Malware Pembuat Fitnah Pencipta Musibah dan Malapetaka, Segera Bertobatlah



Malware, seandainya kamu adalah manusia sungguh kamu telah berbuat dosa. Malware jika kamu suatu produk di dunia maya, virus internet tentu kamu ada yang menciptakan. Malware seandainya kamu bisa berbicara dan disuruh memilih untuk berbuat baik atau buruk, kamu akan memilih yang mana? Jika pilihannya jatuh pada pilihan untuk berbuat baik dan melakukan kemaslahatan sungguh kamu telah melakukan pilihan yang tepat, karena kamu memang berakal sehat dan mempunyai hati nurani. Karena sesungguhnya setiap perbuatan yang telah dilakukan akan kembali pada dirinya sendiri. Apalagi bila dirinya menyatakan sebagai orang yang beragama, semua agama meyakini bahwa semua perbuatan manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban dari Sang Pencipta yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Malware, ternyata kamu lebih memilih pada jalur yang buruk, jalan yang tidak baik dan membuat kehidupan manusia menjadi tidak tenang, resah dan gelisah. Kamu telah membuat perbuatan dosa besar, kamu telah membuat fitnah. Apakah ini telah menjadi pilihan terbaik bagimu? Ingat bahwa fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan, fitnah lebih besar dampaknya dari pada pembunuhan. Membunuh adalah salah satu perbuatan dosa besar, apalagi membunuh pada orang yang tidak bersalah atau melakukan kesalahan terhadap dirinya.

Pencetus malware, kamu telah melakukan dosa besar, dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Apalagi kamu berbangga-bangga dengan hasil karyamu, kamu telah merusak dan mengganggu kredibiltas, integritas moral manusia yang lain. Orang yang tidak tahu menahu terhadap gambar dan video porno ternyata dimasuknya dalam tautannya melalui jaringan sosial facebook. Termasuk penulis sendiri juga merasakan kegelisahan yang demikian itu. Ada syarat bahwa kamu akan menjadi hamba yang diampuni oleh Allah, kamu segera bertobat dan memohon maaf kepada orang-orang yang telah kamu fitnah.

Di dalam agama Islam, sebesar apapun dan sebanyak apapun dosa yang telah dilakukan, selagi masih mau bertobat, maka dosa tersebut akan diampuni oleh Allah. Implementasi tobat adalah menyesali terhadap dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, tidak akan mengulangi perbuatan yang serupa pada kesempatan yang lain dan mau mengganti perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik. Saya yakin bahwa dengan bertobat maka hidup akan terasa lebih tenang, nyaman, damai, bahagia dan sejahtera. Seandainya sekarang sedang berbangga-bangga dalam perbuatan yang bertentangan dengan Sunnatullah, dalam titik klimak akan menuju pada anti klimaknya akan mengalami kejenuhan karena merasa jiwanya kosong, perbuatan yang dilakukan hanya fatamorgana dan kepalsuan, seandainya mempunyai teman maka temanya hanya sebatas karena kepentingan dunia semata, seberapa lama hidup di dunia. Semakin lama hidup di dunia akan semakin rapuh, badan yang pernah kekar hanyalah tinggal kenangan, wajah yang penuh dengan pesona , setiap orang yang memandang langsung terkesima, hanya berapa tahun dapat merasakan hal yang demikian.

Sesungguhnya potensi pribadi manusia yang demikian itu bila terus dipergunakan pada jalan yang tidak baik maka kelak akan ternjadi suatu penyesalan. Tidak ada penyesalan yang datang sebelum perbuatan dilakukan, penyesalan pasti kerena dampak dari suatu perbuatan. Penyesalan itu tidak ada gunanya. Kecuali penyesalan yang kemudian muncul tekad untuk tidak mengulangi lagi dan mengganti perbuatan yang serupa dengan perbuatan yang lebih baik. Banyak orang yang pernah menjadi jagoan, cantik, molek, manawan, seksi, gagah, perkasa namun pada anti klimak ketika dirinya sedang sakit atau pada usia senja hidupnya menjadi merana. Tidak ada teman, sahabat, keluarga yang setia kecuali hanya kenangan-kenangan manis yang pernah dilakukan. Kini menjadi manusia papa yang berbaring lemah tak berdaya dipembaringan.

Teman dekat yang dulu pernah bersamanya, anak-buahnya atau bawahannya yang datang menyambanginya, memandang dengan penuh iba sambil berkata “kasihan, kasihan, kasihan”. Bila orang-orang dekatnya hanya bisa berbuat demikian, apalgi orang-orang yang pernah di dhalimi, difitnah, dia hanya sekedar melihat dan berlalu begitu saja. Kadang ada yang mengucapkan “astaghfirullahal ‘adzim”, ada lagi yang mengatakan “amit-amit semoga tidak mengenai diriku dan anak cucuku”. Sedang dirinya hanya bisa menatap dengan pandangan kosong tak ada yang dapat diucapkan, kecuali didalam hatinya mengatakan, seandainya saya masih muda atau seandainya saya menjadi muda lagi. Namun harapan ini tinggal harapan yang sama sekali tidak akan dapat terbukti, kecuali detik -detik menunggu hembusan nafas terakhir. Jadilah jasad yang tidak mempunyai daya kekuatan, jasad akan diam mau diapakan dan mau dikemanakan. Jasad manusia akan dikebumikan, dan masuklah dia pada alam yang ketiga yaitu alam kubur.

Setelah manusia meninggal, manusia akan mengalami kehidupan yang ketiga. Di alam inipun manusia tidak akan abadi, karena alam kubur masih dibatasi dengan waktu hingga alam semesta dan seluruh isinya hancur dan dihancurkan oleh Allah, sehingga tidak akan ada kehidupan lagi. Setelah itu manusia akan di bangkitkan lagi, seluruh makhluk hidup yang pernah ada di alam dunia dibangkitkan lagi. Makhluk dari golongan jin dan manusia akan bangkit dan mempertanggungjawabkan seluruh amal ibadah yang pernah dilakukan di alam dunia sekarang ini. Amal yang baik akan menerima balasan kebaikan berupa surga dan amal yang buruk akan menerima balasan berupa siksa di dalam neraka.
Alam akhirat adalah alam yang penuh dengan keadilan, tidak ada kepalsuan dan kedustaan, seluruh anggota tubuh manusia akan menjadi saksi atas perbuatan yang pernah dilakukan.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan pertanggungan jawabnya. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, Karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu. Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. dan janganlah kamu mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah)”. (QS. Al Isra’: 36-39)

Dan pada hari itu semua amal akan memperoleh balasan yang setimpal.
1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. Dan bumi Telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
4. Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Bagaimanakah dengan perbuatan dosa besar yang tidak bertobat, maka sisksanaya akan lebih berat dan sangat menyakitkan. Maka pencetus dan penyebar malware bertobatlah, selagi pintu tobat masih terbuka. Hidup manusia di dunia ini adalah merupakan pilihan, jalan yang baik atau yang buruk. Bila di dunia ini memilih jalan yang baik maka masuk di alam kubur dan alam akhirat akan menuai kebaikan, kenikmatan kebahagiaan dan kesejahteraan. Namun bila di dunia memilih jalan yang buruk, sekalipun didunia ini terkadang berada di atas angin dalam kondisi senang dan sejahtera, ingatlah ini adalah jalan yang buruk. Bahkan kadang merasa berbahagia berada diatas penderitaan orang lain.

Pencetus dan pengedar malware, agama telah memberikan jalan yang benar dan salah, baik dan buruk kepada manusia, tanpa agama kehidupan manusia akan mengalami kehancuran. Agama dengan syari’at didalamnya telah mengatur seluruh tata auturan kehidupan manusia. Karena itu bila kamu tidak beragama, maka belajarlah tentang agama, bila kamu sudah beragama, pelajarilah kitab sucinya dan jalankan perintah-perintahnya dan jauhi larangan-larangannya. Maka kamu akan selamat untuk selama-lamanya. Dicintai oleh semua orang, dan kamu akan dibanggakan oleh orang-orang yang membanggakan kamu. Semoga segera insaf., wassalam.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar