4/16/2013

Hadiah bagi orang yang bertaqwa


Surga adalah tempat mulia kelak di hari Qiamat yang hanya disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. Taqwa bukan hanya ucapan dalam lisan, tetapi merupakan keyakinan didalam hati yang kemudian diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan amal perbuatan yang baik. Bila ingin memperoleh kabahagiaan didunia beramal yang baik maka di hari qiamat tinggal memetik pahala yang akan dilipatgandakan oleh Allah diwujudkan menjadi suatu tempat yang disebut Surga.
Merupakan perbuatan yang mulia adalah menafkahkan harta yang dimiliki baik dalam keadaan longgar maupun sempit. Longgar dalam arti mempunyai kelebihan harta namun bagaimanakah bila untuk kebutuhan diri sendiri saja tidak bisa. Namun bila tetap mau berderma niscaya merupakan keteguhan iman dan taqwa setiap muslim. Sangat disayangkan bila mempunyai kelebihan harta namun tidak mau berderma, maka ini salah satu indikator orang-orang yang kufur nikmat. Demikian pula inkator orang yang beriman adalah mau memaafkan kesalahan orang lain, Allah telah berfirman:
“ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran: 133-134)

Ampunan dan surga yang seluas langit dan bumi akan diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang bertaqwa. Tanda-tanda orang yang bertaqwa pada ayat ini adalah:
1. Menafkahkan hartanya di jalan Allah baik diwaktu lapang maupun diwaktu sempit, yakni disaat memiliki kelebihan dari kebutuhan maupun diwaktu dia sempit tidak memiliki kelebihan.
2. Mampu menahan amarah bahkan bersedia memaafkan orang lain.

Tiga sikap manusia ketika menghadapi kesalahan orang lain:
1. Mampu menahan amarah. Kata al kadzimin mengandung makna penuh dan menutupnya dengan rapat, seperti wadah yang penuh air lalu ditutup rapat agar tidak tumpah. Hal ini mengisyaratkan bahwa perasaan tidak bersahabat masih memenuhi hati yang bersangkutan, pikirannnya masih ada keinginan untuk menuntut balas, tetapi dia tidak memperturutkan ajakan hati dan pikiran itu, dia menahan amarah sehingga tidak mengeluarkan kata-kata kotor atau perbuatan negative.
2. Memaafkan yang merupakan terjemahan dari kata Al ‘afin, kata ini berarti menghapus. Seorang yang memaafkan orang lain adalah yang menghapus bekas luka hatinya akibat kesalahan yang telah dilakukan orang lain terhadap dirinya.
3. Orang yang berbuat kebajikan, sehingga tidak hanya sekedar menahan amarah atau memafkan kesalahan namun justru berbuat baik kepada orang yang pernah malakukan kesalahan. (M Quraish Shihab, Tafsir Al Mishbah: hal. 220)

4/15/2013

Naik Haji belum Berzakat


Bila mendengar ungkapan itu mungkin akan muncul sikap tidak percaya, karena haji adalah rukun Islam yang kelima yang merupakan puncak ibadah. Ibadah haji adalah ujian keimanan, karena dimulai dari proses pendaftaran sampai pelaksanaan ibadah haji sungguh menandakan kualitas keimanan seseorang. Tidak semua umat Islam bercita-cita untuk menunaikan ibadah haji, apalagi dilihat dari jumlah rupiah yang harus dikeluarkan.

Perkembangan setiap tahun, calon jama’ah haji selalu megalami peningkatan, biaya yang semakin besar, padahal hanya 30-40 hari untuk keperluan ditanah suci Mekah. Rupiah yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, hanya ditukar dengan selembar kuitansi setoran biaya haji di Bank. Demikian pula kebiasaan untuk dilayani beralih pada sikap untuk melayani, kemandirian dalam pemondokan, kebersamaan dan persamaan tetap menjadi motivasi dalam melaksanakan ibadah haji.

Benarkan bahwa opsesi melaksanakan ibadah haji menjadi puncak ibadah. Banyak orang yang secara mataeri sudah mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Tetapi ada yang secara materi belum memenuhi syarat untuk melaknakan ibadah haji, maka bila kondisi memang demikian akan dengan mudah dijawab, bahwa melaksanakan ibadah haji itu adalah panggilan dari Allah SWT.

Banyak diantara kita telah mampu tetapi tidak berani untuk melaksanakan ibadah haji, karena dirinya memandang bahwa dengan melaksanakan ibadah haji maka ibadahnya sudah sempurna, sehingga bila melakuan perbuatan-perbuatan dan kebiasaan yang buruk akan merasakan beban moral. Setelah melaksanakan ibadah haji perbuatan merasa dikekang, karena harapan untuk menjadi teladan, “ucapannya digugu, parilaku ditiru”. Apakah setelah menyandang predikat haji bisa melakukan yang demikian.
Opsesi yang lain bagi orang yang melaksanakan ibadah haji, adalah memandang bahwa haji adalah merupakan proses untuk memperoleh kesempurnaan ibadah, dengan predikat sebagai Pak Haji atau Bu Haji, yang orang Jawa menyebutnya dengan Pak Kaji, Bu Kaji, Mbah Kaji, Mas Kaji, dengan predikat haji yang mabrur perilaku yang baik, akhlaq yang terpuji akan melekat secara otomatis pada dirinya. Merupakan karomah dari Allah, setelah melaksanakan ibadah haji perilaku berbalik 180%, sifat-sifat kenabian dapat diwarisi.

Zakat adalah rukun Islam yang ketiga, secara bertahap dari hal yang paling utama, dimulai dari pengakuan (mengucapkan dua kalimat syahadat) lalu melaksanakan shalat, membayar zakat, melaksanakan puasa dan haji. Zakat dan haji keduanya merupakan ibadah yang berhubungan erat dengan materi, dan pelaksanaannya adalah sama-sama bersyarat. Syarat melaksanakan haji adalah istito'ah, sehat lahir dan batin, terjaminnya keamanan . adapun sarat untuk mengeluarkan zakat bila mempunnyaipenghasilan yang sudah mencapai nishab dimiliki selama satu tahun.Karena itu zakat yang dikenal dikalangan umat Islam adalah zakat fitrah, yaitu ibadah yang dilaksanakan sebelum mengakhiri badah puasa Ramadhan dengan tujuan untuk membersihkan jiwa. Akan tetapi zakat mal berhubungan dengan harta yang telah mencapai 1 nishab dan kepemilikan mencapai haul.

Karena itu agar penghasilan yang kita peroleh mendapatkan nilai keberkahan perlu mengetahui berapa nishab dari semua jenis penghasilan, yang bisa di baca pada " JENIS HARTA DAN BATAS BESARNYA TERKENA ZAKAT". Tentu saja setelah mengetahui tabelnya untuk selanjutnya dipahami dan berusaha untuk menghitung penghasilannya. Karena bila tidak mencermati hal yang demikian akan lebih terobsesi untuk naik haji namun melupakan kewajiban untuk berzakat.


Zakat bertujuan untuk membersihkan harta dan penghasilan, karena sebagian kecil dari harta tersebut adalah menjadi hak bagi orang-orang yang tidak mampu yang dalam syariat Islam yang teramasuk dalam 8 ashnaf (Lihat QS. 9: 60).
            Banyak sekali orang yang diberi anugerah harta menjadi bahagia dengan harta yang dimiliki, tetapi sebaliknya dengan harta yang dimiliki  empunya menjadi stres, khawatir dan lainnya. Maka untuk menggairahkan sadar zakat telah diatur dalam UU nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat dan KMA no 373 tahun 2003 tentang UU 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat, Keputusan Dirjend Bimas Islam dan Urusan Haji nomor D-291 tahun 2000 tentang pedoman teknis pengelolaan zakat.

4/14/2013

Syarat Kesempurnaan Ibadah


1. Lebih sulit
Setiap orang tentu dapat melakukan ibadah yang mudah dan ringan, tidak semua orang yang dapat melakukan ibadah yang dilakukan dengan berat. Shalat lima waktu bagi orang yang belum terbiasa tentu akan merasakan berat dan susah, apalagi yang dilakukan dengan cara tepat waktu dan dilakukan dengan berjama’ah. Karena bila tetap melaksanakan dengan istiqomah tentu ini menjadi tanda bagi kesempuraan ibadah, bagi mereka akan tercatat sebagai muslim yang taat.
Alquran memberikan kelebihan bagi mereka yang selalu mengikuti rasul sedang beliau sedang diterpa dengan berbagai macam kesulitan (QS. Al -Taubah ayat 117). Allah juga memberikan kelebihan bagi setiap muslim yang mau meluangkan sebagaian dari waktu malam untuk melaksanakan shalat tahajud. Mereka mau meninggalkan tempat tidurnya untuk melaksanakan shalat dan bermunajad (Assajadah: 15). Demikian pula bagi para mujahid yang giat berjuang di jalan Allah lebih banyak pahalanya dari pada mereka yang duduk. (Annisa’: 95).
Ayat-ayat dalam Alquran tersebut menggambarkan ibadah yang dilaksanakan dalam kondisi sulit, namun tepap teguh dalam pelaksanaannya.

2. Lebih penting
Didalam melakukan amal perbuatan didunia, manusia di hadapkan dengan berbagai macam pilihan, nampak kelihatannya semuanya penting dan amat mendesak, serta mengandung kemanfatan. Namun pilihlah dari yang penting tentu ada yang lebih penting dari pada yang penting bahkan ada yang paling penting. Ketika didalam hidup kita banyak mengalami perbagai macam persoalan, salah satu solusi kita memohon petunjuk kepada Allah dengan berdo’a dan melakukan shalat. Ingatlah ketika menjalankan shalat malam, shalat lima waktu jangan ditinggalkan, demikian pula ketika berdo’a memohon penyelesaian atas permasalahn yang dihadapi. Ikutilah do’a dengan melakukan amal shaleh, karena amal shaleh dapat dijadikan sebagai wasilah didalam kita memohon kepada Allah.

3. Kesannya lebih langgeng
Ketika melakukan perbuatan, maka kebaikan dan kemaslahatan akan terkesan lebih lama, menyampaikan pengajian, seminar, membuat karya tulis, membangun masjid, madrasah, ponpes dan sebagainya. Suatu amal ibadah yang mempunyai visi dan misi, sehinggat terjauh dari pola pikir praktis, untuk saat yang penting sekarang, untuk besok atau masa yang akan datang urusan nanti. Ini menandakan kepicikan pikiran dan prilaku sehingga manfaatnya dirasakan pada saat itu saja.

4. Dalam garis nabi
Melaksanakan ibadah mempunyai sandaran hukum dari Alquran dan hadits, jadi bukan dari tradisi masyarakat, karena bila kita melaksanakan suatu amal perbuatan namun tidak ada dasarnya maka amal tersebut ditolak.

5. Lebih mendahului dari orang lain
Lakukan ibadah lebih awal, ketika shalat di awal waktu, dalam berbuat baik selalu berlomba. Karena itu Alquran mengatakan “berlomba-lombalah dalam melaksanakan kebaikan. Begitu pentingnya sehingga didalam Alquran disebutkan 2 kali yaitu dalam surat Al Baqarah ayat 148 dan surat Al Maidah ayat 48.

6. Dilakukan dalam situasi yang sulit
Ibadah atau perbuatan baik yang dilakukan ketika kezaliman dan tirani sedang merajalela maka mempunyai pahala yang lebih besar, karena setiap saat selalu menghadapi bahaya. Al Maidah: 54, Al Ahzab: 39

7. Dibarengi dengan semangat dan kesinambungan
Tiada semangat dalam melaksanakan ibadah merupakan indikasi dari orang munafiq. Alquran mensifatkan orang-orang munafiq sebagai orang yang shalat dalam keadaan malas dan lesu. Tiada semangat yang nampak pada diri mereka (QS. Annisa’: 142). Demikian pula kesinambungan ibadah akan mewujudkan kesempurnaan. Rasul pernah mewartakan bahwa ibadah yang sedikit namun dilaksanakan secara berkesinambungan itu lebih baik daripada ibadah yang banyak namun disertai dengan kejenuhan dan rasa malas. QS. Jin: 16)


8. Jangan anggap besar ibadahmu
Syarat kesempurnaan ibadah seorang ‘abid adalah tidak berfikir bahwa ibadahnya itu sudah sangat banyak lalu membuatnya menjadi sombong. Karena bila merasa telah banyak maka akan menimbulkan rasa sombong sehingga menyebabkan nilai pahalanya menjadi hilang atau rusak. Maka sebanyak kita beribadah dibanding dengan zikirnya para malaikat maka tiadalah sebanding, karena mereka setiap saat selalu berzikir, taat dan patuh terhadap perintah Allah. (Al Anbiya’: 20)

9. Dengan bashirah (visi)
Visi yang dalam dalam masalah agama adalah rahasia bernilainya sebuah perbuatan dan ibadah, tanpanya amal ibadah tidak akan memiliki nilai yang semestinya. Dalam hadits kepahaman atau visi digantikan menjadi yaqin. Iman Ali berkata” Sesungguhnya amal yang sedikit namun berkesinambungan dan berdasarkan pada keyakinan lebih mulia disi Allah dari pada amal banyak tanpa keyakinan dan pemahaman. (Muhsin Qira’ati: Pancaran Cahaya Shalat)

4/11/2013

Agama Sebagai Landasan Moral


Semua manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang paling sempurna, karena manusia dibedakan dari makhluk yang lain, dari fasilitas yang diberikan, berupa panca indra, insting, akal, emosi dan agama. Dengan kesempurnaan ini maka manusia diberi amanat sebagai khalifah Allah (wakil Allah ) di muka bumi, dengan tugas untuk menjaga, memelihara, melestarikan dan memanfaatkan.

Tetapi kesempatan yang telah diberikan oleh Allah ini menjadikan status manusia terhadap manusia yang lain dalam lingkup social, ekonomi, politik, budaya, agama berbeda. Sehingga ada orang yang kaya ada yang miskin, ada yang pandai ada yang bodoh, ada yang rajin ada yang malas, ada yang besar ada yang kecil, ada yang terhormat ada yang dikucilkan dan sebagainya. Padahal Allah telah memberikan kesempatan yang sama, masing-masing dalam sehari semalam diberi kesempatan 24 jam, tinggal manusia sendiri yang dapat memanfaatkan waktu tersebut. Maka didalam Alquran surat Al Asr Allah telah memberikan gambaran:
" Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (QS. Al ‘Asr: 1-3)

Kecenderungan manusia
Manusia secara umum menginginkan sesuatu yang serba praktis, makan enak, tidur nyenyak, kerja ringan penghasilan besar dan segala keinginan bisa terpenuhi. Dapatkah keinginan itu bisa diwujudkan? Saya mengambil simulasi seandainya kita diberi uang secara cuma-Cuma Rp. 100, tentu pada zaman sekarang sudah tidak berarti, mungkin kita akan memaki-maki orang yang memberi. Tidakkah terlintas dari benak kita sekalian, bagaimanakah jika didaerah anda sedang panen salak pondoh, lalu anda mendapat order dari teman yang berada diluar kota salah pondoh 1 ton dan keuntungan yang akan diberikan kepada anda jika setiap kilo gram Rp.100 tentu anda tidak akan menolak apalagi bila satu buah diberi keuntungan Rp.100,- tentu uang seratus akan bernilai banyak karena dilipatkan.

Ini adalah lambang ketekunan yang akan membuahkan hasil, bahkan kadang dengan ketekunan dan hasil yang diperoleh akan membuahkan rasa syukur yang tiada tara, karena dengan ketekunan itu, pertolongan dari Allah datang tiada pernah disangka-sangka, dalam hadits rasul disebutkan "man jadda wajada" barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan menuai hasil.

Lain lagi bila suatu saat kita mendapatkan uang hibah sebesar 10 juta rupiah, akan kita gunakan untuk apa uang tersebut. Diantara kita tentu mempunyai pandangan yang berbeda dengan uang yang dimilikinya itu. Maka bila boleh saya memberi usul, kiranya kita berfikir bagaimana agar uang tersebut bisa bermanfaat, bukankah kita ingin menjadi orang yang serba kecukupan atau menjadi orang yang kaya. Maka hal yang pertama kita lakukan adalah melakukan perencanaan, utamakan hati dan akal dalam mengambil keputusan. Jangan sekali-kali menuruti kemauan hawa nafsu, karena hawa nafsu itu akan mengarahkan pada tindakan-tindakan yang diluar kemampuan akal dan tuntunan agama. Akhirnya harapan bisa mamperoleh kabahagian justru yang terjadi adalah penyesalan yang tiada guna.

Tuntunan agama.
Agama menghendaki agar setiap manusia untuk meraih suatu kebahagiaan dimulai dengan proses. Doa orang muslim yang singkat Allahumma inni as-alukal huda wattuqa wal 'afafa wal ghina, Ya Allah berilah kepadaku petunjuk, ketaqwaan, kehormatan dan kekayaan.

Terakhir dari doa tersebut adalah al ghina yang berarti kaya, banyak orang yang memimpikan menjadi kaya, mengapa demikian, karena adanya pandangan bahwa dengan kekayaan yang dimiliki apapun bisa dilakukan, apapun bisa diperoleh. Makan enak tidur nyenyak, apapun dan kapanpun keinginan itu muncul langsung bisa diwujudkan. Rumah megah, kedaraan mewah, harta melimpah dan perhiasan serba wah, semuanya bisa diwujudkan bila dirinya menjadi orang kaya.

Apakah kaya itu menjamin hidup bisa kecukupan, jawabannya tidak mesti karena kekayaan yang diinginkan tanpa batas akan menciptakan perilaku yang tanpa batas pula, bahkan bisa jadi ingin mendapatkan kepuasan, apapun dilakukan, tanpa memperdulikan batas-batas kewajaran. Perilaku yang demikian itu karena tidak diawali dengan proses untuk menjadi kaya, maka bila mencermati hadits diatas, proses menjadi kaya hendaknya diawali dengan do'a, memohon agar diberi hidayah (petunjuk).

Hidayah akan mengarahkan setiap aktifitas manusia, karena itu bagi orang Islam senantiasa meminta petunjuk kepada Allah, sebagaimana pada Ummul Kitab "Ihdinash shiratal mustaqim", tunjukilah kepada kami jalan yang lurus. Jalan lurus yang dimintakan tidak lain adalah jalannya orang-orang yang telah diberi petunjuk, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai oleh Allah. Maka orang yang hidup dengan bimbingan hidayah Allah akan selamat sejak didunia maupun diakherat, karena itu dengan kekayaan yang dimiliki adalah merupakan bentuk kenikmatan yang diberikan oleh Allah yang wajib disyukuri. Wujud syukur adalah dengan lisan, mengucapkan hamdalah. Lisan sudah mengucap hati menjadi bangga, dan akan lebih bangga lagi bila diaktualisasikan dengan amal perbuatan, diantaranya dengan harta yang dimilikinya untuk kepentingan dijalan Allah. Wujud kongkrit itu adalah mengeluarkan 2,5% dari harta yang dimiliki menjadi kewajiban zakat yang diperuntukkan bagi para dzu'afa' dan masakin.

Karena itu didalam berdo'a yang kedua minta untuk diberi ketaqwaan, yaitu rasa takut kepada Allah, bila tidak menjalankan perintah-Nya, karena akan menjadi orang yang celaka. Zakat menjadi salah satu rukun Islam yang lima yang tidak boleh ditinggalkan. Sebagaimana shalat menjadi wajib 'ain, bahkan dalam hadits disebutkan bahwa shalat menjadi tiang agama, barang siapa meninggalkan shalat maka berarti merobohkan agama. Dengan shalat akan dapat menciptakan kesalehan spiritual dan kesalehan sosial, karena shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Oleh karena itu shalat tidak boleh ditinggalkan, sekalipun dalam kondisi sakit dan sulit.

Demikian pula zakat juga tidak boleh ditinggalkan, mengapa enggan membayar zakat, apakah takut miskin, apakah takut hartanya akan berkurang, apakah tidak ingin melihat orang miskin bahagia, apakah belum tahu dasar hukumnya, apakah belum tahu kepada siapa harus membayar zakat, apakah merasa sudah cukup dengan mengeluarkan infaq dan shadaqah, maka bila dalam diri masih ada kekhawatiran tersebut perlu menerapi hati dari kebungkaman nilai-nilai Illahi. Hal ini ditandai dengan munculnya akhlaqul madzmumah, sucinya hati semakin hari semakin keruh, karena tidak berusaha untuk mendobrak kemauan hawa nafsu. Mengembangkan pandangan yang sempit, sikap skeptis sehingga yang muncul adalah sifat egoisme.

Ibnul Qoyyim Al Jauziyah dalam taushiyah membagi hati menjadi 3 macam. Pertama hati yang kosong dari iman dan seluruh kebaikan, hati yang demikian sudah dipenuhi dengan kegelapan, sehingga setan tidak perlu membisikkan kejahatan-kejahatan kepadanya. Pribadi manusia sudah menyatu dengan setan, sehingga dalam setiap perilaku selalu mengarah untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah dalam bahasa Alquran "minannuuri ila-dhulumaati". Kedua hati yang diterangi dengan cahaya keimanan, cahaya dalam hati tetap bersinar tetapi kadang tertutup oleh keinginan-keinginan hawa nafsu, rasul menandaskan "al imanu yazidu wan yan qushu" iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang. Bila cahaya iman sedang kuat maka setan tidak berani mendekat, tetapi bila cahaya iman sedang melemah maka setan kembali akan bersekutu dengan manusia. Ketiga hati yang penuh dengan keimanan dan diterangi dengan cahaya keimanan serta menerangi seluruh amal perbuatan manusia. Bila setan berusaha menggoda manusia maka akan terlempar dan terbakar. Hatinya dihiasi oleh tauhid, tasybih dan tahmid, sehingga kekuatan Allah menjadi pelindung bagi dirinya (Ali Muhammad Ad Dihamy, Majlis Penyubur Iman, Pustaka Syahadah: 49).

Kalimat ketiga dalam berdo'a agar diberi kehormatan, kehormatan didapat bukan dengan cara dipaksakan, akan tetapi melalui proses yang panjang, malalui pelatihan, berusaha untuk mengaktualisasikan diri akhlaq nabawi. Akhlaq nabi meliputi shidiq (benar, jujur), amanah (dapat dipercaya), tablig (menyampaikan), fathonah (cerdas dan bijaksana), dan juga membiasakan diri untuk bersikap ihsan. Rasul melaksanakan semua yang dikatakan, dan rasul melaksanakan secara istiqomah, ikhlas, tegas tetapi besikap kasih sayang. Ketaatan dan keteguhan itu dalam segala kondisi, baik dalam kondisi ramai maupun sepi, baik sendirian maupun bersama-sama, baik daam kondisi sempit maupun lapang, dan dalam kondisi sehat atau sakit. Karena demikian mulianya akhlaq rasul maka beliau menjadi suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Dari kebiasaan-kebiasan yang dilakukan setiap hari maka beliau menjadi figur yang disegani dan dihormati baik oleh umat Islam maupun oleh musuh-musuh Islam.

Kalimat yang keempat dari do'a diatas adalah memohon agar diberi kekayaan, meminta dirinya menjadi orang kaya. Karena menjadi kaya harus mempersiapkan terlebih dahulu. Apakah dengan banyaknya harta akan menjadikan seseorang menjadi kaya. Sebagai bahan i'tibar, berapa banyaknya para TKI yang bekerja diluar negeri, mereka memperoleh gaji yang berlipat ganda di banding dengan bekerja didalam negeri. Dalam jangka waktu satu tahun bisa memperoleh uang puluhan juta rupiah, dan setelah beberapa tahun bekerja diluar negeri uang semakin banyak dan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Untuk apakah uang sebanyak itu, target utamanya biasanya membangun rumah, beli kendaraan, perabotan rumah yang serba lux. Sampai berapa bulan bisa bertahan dengan gaya hidup yang demikian padahal pekerjaan tidak punya, bisa jadi uang akan habis dan kembali pada status quo. Mengapa harta yang demikain tidak membuat dirinya menjadi kaya, melihat pada runtutan hadits diatas karena tidak dipersipan dengan kata yang pertama, kedua dan ketiga. Sehingga apapun yang diperolehnya selalu merasa kurang, karena tergiur dengan keinginan-keinginan indrawi sehingga melupakan perlunya perencanaan yang matang terhadap apa yang dimiliki untuk kesejahteraan masa yang akan datang.

Salah satu kunci agar harta itu menjadi keket adalah dikeluarkan zakat, infaq dan shadaqah. Begitu pula dengan zakat yang menjadi indikator ketaatan terhadap syari'at Islam, sehingga dengan ketaatan itu akan membuahkan amal shaleh, menjadikan pribadi yang mempunyai kepekaan sosial, untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan sosial. Sehingga kekayaan yang dimiliki menjadikan dirinya pribadi yang terhormat ditengah masyarakat dan dihadapan Allah SWT. Barang siapa yang menghilangkan kesedihan seorang muslim didunia maka Allah akan melenyapkan kesedihannya didunia dan dihari qiyamat. Barang siapa membuat mudah kepada orang yang tidak dapat membayar hutang maka Allah akan mempermudah (kesulitannya) didunia dan akherat (HR. Muslim).

Kewajiban membayar zakat sudah ada ketentuan nishab dan haulnya, adapun infaq dan shadaqah berdasar ada kelapangannya. Semua ini akan membuat hidup menjadi tenang, merasa cukup dengan yang dimiliki dan selalu optimis menghadapi masa yang akan datang. Anda belum mengeluarkan zakat padahal sudah mencapai nishab dan haul, sekarang mengambil keputusan untuk menjadi muzakki, itu adalah keputusan yang paling tepat. Karena bila ingin menjadi orang yang dicukupkan oleh Allah mengapa tidak mau?

4/10/2013

Menangkal Jahiliyah Modern


Mendengar kata jahiliyah, bagi kita akan teringat dengan sejarah diutusnya nabi Muhammad SAW, untuk mengangkat derajat manusia dari zaman jahiliyah menuju masyarakat yang terang benderang. Kata jahiliyah ini sering dipakai sebagai zaman kebodohan, benarkah bangsa Arab pada waktu itu adalah masyarakat yang bodoh. Dalam sejarah Bangsa Arab adalah ahli dalam perdagangan, dalam bidang politik ahli dalam menyusun strategi perang, dalam bidang seni dan budaya juga amat maju, dalam bidang sosial bangsa yang mempunyai rasa persaudaraan yang sangat kuat, dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga amat maju. Penduduk Yaman berhasil menciptakan sistim irigasi yang handal sehingga hasil pertanian dan perkebunan mengalami kemajuan. Pada bagian tepi Semenanjung Arabia menjadi wilayah yang subur, seperti wilayah Yaman, Aman, Hadramaut sehingga mampu mampu menciptakan kerajaan yang amat makmur, seperti kerajaan Saba’.

Dibalik kecerdasan dalam menciptakan hasil karya seni, budaya dan manajeman pemerintahan, tetapi masyarakat Arab adalah penyembah berhala, sedang berhala itu adalah benda mati yang merupakan hasil karyanya, berhala-berhala tersebut tidak bisa berbuat apa-apa, mengapa mereka menyembah berhala, memuja dan meminta pertolongan kepadanya. Ketika mereka ditanya mengapa menyembah berhala, jawab mereka bahwa mereka hanya berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah. Lain lagi kebiasaan masyarakat pada zaman nabi Ibrahim yang dengan jelas menyembah berhala. Maka ketika berhala itu dihancurkan oleh Ibrahim, mereka marah-marah, ketika Ibrahim ditangkap untuk diadili, beliau membantah dengan mengatakan bahwa yang telah menghancurkan adalah berhala yang paling besar, diperlihatkan kepada orang-orang, pada berhala yang paling besar itu terdapat kapak. Namun mereka tidak percaya dan mengatakan bahwa mustahil bila berhala itu yang melakukan, karena dia hanyalah batu yang tidak bisa berbuat apa-apa. Namun karena kepicikan pandangan sehingga akal sehatnya tidak digunakan, dan sifat piciknya menghukum Ibrahim dengan dibakar di bara api. Pemahaman dengan dalil aqli dan naqli mereka kesampingan dengan mendahulukan hawa nafsu.

Demikian pula kebiasan membunuh terhadap bayi perempuan, karena dipandang tidak mampu berperang, pada zaman nabi Musa dan nabi Ibrahim setiap bayi laki-laki lahir dibunuh, karena mereka takut kekuasaannya akan jatuh. Begitulah ketakutan yang ada pada mereka, ingin memperoleh perlindungan tetapi mereka lari kepada taghut, demikian pula masyarakat modern yang kemudian mempertuhankan harta, tahta dan wanita. Maka arti jahiliyah yang paling tepat adalah kepicikan dalam bidang aqidah.

Pada tanggal 4 – 10 Oktober 2006 di AS diselenggarakan jajak pendapat untuk mencari jawab tentang keberadaan Tuhan, yang diselenggarakan oleh Harris Poll melalui internet diikuti 2.010 responden orang dewasa, bahwa penduduk Amerika 42% orang dewasa tidak meyakini sepenuhnya keberadaan Tuhan, hal ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 34 %. Sedangkan dari penganut berbagai agama 76% Protestan, 64% Katholik, 30% Yahudi mereka sangat yakin bahwa Tuhan itu ada.
Dari mereka yang mengakui tentang keberadaan Tuhan, mereka berusaha mengungkapkan tentang wujud dan peran Tuhan atas diri manusia. Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah tentang jenis kelamin Tuhan, 36% responden menjawab bahwa Tuhah itu laki-laki, 37% Tuhan tidak berjenis kelamin, 10% Tuhan itu laki-laki sekaligus perempuan. Pertanyaan selanjutnya Tuhan berbentuk manusia atau bukan 41% responden menjawab bahwa Tuhan itu adalah roh atau kekuatan yang bisa berbentuk manusia tapi sifatnya tidak seperti sifat-sifat manusia. Apakah Tuhan berkuasa sepenuhnya atas semua kejadian dibumi, 29% responden mengaku yakin, 44% responden menjawab Tuhan memang mengawasu, tetapi tidak mengendalikan apa-apa yang terjadi di bumi (Suara Merdeka: 2 November 2006).

Penjernihan tauhid
Penganut agama di Amerika yang meliputi agama Protestan, Katholik dan Yahudi tidak 100% meyakini adanya Tuhan, maka tentu kita patut menanyakan bagaimanakah tanggapan masyarakat secara umum. Oleh karena keberadaan Tuhan dapat ditamsilkan, bila suatu saat kita letakkan sebuah buku di atas meja namun ketika dijumpai bahwa buku sudah berada didalam lemari. Perasaan yang timbul bahwa ada sesorang yang telah memindahkannya, karena sifat dari benda adalah tidak dapat bergerak kecuali ada yang menggerakanya. Namun bila suatu saat kita berada diruang tamu dengan seseorang, dia duduk di kursi, suatu saat dia sudah tidur, maka perasaan yang muncul bahwa salah satu benda hidup adalah gerak, yang dapat berpindah dengan sendirinya.

Segala makhluk yang maujud adalah barang yang baru yaitu buatan baru, dan sesuatu yang baru tidak dapat menjadi dengan dirinya sendiri, maka tentu ada yang membuatnya, yang mengadakanya yang semula tidak ada. Pembuat itu adalah zat yang berdiri dengan dirinya sendiri, yang menjadi salah satu sifat Allah adalah qiyamuhi binafsi, untuk membuktikan ini Socrates dan Aristophanes masing-masing adalah seorang filosof, berusaha mencari kebenaran. Masing-masing mempunyai pemikiran yang berbeda, akan tetapi dengan sikap obyektifnya mau menerima kebenaran yang bersumber dari orang lain.
Adapun perbincangannya adalah sebagai berikut:
Socrates:
Adakah orang-orang yang dapat mengherankan tuan karena kepandaiaan mereka atau karena keindahan buatannya.
Aristohanes:
Ya ada memang, seperti dalam hal sajak atau puisi saya sangat tertarik kepada syair-syair cerita dari Homero, dalam bidang lukisan ialah Zoxes dan dalam hal pembuatan patung adalah Polextic.
Socrates:
Pencipta manakah yang kiranya patut lebih diherankan, yakni pencipta gambar-gambar yang tanpa dapat memberi akal serta gerakan, ataukah yang mencipakan benda-benda yang juga memberinya akal pikiran serta kehidupan?
Aristophanes:
Tentu saja patut lebih diherankan yang menciptakan benda-benda yang dapat merasakan kenikmatan dengan memiliki akal fikiran serta kehidupan. Tetapi itupun yang terjadinya bukan karena sebagai hasil dari keadaan yang merupakan kebetulan belaka.
Socrates:
Apakah kiranya patut dianggap sebagai hal yang kebetulan, jika angota-angota tubuh diberikan kemampuan untuk melakukan hal-hal tertentu, misalnya mata untuk melihat hidung untuk mencium, telinga untuk mendengar, dan sebagainya, lihat saja disekitar mata terdapat berbagai macam penjagaan, ketika tidur mata harus tertutup. Apakah hal yang demikian ini juga merupakan kebetulan. Demikian pula kecondongan hati untuk mempunyai keturunan, perasan iba dan kasih sayang yang ada didalam hati setiap ibu terhadap anaknya, padahal suatu hal yang langka seorang ayah atau ibu menerima balasan kemanfaatan atau keuntungan dari anaknya. Sementara bagaimana hal ikhwal seorang bayi yang dengan sendirinya memperoleh pengertian untuk menyusu dan cara menyusunya. Apakah hal yang demikian itu juga merupakan kebetulan?
Aristohanes:
Tentunya juga bukan karena kebetulan. Ya, saya baru mengerti sekarang dengan secara pasti bahwa disana memang ada petunjuk akan adanya penciptaan. Tetapi yang pasti bahwa yang menciptakan itu tentu bersifat sangat agung, yang mencintai segala yang hidup. Namun masih ada suatu yang menyulitkan otak saya, karena memang kita semua tidak dapat melihat yang menciptakan itu.
Socrates:
Kalau begitu kita sudah menemukan titik persamaan, yaitu mengakui adanya Maha Pencipta Yang Maha Agung dan mencitai kehidupan dialam semesta. Tentang persoalan mengapa kita tidak dapat melihat Yang Maha Pencipta, maka saya ingin mendapat jawaban tuan, apakah tuan merasa mempunyai nyawa.
Aristophanes:
Tentu saja saya punya.
Socrates:
Kalau demikian sudah mudah pemecahannya. Mengapa tuan sendiri tidak dapat melihat nyawa tuan, apakah ini berarti kita boleh mengatakan bahwa pekerjan-pekerjaan yang timbul dari diri tuan adalah suatu kebetulan bukan dari pemikiran sebelumnya? (Syayid Sabiq, Aqihdah Islam: 70-72).

Tuhan berjenis kelamin?
Allah tidak serupa dengan makhluknya, laki-laki, perempuan, makan, minum, tidur, kantuk, bangun adalah fitrah insaniyah. Tetapi Allah adalah sang Khaliq yang tidak sama dengan makhluknya. Tidak ada yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui (Asyura: 11). Tuhan tidak serupa dengan makhluknya, Tuhan tidak dapat digambarkan sebagaimana makhluk yang mempunyai sifat tidak sempurna. Semua makhluk pasti ada cacat, kelebihan dan kekurangan. Karena itu Allah adalah Maha Sempurna baik dari sifat, dzat maupun af'alnya. Sehingga bila Tuhan berjenis kelamin adalah merupakan sifat insaniyah, sehingga dengan demikian yang satu mempunyai kelebihan atau kekurangan atas yang lainnya., demikian pula kadang yang satu dapat dilebihkan atas yang lainnya.

Sebagai muslim kita tidak diperkenankan untuk memikirkan tentang wujud Allah, tetapi kita diperbolehkan untuk memikirkan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Para ahli berusaha untuk mencari Tuhan, para filosop menggunakan akal murni yang berlawanan dengan para ahli suffah yang mencari Tuhan dengan rasa. Sehingga dengan memikirkan tentang ciptaan Allah, mengadakan pengamatan dan penelitian, bahkan dengan pengembaraan akal pikiran akhirnya, ditemukan titik temu tentang adanya Allah. Keteraturaan dan kesempurnaan alam menjadi bukti adanya Allah. Demikian pula banyaknya musibah yang terjadi baik itu tanah longsor, banjir, gempa bumi, luapan Lumpur panas, gunung meletus, badai Tsunami adalah kejadiaan alam yang diluar kemampuan manusia. Pakar sejarah Yunani Kuno Plutarch dalam lawatannya kepenjuru dunia, ditemukan kota-kota tanpa benteng, sekolah, istana dan gedung, tetapi tidak pernah dijumpai kota-kota tanpa tempat ibadah (Yusuf Qardawi, Dr, Wujudullah Existensi Allah: 34). Dengan demikian berarti ada pengendali Yang Maha Agung, dengan keagungan itu manusia adalah makhluk yang kecil.

Kelemahan dan kekerdilan manusia akan berbalik menjadi insan yang kuat bila dirinya mempunyai pelindung dzat yang Maha Perkasa, bisa diperoleh bila dirinya mau menyandarkan diri dengan mengabdikan seluruh hidupnya kepada Allah, hanya kepada-Nya kita beribadah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Maka perlindungan itu akan diperoleh, karena kedekatan Allah terhadap orang-orang yang beriman dan beramal shaleh adalah lebih dekat dari urat leher.

Tentang kekuasaan Allah yang menguasai atas diri manusia, dalam teologi Islam telah membahas hal tersebut dalam konsep free will, free act dan predestination atau faham qadariyah dan jabariyah. Faham Qadariyah meletakkan manusia sebagai makhluk yang mempunyai otoritas dan kekuasaan, sehingga menusia melakukan suatu perbuatan tanpa adanya campur tangan Allah SWT. Lain lagi dengan Faham Jabariyah yang meletakkan manusia sebagi makhluk yang mempunyai kemampuaan terikat oleh kehendak Allah, manusia tidak melakukan suatu perbuatan kecuali atas perbuatan dari Allah SWT. Bila terdapat persamaan antara selain Allah dengan-Nya, maka itu hanyalah dalam sebagian sifat dan semata-mata mengenai namanya saja, jadi bukan sekali-ali dalam hakikatnya.

Pengetahuan Allah.
Allah mempunyai sifat tidak sama dengan makhluknya, Allah Maha mengetahui segala yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. (QS. Mujadalah: 7).

Dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Al An'am: 59)
Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Yunus: 61)

Menangkal jahiliyah modern
Bila pada zaman rasul, Arab bangsa yang telah berbudaya tetapi mereka mengalami kepicikan dalam bidang aqidah, sehingga menimbulkan perilaku yang tidak sehat, suka berjudi, mabuk-mabukan, suka membunuh bayi perempuan. Maka pada zaman sekarang lebih mempertuhankan harta, tahta dan wanita. Yang pada dasarnya hal ini merupakan anugerah dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya, bisa menjadi sumber kenikmatan, cobaan dan fitnah. Dari sudut pandang yang manapun adalah menjadi kenyataan bila sudah melekat pada hamba Allah baik secara pribadi maupun kolektif. Sampai sekarang masih terjadi kasus penjualan anak, money londry, jual beli Narkoba, pornografi dan pornoaksi, korupsi, kolusi.

Kejahiliyahan pada masa rasul dan sebelumnya dilakukan secara terang-terangan, tetapi pada masa sekarang bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau secara tenang-terangan yang sudah menjadi suatu sistem yang tertata dengan rapi. Para pelaku ibarat serigala berbulu domba, atau penjahat bertopengkan dewa. Kemunafikan menjadi senjata yang ampuh untuk mencapai tujuan. Hal tersebut merupakan penyakit hati yang merambah menjadi penyakit sosial, pengancur moral bangsa. Sehingga menyebabkan suatu bangsa bobrok baik dari segi ekonomi, politik, sosial, hukum.

Terapi diri akan adanya waskat (pengawasan melekat) dari Allah, dimanapun, kapanpun, perbuatan yang dilakukan baik secara terang-terangan atau secara sirri semua dalam pengawasan Allah, yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Yang kecil tidak dinasah, yang besar tidak dikurangi, semua tergantung pada perilaku yang dilakukan, itulah kebijakan dan keadilan Allah yang menjadi harapan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.

Sebaliknya bagi umat Islam secara kuantitatif pelaksanaan ibadah maghdhah adalah menjadi kebiasaan rutin yang dilakukan secara turun-temurun, belum bisa merubah sikap, watak dan karakter sebagai muslim, yang hendaknya dapat mewarisi sifat-sifat para rasul. Allah tidak memaksanakan umatnya menjadi penganut Islam, tetapi umat Islam yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat, sebagai konsekwensinya adalah melaksanakan syari’at Islam. Suatu yang asing akan menjadi terbiasa, suatu yang berat menjadi ringan, yang kurang akan minta ditambah, bila rutinitas diikuti dengan peningkatan kualitas ibadah. Berusaha memahami, mendalami Islam secara kaffah dari segi aqidah, akhlaq, fiqih, tarih, yang dalam pelaksanaanya menjadi satu-kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

Jadi bila 42% orang Ameriika tidak yakin adanya Allah karena pemikiran yang lepas, dengan melihat fakta dalam kehidupan dunia, antara orang yang taat beragama, orang fasik dan atheis diantara mereka ada yang dilebihkan dan ada yang tidak, maka artinya dimanakah peran Tuhan terhadap manusia jika memang Tuhan itu ada. Lain lagi dengan orang Indonesia bila disurvey, tentu 100% akan meyakini adanya Allah, walaupun mereka tidak pernah merasakan kehadiran Tuhan, tidak pernah memperlajari bukti-bukti adanya Allah, namun jika mereka menjawab bahwa Tuhan itu tidak ada, akan ada perasaan khawatir dirinya akan kualat, siapakan yang menyebakan kualat itu, Dialah Allah sebagai penyebab pertama yang tanpa sebab.

4/09/2013

Pilkada Minangka Wujud Demokrasi Langsung


Sasampunipun zaman reformasi, Kepala Daerah, keleres punika Bupati lan Wakilipun, Gubernur lan Wakilipun, lan Presiden lan Wakilipun dipun pilih langsung dening rakyat. Rakyat ingkang nemtunkaken pemimpin ingkang badhe dhateng, kanthi mekaten rakyat prayoginipun saget milih para pemimpin punika kanthi dasar akal lan qalbu, ampun ngantos nurutaken dhateng nafsu. Ngengingi perkawis punika Rasulullah SAW atur piugeran gangge milih pemimpin ing wekdal ingkang badhe dhateng. Mangga kita midangetaken kanthi khutbah Jum'at:

أَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى خَلَقَ الْاِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ, أرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى سَاِئِر الْاَدْيَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ اَلْوَاحِدُ الَمَنَّانُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّابَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Kaum Muslimin Jema’ah jum’ah Rahimakumullah
Mangga sesarengan kita sami budidaya ningkataken iman lan taqwa dhateng Allah SWT, inggih punika kanthi nindakaken dhawuh-dhawuhipun Allah lan nilar sedaya awisanipun Allah. Kanthi pangajab badhe pikantuk pitedahipun Allah lan kelebet dados tiyang-tiyang ingkang dipun mulyakaken Allah wiwit dunya dumugining akherat samangke.

Melai jaman rumiyin bangsa Indonesia sampun nindakaken demokrasi, inggih punika mujudaken pemerintahan saking rakyat, dening rakyat lan kagem rakyat. Tegesipun pemimpin dipun pilih saking rakyat, pemimpin dipun pilih dening rakyat lan akhiripun pemimpin punika dados panutan lan suri tauladan kagem rakyat. Kanthi punika ing zaman sapunika pemerintahan punika dipun wastani demokrasi, amargi rakyat bebas anggenipun nemtukaken pimpinipun piyambak, punapa malih ing zaman sapunika para eksekutif melai saking presiden, gubernur, bupati/ walikota lan kepala desa lan ugi anggota legeslatif (DPR lan DPRD) ugi rakyat ingkang nemtukaken. Ing tanggal 23 Mei 2013 kita badhe milih gubernur lan wakilipun, ing tahun 2014 kita badhe milih presiden lan wakilipun, ing tahun 2015 kita badhe milih bupati lan wakilipun.

Rasulullah minangka dados uswatun hasanah kangge kita sedaya, mangga sifat-sifat Rasululah punika kita pedomani, Rasululah ngghadahi sifat shidiq, amanah, tabligh lan fathonah.
1. Shidiq tegesipun bilih Rasulullah punika tansah bener lan jujur. Bukti bener lan jujuripun Rasulullah SAW punika sampun kabuktekaken melai yuswa tasih alit. Ing wekdal semanten piyambakipun boten nate goroh sahingga dipun paringi gelar al amin tegesipun ingkang patut dipun pitados.
2. Amanah maksudipun bilih Rasulllah punika pribadi ingkang saget dipun pitados bilih piyambakipun tansah jagi amanah ngkang sampun dipun paringaken. Boten nate gunakaken amanah punika kangge ngumbar kepentinganipun pribadi, keluarga lan golonganipun ananging semata-mata kangge agamanipun Allah inggih punika agami Islam.
3. Tabligh tegesipun Rasullah tansah ngajaraken sedaya wahyu saking Allah, boten wonten wahyu ingkang dipun umpetaken, sinaosa wahyu punika ngengingi perkawis, azab, sindiran lan sanesipun. Malah piyambakipun nate ngendika qulill haqqu walau kaana murron, kandakna kang haq senajan pahit dirasakake.
4. Fathonah tegesipun rasullah punika pribadi ingkang cerdas, cekatan lan trengginas, mustahil manawi Rasululah punika pribadi ingkang bodho sahingga saget dados pemimpin agami lan pemimpin ing negari.

Kanthi sekawan sifat Rasul punika mangga dipun pedomani minangka kangge milih pemimpin kita, jalaran pemimpin punika ingkang badhe nemtukaken majeng lan munduripun masyarakat lan agami, Allah SWT paring dhawuh:

“He wong-wong kang padha iman, aja nganti sira kabeh dadekake wong-wong Yahudi lan Nasrani minangka pemimpin-pemimpin (ira) saperangane (wong-wong Yaudi lan Nasrani mau) minangka dadi balane kang liyane. Sapa wae ing antarane sira kabeh kang dadekake pemimpin marang dheweke (Yahudi lan Nasrani) mangka sak temene wong mau kalebu golongane. Sak temene Allah iku ora bakal paring pituduh marang wong-wong kang padha zalim”. (QS. Al Maidah: 31)
“He wong-wong ang padha iman, aja nganti sira kabeh gawe pemimpin marang wong-wong kang ngina lan ngremehake marang agamaira. Hiya iku ing antarane wong-wong kang wus diparingi Al Kitab sak durungira lan wong-wong kafir. Lan padha taqwaha marang Allah yen sira temen-temen wong kang padha iman”. (QS. Al Maidah: 37)

Kanthi pengendikanipun Allah punika mratelakaken bilih perkawis idiologi utawi keyakinan punika dados prinsip,jalaran kanthi tauhid ingkang jejeg yektos badhe bekta rakyatipun ing margi ingkang leres. Lan sedaya ingkang dipun uasahakaken badhe pinaringan rakmat lan kaberkahan saking Allah. Lan ing tembe wingkingipun ing dinten akherat kalebet tiyang beja, pikantuk syafaat saking Allah sahingga dipun lebetaken ing swarganipun Allah.

Semanten ugi Rasulullah SAW ugi paring dhawuh:

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِيْنَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَيُحِبُّوْنَكُمْ وَتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ, وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِيْنَ تَبْغَضُوْنَهُمْ وَيَبْغَضُوْنَكُمْ وَتَلُعَنُوْنَهُمْ وَيَلْعَنُوْنَكُمْ (رواه مسلم)

“Pemimpin ira kang bagus yaiku wong kang sira senengi lan dheweke seneng marang sira, sira dongakake marang dheweke lan wong iku uga dongakake marang sira. Lan pemimpin ira kang ala yaiku wong kang sira sengiti lan dheweke uga sengit marang sira, sira bendoni marang wong iku lan wong iku uga bendoni marang sira”. (HR. Muslim)

Kanthi ayat Alquran lan hadis Rasulullah punika, sinaosa Pemilihan Umum lan Pilkada punika hakipun rakyat, ananging langkung prayogi menawi kita gatosaken calonipun, kita pahami visi lan misinipun, supados samangke dados pamomongipun masyarakat. Wasis, lembah manah, andhap asor lan jer budhi laksana.

أَقُوْلُ قَوْلِى هٰذَا وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ, وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

4/06/2013

Pelantikan Pejabat, Kepala Sekolah dan Kades


Pelantikan adalah suatu yang amat berharga bagi siapapun yang sedang menitih karier, apalagi Pejabat baik Struktural maupun Pejabat Publik. Karena itu pelantikan ini menjadi momen yang amat berharga dan perlu pembekalan baik secara mental spiritual. Fisik yang sehat, bugar tidak menjamin keinerja yang baik. Karena itu agar kenerjanya akan menjadi lebih baik perlu perenungan batin yaitu dorongan melalui do'a. Do'a adalah senjatanya orang-orang mukmin, kita berharap dengan do'a itu akan memberikan kekuatan lahir dan batin kepada para Pejabat yang baru saja dilantik agar dalam setiap langkahnya selalu dibimbing oleh Allah menuju jalan yang diridhai-Nya

 

الحمد لله رب العالمين حمدايوافى نعمه ويكافئ مزيده ياربنا لك الحمد ولك شكر كما ينبغى لجلال وجهك وعظيم سلطانك اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين.


Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, Engkau pencurah segala kasih bagi sekalian alam, ditangan-Mu segala puji, maka hanya kepada-Mu kami mengucapkan pujian dan menumpahkan rasa syukur. Disebagian dari kenikmatan yang Engkau berikan sehingga kami dapat mengikuti kegiatan pelantikan Pejabat Struktural, Kepala Sekolah dan Kepala Desa terpilih tahun 2013, dalam keadaan tentram, damai dan sejahtara.

Ya Allah, ya Qadiru, Engkaulah penentu dari segala yang ada di alam ini, karena Engkaulah pemilik segala kerajaan. Dengan kekuasaan dan kemurahan-Mu Engkau berikan kerajaan kepada orang-orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki.

Ya Allah ya Roofi’u ya Mu’izzu, Engkaulah zat yang meninggikan derajat dan juga memuliakan hambanya. Berikanlah petunjuk kepada para Pejabat Struktural, Kepala Sekolah dan kepala desa terpilih untuk melaksanakan amanat, karena itu bimbinglah mereka dengan petunjuk dan sunnah rasulnya. Agar mereka dapat menjadi peneduh dalam masyarakat dan menjadi aparatur negara yang jujur, cerdas dan waskitho.

Karena itu ya Allah janganlah Engkau sesatkan kepada hamba-Mu setelah Engkau berikan petunjuk, terangilah hatinya, murnikanlah niatnya, teguhkanlah pendiriannya, tumbuhkanlah kreatifitasnya dan tebarkanlah akhlaqul karimah. Sehingga setiap kebijakan akan selaras dengan kehendak-Mu.

Ya Allah tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar itu benar dan berilah petunjuk serta kekuatan kepada kami untuk menjalankannya dan tunjukkanlah kepada kami jalan yang salah itu salah dan berilah petunjuk serta kekuatan kepada kami untuk menghindarinya. Karena itu hanya kepada-Mu ya Allah kami memohon dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.

Ya Allah ya ghoffar, ampunilah dosa kami, orang tua kami, para pemimpin kami, kabulkanlah permohonan kami, amin.

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الا خرة حسنة وقنا عذاب النار, والحمد لله رب العالمين.

Pengambilan Sumpah PNS


Surat Keputusan adalah suatu yang amat berharga bagi siapapun yang sedang menitih karier, apalagi Surat Keputusan tentang peralihan dari CPNS menjadi PNS. Karena itu penyerahan SK ini menjadi momen yang amat berharga dan perlu pembekalan baik secara mental spiritual. Fisik yang sehat, bugar tidak menjamin keinerja yang baik. Karena itu agar kenerjanya akan menjadi lebih baik perlu perenungan batin yaitu dorongan melalui do'a. Do'a adalah senjatanya orang-orang mukmin, kita berharap dengan do'a itu akan memberikan kekuatan lahir dan batin kepada para PNS yang telah menerima Surat Keputusan, agar dalam setiap langkahnya selalu dibimbing oleh Allah menuju jalan yang diridhai-Nya.


الحمد لله رب العالمين حمدايوافى نعمه ويكافى مزيده ياربنا لك الحمد ولك شكر كما ينبغى لجلال وجهك وعظيم سلطانك اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين.


Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, Engkau pencurah segala kasih bagi sekalian alam, ditangan-Mu segala puji, maka hanya kepada-Mu kami mengucapkan pujian dan menumpahkan rasa syukur. Disebagian kecil dari kenikmatan yang Engkau berikan sehingga kami dapat mengikuti kegiatan penyerahan SK PNS dan Pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten ... tahun 2013, dalam keadaan tentram, damai dan sejahtara.

Ya Allah ya Roofi’u ya Mu’izzu, Engkaulah zat yang meninggikan derajat dan juga memuliakan hambanya. Berikanlah petunjuk kepada para Pegawai Negeri Sipil yang telah mengucapkan sumpah dan janji, jadikanlah sumpah dan janji sebagai ruh bagi Pegawai Negeri dalam melaksanakan tugas selaku aparatur negara. Berikanlah tekad dan semangat untuk senantiasa menegakkan kedisiplinan, kejujuran dan kearifan dalam menjadi pelayan masyarakat.

Karena itu ya Allah bimbinglah kami dengan petunjuk-Mu, hiasilah hati dan fikiran kami dengan nur hidayah-Mu. Kami yakin Ya Allah, tanpa petunjuk-Mu kami akan menjadi hamba-Mu yang sesat. Karena itu kuatkanlah niat kami untuk menjadi teladan karena amal salih yang kami lakukan, dan kuatkanlah tekad untuk meraih kebaikan yang lebih tinggi.

Ya Allah ya Azis
Engkaulah zat sebaik-baik pemberi petunjuk. Karena itu hanya kepada-Mu kami berlindung, hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya kepada-Mu kami berserah diri.

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.


Ya Allah ya ghoffar, ampunilah dosa kami, orang tua kami, para pemimpin kami, kabulkanlah permohonan kami, amin.

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الا خرة حسنة وقنا عذاب النار, والحمد لله رب العالمين.

4/04/2013

Jenis Harta dan Batas Besarnya Terkena Zakat


Setiap warga Negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh orang Islam berkewajiban menunaikan zakat. Oleh karene itu, orang atau badan usaha yang memiliki kecukupan kekayaan dan telah terkena batas besarnya terkena zakat (nishab) dan batas waktu setahun pemilikan harta (haul), orang yang mempunyai harta tersebut harus mengeluarkan zakat (menjadi muzakki) harus menghitung dengan seksama zakat yang harus dikeluarkan. Namun apabila tidak dapat menghitung sendiri maka dapat meminta bantuan kepada Badan/ Lembaga Amil Zakat tempat ia akan menyerahkan zakatnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang diikuti dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 373 tahun 2003 tentang Pelaksanaan Undang-undang RI Nomor 38 tahun 1999 serta Keputusan Dirjen. Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/ 291 tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat., maka jenis pemilikan kekayaan yang harus dizakati, antara lain, tumbuh-tumbuhan, emas, perak, perusahaan, perdagangan, pendapatan, jasa, binatang ternak, tambang, harta terpendam dan ketentuan zakat fitrah.

Sebagai pedoman dalam menghitung zakat kita tampilan tabel zakat yang diikutip dari Bulletin Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggaran Haji Direktorat Pengembangan Zakat Departemen Agama RI, sebagai berikut:



Motto:

Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Attaubah: 71)






TABEL JENIS HARTA DAN KETENTUAN WAJIB ZAKAT




Mabuk Cinta


Dalam kamus umum bahasa Indonesia mabuk berarti pening atau hilang ingatan (karena minum-minuman keras, makan gadung dan sebagainya).
Dalam kenyataannya mabuk juga terjadi ketika naik kendaraan, pesawat, kapal laut atau kapal api, ketika naik turun lift.

Ketika sedang mabuk yang demikian maka amat menyakitkan dan membuat malu. Namun akan segera sembuh ketika sudah sampai tujuan.
Disamping itu ada juga yang mabuk cinta sehingga mau berkorban dan mengorbankan apa saja demi pemenuhan hasrat cintanya.

Pemenuhan ini tidak akan pernah berakhir kecuali melaui jalur yang benar, misalnya pemuda yang sudah waktunya untuk menikah, ketika masa taaruf dengan pujaan hati, maka akan mengorbankan apa yang menjadi kehendak pujaan hati, walaupun dirinya tidak senang tetapi harus dipenuhi karena takut kehilangan cintanya.

Sehingga kadang demi meraih cinta, apapun dilakukan bahkan kadang tak jarang nyawapun menjadi taruhan. Coba kita ingat ketika ada seorang pemuda yang tega membunuh pujaan hati, karena merasa cintanya diduakan. Ada juga yang membunuh laki-laki yang mencintai kekasihnya, karena memang cinta itu buta, cinta adalah fantasi. Semakin dimabuk cinta maka semakin gelap mata, hati dan pikiran.

Perasaan cinta yang sedang bergelora, akan mendatangkan keberkahan bila segera melangsungkan pernikahan, karena kehendaknya diselaraskan dengan kehendaknya dan kehendak diapun akan dikompromikan. Karena itu cinta dalam pernikahan akan lebih harmonis dan realistis, namun cinta dalam masa taaruf adalah fantasi yang tidak realistis.

Cinta dalam pernikahan akan dipenuhi dengan keberkahan, karena apapun yang dilakukan dengan keikhlasan menjadi ibadah. Sesuatu yang dikhayalkan dalam masa taaruf bila dilakukan akan mendatangkan bencana, namun bila dilakukan setelah ada ikatan pernikahan akan mendatangkan pahala dan keberkahan.
Wujudkan mencintai dan cinta karena Allah.
Bila cinta dan mencintai suatu yang nampak niscaya tidak akan abadi.
Karena pada awalnya cinta yang menggebu-gebu menjadi sirna,
karena sesuatu yang nampak mudah diamati, banyak kekurangannya.
Kebaikan yang telah dipuja tertutup dengan cacat walau hanya sedikit.
Menghilangkan kebaikan yang telah dibina bertahun-tahun.
Cinta karena Allah tidak akan pernah bosan,
Cinta karena Allah akan selalu dinamis,
Cinta karena Allah akan selalu optimis,
Cinta karena Allah akan membuat hidup semakin bermakna.

Ingatlah pesan Allah SWT:

Maka jadikanlah cinta karena Allah menjadi pangkal segala perbuatan. Cinta karena Allah akan membuahkan seribu bahkan berjuta-juta kebaikan hingga tidak dapat dihitung.

Karena seseorang tidak dianggap cinta kepada Allah, kecuali meletakkan cinta kepada Allah diatas cinta kepada harta, suami/ istri, anak dan sebagainya.

4/03/2013

RA Kartini Pelopor Pendidikan Indonesia


Dunia pendidikan pada zaman sekarang sudah berkembang demikimian pesatnya, sehinggga tidak ada diskriminasi pendidikan khusus bagi kaum lelaki saja. Namun dari kaum hawa juga diberikan kebebasan untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Pemberian hak mengenyam pendidikan untuk kaum hawa tidak bisa lepas atas jasa RA Kartini, beliau hidup pada zaman kolonial Belanda tidak pasrah begitu saja menerima tradisi. Beliau melihat teman-temannya dari negeri Belanda diberikan hak mengenyam pendidikan, mengapa di Jawa tidak bisa. Sebagai warga negara yang baik maka senantiasa mengingat jasa para pendahulunya. Karena itu agar sejarah RA Kartini berikut keteladanannya dapat dikenang kembali perlu disampaikan melalui mimbar khutbah.
الحمدلله الذي خلق الموت والحيوة ليبلوكم ايكم احسن عملا. وارسل رسوله بالهدى ودين الحق وجعله للنا س سبيلا. اشهد ان لا اله الاالله الواحد القهار, واشهد ان محمدا عبده ورسوله سيد الخلائق والبشر. اللهم صل وسلم على هذاالنبي الكريم وعلى اله واصحابه اجمعين. فيا عبادالله اوصيكم واياى بتقوى الله فقد فازالمتقون.

Kaum muslimin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah.
Pada kesempatan Jum’at hari ini saya mengingatkan kepada para jama’ah sekalian, peristiwa 134 tahun yang lalu yang tepatnya pada hari Senin Pahing, tanggal 21 April 1879. Ketika lahir seorang bayi, dimana ketika masih kanak-kanak hidup dalam keceriaan, tetapi ketika memasuki usia 12 tahun harus hidup dalam masa pingitan. Tradisi masyarakat yang mengharuskan ketika anak sudah berusia 12 tahun tidak boleh keluar rumah. Mereka harus tetap tinggal dirumah sampai datang lamaran seorang laki-laki yang ingin mempersunting menjadi istri. Tanpa ada perkenalan, tanpa ada pertimbangan namun harus menuruti kehendak orang tua yang mengimplementasikan tradisi masyarakat Jawa.

Bayi yang lahir pada hari itu ada RA Kartini, beliau berasal dari keluarga bangsawan yaitu Adipati Jepara RM Hario Adipati Sosroningrat dan ibunya adalah Ngasirah. Beliau berbeda dari wanita-wanita lain yang tetap dalam statusnya menerima kodrat sebagai wanita yang tidak boleh mengembangkan diri. Ketika beliau tamat dari pendidikan dasar Belanda dalam usia 12 tahun, beliau mempunyai keinginan untuk melanjutkan sekolah, namun ayahnya tidak berdaya terhadap budaya Indonesia yang tidak memperkenankannya. Pada suatu saat Kartini mohon izin pada ayahnya: “Ayah, apakah Kartini boleh melanjutkan sekolah, teman-teman Kartini dari bangsa Belanda semua meneruskan sekolah, mengapa Kartini harus cepat-cepat diam di rumah, Kartini ingin menuntut ilmu dan meneruskan sekolah”.
Ayahnya menjawab: “Anakku, keinginanmu memang baik dan mulia, memang benar bahwa anak perempuan juga perlu menuntut ilmu tetapi ketahuilah bahwa adat bangsa kita yang belum mengizinkan hal itu, janganlah lantas berkecil hati tetapi terimalah adat nenek moyang kita dengan senang hati.

Ayahnya RA Kartini, sangat bersedih karena melihat kemauan anaknya yang ingin melanjutkan sekolah namun terhalang oleh tradisi. Oleh karena itu beliau senantiasa memberikan semangat dan pengetahuan bagi anaknya yang hidup dalam pingitan. Kartini diberi bermacam-macam buku bacaan dan ayahnya juga memberi semangat agar Kartini mencoba berkirim surat kepada teman-temannya yang berada di negeri Belanda, sekalian untuk melancarkan dalam berbahasa Belanda. Bahkan kakak Kartini yang bernama Raden Mas Sosrokromo juga sering berkunjung kepada RA Kartini dengan mengirimkan bermacam-macam buku. Maka sekalipun RA Kartini berada dalam rumah pingitan pengetahuan dan wawasannya senantiasa bertambah.

Ketika RA Kartini berusia 24 tahun beliau dilamar oleh adipati Rembang yang bernama Raden Mas Adipati Joyohadiningrat. Dan sejak tanggal 11 November 1903 beliau pindah ke Rembang. Di Rembang RA Kartini mendirikan sekolah perempuan, diawali dari saudara-saudara terdekatnya.
Dari sejarah singkat RA Kartini dapat diambil pelajaran bahwa:
1. Ayah sebagai pemimpin dalam keluarga, hendaknya selalu memberikan motivasi kepada seluruh keluarga untuk giat didalam menuntut ilmu, karena Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Mujadalah ayat 11:

....يرفع الله الذدين امنوا منكم والذين اوتواالعلم درجت.

“ ….Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantara kalian, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat”.

Banyak sekali hadits nabi yang mewajibkan untuk mencari ilmu, serta menerangkan tentang keutamaannya. Ilmu adalah menjadi cahaya. Dilain hadits rasul juga bersabda bahwa mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan, serta kewajiban menuntut ilmu adalah selama hidup. Dengan dalil qot’i maka tidak ada alasan bagi setiap muslim untuk tidak menuntut ilmu. Bagi semua jenis kelamin bahkan untuk segala usia.
2.  Didalam keluarga disamping ayah dan ibu tentu ada kakak dan adik, maka dari segi usia dan pengalaman tentu yang kakak lebih banyak tahu, maka hendaknya sang kakak dapat memberi contoh yang baik kepada adik-adiknya.
3.  Kartini sangat bersemangat dalam mengembangkan dan mengimplementasikan ilmu yang dimiliki bahkan tidak segan-segan hendak merobah tradisi bangsa yang tidak sesuai dengan fitrah insaniyah. Karena terjadi kesenjangan pembedaan antara laki-laki dan perempuan untuk mengembangkan diri, dimana yang laki-laki diberi kebebasan untuk mengembangkan diri sedangkan bagi kaum wanita sangat dibatasi, dan setelah hidup berumah tangga hanya berkecimpung adalam urusan domestic yaitu dalam rumah saja, yang meliputi, mengandung, melahirkan, membesarkan dan melayani keluarga didalam rumah.
4.  Seorang wanita bangsawan dan istri seorang bupati, beliau menjadi Raden Ayu namun bersedia terjun ke masyarakat untuk mengajar anak-anak. Hal ini memang menjadi kewajiban bagi setiap muslim, didalam hadits nabi disebutkan. Sampaikanlah olehmu walaupun hanya satu ayat. Maka ketika muslim mempunyai pengetahuan, diperintahkan untuk menyampaikan kepada yang lain baik dengan bentuk lisan mapun amal perbuatan.

Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah
Karena itu setelah kaum wanita di bebaskan dari belenggu tradisi oleh RA Kartini, sehingga sampai sekarang wanita mempunyai kebebasan dan hak yang penuh untuk mengembangkan kepribadian diri. Banyak kaum wanita yang sukses dalam karir, membangun pundi-pundi ekonomi, menancapkan kekuasaan dalam politik, dan berkecimpung dalam kegiatan sosial. Dengan kondisi ini qodrat sebagai wanita hendaknya selalu dipegang teguh, karena wanita adalah ibunya anak-anak yang berkewajiban mendidik, membimbing dan mengarahkan anak-anaknya. Rasul pernah bersabda:

المرئة عماد البلد ان صلحت صلح البلد وان فسدت فسد البلد

“ Wanita adalah tiang negara jika wanitanya baik maka baiklah negara, dan bila wanita buruk maka negara juga ikut buruk”.

Karena itu wanita yang paling berperan didalam kehidupan rumah tangga, karena dalam diri wanita mempunyai peran ganda dalam kehidupan rumah tangga, yaitu mengandung, melahirkan, mendidik, mengasuh dan membesarkan. Karena itu sebesar apapun karirnya hendaknya tidak melupakan tugas diri sebagai seorang ibu.

بارك الله لى ولكم فى القران الكريم. ونفعنى واياكم بالايات والذكرالحكيم. اقول قولى هذا واستغفرالله العظيم لى ولكم ولجميع المؤمنين. فاستغفرواالله يغفرلكم واشكروه على نعمه يزدكم وتو بوااليه ان الله هوالتواب الرحيم

4/02/2013

Perbedaan Karakter Pria dan Wanita


Laki-laki diciptaan oleh Allah dari wujud yang berbeda, asal-mula kaum laki-laki adalah berasal dari tanah, sedang wanita adalah dari tulang rusuk suami. Dari penciptaan yang berbeda ini maka perilaku, kebiasaan dan karakternya juga berbeda, rasul pernah mewartakan:

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ وَفِيْهَا عِوَجٌ

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari  Muslim )

Sifat dari tulang adalah keras dan sulit untuk diluruskan, begitulah gambaran kepribadian wanita, setiap tindakan atau perilaku yang menyimpang dari wanita, bila dibiarkan maka akan merusak harkat dan mertabat wanita, oleh karena itu perlu adanya kebijaksanaan dari kaum laki-laki khususnya suami. Demikian pula harus ada kesadaran dari kaum wanita bahwa dirinya adalah memang demikian, perasaannya sangat peka, sehingga salah dalam penerapan akan membuat luka yang tidak akan pernah terlupakan.

Antara pria dan wanita mempunyai karakter yang berbeda, sebagaimana disampaikan oleh Drs. H. Budiharto seorang Widyais swara:

1. Seorang wanita mampu menyimpan cinta dalam hati selama empat puluh tahun, tetapi dia tidak dapat menyimpan kebenciannya meskipun satu jam. Sebaliknya kaum pria mampu menyimpan kebenciannya walau selama beberapa tahun, tetapi tidak mampu menyimpan rasa cintanya meskipun satu jam.
2. Seorang pria mendambakan istrinya dengan cinta yang pertama, sedang wanita mendambakan seorang suami yang mencintai dengan cinta yang terakhir.
3. Akal wanita terletak pada kecantikannya, sedang keindahan pria terletak pada akalnya.
4. Pria mengetahui jalan menuju hati wanita, sedang wanita tidak mengetahui jalan menuju akal pria.
5. Wanita ingin hidup berbahagia dengan cinta, sedang pria mencintai untuk hidup bahagia.
6. Pada waktu bertunangan laki-laki banyak bicaranya dan wanita banyak mendengarkan. Setelah kawin wanita yang banyak bicara, sedang laki-laki banyak mendengarkan. Setelah lama kawin suami istri banyak bicara dan tetangga yang mendengarkan.
7. Pria menginginkan cepat-cepat, wanita ingin lambat-lambat.
8. Wanita bagaikan gudang, pria bagaikan pabrik. Gudang adalah penyimpan barang berharga tetapi apabila diambil terus-menerus akan habis, sedang pabrik tidak menyimpan barang, tetapi terus-menerus berproduksi.
9. Wanita bagaikan gelas, sedang pria bagaikan bawang merah. Gelas bila pecah sulit untuk dikembalikan seperti semula, sedang bawang merah bila busuk diluar, bila dikupas maka akan kelihatan utuh.
10. Istri yang jujur dan setia kepada suami meringankan setengah beban kehidupan suami, sirnalah kebahagiaan seorang istri, jika ia tidak mampu menjadikan suaminya kawan yang termulia. Dan tidak mungkin seorang pria hidup berbahagia tanpa didampingi oleh istri yang mulia.

Kisah wanita teladan:
Pada zaman rasul ada seorang wanita yang bernama Ummu Sulaim, beliau adalah ibu kandung Annas bin Malik. Ummu Sulaim sudah lama menjanda, karena mempunyai komitmen ingin membesarkan anaknya, dan setelah anaknya menginjak dewasa beliau menikah dengan Abu Thalhah dan mempunyai anak yang diberi nama Abu Umair. Pada suatu saat Abu Umair sakit sehingga ketika suaminya bekerja ia di rumah diasuh oleh ibunya, namun sakitnya tidak kunjung sembuh akhirnya Abu Umair meninggal dunia, oleh ibunya jenazah Abu Umair dimandikan, dikafani lalu dibaringkan ditempat tidur.

Ketika Abu Thalhah pulang dari bekerja pada senja hari, seperti biasanya telah disambut oleh istrinya bahkan sudah berhias, marawat kecantikannya lalu menemani suaminya makan dan minum, dan tak lupa menanyakan tentang keadaan anaknya. Dijawab oleh istrinya bahwa anaknya dalam keadaan tenang dan lebih baik dari biasanya. Setelah tenang kemudian keduanya bermaksud untuk beristirahat, namun keduanya kemudian melaksanakan hajatnya layaknya pengantin baru (berhubungan intim). Setelah selesai istrinya menanyakan kepada suaminya. Bagaimanakah bila kanda dititipi suatu barang oleh seseorang, dan suatu saat barang terseut mau diambil. Maka di jawab oleh Abu Thalhah, ya harus dikembalikan, karena itu adalah hak miliknya. Kemudian Ummu Sulaim mengatakan, anak kita adalah titipan dan dia sudah diambil oleh Allah.
Mendengar penuturan istrinya Abu Thalhah amat sedih mengapa tidak dikatakan sejak tadi, namun karena semuanya sudah tyerjadi dan beliau tidak bisa berbuat apa-apa dan pada pagi harinya melaporkan perihal tersebut kepada Rasulullah SAW. Dan Rasulullah menjawab wahwa Allah meridhai berkumpulnya pada malam hari, dan ini memang terbukti bahwa, Ummu Sulaim lalu hamil melahirkan anak yang diberi nama Abdullah bin Abu Thalhah yang akhirnya mempunyai sembilan anak yang semuanya hafal Alquran

4/01/2013

Pejuang Emansipasi Wanita


Bila kita menanyakan, siapakah wanita teladan Indonsia, maka tidak berlebihan bila jawabannya adalah RA Kartni. Seorang wanita bangsawan putri dari adipati Jepara RM Hario Adipati Sosroningrat dan ibunya adalah Ngasirah. Beliau lahir pada hari Senin Pahing, tanggal 21 April 1879. Mengapa beliau disebut sebagai wanita teladan, tidak lain karena beliau adalah pejuang emansipasi wanita, yaitu perjuangan dan memperjuangkan hak dan kedudukan wanita agar setaraf dengan kaum laki-laki, yang dalam perkembangan sekarang disebut dengan persamaan gender.

Beliau dilahirkan dari kalangan bangsawan, akan tetapi beliau tidak sama dengan wanita-wanita lain yang tidak pernah berontak dengan nasib kaum wanita. Dimana ketika beliau masih duduk di bangku sekolah yaitu masih berusia belasan tahun, beliau berteman dengan para gadis yang berasal dari negeri Belanda, dalam percakapan dengan mereka beliau bertanya dengan temannya. Mengapa kamu rajin sekali belajar bahasa Prancis, bukankah sekolah disini menggunakan bahasa Belanda, temannya menjawab “ kata papaku, kalau aku tidak bisa berbahasa Prancis maka setelah aku selesai sekolah ini, aku tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah lagi. Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam hati, dirinya selesai sekolah ini akan kemana. Maka bertanyalah Kartini kepada ayahandanya, “Apakah yang akan aku kerjakan sesudah tamat sekolah ini, apakah cita-citaku”. Ketika Kartni bertanya kepada ayahandanya didengar oleh saudaranya yang kemudian menjawab, bahwa semua wanita bangsawan akan menjadi Raden Ayu.

Raden Ayu bagi Kartni selalu menimbulkan tanda tanya dan memunculkan niat untuk mendapatkan jawaban tentang RA tersebut, diamatinya kebiasaan dari para wanita dan termasuk ibunya sendiri. Sampai pada usia 12 tahun Kartini harus masuk dalam pingitan, sampai datang waktu ada seorang laki-laki yang datang melamar untuk menjadikan sebagai istri. Kondisi ini pernah dimohonkan kepada ayahandanya: “Ayah, apakah Kartini boleh melanjutkan sekolah, teman-teman Kartini dari bangsa Belanda semua meneruskan sekolah, mengapa Kartini harus cepat-cepat diam dirumah, Kartini ingin menuntut ilmu dan meneruskan sekolah”.

Ayahnya menjawab: “Anakku, keinginanmu memang baik dan mulia, memang benar bahwa anak perempuan juga perlu menuntut ilmu tetapi ketahuilah bahwa adat bangsa kita yang belum mengizinkan hal itu, janganlah lantas berkecil hati tetapi terimalah adat nenek moyang kita dengan senang hati.
Ayah Kartini seorang laki-laki yang menjunjung tinggi ilmu dan menyadari hak perempuan untuk berkembang layaknya kaum laki-laki, namun karena adat beliau tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun anaknya meminta dengan mengiba namun beliau tetap tidak mengizinkan anaknya untuk melanjutkan sekolah. Dalam waktu pingitan Kartni selalu rajin membaca dan banyak berkirim surat kepada teman-temanya yang berada di negeri Belanda, yang sekarang dibuat menjadi sebuah buku yang berjudul “Habis gelap terbitlah terang”.
Meninjak usia 24 tahu RA Kartni, berkembang menjadi wanita matang dalam berfikir dan sikapnya yang tawadhuk. Bahwa untuk memperjuangkan cita-cita dirinya membutuhkan seorang pendamping, sehingga beliau bersedia menerima lamaran dari adipati Rembang yang bernama Raden Mas Adipati Joyohadiningrat. Dan sejak tanggal 11 November 1903 beliau pindah ke Rembang. Di Rembang RA Kartini mendirikan sekolah perempuan, diawali dari saudara-saudara terdekatnya.

Emansipasi yang dipelopori oleh RA Kartni adalah merupakan cita-cita mulia yang ingin menempatkan wanita sesuai dengan hakekat diciptakannya manusia yang mempunyai persamaan hak dan kewajiban yang sama dengan kaum laki-laki. Bahwa Tuhan menjadikan laki-laki dan perempuan sebagai makhluk yang sama hak dan derajatnya. Masing-masing memilki jiwa yang sama, dan hanya berbeda dalam hal fisik dan bentuk badan, karena itu hak dan kewajibanya juga tidak perlu dibeda-bedakan.

Didalam Islam, emansipasi sudah banyak dilaksanakan ketika zaman Rasulullah SAW, banyak diantara kaum wanita yang ikut berperang , sebagaimana Ummu Ziyat dan enam wanita yang ikut dalam perang Khaibar, ketika ditanya rasul apakah yang dapat kamu lakukan. Mereka menjawab bahwa kami membawa perban, obat-obatan, jika ada yang terluka kami siap untuk mengobati, demikian pula kami akan menyiapkan panah-panah untuk para mujahid di medan perang. Kemudian pada perang Uhud, Shafiyah RA bibi Rasulullah dan saudara kandung Hamzah berhasil membunuh penyusup dengan sebilah patok kemah, lalu dipenggal lehernya kemudian dilempar pada pasukan kuffar yang membuat mereka menjadi ciut nyalinya.
Masih banyak kaum wanita yang merasa iri dan ingin turut serta berjuang melawan orang-orang kafir, karena begitu besar pahala bagi orang yang ikut berperang dijalan Allah. Apalagi bagi mereka yang meninggal dijalan Allah maka akan dicatat sebagai mujahid yang mati sahid, dan balasannya adalah surga. Begitu besar semangat wanita pada waktu itu ingin memperoleh keutamaan sebagaimana yang diperoleh oleh kaum laki-laki. Hal ini membukakan peluang bagi mereka didalam didalam melaksanakan amal perbuatan baik lainnnya.

Dalam hal kedermawanan, Sayidah Khadijah beliau adalah seorang saudagar kaya, akan tetapi kedudukan sebagai seorang isteri rasul beliau senantiasa menjadi isteri yang setia baik dalam suka maupun duka, siapakah yang menghibur rasul dan membesarkan hatinya ketika rasul menerima wahyu yang pertama, dialah Khadijah, beliau pula yang dengan ikhlas menggunakan hartanya untuk membantu perjuangan rasul dalam mendakwahkan agama Islam. Demikian pula kisah Aisyah yang pada suatu saat menerima hadiah sebanyak dua karung yang bersisi uang sebanyak + 100.000 dirham, uang tersebut kembali disedekahkan sehingga habis, bahkan beliau buka puasa hanya dengan sekerat roti dan minyak zaitun.

Pada suatu saat Rasulullah bersabda kepada Asma’ RA, janganlah kalian menyimpan atau menghitung-hitung harta yang akan diinfaqkan, infaqkan semampu yang diupayakan”. Setelah mendengar warta dari rasul ini maka beliau semakin giat dalam berinfaq dan bershadaqah. Bahkan beliau selalu menasehati kepada putra-putrinya dan orang-orang disekitarnya”. Tingkatkan kalian dalam berinfaq dijalan Allah, jangan menunggu-nunggu dari kelebihan harta kita dari kelebihan, dan jangan memikirkan sisanya. Jika menunggu sisanya, padahal keperluan kita bertambah banyak, maka tidak akan terpenuhi keperluan kita dan tidak akan sempat menginfaqkan dijalan Allah, jika kalian bershadaqah maka tidak akan ada kerugian dari shadaqah kita.

Islam sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita, bahkan baik dan buruknya suatu bangsa tergantung pada wanitanya, jika wanitanya baik maka baiklah negara tersebut namun bila wanitanya jahat maka buruklah negaranya. Bahkan dalam keluarga, wanita adalah pemegang amanah sebagai pemelihara didalam rumah suaminya. Maka pandai-pandailah dalam mengatur pengeluaran dan pemasukan. Didalam membelanjakan harta keluarga, jangan terlalu boros dan jangan pula terlalu kikir. Pendapatan keluarga akan dicukupkan oleh Allah bila mempunyai nilai barokah, yaitu harta yang halal baik dari segi sifatnya, wujud barangnya dan cara memperolehnyapun juga halal. Setelah hal ini dapat dipenuhi maka tunaikanlah haknya yaitu dengan mengeluarkan 2,5% dari harta penghasilan. 2.5% ini yang akan mencukupkan, dan membuat harta menjadi barokah. Bahkan tidak puas-puasnya dengan kewajiban syar’i ini masih ditambah dengan infaq dan shadaqah, dengan demikian Allah akan mencukupkan bahkan dengan janji Allah yang disampaikan oleh rasulullah bahwa “Shadaqah tidak akan mengurangi harta (Al Hadits)”.

Allah melimpahkan kenikmatan kepada manusia, berupa harta benda, namun sadarilah bahwa kenikmatan yang berupa harta benda bersifat relative, suatu saat akan berkurang atau hilang sama sekali. Maka sebelum harta benda itu hilang dengan percuma penuhilah haknya yang akan dapat dipetik kelak di hari pembalasan. Karena disanalah segala amal perbuatan manusia akan dimintai pertanggungan jawab, tiada teman sejati kecuali amal baik dan tiada pembela dihadapan pengadilan Allah kecuali amal perbuatan yang baik pula. Maka biasakan dari sedikit untuk berderma, mulai sekarang untuk beramal dan hitunglah terhadap diri sendiri sudah seberapa banyak dalam beramal, lihatlah kepada orang yang lebih shaleh, insya-Allah semakin hari akan tumbuh rasa ikhlas, amin.