Holiday Yang Melelahkan



Holiday adalah hari yang membahagiakan, karena pada hari itu aktifitas dan rutinitas untuk sementara dihentikan. Saatnya untuk refressing, karena itu pada saat holiday kita sering mencari kegiatan, berlibur atau bertamasya ke tempat wisata, bershilaturahim ke tempat teman atau saudara diluar kota atau memenuhi undangan walimah atau resepsi. Ada lagi ketika hari libur digunakan untuk bersantai-santai, di rumah bersama keluarga, atau melakukan bersih-bersih rumah dan lingkungannya. Namun sekalipun hari libur namun senantiasa berupaya untuk mengoptimalkan waktu agar tidak terbuang dengan sia-sia. Sehingga walaupun libur namun mempunyai target-target suatu pekerjaan yang harus diselesaikan.

Aktifitas di rumah dan sekitarnya akan ditentukan oleh dirinya sendiri, misalnya bersih-bersih lingkungan, berkebun, bercocok tanam, memancing atau bersih-bersih sangkar burung atau kandang hewan piaraannya. Biasanya bila merasa capek maka akan segera berhenti, beristirahat, minum atau makan dan istirahat kembali. Sehingga walaupun beraktifitas namun tidak terlalu memforsir tenaga. Lain halnya bila beraktifitas dengan menggunakan media transportasi kendaraan bermotor pribadi.

Pernahkah berfikir bahwa armada adalah benda mati yang mempunyai ukuran ketahanan, sehingga setiap membeli kendaran baru, disana sudah ada petunjuk sampai berapa lama sparepart harus diganti. Pihak perusahaan telah memberikan batas waktu, sehingga walaupan masih kelihatan bagus karena terawat namun bila digunakan secara terus-menerus benda mati tersebut mempunyai batas kekuatan. Bila sparepart tersebut suatu yang bisa aus, seperti ban, kampas kopling, kampas rem biasanya bila sudah menipis maka akan segera diganti dengan yang baru. Tetapi bila sparepart tersebut berupa per, shocbreaker, as mobil sudah terlalu lama, maka gantinya biasanya bila telah patah. Konsumen tidak mengetahui atau malalaikan batas waktu untuk diganti. Bagaimanakah bila dalam perjalanan as mobil atau per nya patah?

Ini menjadi problem, bila kejadian patah sedang berada ditempat ramai tentu akan menimbulkan kemacetan lalu lintas, karena bisa jadi kendaraan sedang berada ditengah-tengah jalan, tiba-tiba mogok, hal ini akan menimbulkan kepanikan pada dirinya dan kekesalahan bagi pengendara yang lain. Mau-tidak mau harus diderek dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Bila kejadian patah sedang berada ditempat yang sepi, maka akan kesulitan untuk mencari montir dan bantuan pada pihak lain. Ditambah lagi bila peristiwa ini terjadi pada hari libur, dimana para pemilik perusahaan dan toko meliburkan karyawan, karena mereka mempunyai hak untuk libur, sehingga tok-toko sparepart banyak yang tutup.

Ketika mengalami hal yang demikian, yang muncul dalam benaknya yang penting mobil bisa berjalan dan segera sampai tujuan. Untuk mewujudkan maka berupaya untuk mencari montir, namun ternyata montir banyak yang libur maka mencari informasi kepada masyarakat sekitar, siapa yang bekerja dibengkel. Bila sedang beruntung maka akan menemukan montir, setelah terjadi pembicaraan montir segera beraksi melepaskan per yang patah dan berupaya untuk mengganti dengan yang baru. Bila nasib sedang mujur dapat menemukan tukang per menyediakan per mobil yang dibutuhkan. Namun bila sedang tidak beruntung, ternyata mencari kesana-kemari tukang per tidak menjual per mobil yang dibutuhkan. Karena sudah ada tekat yang penting mobil bisa berjalan dan segera sampai ke tujuan, maka berupaya mencari tukang las. Ternyata lagi-lagi tukang las juga libur. Tidak patah semangat terus mencari tukang las yang membuka usahanya pada hari libur. Beruntung ada tukang las yang tidak mempunyai hari libur, karena mereka bekerja secara mandiri, tidak tergantung pada orang lain, maka dia libur menurut seleranya. Maka disinilah terjadi saling menguntungkan, tukang las mendapat penghasilan dan pemilik mobil mendapatkan jasa pelayanan.

Dengan mengucapkan saling berterimakasih, pemilik mobil berterimakasih, tukang las juga berterima kasih. Sampailah pada tindakan selanjutnya untuk dipasang pada mobilnya, setelah selesai di pasangpun, pemilik mobil berterimakasih pada montir dan montirpun berterima kasih pada pemilik mobil. Nampaknya bukan hanya sekedar memberikan berapa ongkos bongkar pasang sparepart mobil, namun memberikan tips sebagai ungkapan rasa terima kasih. Setelah mobil siap untuk kendarai, rasa senang dan bersyukur telah selesai. Namun begitu melihat waktu, ternyata sampai sehari penuh menyelesaikan perbaikan atas kerusakan mobil.

Setelah sampai tujuan baru terasa capeknya, sungguh holiday yang melelahkan.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar