Sifat-Sifat Yang Harus Dimiliki Pemimpin Berdasar Petunjuk Alquran



Muhammad adalah salah seorang hamba Allah dan merupakan Rasulullah yang mempunyai keberhasilan di dalam memimpin umatnya menuju pada pencerahan dan kemajuan. Sebagai seorang pemimpin beliau telah digembleng sejak lahir dengan kondisi sosial, ekonomi, politik, idiologi dalam kungkungan budaya jahiliyah. Sekalipun kondisi sosio cultural yang demikian buruk, namun beliau tidak pernah ikut-ikutan dengan sesama temannya, seperti mabuk-mabukan, bermain, judi dan menyembah berhala. Sifat-sifat terpuji ini yang membuktikan bahwa beliau merupakan figur uswatun hasanah (pribadi yang dapat dijadikan sebagai teladan). Sehingga sejak kecil beliau dilingkungan masyarakat terkenal sebagai orang yang jujur yang selanjutnya diberi gelar al amin.

Hal demikian telah diketahui oleh pendeta Bukhara’ tentang tanda-tanda kerasulan yang ada padanya. Beliau menyatakan bahwa sekiranya diberi umur yang panjang akan mencurahkan hidupnya untuk membantu terwujudnya kerasulan Muhammad SAW. Setelah dewasa beliau menempuh hidup dalam suasana perenungan di gua Ghira’ sehingga pada saat itu beliau menerima wahyu yang memerintahkan untuk membaca. Padahal beliau adalah seorang yang ummi (tidak bisa baca tulis). Bekal ilmu, iman dan amaliah sehingga beliau menjadi pemimpin yang handal, mempunyai sifat-sifat kerasulan Shidiq, Amanah, Tabligh, Fatanah. Sehingga ketika bersama umatnya figur yang dihormati dan terhadap musuh-musuhnya disegani.

Kita sering memimpikan munculnya pemimpin yang mempunyai seifat-sifat sebagaimana Rasulullah. Harapan rakyat tentu akan menjadi pelindung, peneduh, pencerah, pelopor. Mareka mengetahui apa yang dibutuhkan rakyat, mereka memikirkan kepentingan rakyat dan mereka bertindak untuk menyelesaikan setiap kesulitan yang dihadapi rakyat. Bahkan mereka tetap mengemban amanat rakyat, dengan mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi.

Untuk mewujudkan pribadi yang memiliki kepemimpinan yang utuh, setiap diri hendaknya mengacu pada firman Allah SWT, yang menerangkan tentang sifat-sifat yang hendaknya dimiliki oleh pemimpin:
1. Berpengetahuan luas, kreatif, inisiatif, peka, lapang dada dan selalu tanggap:

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujadalah: 11)

2. Bertindak adil, jujur dan konsekwen

“ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat. (QS. Annisa’: 58)



3. Bertanggung jawab.

“ Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan." (QS. Al An’am: 164)

4. Selektif terhadap informasi.

“ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. Al Hujurat: 6)



5. Memberikan peringatan.
Dan tetaplah memberi peringatan, karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Adz-Dzariyaat: 55


6. Memberikan petunjuk dan pengarahan:

“ Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar[1195]. dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami. (QS. Assajdah: 55)

Jika semua petunjuk diatas dilaksanakan oleh pimpinan dan segenap anggotanya dengan penuh rasa tanggung jawab, maka akan terciptalah mekanisme roda kepemimpinan yang harmonis, berjalan lancar, tertib, dengan demikian keberhasilan dan kemenangan akan mudah dicapai. (Unsur-unsur Managemen menurut ajaran Islam, Jawahir Tanthowi, Drs, Pustaka al Husna, Jakarta:63)

Ketika membicarakan masalah kepemimpinan atau management ada beberapa kelompok:
1. Pimpinan dalam arti sempit, yaitu meliputi pucuk pimpinan dan pimpinan menengah (directing, staffing, organizing dan planning).
2. Pimpinan dalam arti luas, yakni pimpinan bawahan (first line supervisor) dan setiap kepemimpinan yang ada pada penggerak kelompok kecil misalnya (kelompok keluarga serumah, kelompok dalam lembaga sosial, rukun tetangga, rukun warga (organizing dan coordinating)
3. Kepemimpinan dalam arti sebagai pengawas (control)

Karena itu bila melihat siapakah yang dikatakan pemimpin itu? pada dasarnya semua orang adalah pemimpin, tergantung dari ruang lingkup dan kawasannya. Rasulullah SAW pernah berkata:

وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُوْلُ: "كُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالأِمَامُ رَاعٍ ، وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والرَّجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ, وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ فِيْ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رعِيَّتِهَا ، وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِيْ مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ" متفقٌ عليه

Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'an hu, katanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu akan ditanyakan kepemimpinanmu. Seorang imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpiannya, seorang isteri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang pelayan juga pemimpin dalam harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Maka semua orang dari engkau sekalian itu adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya."(Muttafaq 'alaih)

Demikianlah bahwa Islam mengartikan kepemimpinan itu dalam arti yang luas, bahkan setiap orang itu menjadi pemimpin, bila tidak memimpin orang lain dalam suatu kelompok, atau dalam keluarga. Dia adalah pemimpin terhadap dirinya sendiri, karena itu bagaimana akan sukses memimpin orang lain, sedangkan memimpin dirinya sendiri saja tidak bisa. Karena pemimpin yang baik selalu memulai dari dirinya sendiri, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW, apa yang beliau katakan tentu beliau laksanakan. Sehingga Islam disamping ajaran yang mengandung nilai-nilai hakiki dan kadang normatif, Islam akan menjadi ajaran aplikatif yang berdampak pada perwjudan Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam.

Anda sedang membaca artikel dari untajiaffan Terbaru hari ini. Mohon untuk membagikan artikel ini ke teman anda melalui sosial media dibawah ini.

Artikel Untajiaffan Lainnya:



Kotak Komentar