Zikir Sembuhkan Sakit (Bagian II)


Zikir Sembuhkan Sakit (Bagian II)
Zikir adalah ucapan dan ketulusan hati untuk selalu mengingat akan kebesaran, keagungan dan kekuasaan Allah serta akibat dari sifat-sifat Allah tersebut. Karena dengan kekuasaan Allah dapat menciptakan segala sesuatu sesuai dengan qodrat dan irodat-Nya. Sesuatu yang sudah menjadi keputusan Allah maka tidak ada sesuatupun yang dapat menghalanginya.
Artinya:
" Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".(QS. Atthaghobun: 11)

Karena itu kehendak Allah diluar kemampuan manusia dan menjadi rahasia Allah yang akan terjadi pada manusia. Karena itu manusia hanya diberikan kemampuan dan kebebasan oleh Allah untuk bisa dekat kepada-Nya atau jauh dari-Nya.
Kedekatan manusia dengan Allah akan menjadikan hati menjadi tenang, sehingga dengan ketenangan itu pikiran menjadi tenang pula, segala beban, tugas dan tanggung jawab yang terasa berat, bahkan selalu menghimpit dada, nafas terasa sesak. Allah akan memberikan kemudahan dan jalan terang, karena didalam hati manusia selalu tumbuh keyakinan bahwa pada setiap permasalahan pasti akan ada jalan keluarnya. Hati terasa damai, pikiran terasa tenang, tindakanpun semakin mapan dan terarah, wajah nampak berseri-seri, menyejukkan bagi yang memandangnya.
Inilah hati yang sehat karena selalu dipenuhi dengan zikir, maka harapan dan cita-citanya akan dikabulkan oleh Allah SWT, sebagaimana janji Alah dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 186:
" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran".

Begitu rahman dan rahim Allah kepada hambanya, maka dalam setiap bentuk amal ibadah hambanya selalu dilipatgandakan oleh Allah, hal ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW:
اذاتقرب العبد الى شبرا تقربت اليه ذراعا واذا تقرب الى ذراعا تقربت منه باعا واذا اتانى يمشى اتيته هرولة (رواه البخارى)
Artinya: " Bila seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan) maka akan mendekat kepadanya sedzira' (Allah akan cepat memberikan rahmat dan pertolongan kepada-Nya). Apabila ia mendekat kepada-Ku sedzira' maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia berjalan untuk mendekat kepada-Ku, maka Aku akan berjalan kepada-Nya dengan cepat (sehingga usahanya untuk menjadi orang-orang yang terdekat kepada-Ku akan cepat berhasil)". (HR. Buchari).

Pertolongan Allah akan diberikan kepada siapapun yang selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Karena ketekunan dan sikap istiqomahnya didalam melaksanakan dzikir hajatnya bisa langsung dikabulkan, cita-cita dan hajatnya segera dikabulkan atau bahkan dikabulkan dengan cepat. Bila hal ini terjadi maka manusia akan mengucapkan rasa syukur, mengagumi dan mengagungkan asma Allah, bahwa Allah menjanjikan dan Allah mengabulkan. Namun ada pula permohonan seorang 'abid yang dikabulkan dalam tempo yang sangat lama.
Sebagaimana perwujudan do'a orang-orang yang beriman ada yang diberikan langsung dan prosesnya sangat cepat, seperti do'anya Siti Maryam yang memohon kepada Allah untuk diturunkan hidangan dari langit, demikian pula do'anya para rasul terdahulu yang meminta kepada Allah untuk mendatangkan azab bagi umatnya yang selalu ingkar terhadap peringatan yang diberikan, hal ini ini karena usaha yang telah dilakukan dengan maksimal namun umatnya dalam kondisi ingkar kepada Allah, maka dengan cepat Alah mendatangkan azab. Seperti do'a nabi Musa untuk bisa membelah lautan dan menjadikan tongkatnya menjadi ular yang dapat mengalahkan ular-ular yang telah dibuat oleh para penyihir pengikut Fir'aun, do'anya nabi Nuh dan do'a-do'a para nabi yang lain yang langsung dikabulkan pada saat itu.
Namun keterkabulan do'a ada yang melalui proses sangat lama, bahkan kadang seseorang sudah lupa, bahwa dirinya pernah meminta sesuatu kepada Allah dan dikabulkan dalam tempo yang sangat lama. Keterkabulan do'a ada pula yang dialihkan. Ketika seorang berdo'a memohon kepada Allah agar anak-anaknya yang berada dirantau atau berada diluar kota sedang menuntut ilmu. Orang tua gemar melakukan kegiatan amal sosial, suka membantu kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan dan orang-orang yang kekurangan. Tidak tahunya anak yang berada dirantau atau sedang diluar kota sedang menuntut ilmu diberikan kemudahan, mempunyai teman pergaulan yang baik, setiap ada kesulitan teman-teman dengan rasa ikhlasnya bersedia membantunya. Demikian do'a seorang hamba yang dilakukan dengan istiqomah dan penuh keikhlasan, bila tidak diperoleh didunia maka diakherat akan menjadi tempat penantian yang sungguh akan diberikan pahala yang lebih baik.
Dengan berdzikir manusia akan siap menerima keadaan, dalam konsep kalimat istirja'
Artinya: "Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah".

Sifat manusia adalah sangat bergembira bila menerima anugarah dari Allah baik berupa harta benda, anak, tahta dan jabatan, namun amat sedih bila diberi musibah oleh Allah SWT. Karena itu musibah yang diterima, siang malam selalu menjadi beban pikiran, mengapa bisa begitu, mengapa bisa begini, kok mereka tidak, bahkan kadangkala dihubungkan dengan ketaatan dan keingkaran. Mengapa perilaku angkara murka selalu mendapat kemenangan dan keberuntungan, sedang para 'abid yang selalu dalam ketaatan, selalu mendapat musibah yang tidak pernah terhenti. Ibarat satu masalah belum terselesaikan sudah datang masalah baru, bagai derita yang tiada putus-putusnya.
Ingatlah bahwa segala macam musibah itu datangnya dari Allah sebagaimana diwartakan dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 154-156:
Artinya:
" Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk".

Dengan zikir akan membimbing dan menyadarkan hati, bahwa dalam semua peristiwa adanya berbuatan baik dan buruk, Allah telah menentukan batas akhir. Hati akan menyadari bahwa Allah adalah dzat yang Maha Adil, karena dalam setiap musibah pasti ada hikmahnya, sehingga dengan zikir akan menghilangkan segala sifat su'uzan terhadap Allah dan karena selalu khusnuzan kepada Allah SWT.
Alangkah mudahnya untuk siap untuk menerima anugerah dari Allah dan amat beratnya menerima keputusan dari Allah bahwa pemberian dari Allah akan dimintanya kembali. Bahkan Allah akan mengambil segala yang dimiliki, harta benda, tahta, harta dan jabatan, anak, isteri bahkan nyawa yang dimilki. Karena sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Alah dan akan kembali kepada Allah. Zikir akan menjadikan jiwa manusia ikhlas menerima keputusan Allah, oleh karena itu perbanyaknya berdzikir kepada Allah. Zikir dengan hati, dzikir dengan lisan, dzikir dengan perbuatan insya-Allah hati akan menjadi tenang. Dengan jiwa yang tenang maka cita-cita untuk menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani akan tercapai, semoga Allah mengabulkan do'a kita:

ربنا تقبل منا انك انت السميع العليم وتب علينا انك انت التواب الرحيم
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Dan terimalah tobat kami sesungguhnya Engkau maha penerima tobat lagi Maha Penyayang".

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar