Jumat, 28 Maret 2014

Empat Tips Untuk Meraih Kebahagiaan Hidup



Rasulullah SAW memberikan tips, resep atau formula untuk memperoleh kebahagiaan hidup, barang siapa yang melakukan formula yang telah diajarkan oleh Rasulullah maka akan meraih kebahagian hidup, sebaliknya barang siapa yang tidak melaksanakan maka jangan berharap kebahagiaan hidup akan diperolehnya.

علامة السعادة اربعة ( Ada empat hal untuk memperoleh kebahagian hidup):
1. (ذكر الذنوب الماضية) :Orang yang selalu mengingat-ingat segala dosa yang telah dilakukan.
Dengan mengingat dosa maka akan menjadikan dirinya bertobat dan berhati hati untuk tidak melakukan perbuatan dosa, yaitu segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Karena dosa tersebut akan mengotori jiwa sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan Allah. Dosa akan menjauhkan dari barokah dan ampunan Allah SWT.

2. (ونسيان الحسنة): Orang yang melupakan perbuatan baik yang telah dilakukan.
Berbuat kebaikan adalah merupakan perintah Allah dan Allah yang akan memberikan balasan, janganlah merusak perbuatan baik karena ingin mengharapkan imbalan dari orang lain. Apalagi sampai menghitung-hitung perbuatan baik yang pernah dilakukan. Orang yang berbuat baik karena ingin mengharapkan balasan kebaikan dari orang yang bersangkutan maka akan hilanglah segala perbuatan baik yang telah dilakukan. Yang timbul adalah rasa benci, dendam dan akhlaq tercela lainnya.

3. (و نظره الى من هو فوقه فى الدين): Melihat kepada orang yang diatasnya dalam urusan agama.
Sebagai muslim jangan membanggakan dirinya dengan membandingkan dirinya dengan orang yang lebih jelek dalam urusan agama, karena bila hal ini dilakukan derajat keutamaan sebagi orang yang beriman dan bertaqwa akan menjadi turun. Bila dirinya berbuat baik lihatlah pada orang yang diatasnya maka akan muncul motivasi untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah.

4. (و نظره الى من هو دونه فى الدنيا ) : melihat kepada orang yang dibawahnya dalam urusan dunia.
Sebagai orang yang bertaqwa janganlah melihat kepada orang yang diatasnya dalam urusan dunia. Sesungguhnya harta benda, pangkat dan jabatan adalah merupakan karunia Allah yang patut untuk disyukuri. Kesyukuran ini akan semakin bertambah bila mau membandingkan dengan orang yang berada di bawahnya. Contoh dengan gaji yang telah diterimakan, terimalah dengan ikhlas jangan membandingkan dengan orang yang lebih besar gajinya, karena gaji kecil kalau diterima dengan ikhlas maka akan mendatangkan keberkahan.

Kamis, 27 Maret 2014

Tipe Pemimpin dan Anggota Rapat



Untuk menyampaikan penjelasan tentang suatu permasalahan, pemecahan masalah,untuk mengadakan perundingan terhadap suatu masalah perlu diselenggarakan rapat. Termasuk suatu kegiatan untuk menyamakan persepsi, melaksanakan koordinasi dan konsolidasi perlu diselenggarakan rapat. Oleh karena itu agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik perlunya seseorang yang bertindak sebagai pemimpin rapat. Pemimpin ini harus mengetahui duduk persoalan dan segala hal yang terkait didalamnya, baik yang diketahui dari pengamatannya sendiri maupun dari informasi orang lain.

Pemimpin rapat akan menentukan keberhasilan suatu rapat dan efektifitas kegiatan, sering kita temukan tipe-tipe pemimpin sebagai berikut:
1. Tipe otoriter
Tipe otoriter menganggap bahwa pemimpin adalah orang yang tahu segalanya, orang yang paling berkuasa. Pemimpin ini menganggap orang lain berada dalam kekuasaannya sehingga segala gerak langkah harus mengikuti kehendaknya. Pemimpin model ini tidak pernah memberikan kesempatan pada orang lain untuk memberikan pendapat, saran atau pandangannya. Sehingga kegiatan rapat hanya berjalan searah, yang mengakibatkan organisasi tidak bisa berkembang, statis karena hanya menunggu perintah dari atas.
2. Tipe demokratis
Tipe kepemimpinan ini memberikan kebebasan pada anggota untuk aktif dalam bicara dan menyampaikan saran, pendapat dan pandangannya. Anggota ikut menentukan tujuan dari suatu organisasi, pemimpin model ini berperan sebagai pembimbing, ia memberikan pengarahan, petunjuk, memberikan bantuan kepada para anggota organisasi. Pemimpin model ini terlibat langsung dalam proses interaksi.
3. Tipe liberal.
Pemimpin model ini cukup memberikan kebebasan pada anggota untuk menyampaikan aspirasi dan mengambil langkah-langkah sendiri dalam menghadapi suatu masalah. Pemimpin menyerahkan segala sesuatu kepada anggota, misalnya penentuan langkah-langkah, kegiatan-kegiatan yang akan diambil, sarana atau alat yang akan digunakan. Pemimpin liberal bersifat pasif, tidak ikut terlibat langsung dalam kegiatan organisasi, tidak mengambil inisiatif apapun. Pemimpin seakan hanya bertindak sebagai penonton saja.

Unsur-unsur rapat meliputi waktu, tempat, materi, peserta dan pemimpin satu sama lain saling keterkaitan. Waktu dan tempat harus jelas demikian pula hal-hal yang akan dibahas dalam rapat hendaknya sudah dirumuskan terlebih dahulu oleh panitia. Karena itu untuk membahas suatu materi diperlukan pemimpin rapat dan juga anggota. Pemimpin dan anggota saling keterkaitan, tanpa pemimpin anggota akan kehilangan arah, tanpa anggota siapa yang akan dipimpin.

Sering kali bila mengikuti rapat, kegiatan forum hanya didominasi oleh beberapa orang yang menyampaikan pendapat, terlibat langsung dalam diskusi, ada yang diam saja, atau ada yang sangat agresif. Ini semua merupakan dinamika dalam kehidupan berorganisasi, sehingga karena rapat itu adalah merupakan forum terbuka, maka setiap peserta rapat hendaknya menyiapkan diri dengan mental spiritual, tidak mudah terpancing oleh argumentasi orang lain. Pemimpin rapat hendaknya mengetahui beberapa macam tipe peserta rapat:
1. Tipe pemersatu
Tipe ini biasanya bertindak sebagai mediator, bila terdapat pandangan yang berbeda maka berusaha untuk menyatukan persepsi. Tipe ini mempunyai sifat jiwa besar, penuh pengertian, sabar, tekun, tholeransi yang besar.
2. Tipe pendengar.
Bersifat pasif, tidak terlibat dalam kegiatan organisasi, membiarkan orang lain untuk bicara, dan dirinya memilih untuk diam yang disebabkan karena kurangnya pengalaman, kurang pengetahuan, pemalu, kurang bergaul dan sebagainya.
3. Tipe pemberi semangat.
Tipe ini mempunyai kemauan dan kemampuan kerja yang cukup tinggi. Mempunyai moral dan disiplin kerja yang tinggi. Pandai membaca situasi, orangnya cukup berwibawa, disegani oleh siapa saja, oleh karena itu dia mempunyai pengaruh yang cukup besar di masyarakat.
4. Tipe pemberi informasi.
Sebagai penyalur informasi, pengetahuan dan wawasannya amat luas, orangnya mudah bergaul dan dapat dipercaya.
5. Tipe penyerang.
Tipe ini suka menyerang pendapat orang, atau memutus pembicaraan orang, dengan kondisi ini kadang menimbulkan permasalahan lain sehingga permasalahan semakin berkepanjangan dan sulit dicari jalan keluarnya. Bahkan kondisi ini yang sering menimbulkan perpecahan dalam suatu organisasi.

Agar rapat dapat berjalan dengan baik dan lancar serta menghasilkan keputusan yang mengakomodir kepentingan bersama, peserta rapat hendaknya menempatkan diri agar berfungsi dan berperan dengan baik:
1. Sebagai penyumbang pendapat.
Segala bentuk saran, usul dan masukan yang tidak diketahui oleh orang lain perlu disampaikan, termasuk kemungkinan kegagalan dan dampak negative dari keputusan yang akan dibuat. Untuk menyampaikan ini diperlukan keberanian, kemampuan berbicara agar dapat diterima orang lain. Banyak orang yang ahli tapi tidak berani atau tidak mau menyampaikan pendapatnya, sebaliknya banyak orang yang tidak tahu tapi menyampaikan pendapatnya yang sulit diterima oleh orang lain.
2. Sebagai penyimpul.
Setiap akhir rapat biasanya masih menjadi rumusan-rumusan mentah yang sulit untuk diterima, maka diperlukan rumusan-rumusan yang merupakan bentuk dari kesimpulan sehingga mudah dibaca, dipahami untuk selanjutnya dibuatkan keputusan untuk dilaksanakan.
3. Sebagai penyumbang data.
Rapat memerlukan data dalam wujud dan bentuk tertentu. Data dapat diperoleh dari berbagai pihak yang sudah disiapkan sebelum pelaksanaan rapat. Data disiapkan secara khusus oleh peserta untuk menghimpun,dan menyiapkan data yang diperlukan. Data dapat disampaikan dalam bentuk tabel, daftar, grafik, gambar dan sebagainya.
4. Sebagai pembantu.
Seorang pemimpin rapat biasanya membutuhkan pendamping, yang berfungsi untuk memberikan pertimbangan, pengarahan, membantu pembagian tugas organisasi, menyiapkan data, menyiapkan peralatan yang diperlukan, membantu mengolah data yang diperlukan. Biasanya pendamping pemimpin ini bertindak sebagai pemandu acara rapat. (Basrah Lubis, Drs. H, Retorika Da’wah, CV Primadinar, Jakarta, 1993: 36-41)

Rabu, 26 Maret 2014

Uvoria Kehidupan Dunia



Fakta yang terjadi ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, kemajuan suatu bangsa yang ditandai dengan kemakmuran kehidupan masyarakat, dengan naiknya taraf ekonomi masyarakat. Sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dan terknologi langsung dapat dinikmati oleh segelintir orang yang telah diberikan kesempatan oleh Allah untuk menikmati kemegahan kehidupan dunia. Namun yang disayangkan bahwa kenikmatan yang diberikan oleh Allah tersebut dipandang sesuatu yang abadi, bahkan segala macam cara dilakukan untuk pemenuhan hasratnya itu. Kadang diantara mereka mengesampingkan kehiduapan akherat yang merupakan kehidupan yang sesungguhnya. Untuk jelasnya kami muat dalam edisi khutbah Jum'at:

ألْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى أَلَّفَ بِالْاِسْلَامِ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ, وَالَّذِى اَوْجَبَ بِالْاِتِّحَادِ وَحَرَّمَ التَّفَرُّقَ فِى كِتَابِهِ الْمُبِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ هَدٰى مَنْ شَآءَ اِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ خَيْرُدَاعٍ اِلَى الطَّرِيْقِ الْقَوِيْمِ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّابَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Setahap demi setahap, dari sedikit yang dilaksanakan dengan istiqomah, dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang untuk berbalik dari perbuatan keji dan munkar, salah dan fitnah menuju pada jalan petunjuk Allah SWT. Insya-Allah dengan niat yang ikhlas, tekad yang bulat sesuatu yang berat akan menjadi ringat, sesuatu yang sulit akan menjadi mudah, segala yang asing akan menjadi kebiasaan. Yang akhirnya akan terwujud pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah yang pada akhirnya Allah akan memenuhi janjinya yaitu dengan mencurahkan rahmatnya bagi suatu penduduk yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
“ Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’rof: 96)

Fakta yang terjadi ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, kemajuan suatu bangsa yang ditandai dengan kemakmuran kehidupan masyarakat, dengan naiknya taraf ekonomi masyarakat. Sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dan terknologi langsung dapat dinikmati oleh segelintir orang yang telah diberikan kesempatan oleh Allah untuk menikmati kemegahan kehidupan dunia. Namun yang disayangkan bahwa kenikmatan yang diberikan oleh Allah tersebut dipandang sesuatu yang abadi, bahkan segala macam cara dilakukan untuk pemenuhan hasratnya itu. Kadang diantara mereka mengesampingkan kehiduapan akherat yang merupakan kehidupan yang sesungguhnya, Allah SWT telah berfirman:

“ Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”. (QS. Al Hadid: 20)

Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah
Dari ayat tersebut dapat kita ambil hikmahnya:
1. Bahwa kehidupan dunia itu sesuatu yang fana, suatu saat akan sirna. Harta benda, pangkat, tahta, jabatan dan wanita semua akan ditinggalkan atau akan meninggalkan.Tiada teman, saudara kecuali hanya amal perbuatannya, Rasulullah SAW pernah bersabda

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاثَةٌ : أَهْلُهُ وَمالُهُ وَعَمَلُهُ: فَيَرْجِعُ اثْنَانِ. وَيَبْقَى وَاحدٌ: يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ " متفقٌ عليه

“ Tiga perkara yang akan mengikuti mayat. Keluarga, harta benda, dan amal perbuatannya. Lantas yang dua akan kembali yang satu ikut kepadanya. Keluarga dan harta bendanya akan kembali, sedang amal perbuatnnya yang akan ikut dengannya”. (HR.Buchari Muslim).

Yang jadi pertanyaan, amal apakah itu, amal baik atau buruk? Bila amal baik maka akan menjadi pembela dan pelindung ketika berhadapan dengan pengadilan Allah, namun sebaliknya bila itu adalah amal buruk maka akan menjerumuskannya sehingga jatuh dalam siksa dan azab Allah SWT.

2. Allah SWT mengambil perumpamaan seperti air hujan yang dapat menumbuhkan beraneka macam tanaman, bahkan ketika musim kemarau, udara panas, tanah kering bahkan ada suatu wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Dalam kondisi seperti ini banyak tanaman yang mengering lalu mati. Namun ketika turun hujan tanaman kembali akan menghijau bahkan biji-bijian juga akan tumbuh. Hal seperti ini sangat mengagumkan khususnya bagi para petani. Namun kemudian amat mengherankan ketika hujan turun dengan lebatnya banyak tanaman yang menguning kemudian mati. Allah SWT berfirman:
“ Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah”. (QS.Al Fathir: 5)

3. Alam akhirat itu untuk mewujudkan keadilan Allah, seluruh hamba Allah akan memperoleh balasan sesuai dengan amal perbuatannya dan sedikitpun tidak ada yang teraniaya:


“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula”. (QS. Al Zalzalah: 7-8)

4. Kehidupan dunia hanyalah tipu muslihat yang melalaikan, Allah berfirman:
“ Dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.(Al Ankabut: 64).
Rasul SAW bersabda:
أَللّٰهُمَّ لَا عَيْشَ اِلَّا عَيْشُ الْآخِرَةِ (متفق عليه)

“Ya Allah, tiada kehidupan yang sejati kecuali akherat (HR. Buchari Muslim)

Kaum muslimin jema’ah Jum’ah Rahimakumullah
Allah SWT adalah dzat yang Maha Adil dan Bijaksana, semua yang akan terjadi merupakan kehendak-Nya. Allah memberikan janji dan ancaman, Allah memberikan jalan yang baik dan buruk dan memberikan kebebasan kepada hamba-Nya untuk memilihnya. Ingin memperoleh rahmat Allah maka jalankan perintah Allah, ikuti sunnah rasul, maka akan selamat didunia dan diakherat, di dunia akan dimuliakan oleh Allah demikian pula di akhirat.
Kehidupan dunia itu diibaratkan seperti orang yang berhenti untuk minum, namun dengan waktu yang singkat itu untuk meraih keutamaan dan kemuliaan yang lebih banyak, karena setiap amal baik manusia akan dilipatgandakan oleh Allah. Karena itu untuk meraih semua itu tiada jalan lain agar senantiasa melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, serta berupaya untuk meraih keutamaan dengan menjalankan ibadah-ibadah sunnah yang telah digariskan oleh Allah dan rasulnya.
Akhirnya mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat kenikmatan bukan jalannya orang-orang yang dimurkai oleh Allah SWT, amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Selasa, 25 Maret 2014

Demokrasi Midherek Syari'at Islam


Pesta demokrasi negari Republik Indonesia badhe kalampahan benjang ing tanggal 9 April 2014, rakyat dipun paringi kebebasan nemtukaken sinten ingkang pas lan patut dados wakil ing DPRD, DPR Provinsi DPD lan DPR RI. Panci sampun kathah calon ingkang sami daftar lan nindakaken kampanye, sedaya wau kangge mundhut atinipun rakyat. Kanthi mekaten supados rakyat boten getun ing tembe wingkingipun milih pimpinan kedah mawi piugeran kados ingkang dipun aturaken dening nabi Muhammad SAW.
أَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى خَلَقَ الْاِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ, أرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى سَاِئِر الْاَدْيَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ اَلْوَاحِدُ الَمَنَّانُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّابَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Para sedherek kaum muslimin Rahimakumullaah!
Saking mimbar Jum’at punika, kawula ngajak awak kula ugi kaum muslimin kangge ningkataken taqwa kita dhumateng Allah Rabb al-‘alamiin, supados kita tansah wilujeng awit saking donya dumugi akhirat samangke. Kawuningana bilih Alquran minangka wewaton umat Islam sampun maringi wewaler kanthi padhang lan gamblang, bilih sedaya umat Islam kedah ngrengkuh Islam kanthi jangkep, ganep lan wetah. Tegesipun kita kedah nindakaken sedaya dhawuh lan nebihi sedaya cegah, tanpa wonten ingkang dipun sepelekaken. Allah SWT ngendika:
Hai sekabehe wong kang padha iman, padha mlebuwa Islam kanthi komplit, sekabehane, lan aja padha manut langkah-langkahe syetan, sebab saktemene syetan iku mungsuhira kabeh kang nyata. (QS. Al Baqarah: 208)

Ayat wau negasaken bilih umat Islam ampun ngantos ngrungkebi Islam namung sebagian-sebagian, ateges boten komplit. Maksudipun menawi anggen kita sami Islam kepingin wetah, komplit, boten goeng, boten gripis, iman kita kedah iman kanthi agami Islam, sesrawung kita ugi sesrawung ingkang mawi tatanan Islam, ekonomi kita ugi ekonomi ingkang dipun atur kanthi Islam, politik kita ugi kedah politik ingkang selaras kaliyan ajaran Islam. Allah SWT ngendika:


“ Lan (elinga) nalika Ibrahim diuji dening Pangerane kelawan pirang-pirang kalimah (perintah lan waleran), nuli Ibrahim nindakake kalimat-kalimat mau kanthi sempurna. Allah dhawuh: “ Satuhene Ingsun bakal dadekake sira dadi imam tumraping kabeh manungsa”. Ibrahim matur:”(lan kula ugi nyuwun) sadhengah saking anak turun kawula”. Allah dhawuh: “Janji Ingsun (iki) ora bisa ngenani wong-wong kang padha dhalim”. (QS. Al Baqarah: 124)

Kitab Mu’jamul Ausath jilid 12 sohifah 27-28 negasaken bilih imam, pemimpin, punika mimpin ummat. Wondene ummat inggih punika segolongan ingkang sami. Mila senaosa kita boten kenging memengsahan kaliyan sak sintena kemawon, malah kita kedah nyedherek kaliyan sinten kemawon, ananging perkawis kepemimpinan wonten aturan lan wewaler piyambak. Ewadenten wewaler kalawau, antawisipun bilih pemilihan umum, kita dipun atur supados milih pemimpin ingkang shidiq (jujur), amanah (saged dipun pitados), tabligh (transparan utawi saged padhang-padhangan), lan fathonah (prigel) kangge ngladhosi rakyat. Imam Az-Zamakhsyari nalika nafsiraken ayat punika negasaken bilih tiyang ingkang zhalim, sami ugi keranten imanipun kirang, curang, tukang goroh, cidra ing janji, boten pikantuk dipun pilih dados pemimpin, amargi pemimpin punika tugasipun brastha tumindak zhalim. Kados pundi badhe mujudaken keamanan, keimanan, lan kesejahteraan lan brastha kezhaliman menawi pemimpinipun tiyang zhalim. Ulama’ agung Prof. Dr. Wahbah Zuhaili wonten ing kitabipun Al-Fiqh negasaken bilih tiyang zhalim boten pikantuk dipun pilih dados pemimpin awit badhe ngrisak peradaban. Mila margi kita punika tiyang Islam, tiyang ingkang taat dhumateng aturanipun Allah SWT, mangga kita sami milih selaras kaliyan manah suci kita, niat suci kita, selami tiyang ingkang dipun pilih wau tiyang ingkang shidiq, amanah, tabligh lan fathonah.

Kaum muslimin rahimakumullah!
Perlu kawuningan bilih Undang-Undang Pemilu sampun negasaken larangan ngingingi politik uang utawi money politics. Nanging amargi Undang-undang Pemilu nomer 8 tahun 2012 taksih kathah kekiranganipun ngingingi politik uang utawi money politic, mila ormas-ormas Islam sami kagungan inisiatif kangge nanggulangi politik uang kalawau. Antawisipun, wonten ing pokok pikiran Tanwir Muhammadiyah 2012, dipun tegasaken pitung syarat kepemimpinan. Sepindah, pemimpin kedah tiyang ingkang visioner, ingkang selaras kalian cita-cita bangsa. Kaping kalih pemimpin kedah nasionalis lan humanis tegesipun berjiwa kemanusiaan. Kaping tiga, pemimpin kedah saged bangun paseduluran bangsa ingkang majemuk. Kaping sekawan, pemimpin kedah wantun mundhut resiko saking kebijakanipun. Kaping gangsal, pemimpin kedah saged mundhut keputusan ingkang cepat, tepat lan tegas. Kapng nenem, pemimpin kedah saged ngentasaken masalah-masalah, lan kaping pitu, pemimpin kedah kagungan komitmen moral utawi akhlaq al-karimah supados boten korupsi mangkenipun.
Kangge nggayuh bangsa lan negara ingkang adil makmur, baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafuur, para alim Ulama Nahdhatul Ulama ugi ngawontenaken Konferensi Besar wonten ing pondok pesantren Kempek Cirebon tahun 2012. Sami mutusaken wonten ing bahtsul Masailipin negasaken bilih sedaya peparing saking calon legislatif, pilkada, pilpres lan sanesipun sami ugi arupi zakat, shadaqah, hadiyah, ganti uang mobil, ganti uang rokok, ganti uang kerja ingkang dipun syarataken milih calon, sedaya dipun haramaken supados tiyang Islam saged milih calon ingkang bersih, jujur lan kagungan akhlaq mulia.
Kita yakin ormas-ormas Islam sanesipun kados Rifa’iyah, Sarekat Islam, lan sanes-sanesipun ugi sami wewaleripun. Ingkang mekaten selaras kaliyan hadits sahih riwayat Imam Bukhari lan Muslim, ingkang ringkesipun mekaten:
ثَلَاثٌ لَا يَنْظُرُ اللهُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ
“ Ono wong telung golongan kang ora bakal nompo welas asihe utawi perhatiane Gusti Allah SWT ono ing dino kiyamat”,
Ing antawisipun:
رَجُلٌ بَايَعَ اِمَامًا لَا يُبَايِعُهُ اِلَى لِلدُّنْيَا
“ Wong kang milih pemimpin kerana milih dhuwite utawa bandhane”.

Mila mangga kita sami niat ingkang ikhlas milih pemimpin boten margi bandha dunya, ananging mligi kerana Allah SWT, utawi lillaahi ta’aalaa. Mangga sami rawuh wonten TPS kanthi niat ingkang ikhlas lan tansah sesedherekan dhumateng sedaya tiyang senaosa benten pilihanipun.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.