharram 1425 H, tentunya banyak hal yang telah kita lakukan pada masa yang lalu, dan masih banyak hal yang harus kita selesaikan pada masa yang akan datang, berkenaan dengan hidup dan kehidupan manusia ada sesuatu yang direncanakan dan dilaksanakan pada waktu yang pendek, sedang dan pada jangka waktu yang panjang.
Berkenaan dengan persiapan menghadapi masa depan, adalah masa yang belum terjadi dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Baik itu berkaitan dengan hidup dan mati, sehat dan sakit, lapang dan sempit, kaya dan miskin, tua dan muda. Demikian pula tentang pangkat, jabatan dan predikat sebagai orang yang beriman. Oleh karena itu Allah tidak membolehkan kita meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, tetapi Allah membolehkan untuk merencanakan kehidupan pada masa yang akan datang.
Bagi anak-anak dan remaja bagaimana mempersiapkan masa yang akan datang dengan bekal iman dan ilmu. Keduanya bersifat labil, yang mana dari waktu kewaktu perlu adanya pemenuhan kualitas iman dan ilmu, masa depan yang tidak mempunyai ilmu maka akan menuai kesulitan hidup. Maka Rasulullah SAW mewajibkan kepada umatnya untuk mencari ilmu mulai lahir sampai akhir hayat bahkan sampai ke negeri Cina.
Tetapi sebaliknya sepintar apapun orangnya dan berapa banyak ilmu yang dimiliki bila tidak dilandasi dengan iman maka ilmunya tidak akan memberikan keseimbangan, kedamaian dan manfaat bagi orang lain, bahkan bisa jadi akan merugikan dirinya sendiri.
Bagi orang tua bagaimana bisa menerapkan ilmunya ditengah-tengah masyarakat dengan senantiasa menjunjung tinggi akhlaqul karimah, sehingga ilmu, ketrampilan dan keahlian yang dimiliki dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Maka disinilah figur bapak yang kebapakan, ibu yang keibuan dan pemimpin yang dapat memberi suri tauladhan bagi masyarakatnya.
Bagi mereka yang telah udhur, yaitu mereka yang telah mencapai usia tua, bagaimana bisa menciptakan kehidupan yang akan datang, yaitu lebih berkonsentrasi pada kegiatan untuk menempuh kehidupan akherat yang kekal. Kegiatan bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allah). Mujahadah (bersungguh-sungguh) dalam beribadah, memperbanyak zikir dan bertaubat kepada Allah. Karena merupakan kemurahan dari Allah dengan usia tua yang berarti bahwa Allah masih memberikan kesempatan untuk menambah amal ibadah dan melakukan tobat. Sehingga bisa mencapai akhir hayat yang khusnul khatimah.
Rencana jangka pendek kita adalah ketika masih hidup di dunia ini, karena di dunia yang fana ini. Dan mensyukuri pribadi masing-masing, bagi yang kaya, kuat, berpangkat dan berjabatan senantiasa diintai dengan kematian. Bila kematian telah datang maka tidak ada yang dapat diperbuatnya lagi, ditinggalkan segala yang dimiliki, kecuali shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang mendoakan kepada orang tuanya.
Bila kematian telah datang maka akan beralih pada kehidupan yang panjang, kehidupan yang tanpa batas. Dan sesuatu yang direncanakan serta dilaksanakan pada masa yang singkat, baik itu merupakan amal shaleh atau kejahatan akan menempuh pada kehidupan panjang yang tidak berkesudahan, bila berbuat baik maka akan tenggelam dalam kenikmatan yang abadi, dan kejahatan akan tenggelam dalam kesengsaraan yang abadi pula. Sungguh nyata qodrat serta rahman dan rahim Allah, tidak ada manusia yang teraniaya kecuali berdasar pada apa yang telah dilakukan, Allah SWT berfirman:

“ Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan). Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan). Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (Al Zalzalah: 7-8)

Ada sebuah kisah hikmah dari Atha’ bin Abi Rabah seorang budak kecil berdarah Habasyah (Etiopia) ia dimiliki seorang wanita kaya di Mekah. Walaupun ia seorang budak tetapi ia mempunyai rasa perjuangan, giat berusaha dan ia tahu apa yang harus dilakukan pada masa yang akan datang, sehingga ia membagi aktifitasnya dalam tiga hal:
1. Ia mempergunakan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dimanatkan kepadanya.
2. Untuk beribadah kepada Allah.
3. Untuk menuntut ilmu.
Terdorong oleh semangat juang dari budaknya maka majikan tersebut mau memerdekakannya. Sehingga nyata sekali bahwa segala hal yang terjadi pada diri manusia tergantung kemauan untuk merubahnya, sebagaimana firman Allah:
" Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (QS. Arra’du: 11)

Mudah-mudahan kita sekalian dapat memulai merencanakan setiap kegiatan pada masa yang akan datang, hindari setiap kegiatan tanpa perencanaan, hindari setiap perbuatan yang asal berjalan, karena akan muncul suatu aktifitas yang seakan-akan menjadi orang yang super sibuk tetapi bila dievaluasi antara yang nampak dengan kenyataan dari hasil yang diperoleh (input dan out put) tidak seimbang.
KH. Hasan Basri mantan Ketua MUI mengatakan, ada empat hal sebagai bekal persiapan menghadapi hari esok:
1. Attuqa (taqwa kepada Allah) adalah bekal utama manusia sebagai tuntutan dasar hidup umat Islam. Tanpa taqwa kehidupan manusia akan mudah terombang-ambingkan oleh keadaan. Manusia tidak mempunyai pedoman hidup karena sandaran vertikal tempat manusia bergantung tidak menjadi keyakinannya. Karena itu kebalikannya orang yang bertaqwa, mereka adalah manusia yang tangguh, karena yakin mempunyai keyakinan yang kuat sebagai sandaran vertikal Allah SWT. Dia tempat bergantung, meminta dan memohon perlindungan. Maka mantaplah pribadi yang bertaqwa.
2. Ilmu, setiap muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu. Dengan ilmu hidup manusia akan menjadi mudah. Namun ilmu hendaknya selalu seimbang antara ilmu yang berorientasi pada kehidupan dunia dan ilmu yang berorientasi pada kehidupan akherat.
3. Adabin yaitu adab, akhlaq, sikap hidup dan sopan santun harus berkembang baik ditengah-tengah masyarakat. Muhammad diutus oleh Allah mempunyai misi untuk menyempurnakan akhlaq sekalian alam. Jadi akhlaq mempunyai peran sentral pada sejarah, perjuangan, perkembangan dan kemajuan Islam.
4. Zuhdun yaitu tidak tertipu oleh dunia ini. Manusia adalah penguasa alam, namun janganlah kehidupan dunia melalaikan untuk selalu ingat kepada Allah. Manusia boleh memiliki dan menguasai harta, namun janganlah harta, pangkat dan jabatan menjadikan pribadi yang diperbudak oleh harta, pangkat dan jabatan sehingga melupakan zat yang Maha Pemberi.

Karena itu Rasulullah SAW memberikan barometer kepada umatnya:
• Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dialah orang yang beruntung.
• Barang siapa yang keadaannya hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi (tertipu).
• Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, dialah orang yang dilaknat (terkutuk). (HR. Hakim)

Pujangga jawa mengatakan "sepi ing pamrih rame ing gawe", sedikit bicara banyak karya mudah-mudahan dapat menjadi motifasi bagi kita sekalian untuk menatap pada masa yang akan datang.

Jumat, 01 November 2013

Do'a Ziarah Hari Pahlawan 10 November 2013


Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Sulit untuk dibayangkan bagaimanakah seandainya dahulu tidak ada pahlawan yang mempunyai semangat juang dan pengorbanan. Bagaimanakah jika para pahlawan tidak mempunyai semangat nasionalisme dan patriotisme. Bagaimanakah jika para pahlawan hanya mementingkan kelompok dan golongannya. Niscaya bangasa Indonesia akan menjadi bangsa yang bercerai-berai, akan selalu ditindas dan diperbudak oleh bangsa lain.
Kita bersyukur, mempunyai para pahlawan dan para pemimpin yang baik sehingga kemerdekaan dapat diperoleh dan kitapun dapat merasakan iklim kemerdekaan. Karena itu sebagai putra bangsa tiada pilihan lain kecuali kita warisi semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Dan tak lupa kita do’akan para pahlawan, agar diampuni dosa dan kesalahannya, dan dimuliakan kedatangannya disisi Allah. Berikut do’a ziarah para pahlawan.


أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penagsih dan Penyayang.
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadiratmu, atas segala kasih dan sayang-Mu, pada hari ini kami dapat melaksanakan kegiatan ziarah nasional, Hari Pahlawan 10 November 2013, pada detik-detik yang penuh hikmat ini kami berada pada pusara para pahlawan dan syuhada’ bangsa. Untuk mengenang para pahlawan dan syuhada’ bangsa kami.

Kami berdo’a dan bermunajat kepada-Mu ya Allah akan curahan rahmat dan maghfirah-Mu, untuk para pahlawan dan syuhada’ yang gugur mendahului kami. Ampunilah dan kasih sayangilah para pahlawan kusuma bangsa kami, maafkanlah kesalahan mereka, hormatilah kedatangan mereka, luaskanlah tempat diam mereka, terangilah kuburnya, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan lebih baik, jauhkanlah mereka dari huru-hara kubur dan siksaan api neraka.

Ya Allah ya Ghaffur, ampunan-Mu Maha Luas, kami yakin ya Allah tiada sedikitpun amal ibadah yang Engkau lalaikan, kecuali Engkau telah menyiapkan balasan dengan kebaikan yang melimpah. Karena itu lipatkanlah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan menjadi amal jariyah. Kebaikannya akan menghapuskan dosa dan kesalahnnya, mereka menghadap-Mu dalam kondisi fitrah dan penuh dengan ampunan-Mu.

Ya Allah ya Tuhan kami.
Limpahkanlah taufiq dan hidayah-Mu, agar kami dapat menjadi pewaris yang mengemban amanat para pahlawan dan syuhada’ dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan, demi kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa serta terwujudnya kesejahteraan bangsa Indonesia. Jauhkanlah perpecahan dan permusuhan sesama putra bangsa.

Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada para pemimpin bangsa dan Negara kami, agar mampu mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia sebagai negeri yang makmur, adil dan merata serta berada dalam ampunan dan ridha-Mu.


ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار, وصل الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمدلله رب العالمين.