Rabu, 29 Mei 2013

Do'a Penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong dan PKK


Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dan Kesatuan Gerak PKK telah melakukan bhakti dan segera diadakan penutupan. Namun bukan berarti setelah ditutup dengan kegiatan ceremonial, bukan berarti di masyarakat tidak ada gotong royong lagi. Namun sesungguhnya secara formal memang ditutup namun jiwa dan semangat senantiasa tumbuh dan berkembang, demikian kesatuan gerak PKK. Karena manusia makhluk yang dhoif maka sudah sepatutnya selalu memohon kepada Allah agar selalu diberikan petunjuk dan kekuatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sebagaimana pada bulan bhakti gotong royong. Demikian contoh teks do'a:

َالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَللَّهُمَّ أَخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ وَأَكْرِمْنَا بِنُوْرِ الْفَهْمِ, وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَةِ الْعِلْمِ وَسَهِّلْ لَناَ أَبْوَابَ فَضْلِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.


Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, ditangan-Mu segala puji, maka hanya kepada-Mu kami mengucapkan pujian dan menumpahkan rasa syukur. Disebagian dari kenikmatan yang Engkau berikan sehingga kami dapat mengikuti kegiatan penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong ke-10 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-41 Kabupaten Wonosobo tahun 2013, dalam keadaan tenteram, damai dan sejahtara.

Ya Allah, ya Qadiru ya Azis, tumbuhkanlah selalu kepada hamba-Mu semangat bergotong royong, bahu-membahu, guna mewujudkan rasa kebersamaan, persatuan, kepedulian sosial serta jiwa empati. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Mudahkanlah urusan hamba-Mu yang selalu berpegang pada sunnah-Mu. Karena Engkaulah sebaik-baik pemberi petunjuk.

Ya Allah terangilah hati dan fikiran kami dengan nur hidayah-Mu, agar setiap langkah kami selalu berada dalam naungan ridha-Mu. Jauhkanlah dari kami, segala perilaku yang tidak terpuji. Perilaku yang akan mendatangkan murka-Mu. Jauhkan pula ya Allah sifat riya’, tamak dan ujub.
Karena itu, hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya kepada-Mu kami berserah diri.

Ya Allah ya Rahman ya Rahim, Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang. Limpahkanlah selalu kasih dan sayang-Mu kepada kami. Dan jadikanlah kami semua untuk menjadi hamba-Mu yang pandai bersyukur. Karena sungguh nikmat dan karunia-Mu tiada terhingga, Engkau Tuhan yang maha adil dan bijaksana.

Tanamkan kepada kami untuk selalu membangun diri, konsisitensi menegakkan sunnah-Mu, wujudkan keikhlasan pada kami. Kami yakin ya Allah, dengan ikhlas segala perbuatan akan terasa ringan. Tiada yang kami harapkan kecuali hanya ridha dan ampunan-Mu.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ


"Ya Tuhan kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui". Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.


رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Selasa, 21 Mei 2013

Kerukunan Umat Beragama Tergugat


Rukun agawe sentosa, kerukunan membuat hidup menjadi damai, kerukunan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, kerukunan menciptakan persahabatan dan persaudaraan serta menghilangkan permusuhan. Demikian pesan singkat kerukunan yang sering menjadi tema dalam dialog, menjadi muqadimah dalam setiap menyampaikan tausiah dan sebagainya.

Akan tetapi kerukunan kemudian terbalik ketika sudah memasuki ranah agama dan keyakinan. Sejak kapan keyakinan itu berbeda, apakah keyakinan tidak bisa di paksakan, apakah keyakinan tidak bisa diluruskan dan apakah ada keyakinan yang sesat. Pemerintah telah memberikan pedoman di dalam menciptakan kerukunan umat beragama, yang di bagi dalam tiga kategori yaitu kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah yang sering di sebut dengan tri kerukunan umat beragama.

Dari kerukunan yang berubah menjadi kericuhan sering di picu oleh perbedaan penafsiran didalam menghayati dan mengamalkan ajaran agama dan keyakinan. Didalam agama Islam sangat rentan terjadi perbedaan pendapat, kita ingat pada era tahun 1980-an Ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah sering di benturkan dengan tata cara pengamalan ajaran Islam, seperti niat shalat, doa qunut, ziarah kubur, upacara kematian dan lainnya. Permasalahan-permasalahan seperti ini sering menjadi konsumsi masyarakat awam sehingga menyulut adanya permusuhan, satu golongan menganggap dirinya paling benar dan menyalahkan yang lain, apalagi debat kusir yang kadang tidak mau mengakui kebenaran yang di sampaikan oleh lawan debatnya. Hal ini akan berakhir dengan permusuhan, bahkan bisa merembet pada perbuatan anarchi.

Idiologi dua Ormas ini sama, dalam konsep Ketuhanan, kenabian dan kitab sucinya, maka terjadilah pendewasaan umat beragama, bahwa perbedaan pendapat adalah merupakan rahmat. Setelah dua Ormas Islam ini dapat memahami dan menerima sebagai organisasi keagamaan yang berupaya untuk menyebarkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Perbedaan penafsiran ajaran Islam terulang terhadap penganut faham Ahmadiyah (Qodian), seperti peristiwa kerusuhan yang berlatar belakang agama terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Kerusuhan pada Jumat, 4 Februari 2011 sudah reda, tapi kembali panas pada Minggu, 6 Februari 2011 sehingga menimbulkan kurban jiwa. Akal sehat dan petunjuk agama beralih menjadi petunjuk hawa nafsu yang mengarah pada perbuatan anarchi.

Sesungguhnya kerusuhan ini akan terus terjadi sepanjang masa, karena agama adalah merupakan hak azasi manusia yang di jamin kebebasannya. Sehingga umat beragama sekalipun tidak pernah menajalankan agama yang di peluknya (contoh Islam) bila agamanya dihina pasti akan berontak, dan akan membela agamanya sekalipun nyawa yang menjadi taruhannya. Contoh kongkrit yang terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banten, ini adalah inten umat beragama. Jema’ah Ahmadiyah (Qodian) mengaku sebagai umat Islam, tetapi konsep keyakinannya menyalahi keyakian Islam, yang mana konsep kerasulannya tidak sebagaimana yang diajarkan Islam karena nabi mereka adalah Mirza Ghulam Ahmad.

Ini adalah keyakinan mereka, sedang mereka adalah saudara kita (dilihat dari simbol-simbol keislaman), karena umat Islam diikat dengan persaudaraan Islamiyah, tetapi mengapa keyakian kita berbeda. Dari manakah keyakinan itu datang, siapa yang bisa membuat yakin, apakah keyakinan itu datang secara tiba-tiba atau melalui proses. Memang tidak mudah untuk kembali pada Alquran dan Sunah Rasul bila umat Islam yang berbeda dalam pendapat. Apalagi keyakinan itu telah mengakar dan menjadi dogma keagamaan.
Disamping umat Islam berbenturan dengan umat Islam, umat Islam masih berbenturan dengan umat non muslim, dengan umat Kristen di Temanggung, kasus penistaan dan penghinaan agama yang di lakukan oleh Anthonius Rechmond Bawengan, pria kelahiran Manado (Sulut), yang dalam KTP-nya beralamat di Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Karena menganggap keyakinan dirinya paling benar dan perbuatannya adalah benar sehingga melupakan sikap toleransi antar umat beragama, bahkan tidak menghiraukan etika dalam menyebarkan ajaraan dan keyakinannya.

Ketika berkunjung ke tempat saudaranya di Desa Kenalan, Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung (23 Oktober 2010) melakukan kegiatan penyiaran agama kepada orang yang telah beragama lain dengan menyebarkan buku-buku yang isinya merupakan penistaan atau penodaan terhadap agama Islam. Buku tersebut berjudul "Ya, Tuhanku Aku Tertipu, Tertipu Aku", dan "Saudara Perlukan Sponsor."
Fanatisme agama yang berlebihan tidak menyadari resiko yang akan di alami bahwa dirinya terjerat dengan ketentuan pasal 156 huruf a KUHP (primer), dan pasal 156 KUHP (subsider). "Ancaman hukuman menurut ketentuan itu adalah penjara selama 5 tahun". Disamping berakibat terhadap dirinya sendiri perbuatan yang dilakukan berimplikasi terhadap pemerintah. Satu permasalahan antar umat beragama teratasi, ketika dia kemudian di tangkap dan diserahkan pada pihak kepolisian untuk menjalankan proses hukum. Ternyata proses dalam pengadilan berakhir dengan kerusuhan yang membawa pada kondisi disharmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama, dan perusakan terhadap fasilitas umum.

Apakah keyakinan tidak bisa di paksakan
Konsep keyakinan di dalam mendalami dan mengamalkan ajaran Islam, di kembalikan pada petunjuk Allah SWT melalui Alquran dan hadits nabi Muhammad SAW. Perbedaan didalam menafsirkan Alquran adalah suatu hal yang bisa di maklumi dengan syarat telah memenuhi kaidah-kaidah sebagai seorang mufasir, kecakapan dan kemampuannya. Walaupun demikian ternyata penafsiran tentu akan berbeda, perbedaan ini bukan untuk menyalahkan yang lain tetapi akan saling melengkapi guna menambah khasanah Islamiyah, hal ini karena dilandasi oleh latar belakang, kondisi sosio kultural para mufasir.

Sejarah membuktikan nabi Ibrahim sebagai peletak ajaran Tauhid, memperoleh keyakinan melalui proses yang panjang dengan mengamati perilaku masyarakat dan fenomena alam. Ibrahim mengatakan bahwa ayah dan kaumnya berada dalam kesesatan (Lih. QS.6:74-79). Nabi Muhammad diutus untuk menyampaikan rahmat bagi sekalian alam, memberikan petunjuk ke jalan yang lurus. Karena itu beliau diutus di lingkungan masyarakat Jahiliyah, suku Qurais telah mempunyai keyakinan secara turun-menurun menyembah berhala, dengan kegigihannya mereka banyak yang menerima keyakinan Muhammad. Sahabat rasul Umar bin Khatab memperoleh keyakinan dengan hidayah (datang dengan tiba-tiba) ketika mendengarkan alunan ayat Alquran yang sedang di baca oleh Fatimah bin Khatab (adiknya).

Peristiwa menggembirakan dan menggemparkan dunia Barat, bahwa setelah Imam Khumaeni memutuskan hukuman mati bagi Salman Rusdie pengarang The Satanic Verses. Dunia Barat gempar dengan karya tersebut dan timbul dorongan untuk membeli buku itu. Kaum cendekiawan Barat yang sudah bosan dengan dogma-dogma gereja berfikir kritis mengapa Imam Khumaeni menjatuhkan hukuman seberat itu. Setelah membaca The Satanic Verses, sebagai ilmuan yang memegang teguh etika pemikiran bebas dan obyektif mereka membaca dan mempelajari Alquran, banyak diantara mereka yang tertarik pada Islam bahkan menjadi pemeluk agama Islam (Imaduddin Abdurrahim, PH. D, Islam Sistem Nilai Terpadu, hal: 119).

Dengan mempelajari tarikh Islam, dan peristiwa dalam kehidupan bermasyarakat maka tepat bila MUI menghukumi Ahmadiyah sebagai faham yang sesat pada tahun 1980 dan tahun 2005. Sekalipun telah di nyatakan sebagai faham yang sesat namun tetap tegar bahwa dirinya adalah menyampaikan ajaran yang benar. Oleh karena itu selama jema’ah Ahmadiyah masih menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai rasul terakhir, keyakinan ini tidak dapat diterima oleh umat Islam dan itu bukan merupakan merupakan Organisasi Islam. Karena itu mereka bukan termasuk dalam saudara muslim yang diikat dengan ikrar syahadataini, “Asyhadu anlaa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”: Saya bersaksi, bahwa sesungguhnya tiada Tuhan, melainkan Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.
Dengan demikian penyebaran faham mereka tentu akan meresahkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang selanjutnya akan merusak sendi-sendi kerukunan umat beragama. Agama yang menurut orang jawa di sebut sebagai ageman (pakaian) yang dapat membuat indah, sehat, aman bagi pemakainya dan orang lain, justru akan menjadi sesuatu yang menakutkan.

Kita hanya bisa berharap semoga forum dialog yang akan di selenggarakan oleh Kementerian Agama RI dengan melibatkan pihak Ahmadiah, MUI, Ormas Islam lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang selama ini menaruh perhatian terhadap eksistensi kelompok itu Qodian atau Lahore. Sehingga apabila dalam kenyataanya mereka mempunyai nabi terakhir Mirza Ghulam Ahmad agar tetap terjalin ukhuwah dan keberadaannya di lindungi oleh undang-undang Menteri Agama RI Suryadharma Ali hendak memberikan empat alternative yang perlu di pertimbangkan, pertama untuk menjadi sekte tersendiri dengan menanggalkan atribut keislaman atau kedua kembali ke ajaran Islam yang benar atau menerima seluruh ajaran dalam Islam, ketiga Ahmadiyah dibiarkan hidup di Indonesia, keempat dibubarkan, dan kemungkinan-kemungkinan yang lain (Suara Merdeka, 11 Februari 2011).

Opsi adalah langkah terakhir, walaupun dengan opsi tersebut tidak akan memuaskan semua pihak. Namun bila kita mengingat sejarah NKRI, pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibi pernah memberikan opsi bagi provinsi terakhir yaitu Timor Timur. Opsi dilakukan sebagai langkah terakhir bagi masa depan Timor Timur tetap bergabung dengan NKRI atau bukan termasuk wilayah RI. Dengan pilihan tersebut Timor Timur menjadi negara yang berdaulat dan NKRI tidak dianggap sebagai penjajah.

Begitu juga opsi yang akan di berikan pada jema’ah Ahmadiyah akan menentukan masa depan jema’ah dan pemerintah RI dalam upaya untuk melindungi kehidupan beragama dan sekaligus menciptakan kerukunan hidup umat beragama. Mudah-mudahan sebelum melakukan langkah dialog agar semua peserta dialog untuk saling memaafkan dan memohonkan ampun bagi jema’ah Ahmadiyah khususnya kemudian bermusyawarah. Untuk selanjutnya bertawakal yaitu membuat kesepakatan untuk menjaga komitmen hasil dialog (Lih. QS. 3: 159). Kita yakin beragama karena Allah dan karena petunjuk Allah kita melaksanakan agama, bagi Allah kita beragama karena itu hanya kepada Allah kita mengharap.

Karena itu ketika kerukunan umat beragama kembali tergugat perlu dilakukan pertama langkah-langkah pembinaan intern umat beragama. Sebagai tokoh Ormas hendaknya selalu meningkatkan pembinaan secara total bagi anggotanya, yang meliputi bidang akidah, syari’ah, akhlaq dan keilmuannya selalu dikaitkan dengan keislaman atau keislaman dikaitkan dengan ilmu, undang-undang dan norma-norma kemasyarakatan agar tidak terjadi spliet personality. Sehingga setiap pengamalan ajaran agama akan menambah kedekatan kepada Sang Khaliq untuk selanjutnya mendatangkan kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kedua mengoptimalkan fungsi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai forum yang mewadahi aspirasi seluruh organisasi keagamaan di Indonesia. Karena itu selalu menjalin komunikasi antar umat beragama, dengan kegiatan ini akan meminimalisir segala hal yang akan merusak kerukunan umat beragama. Ketiga pemerintah untuk selalu intens didalam memfasilitasi setiap kegiatan pembinaan kerukunan antar umat beragama. Karena salah satu upaya untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian adalah bila antara ulama’ dan umaro’ berjalan secara bersamaan.

Senin, 20 Mei 2013

Si Kecil yang Bijak


Masa kecil adalah yang indah, masa yang tiada rasa beban, semua hal dilakukan dengan sesuka hati, apa yang ingin dilakukan pada waktu itu maka dilakukan. Bila kesampaian maka akan bahagia, tertawa riang gembira, canda tawa senentiasa mewarnai dalam kehidupannya. Bahkan orang tuanyapun juga akan merasakan senang bila sibuah hati nampak sehat dan ceria. Sebaliknya bila hasrat dan keinginnaya tidak tercapai maka akan menangis sekenanya.

Ada suatu kisah di negeri Bashrah dimana ada sekelompok anak kecilyang sedang bermain-main dengan biki-bijian, canda tawa mewarnai kesehariannya. Dimana disekeliling kelompok anak itu ada seorang anak kecil yang hanya dapat menyaksikan teman-temannya bermain-main sambil menangis. Seakan dia tidak mempunyai teman atau dikucilkan oleh teman-temannya. Sementara pada kesempatan itu ada orang tua yang merasa iba menyaksikan anak kecil yang manangis sementara teman-temannya nampak bahagia. Laki-laki tersebut berfikir, mungkin anak kecil itu tidak mempunyai alat permainan, karena nampak tidak memegang apapun. Sehingga laki-laki tersebut menghampiri anak kecil tersebut sambil mengelus kepalnya dia berkata.

Laki-laki : Kenapa nak kamu kamu menangis, nanti saya belikan biji-bijian agar kamu bisa ikut bermain-main bersama dengan temanmu.

Anak kecil : Wahai orang yang sedikit akalnya, kita ini diciptakan bukan untuk bermain, Laki-laki : Wahai anakku, lalu untuk apa kita diciptakan?

Anak kecil : Untuk mencari ilmu dan beribadah.

Laki-laki : (sambil menunjukkan rasa kagum bercampur dengan perasaan malu dia bertanya) dari mana jawaban itu engkau dapatkan? Semoga Allah memberkatimu

Anak kecil : Dari firman Allah yang berbunyi:

Maka apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al Mu’minun: 115)

Laki-laki itu nampak menunduk semakin malu, dan menyalahkan dirinya sendiri, alangkah bodohnya saya. Kenapa saya mempunyai pemikiran yang sama dan suka menyamakan kebiasaan antara satu orang dengan lainnya. Orang mudah menebak hati orang lain namun sesungguhnya urusan hati adalah urusan pribadi, hanya diri sendirilah yang mengetahui.

Adakah anak kecil yang dapat berfikir seperti kisah diatas, atau justru yang bukan kecil lagi juga masih terlalu banyak menggunakan waktu untuk bermain-main, bersendau gurau sehingga melupakan kehidupan akherat. Rasulullah SAW pernah berpesan kepada umatnya untuk menggunakan lima perkara sebelum datangnya lima hal pula.

 

اغتنم خمسا قبل خمس: حياتك قبل موتك وصحتك قبل سقمك وفراغك قبل سغلك و شبابك قبل هرمك وغناك قبل فقرك        رواه البيهقى


“ Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara:

1. Hidupmu sebelum datang ajalmu.
2. Jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu.
3. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu
4. Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu.
5. Manfaatkan kekayaanmu sebelum datang masa fakirmu. (HR. Baihaqi)


Lima perkara tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Hidup adalah awal kita memasuki alam dunia, sedang mati adalah akhir dari kehidupan dunia. Setelah manusia mati kelak akan di bangkitkan kembali atau dihidupkan kembali, kehidupan setelah mati dimulai dengan kehidupan di alam barzah dan yang terakhir adalah alam akherat (hari akhir). Dimana setiap orang akan dimintai pertanggungjawabannya atas segala amal perbuatan ketika masih hidup. Karena itu baik buruknya kehidupan setelah mati tergantung dari amalnya ketika masih hidup.Dan setelah manusia mati sudah tidak bisa menambah amal kebaikannya secara langsung. Dan orang yang sudah mati hanya menggantungkan pertolongannya dari tiga hal sebagimana sabda rasul:


اذامات ابن ادم انقطع عمله الا من ثلاث صدقة جارية او علم ينتفع به او ولد صالح يدعوه له

Artinya:
Apabila anak Adam telah mati maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak yang shaleh yang mendoa’akan kepada keduanya.
Karena itu marilah kita gunakan hidup ini untuk selalu melaksanakan dan meningkatkan amal ibadah.

2. Kesehatan adalah suatu yang amat berhaga, bahkan bisa di sebut bahwa sehat itu mahal harganya, dan bila sakit harus banyak duitnya. Orang yang sedang sakit pada umumnya ingin sehat, maka meraka harus berobat dan berobat ini adalah amat mahal apalagi bila dinyatakan terkena penyakit yang berat maka secara otomatis semakin banyak uang yang di keluargakan untuk berobat.
Namun ketika sehat, ingatkah akan sakit. Banyak orang yang lupa, sehingga ketika sehat sering terjadi tidak mensyukuri nikmat sehat. Sehingga sering melakukan aktifitas yang tidak beraturan, dari segi makan dan minum tidak beraturan, perbuatanpun tidak pernah menghiraukan mana yang halal dan mana yang halal, semua dilakukan menurut kemauannya sendiri. Hatinya kosong dari dzikir kepada Allah, maka ketika sakit akan sulit untuk sembuh, karena tidak adanya ketenangan jiwa apalagi rasa kedekatan kepada Allah.

3. Banyak orang yang merasakan ketika masih banyak waktu luang mengatakan mau apa. Namun ketika waktunya sudah amat padat dengan segala kegiatan akan berkata harus bagaimana. Ini menandakan orang yang bingung, hidupnya hanya berjalan apa adanya, tidak pernah merencanakan besok mau apa. Allah telah berfirman dalam Alquran “ Tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah”. Dari firman Allah tersebut maka ketika mempunyai waktu luang lebih banyak beribadah, sebaliknya ketika telah disibukkan dengan aktifitas kehidupan agar selalu ingat kepada Allah SWT.

4. Masa muda adalah masa untuk mencari bekal diwaktu tua, masa tua yang bahagia ditentukan masa muda. Jadikan masa muda yang bahagia bila rajin beribadah kepada Allah. Jadikan waktu muda untuk lebih giat menuntut ilmu, jadikan masa muda untuk selalu istiqomah dalam beribadah. Karena masa muda yang taat dan istiqomah dalam beribadah lebih dicintai Allah. Bila kita menjadi generasi muda yang dicintai Allah maka akan selalu mendapat petunjuk dari Allah, dimudahkan dari segala kesulitan, disingkirkan dari segala mara bahaya.

5. Kaya atau miskin, Allah telah memberikan kebebasan untuk menentukannya. Tidak ada kekayaan yang diperoleh dengan tiba-tiba namun harus melaui usaha dan ikhtiar. Semakin giat dalam berusaha dan ikhtiar maka akan semakin dekat untuk meraih kesuksesan. Namun ketika meraih kesuksesan jangan melupakan bahwa sebagian kecil dari penghasilan itu ada hak-haknya bagi para fakir miskin. Ingat harta itu adalah merupakan kenikmatan juga merupakan ujian. Menjadi kenikmatan bila dapat dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan Allah, dan akan menjadi musibah bila tidak digunakan sesuai dengan ketentuan Allah.

Minggu, 19 Mei 2013

Isra'Mi'raj Puncak Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad


Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah merupakan perjalanan spiritual Rasulullah, menembus alam ruhani guna mencapai kebangkitan umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya. Kisah dan hikmah yang bertolak belakang dengan realitas dan kultur pada masa itu, namun dengan kekuasaan-Nya, Allah menunjukkan kemahaan-Nya tentang hidup dan kehidupan manusia sampai akhir zaman. Bagaimanakah manusia harus membuka tabir ilmu Allah yang sama sekali tidak akan habis sampai akhir kehidupan manusia. Karena bagaimana akan habis, bila Allah menggambarkan ilmunya air laut menjadi tinta untuk menulis Kalamullah bahkan ditambah lagi yang sebanyak itu niscaya tidak akan habis ilmu Allah.

Katakanlah: "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (Al Kahfi: 109)

Hampir satu setengah abad Allah SWT mengajarkan kepada Rasulullah 1433 tahun yang lalu, karena Rasul diperintahkan menjalankan Isra’ dan Mi’raj pada tahun ke-12 setelah kerasulan dan tahun baru Hijriyah dimulai sejak rasul Hijrah dari Mekah ke Madinah. Sungguh suatu perintah yang amat berat yang harus dijalankan, karena pada tahun itu Rasulullah SWT sedang mengalami beraneka macam cobaan, seakan perjalanan Isra’ Mi’raj menambah deretan cobaan yang harus dijalankan. Cobaan itu adalah:

1. Bani Hasyim dan Bani Muthalib sedang diboikot selama 3 tahun oleh kafir Qurais, yaitu larangan untuk mengadakan perkawinan, jual beli ziarah-menziarahi. Dimana pengumuman ini gantungkan di Ka’bah.
 2. Khadijah binti Khuwailid, istri rasul wafat, padahal beliaulah yang pertama kali beriman dengan kerasulannya, yang menolong dan membantunya sejak sebelum diangkat menjadi rasul. Beliau pula yang membantu kelancaran dalam menjalankan dakwah, seluruh harta dan jiwanya dicurahkan sepenuhnya untuk mendukung kegitan dakwah rasul sehingga pantas sekali bila beliau amat bersedih.
 3. Sebulan setelah wafatnya Khadijah, paman rasul yaitu Abu Thalib meninggal pada usia 87 tahun .

Ternyata perintah Allah yang teramat berat ini, barulah disadari bahwa beratnya perintah itu akan mendatangkan perubahan spektakuler bagi kehidupan manusia. Pada peristiwa tersebut Rasulullah diperintahkan untuk menegahkkan shalat lima waktu. Shalat menjadi fondasi setiap amal ibadah, bila shalatnya baik maka seluruh amal perbuatan manusia akan menjadi baik. Shalat yang baik akan mengarahkan pada kehidupan manusia yang harmonis dan dinamis serta berada dalam keridaanya, karena shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.
Perjalanan Isra’ Rasulullah SAW disebutkan dalam Alquran Surat Al Isra’ ayat 1:
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.


Masjidil haram adalah masjid di Makkah Al Mukarromah dan masjidil Aqsha disebut juga Baitul Maqdis atau Haekal Sulaiman. Adapun hadis-hadis yang menjelaskan terjadinya Isra' itu sebagai berikut:

ليلة أسري برسول الله صلى الله عليه وسلم من مسجد الكعبة أنه جاءه ثلاثة نفر قبل أن يوحى إليه وهو نائم في المسجد الحرام فقال أولهم: أيهم هو؟ فقال أوسطهم : هو خيرهم فقال أخرهم : خذوا خيرهم، فكانت تلك الليلة فلم يرهم حتى أتوه ليلة أخرى فيما يرى قلبه وتنام عينه ولا ينام قلبه وكذلك الأنبياء تنام أعينهم ولا تنام قلبهم -فلم يكلموه حتى احتملوه فوضعوه عند بئر زمزم فتولاه منهم جبريل فشق جبريل ما بين نحره إلى لبته حتى فرغ من صدره وجوفه فغسله من ماء زمزم بيده حتى أنقى جوفه ثم أتى بطشت من ذهب فيه نور من ذهب محشو إيمانا وحطمة فحشابه صدره ولغاديده يعني عروق حلقه


Artinya:
Pada malam dijalankannya Rasulullah saw dari Masjidil Haram datanglah kepadanya tiga orang pada saat sebelum turunnya wahyu, sedangkan Rasul pada waktu itu sedang tidur di Masjidil Haram. Kemudian berkatalah orang yang pertama: "Siapakah dia ini ? Kemudian orang kedua menjawab: "Dia adalah orang yang terbaik di antara mereka (kaumnya). Setelah itu berkatalah orang ketiga : "Ambillah orang yang terbaik itu. Pada malam itu Nabi tidak mengetahui siapa mereka itu, sehingga mereka datang kepada nabi di malam yang lain dalam keadaan matanya tidur sedangkan hatinya tidak tidur. Demikianlah para nabi, meskipun mata mereka terpejam, namun hati mereka tidaklah tidur. Sesudah itu rombongan tadi tidaklah berbicara sedikitpun kepada nabi sehingga saatnya mereka membawa nabi dan meletakkannya di sekitar sumur Zam-zam. Kemudian Jibrilah di antara mereka yang menguasai diri nabi, lalu Jibril membelah bagian tubuh, antara leher sampai ke hatinya, sehingga kosonglah dadanya. Sesudah itu Jibril mencuci hati nabi dengan air Zam-zam dengan menggunakan tangannya, sehingga bersihlah hati beliau. Kemudian Jibril membawa talam yang terdapat di dalamnya bejana dari emas yang berisi iman dan hikmah. Kemudian dituangkanlah isi bejana itu memenuhi dada beliau dan urat-urat tenggorokannya". (H.R. Bukhari)


إذا أتاني أت فقد فاستخرج قلبي، ثم أتيت بطشت من ذهب مملوءة إيمانا، فغسل قلبي ثم حشي


Bahwa Nabi saw bersabda : "Datang kepadaku seseorang (Jibril). Kemudian ia mengeluarkan hatiku. Setelah itu dibawalah kepadaku piala yang terbuat dari emas yang penuh dengan iman, lalu ia mencuci hatiku. Setelah itu menuangkan isi piala itu kepadaku. Kemudian hatiku dikembalikannya seperti sediakala." (HR. Bukhari dari Sa'sa'ah).

Dalam Tafsir Al Maroghi terdapat perbedaan ulama’ tentang waktu:
1. Isra’ sebagian ulama’ berpendapat dimulai dari Masjidil Haram dan sebagian mengatakan berangkat dari rumah Ummu Hani bin Abi Thalib.
2. Sebagian ulama’ mengatakan pada tanggal 17 Rabiul awal setahun sebelum Hijrah. Dan menurut Al Hafidz Abdul Ghaniy pada malam 27 Rajab.
3. Dengan ruh dan badannya, dasarnya adalah:
1) Diawali dengan ucapan tashbih (mensucikan) dan ta’ajub (kagum atas keagungannya) yang disebut dalam firmannya adalah urusan yang maha besar, bila itu tidur (mimpi) maka menjadi urusan yang kecil.
2) Bila dalam keadaan tidur, orang-orang Qurais tidak terburu-buru mendustakan, dan banyak orang murtad. Ummu Hani tidak akan berkata : janganlah engkau ceritakan kepada yang lain, agar mereka tidak mendustakan (Muhammad), dan tidak mungkin Abu Bakar dipuji karena membenarkan.
3) Kata “abdihi adalah perpaduan antara ruh dan jasad.
4) Gerakan yang amat cepat adalah sangat mungkin, sebagaimana yang pernah terjadi pada masa nabi Sulaiman:

“ Dan kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)” (QS. Saba’: 12)

Maksud dari ayat diatas bahwa bila nabi Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari maka jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula bila ia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.
“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba Aku apakah Aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (Annaml: 40)

4. Ulama’ lain mengatakan hanya rohnya saja, seperti Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Pendapat ini dibantah oleh Al Maroghi karena beliau pada waktu itu belum beriman namun masih dalam kondisi musyri’.

Demikianlah perjalanan Isra’, dengan pendekatan akal semua yang terjadi sulit untuk diterima oleh akal pikiran, terutama pada zaman tersebut, namun pada saat sekarang sedikit demi sedikit dapat terungkap rahasia Ilahi. Bila Isra’ saja demikian bagaimanakah dengan Mi’raj tentu lebih dahsyat, dan akan menambah olok-olokan para kafir Qurais dan orang-orang yang menolak Islam. Didalam surat yang lain Allah berfirman tentang perjalanan Mi’raj yaitu dalam Surat Annajm ayat 1-18:
1. Demi bintang ketika terbenam.
2. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
3. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut kemauan hawa nafsunya.
4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
5. Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.
6. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
7. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
8. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
9. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
10. Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
11. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya
12. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?
13. Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
14. (yaitu) di Sidratil Muntaha
15. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal,
16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
17. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
18. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.


Rasul mencapi puncak tertinggi dalam perjalanan Mi’raj adalah dengan mengendarai Buraq sebagaimana sabdanya:

أتيت بالبراق وهو دابة أبيض فوق الحمار ودون البغال يضع حافره عند منتهى طرفه فركبته فسار بي حتى أتيت بيت المقدس فربطت الدابة بالحلقة التي يربط فيها الأنبياء ثم دخلت فصليت فيه ركعتين ثم خرجت فأتاني جبريل بإناء من خمر وإناء من لبن فاخترت اللبن فقال جبريل أصبت الفطرة

Artinya:
"Bahwa Rasulullah saw bersabda : "Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu binatang berwana putih lebih besar dari keledai yang lebih kecil dari keledai. Ia melangkahkan kakinya sejauh pandangan mata. Kemudian saya mengendarainya, lalu ia membawaku sehingga sampai di Baitul Makdis. Kemudian saya mengikatnya pada tempat para nabi mengikatkan kendaraannya. Kemudian saya salat dua rakaat di dalamnya, lalu saya keluar. Kemudian Jibril membawa kepadaku sebuah piala yang berisi minuman keras (khamar) dan sebuah lagi berisi susu; lalu saya pilih yang berisi susu, lantas Jibril berkata : "Engkau telah memilih fitrah sebagai pilihan yang benar". (HR. Ahmad dari Anas bin Malik).

Perjalanan agung Rasulullah untuk menjalankan perintah yang teramat berat yaitu Isra’ dan Mi’raj ditengah Rasulullah diuji dengan beraneka macam cobaan. Rasulullah adalah menjalankan perintah tersebut dan dalam puncak perjalanan itu Rasulullah menerima perintah untuk menegakkan shalat lima waktu. Dari peristiwa itu akhirnya dapat diambil pelajaran bahwa dibalik perintah pasti ada hikmah, demikian pula dibalik musibah pasti ada hikmahnya, setiap musibah pasti ada akhirnya. Karena itu dengan keteguhan dalam menjalankan perintah Allah niscaya akan diberikan kemudahan.

Sebagai muslim jadikanlah shalat sebagai media untuk menghadap langsung kepada Allah, jadikan shalat sebagai mi’rajnya orang Islam. Ketika menyadari bahwa sedang menghadap Allah niscaya akan bersikap secara total. Syarat, rukun, etika dan estetika shalat diwujudkan dalam satu kesatuan niscaya akan merasakan totalitas beribadah yang akan berdampak pada ketenangan hidup secara pribadi dan terciptanya masyarakat yang harmonis, teteram, damai dan sejahtera didalam keridaannya.

Jumat, 17 Mei 2013

Kisah Sang Permadani


Naiknya taraf hidup masyarakat dan meningkatnya kesadaran beragama bagi umat Islam, terutama yang berkaitan dengan pengadaan fasilitas tempat ibadah, berdampak pada usaha perbaikan yang mengarah pada keindahan masjid. Dahulu kala alas tempat sujud di masjid, langgar atau musholla cukuplah dengan menggunakan tikar yang dirajud dari bahan mendong, kemudian meningkat dengan tikar yang terbuat dari plastik, meningkat lagi dengan menggunakan karpet dan meningkat lagi menggunakan tikar permadani yang sudah terlukis seperti lembar sajadah yang bergandeng. Nyaris dengan tikar permadani ini jumlah jama’ah disuatu masjid dapat dihitung.

Namun benarkan, realistiskah, ketika barisan shalat nampak berlubang-lubang seperti orang berbaris mau upacara dengan posisi setengah lengan. Memang sudah dimaklumi dua sajadah untuk dua orang, namun hal yang mungkin dua sajadah untuk tiga orang, atau tiga sajadah untuk empat orang. Hal ini karena postur tubuh jama’ah yang kecil-kecil dibandingkan dengan orang Timur Tengah yang besar-besar, kemungkinan satu permadani pas untuk mereka. Ada jama’ah yang belum paham dengan etika menegakkan shalat berjama’ah, mereka cenderung untuk merenggangkan shaf shalat karena mereka berpedoman bahwa jama’ah telah disediakan tempat sendiri dari permadani.

Ketika iqamah dikumandangkang oleh muazin sebagai tanda untuk segera menegakkan shalat jama’ah. Jama’ahpun segera bangkit dan bergegas untuk memenuhi shaf-shaf yang telah disediakan, namun ternyata ada jama’ah yang memilih mundur dari shaf semula, ketika jama’ah yang lain merapatkan barisan. Dengan ucapan menggerutu “jangan mepet-mepet”, ternyata ketika diajak untuk merapatkan barisan dia milih mundur, dan ternyata dibarisan belakangpun demikian pula mundur lagi, mundur dan terus mundur akhirnya mendapat shaf paling belakang, tidak ada yang merapatkan shafnya.

Maka orang yang demikian ini tidak memperoleh keutamaan shalat di shaf depan, shaf merapatkan barisan dan meluruskannya. Malah bisa jadi tidak memperoleh kekhusukan dalam shalat. Karena bacaan shalat berganti dengan perasaan dongkol. Karena itu pembangunan fisik hendaknya diikuti dengan pengembangan mental spiritual. Dengan kata lain iman, ilmu dan amal hendaknya seimbang berjalan beriringan yang pada akhirnya akan tercipta keseimbangan hidup dan implementasi ajaran Islam secara kaffah. Hal ini karena:
• Iman tanpa amal tidak akan sempurna
• Iman tanpa ilmu akan menjadi pengekor, bisa jadi iman akan mudah tumbang.
• Ilmu tanpa iman akan sesat
• Ilmu tanpa amal adalah munafik
• Amal tanpa iman tidak akan diterima
• Amal tanpa ilmu akan parsial.

Karena itu sebagai pedoman hidup muslim peganglah sunnah rasul, yang akan dijamin hidup akan selamat, bahagia dunia dan akherat.


أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا قَالَ يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْأُوَلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ


“Tidakkah kalian berbaris sebagaimana malaikat berbaris di sisi Rabbnya?” Maka kami berkata, ”Wahai Rasulullah, bagaimana malaikat berbaris di sisi Rabbnya?” Beliau bersabda, “Mereka menyempurnakan shaf-shaf pertama dan mereka rapat dalam shaf.” (HR. Muslim)


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ مَنَاكِبَنَا فِي الصَّلَاةِ وَيَقُولُ اسْتَوُوا وَلَا تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ لِيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الْأَحْلَامِ وَالنُّهَى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ



“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, “Luruskanlah, dan jangan berselisih sehingga hati kalian bisa berselisih. Hendaklah yang tepat di belakangku adalah orang yang dewasa yang memiliki kecerdasan dan orang yang sudah berakal di antara kalian, kemudian orang yang sesudah mereka, kemudian orang yang sesudah mereka.” (HR. Muslim)

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ



“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”. (HR. Muslim)


كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي صُفُوْفَنَا حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا الْقِدَاحَ حَتَّى رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ. ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ حَتَّى كَادَ يُكَبِّرُ فَرَأَى رَجُلاً بَادِيًا صَدْرَهُ مِنَ الصَّفِّ فَقَالَ: عِبَادَ اللهِ ! لَتَسُوُّنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ



“Dulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meluruskan shaf kami sehingga seakan beliau meluruskan anak panah (ketika diruncingkan,pen), sampai beliau menganggap kami telah memahaminya. Beliau pernah keluar pada suatu hari, lalu beliau berdiri sampai beliau hampir bertakbir, maka tiba-tiba beliau melihat seseorang yang membusungkan dadanya dari shaf. Maka beliau bersabda, “Wahai para hamba Allah, kalian akan benar-benar akan meluruskan shaf kalian atau Allah akan membuat wajah-wajah kalian berselisih.” (HR.Muslim)


أَقِيْمُوْا صُفُوْفَكُمْ وَتَرَاصُّوْا فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ


“Tegakkanlah shaf-shaf kalian dan rapatkan karena sesungguhnya aku bisa melihat kalian dari balik punggungku”. (HR. Bukhari )

Dengan pedoman dari hadits Rasulullah SAW itu semakin jelas bahwa merapatkan shaf dan juga meluruskan adalah merupakan keutamaan menegakkan shalat berjama’ah. Bahkan menurut Ustadz Abu Sangkan bahwa dengan menempelnya satu bahu dengan yang lain akan mengikat maknet, sehingga kekhusukan akan berpengaruh pada jama’ah sisi kanan dan kirinya.

Rabu, 15 Mei 2013

Do'a Ziarah Harkitnas


Untuk mengenang jasa, pengabdian, perjuangan dan dharma bhakti para pahlawan diselenggarakan ziarah para pahlawan. Ziarah ini biasanya secara formal diselenggarakan pada rangkaian kegiatan peringatan hari besar nasional. Untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2013 ini diselenggarakan ziarah ke makam para pahlawan, dengan teks do’a sebagai berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.



Ya Allah, Tuhan Yang Maha Rahim
Pada Hari Kebangkitan Nasional ke-105, sejenak kami mengenang para pahlawan dan syuhada’ bangsa kami. Pada detik-detik yang penuh hikmat ini kami berada pada pusara para pahlawan dan syuhada’ bangsa.

Kami berdo’a dan bermunajat kepada-Mu ya Allah akan curahan rahmat dan maghfirah-Mu, kepada para pahlawan dan syuhada’ yang gugur mendahului kami untuk memperoleh ridha dan ampunan disisi-Mu. Limpahkanlah pahala berlipat ganda atas pengabdian dan perjuangannya.

Ya Allah ya Tuhan kami.
Limpahkanlah taufiq dan hidayah-Mu, agar kami dapat menjadi pewaris yang mengemban amanat para pahlawan dan syuhada’ dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan demi kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa serta terwujudnya kesejahteraan bangsa Indonesia.

Ya Allah ya Tuhan kami.
Anugerahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada para pemimpin bangsa dan Negara kami, agar mampu mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia sebagai negeri yang makmur, adil dan merata serta dilindungi oleh ampunan-Mu.

Ya Allah ya Tuhan kami.
Jadikanlah kami bangsa yang pandai bersyukur dan jauhkanlah bangsa ini dari sifat kufur terhadap nikmat dan anugerah-Mu.

Ya Allah Yang Maha Pelindung
Ampunilah dosa kami, dosa orang tua kami, para pemimpin dan pahlawan kusuma bangsa kami. Muliakanlah ya Allah kedatangan mereka disisi-Mu, amin.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Selasa, 14 Mei 2013

Do'a Harkitnas


Tahun 2013 adalah tahun politik, tahun dimana perkembangan situasi lebih didominasi oleh masalah politik disamping masalah ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Akhir-akhir ini kita rasakan munculnya berbagai persoalan yang pada awalnya hanya merupakan masalah yang sangat sederhana, tapi kemudian berkembang menjadi permasalahan yang besar karena dipengaruhi oleh kepentingan politik, yang dampaknya menimbulkan perpecahan antar kelompok masyarakat.

Oleh karena itu untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa, kita ingatkan dengan jasa para pahlawan yang telah memperjuangkannya. Karena itu negara Indonesia menetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan puncak acara upacara bendera. Dan sebagai negara yang religius kegiatan upacara bendera ditutup dengan pembacaan doa, sebagaimana teks dibawah ini.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.


A’u zubillahi minasya-syaithanirrajim, bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, hamdan yuwafii ni’amahu wayukafi-u mazidah, ya Rabbana lakalhamdu kama yanbaghi lijalali wajhika wa’azimi shulthanik, Allahumma shalli wasallim ‘ala syayyidina Muhammadin wa’ala alihi wa-ash habihi ajma’in.


Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu atas segala kenikmatan yang Engkau berikan sehingga pada pagi hari ini kami dapat mengikuti Upacara Bendera Hari Kebangkitan Nasional tahun 2013 dalam keadaan tenteram, damai dan sejahtara, semoga kegiatan ini Engkau catat sebagai amal ibadah kepada-Mu

Ya Allah, ya Maliku ya quddus, jadikanlah Upacara Bendera ini sebagai upaya memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami, agar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dapat terjaga keutuhannya.

Ya Allah ya Qadiru ya Azis, Engkaulah Engkau yang menciptakan bangsa kami dalam keanekaragaman perbedaan suku, bahasa agama dan adat istiadat, budaya dan seni. Tanamkanlah ya Allah, kesadaran pada diri kami, untuk saling menghormati, saling menghargai dan mengembangkan sikap toleransi. Kami sadar ya Allah keanekaragaman ini adalah aset bangsa Indonesia untuk menciptakan keindahan dan keserasian.

Karena itu ya Allah, tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar, sebagaimana jalannya orang-orang yang Engkau berikan kenikmatan dan bukan jalannya orang-orang yang Engkau hinakan. Karena itu hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya kepada-Mu kami berserah diri.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, terangilah hati dan fikiran kami dengan nur hidayah-Mu, jauhkan kami dari segala bentuk kemaksiatan, adu-domba, fitnah, fanatisme golongan agar setiap langkah kami selalu berada dalam naungan ridha-Mu. Kami yakin ya Allah, tanpa petunjuk-Mu hamba-Mu akan menjadi golongan orang-orang yang tersesat.

Karena itu janganlah Engkau palingkan hati kami dari ketaatan setelah Engkau berikan petunjuk, teguhkanlah semangat juang kami dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu kami.

Ya Allah ya Ghaffar, ampunilah dosa kami, orang tua kami, para pemimpin kami, kabulkanlah permohonan kami, amin.

 

رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


Senin, 13 Mei 2013

Do'a Hari Kebangkitan Nasional


Tahun 2013 adalah tahun politik, tahun dimana perkembangan situasi lebih didominasi oleh masalah politik disamping masalah ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Akhir-akhir ini kita rasakan munculnya berbagai persoalan yang pada awalnya hanya merupakan masalah yang sangat sederhana, tapi kemudian berkembang menjadi permasalahan yang besar karena dipengaruhi oleh kepentingan politik, yang dampaknya menimbulkan perpecahan antar kelompok masyarakat.
Oleh karena itu untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa, kita ingatkan dengan jasa para pahlawan yang telah memperjuangkannya. Karena itu negara Indonesia menetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan puncak acara upacara bendera. Dan sebagai negara yang religius kegiatan upacara bendera ditutup dengan pembacaan doa, sebagaimana teks dibawah ini.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.


Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu atas segala kenikmatan yang Engkau berikan sehingga pada pagi hari ini kami dapat mengikuti Upacara Bendera Hari Kebangkitan Nasional tahun 2013 dalam keadaan tenteram, damai dan sejahtara, semoga kegiatan ini Engkau catat sebagai amal ibadah kepada-Mu

Ya Allah, ya Maliku ya quddus, jadikanlah Upacara Bendera ini sebagai upaya memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami, agar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dapat terjaga keutuhannya.

Ya Allah ya Qadiru ya Azis, Engkaulah Engkau yang menciptakan bangsa kami dalam keanekaragaman perbedaan suku, bahasa agama dan adat istiadat, budaya dan seni. Tanamkanlah ya Allah, kesadaran pada diri kami, untuk saling menghormati, saling menghargai dan mengembangkan sikap toleransi. Kami sadar ya Allah keanekaragaman ini adalah aset bangsa Indonesia untuk menciptakan keindahan dan keserasian.

Karena itu ya Allah, tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar, sebagaimana jalannya orang-orang yang Engkau berikan kenikmatan dan bukan jalannya orang-orang yang Engkau hinakan. Karena itu hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya kepada-Mu kami berserah diri.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, terangilah hati dan fikiran kami dengan nur hidayah-Mu, jauhkan kami dari segala bentuk kemaksiatan, adu-domba, fitnah, fanatisme golongan agar setiap langkah kami selalu berada dalam naungan ridha-Mu. Kami yakin ya Allah, tanpa petunjuk-Mu hamba-Mu akan menjadi golongan orang-orang yang tersesat.

Karena itu janganlah Engkau palingkan hati kami dari ketaatan setelah Engkau berikan petunjuk, teguhkanlah semangat juang kami dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu kami.

Ya Allah ya Ghaffar, ampunilah dosa kami, orang tua kami, para pemimpin kami, kabulkanlah permohonan kami, amin.


رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


Sabtu, 11 Mei 2013

Keistimewaan Bulan Rajab


Pada bulan Rajab ini kita diingatkan dengan peristiwa Isra' Mi'raj, dimana dalam peristiwa itu nabi menerima langsung perintah untuk melaksanakan shalat 5 waktu sehari-semalam 5 waktu. Shalat ini mempunyai peranan yang penting bagi setiap muslim, sebagaimana sabda Rasul:

الصلاة عمادالدين فمن اقامها فقد اقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين (رواه البيهقى

" Shalat lima waktu itu adalah dasarnya agama, barangsiapa yang menegakkan salat maka baginya menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkan shalat maka baginya telah merobohkan agama"(Hr. Baihaqi)

Disamping itu shalat adalah menjadi sebab bagi baik-buruknya perilaku manusia, shalat dapat membentuk karakter seseorang:

واقم الصلوة ان الصلوة تنهى عن الفحشاء والمنكر

" Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar"

أي العمل احب الى الله يا رسول الله؟ الصلا ة على وقتها (رواه البخارى

" Ya Rasul, amal apa yang paling dicintai Allah, rasul menjawab, Shalat pada waktunya "(HR. Buchari)

Disamping itu, ibadah shalat yang akan dihisab terlebih dahulu oleh Allah:

اول ما يحا سب به العبد يوم القيامة الصلا ة. فان صلحت فصلح سائرعمله وان فسدت ففسد سائر عمله


" Amal yang pertama kali akan dihisab oleh Allah adalah amal shalat, apabila shalatnya baik, maka semua amalnya akan dihitung baik, tetapi bila shalatnya tidak baik maka semua amalnya juga dihitung tidak baik".


Bulan Rajab mempunyai keistimewaan sebagai berikut:
1. Pada bulan itu Allah menjadikan langit dan bumi:

ان عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا فىكتب الله يوم خلق السموات والارض منها اربعة حرم (التوبه: 36

" Sesungguhnya hitungan bulan disisi Allah itu ada 12 bulan, dan dalam ketetapannya menciptakan langit dan bumi, diantaranya 4 bulan haram ".

Empat bulan Haram itu adalah bulan Zulkaedah, bulan Zulhijjah, bulan Muharram lan bulan Rajab, jadi bulan Rajab adalah salah satu diantara bulan haram itu.

2. Wulan Rajab adalah bulan kebebasan beribadah bagi umat Islam didekat Ka'batullah. Karena sudah manjadi tradisi bangsa Arab bahwa mereka membuka pintu Ka'bah itu hanya pada hari Senin dan Kamis. Tetapi pada bulan Rajab ini bangsa Arab memberi kebebasan bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah didekat Ka'bah, karena selama satu bulan pintu Ka'bah dibuka.

3. Umat Islam akan menikmati rasanya bengawan Rajab, sabda Rasul:

ان فى الجنة نهرا يقال له رجب اشد بياضا من اللبن واحلى من العسل من صام يوما من رجب سقاه الله من ذالك النهر (رواه ابوليث

" Sesunguhnya di dalam surga itu ada sebuah bengawan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu. Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab, maka besok Allah akan memberikan minuman dari air bengawan itu. (HR. Abu Laits").

4. Pada bulan Rajab Allah menunjukkkan kasih sayangnya kepada hambanya, sebab pada bulan Rajab itu nabi diperintahkan untuk menjalankan shalat dalam sehari semalam 50 waktu. Tetapi karena mengingat diutusnya manusia itu sebagai khalifah dan 'abdullah, jadi keduanya harus berjalan seimbang. Kalau setiap muslim diwajibklan untuk menjalankan shalat itu 50 waktu maka tugas manusia sebagai khalifah niscaya tidak akan terlaksana, karena baru saja selesai menjalankan shalat harus shalat lagi. Akhirnya tugas manusia itu akan mengalami ketimpangan.

5. Dengan kewajiban menjalankan shalat itu maka setiap muslim akan merasakan mi'raj. Karena shalat adalah mi'rajnya bagi setiap muslim. Ketika shalat setiap muslim akan merasakan berhubungan dengan Allah, sebab shalat yang dilakukan dengan sempurnya (terpenuhi syarat dan rukunya) maka akan memunculkan sikap bahwa manusia akan merasa selalu diawasi, dilindungi, dijaga oleh Allah.

Maka kesepatan bagi kita untuk meramaikan bulan Rajab dengan berbagai macam aktifitas, menggiatkan kembali majlis ta'lim sebagai sarana membangkitkan syi'ar Islam, kita ramaikan masjid dengan shalat berjama'ah, melaksanakan i'tikaf, melaksankana peringatan Hari Besar Islam, serta masih banyak kegiatan yang positif lainnya. Khusus bagi para pelajar dan generasi muda pada umumnya, mereka hendaknya waspada karena mereka sedang diserang dengan berbagai macam informasi dan hiburan, beraneka macam tontonan ditelevisi, baik itu sinetron, film, kesenian, dan media internet yang diibaratkan seperti pisau bermata dua, ada sisi positif dan negatif, bila mengakses yang positif maka akan berdampak baik namun bila yang diakses hal-hal yang negatif maka akan berdampak negatif.

Sesungguhnya hingar-bingar kehidupan dunia kadang bisa melupakan kehidupan akherat, sebagai indikatornya banyak orang yang melalaikan shalat. Ingatlah bahwa shalat adalah fondasi, kewajiban pokok sebagi hamba Allah, maka ketika kewajiban pokok dilalaikan akan berdampak melalaikan terhadap kewaajiban yang lain. Maka berupayalah untuk senantiasa menegakkan shalat dimanapun berada, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun.

Sebagai pendidik, pengasuh, orang tua hendaknya selalu ingat dengan pesan rasul:

كل مولوديولد على الفطره فأبواه يهودانه اويبصرانه اويمجسانه

" Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah, sehingga kedua orang tuanya yang menjadikan dirinya menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi"

Keutamaan bulan Rajab hendaknya dapat direalisasikan, karena setelah memasuki bulan Rajab, satu bulan lagi akan memasuki bulan Ramadhan, sehingga dengan persiapan lebih awal memasuki bulan rahmat dan ampunan dari Allah benar-benar mempunyai makna ibadah yang besar.